Jan 30

Easa Ashby Memeluk Islam di Usia 13 Tahun

Menjadi muslim di usia muda bukan masalah.Itulah trend baru geliat Islam di kota metropolitan London, Inggris

 

 

Hidayatullah.com–Ada fenomena baru di Inggris saat ini di mana pemeluk Islam dari kalangan muda meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Usia muallaf baru itu bahkan bisa dibilang sangat belia. Easa Ashby salah satunya. Remaja asal kota London itu memeluk Islam di usianya yang ke-13. Dia tertarik Islam melalui “dakwah” salah seorang anak tantenya. Sepupunya itu, yang masuk Islam pada usia 15 tahun, satu hari mengajak Easa ke rumahnya. Di rumah sepupunya itu Easa diperlihatkan kitab suci Alquran. Berawal dari sana pula dia mulai tertarik belajar Islam. Rasa ingin tahunya tentang Islam membuncah hingga uang jajannya habis untuk beli buku-buku Islam.  

 

Continue reading

Jan 30

Film Tentang Haji Diputar Serentak di AS dan Eropa

Sebuah film tentang haji, di mana perjalanan Ibnu Batutah pada abad 14  akan diputar di seluruh Amerika dan Eropa

Bulan Januari 2009 ini masyarakat penggemar film bisa roadmenikmati sajian cerita tentang haji dengan teknologi layar lebar paling mutakhir. Gabungan produser film Arab dan Inggris yang telah bekerja sejak empat tahun berhasil mempersembahkan sebuah film paling indah di abad ini.

Menurut Kantor Berita Reuter edisi 23 Januari, film ini akan mengambil setting perjalanan Ibnu Batutah (Rihlah Ibnu Bathuthah) pada abad 14 yang memulai perjalanan dari Tangier, Maroko, hingga ke Arab Saudi.

Film ini nantinya akan menjadi film cerita semi dokumentar dengan tata warna indah dan pengerjaan yang seksama yang tujuannya memberi pemahaman masyarakat tentang haji.

“Empat tahun lalu, ketika kami memulai membuat film, kami ingin membawa cerita seseorang yang sampai di Mekah melalui kanvas raksasa IMAX, bioskop yang paling spektakuler di dunia dengan format ketinggian layar 25 meter, ” kata Dominic Cunningham-Reid, produsen film ini.

Continue reading

Jan 30

Dewan Gereja Dunia akan Selenggarakan Konferensi Misi dan Penginjilan Sedunia

Sebuah konferesi misi Kristiani sedunia dijadwalkan akan diselenggarakan pada akhir tahun 2011 oleh Dewan Gereja Dunia

Komisi World Mission dan Evangelism (Commission on World Mission and Evangelism-- CWME) sidang pertamaterdiri dari delegasi gereja-gereja anggota WCC seperti Gereja Katolik Roma dan beberapa diantaranya berasal dari luar anggota badan Kristiani-merekomendasikan agar konferensi misi dan penginjilan dunia berikutnya diadakan selama periode dimana tubuh ekumene akan merayakan beberapa peristiwa penting.

Selama diskusi, kelompok tersebut juga akan merayakan hari ulang tahun keseratus Konferensi Misionaris di Edinburgh 1910 –-yang dianggap oleh banyak pihak menjadi titik awal gerakan ekumene modern-– pada Juni 2010 di Edinburgh, Skotlandia.

Continue reading

Jan 28

Fatwa MUI Tipis Relevansi

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memicu kontroversi. Sejumlah fatwa itu dianggap tak relevan meski juga takkan memunculkan resistensi di masyarakat. Betulkah MUI bergerak terlalu dalam?
MUI, melalui sidang pleno ijtima ulama se-Indonesia III di Perguruan Diniyyah Putri, Padangpanjang, Minggu (25/1) mengeluarkan fatwa. MUI mengeluarkan aturan tentang golongan putih, aborsi, rokok, dan yoga.

Hanya saja, baru sehari dimunculkan, fatwa tersebut langsung mengundang perdebatan. Beberapa fatwa seperti yoga dan golput dianggap tak relevan. Pasalnya, golput merupakan wilayah politik, sementara yoga merupakan olahraga umum. Jika yoga ditransendensikan, yang transenden dalam Islam adalah Allah.

Bambang Pranowo, Guru Besar Sosiologi Agama Fakulatas Ushuluddin dan Filsafat UIN Jakarta, mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memang harus memberikan pedoman atas pertanyaan masyarakat. Tapi, menurutnya, fatwa mengenai golput sebaiknya tidak perlu dikeluarkan. Pasalnya, hal itu merupakan wilyah politik.

Bambang menegaskan, golput atau tidak merupakan hak politik warga negara. Menurutnya, tidak relevan jika MUI mengeluarkan fatwa itu. Yang bisa dilakukan MUI adalah mendorong masyarakat berpartisipasi dalam memantapkan demokrasi. MUI tak perlu eksplisit mengharamkan golput.

Continue reading

Jan 28

Awas! Misionaris Berkedok Pelajaran Sekolah “Trapsila”

Cirebon- Serangan misionaris terhadap kaum muslim tak pernah surut. Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk menggoyahkan akidah umat Islam. Di Kota Cirebon, upaya misionaris bahkan menyerang anak-anak muslim yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Bukan dengan kedok bantuan ekonomi ataupun pengobatan gratis, melainkan dengan menyelipkan ayat-ayat Injil ke dalam mata pelajaran Trapsila yang diajarkan di sekolah.

Pelajaran Trapsila merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal (mulok) yang diajarkan kepada seluruh siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Cirebon. Kata Trapsila itu diambil dari Bahasa Cirebon, ‘Ngetrapke Susila’ yang berarti menerapkan susila. Maksudnya, melalui pelajaran tersebut, para siswa akan diajarkan penerapan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.

Di Jawa Barat, Kota Cirebon memang satu-satunya kota yang dijadikan pilot project penerapan pelajaran tersebut. Selain digarap oleh Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, ‘kelahiran’ mata pelajaran itu pun dibantu pihak asing, dalam hal ini Unicef.

Namun ternyata, materi yang diajarkan dalam pelajaran tersebut terkesan hanya mencampuradukkan berbagai sumber ilmu. Termasuk di dalamnya mengutip pelajaran berbagai agama, diantaranya Islam dan Kristen

Continue reading

Jan 28

Muslim Florida Gelar Kampanye “Calling Islam”

Menyusul sukses organisasi GainPeace mempromosikan Islam lewat bis kota di Chicago, komunitas Muslim di Florida Selatan meluncurkan promosi yang sama sejak tanggal 25 November kemarin. Mereka menggunakan sekitar 120 bis lokal yang melayani jalur di kawasan Dade dan Broward County, sebagai tempat pemasangan iklan.

Dalam iklan tersebut terpampang nomor telepon (1-888-ISLAM–55) dan situs (www.callingislam.com) yang bisa dikunjungi bagi siapa saja yang ingin mendapatkan informasi yang tepat dan akurat tentang Islam dan Muslim. Iklan promosi tentang Islam ini akan dipasang selama delapan minggu.

Proyek ini bertujuan untuk menciptakan dialog dan persahabatan antara Muslim dan non-Muslim khususnya yang tinggal di Florida. Komunitas Muslim yang menggelar promosi ini berharap non-Muslim di AS mendapatkan informasi yang benar sehingga bisa meluruskan pandangan mereka yang salah tentang Islam dan Muslim.

Tapi sebagian warga Florida mengkritik promosi yang dilakukan komunitas Muslim itu. Mereka menuding Islam ingin mendominasi dunia dengan mengislamkan semua orang. Namun setelah diberi pengertian, sebagian besar warga non-Muslim bisa menerima promosi Islam yang dilakukan lewat bis-bis kota.

Altaf Ali, pengurus Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Florida yang ikut terlibat dalam promosi ini mengatakan, memberikan penjelasan tentang Islam dan Muslim bagi warga non-Muslim bukan pekerjaan gampang.

“Saya menerima telepon dari seseorang yang sangat kesal melihat promosi itu, ia melontarkan kata-kata yang tidak pantas,” kata Ali.

“Kami tidak bermaksud mengubah pemikiran setiap orang yang menelpon nomor promosi ini, kami hanya menjadi jembatan bagi mereka yang ingin mengubah pemikiran mereka tentang Islam dan Muslim,” jelas Ali.

Ia menegaskan, yang paling penting dari promosi ini, masyarakat Amerika harus tahu bahwa hal-hal yang bernuansa ekstrimisme bertentangan dengan sentimen ratusan ribu warga Muslim di AS dan jutaan umat Islam di dunia.

Hampir 99 persen dana kampanye “calling Islam” berasal dari kontribusi warga Muslim di Florida. Antusiasme warga Muslim di Florida membantu dan mendukung proyek ini menunjukkan bahwa mayoritas warga Muslim ingin masyarakat AS juga menerima mereka dengan pemahaman yang benar.

Dalam kampanye serupa di Chicago, sekitar 17 orang menyatakan masuk Islam setelah mendapatkan informasi lengkap tentang Islam dan Muslim . (ln/mol)

sumber :eramuslim.com

Jan 28

Steven Krauss: Dari Pencak Silat Menuju Islam

B

Abdul Latif Abdullah, adalah seorang Amerika pemeluk agama Kristen Protestan sebelum memeluk Islam. Namanya yang sekarang adalah nama Islam yang ia pilih setelah mengucapkan dua kalimat syahadat pada tanggal 30 Juli 1999, sebelumnya ia bernama Steven Krauss. Ketertarikan Krauss pada Islam dimulai ketika ia masih menjadi mahasiswa di sebuah universitas di New York City pada tahun 1998. Ketika itu, ia bukanlah seorang pemeluk Kristen yang taat. Menurutnya, agama Kristen Protestan yang ia peluk sudah tidak relevan lagi dengan jaman sekarang.

“Saya sukar menemukan apapun dalam agama itu yang bisa saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kekecewaan saya terhadap ajaran Kristen membuat saya menutup diri dengan hal-hal yang diklaim sebagai agama yang terorganisir, karena menurut asumsi saya semua agama semacam itu sama saja paling tidak dalam hal tidak aplikatif dan tidak bermanfaatnya agama-agama seperti itu. Oleh sebab itu, saya lebih berminat dengan apa yang diistilahkan sebagai spiritualitas tapi bukan agama,” papar Abdul Latif mengisahkan masa lalunya.

Ia mengaku sulit menerima tentang konsep ketuhanan dan konsep tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan dalam ajaran Kristen, yang menurutnya ganjil. Dalam filosofis Kristen, ungkap Abdul Latif, hubungan antara manusia dengan Tuhan lewat perantara yaitu Yesus, padahal Yesus manusia juga cuma memiliki kelebihan sebagai utusan Tuhan.

Continue reading