levitra soft 20 mg
Senin , 22 Desember 2014
INFO
Home / LAINNYA / Lainnya / Silsilah dari Nabi IAdam Sampai Nabi Isa

Silsilah dari Nabi IAdam Sampai Nabi Isa

Untuk periode tersebut, Bibel tidak memberi keterangan
angka-angka yang dapat menyampaikan kita kepada
evaluasi tepat sebagaimana kita mendapat keterangan
Kitab Kejadian dalam fasal 4, 5, 11, 21, dan 25 memberi
silsilah nenek moyang Ibrahim sampai Nabi Adam dalam
garis lurus, secara sangat teliti. Dengan menyebutkan
umur masing-masing, umur bapak ketika anaknya lahir,
daftar itu memudahkan kita untuk menemukan tahun
kelahiran dan kematian tiap-tiap orang tua, sampai
kepada Adam, seperti tertera dalam daftar di bawah ini.

SILSILAH NABI ADAM

No. Nama Tahun kelahiran Lama Tahun kematian
sesudah tercipta hidup sesudah
Adam (tahun) terciptanya Adam

1. Adam           000          930         930
2. Seth 130 912 1042
3. Enokh 235 905 1140
4. Kenan 325 910 1235
5. Mahaleel 395 895 1290
6. Jered 460 962 1422
7. Henoe 622 365 987
8. Meluschelach 687 969 1656
9. Lemek 876 777 1653
10. Noch 1056 950 2006
11. Sem 1556 600 2156
12. Arpasehad 1658 438 2096
13. Sehelach 1693 433 2126
14. Heber 1723 464 2187
15. Peleg 1757 239 1996
16. Rehu 1787 239 2026
17. Serug 1819 230 2049
18. Nakhar 1849 148 1997
19. Terah 1878 205 2083

Daftar ini disusun menurut keterangan yang berasal dari
teks Sakerdotal daripada Kitab Kejadian. Teks tersebut
adalah satu-satunya teks yang memberi kepastian. Kita
dapat mengambil kesimpulan dari teks tersebut bahwa
Nabi Ibrahim, menurut Bibel, dilahirkan pada tahun 1948
sesudah Nabi Adam.

mengenai nenek moyang Nabi Ibrahim dari Kitab Kejadian.
Untuk mengukur waktu yang memisahkan antara Nabi
Ibrahim dan Nabi Isa, kita harus mencari bantuan dan
sumber lain.

Pada waktu ini orang menempatkan Nabi Ibrahim kurang
lebih 18 abad S.M. Hal ini jika digabungkan dengan
keterangan Kitab Kejadian mengenai perbedaan waktu
antara Nabi Ibrahim dan Nabi Adam, akan memberi hasil
bahwa Adam hidup 38 abad sebelum Nabi Isa. Perhitungan
ini sudah terang salah. Kesalahannya disebabkan oleh
perhitungan Bibel mengenai waktu antara Adam dan
Ibrahim, yaitu perhitungan yang dijadikan dasar untuk
membikin kalender Yahudi. Pada waktu ini kita dapat
membantah mereka yang mempertahankan kebenaran Bibel
dengan menunjukkan kepincangan antara ilmu pengetahuan
modern dengan perkiraan khayalan yang dilakukan oleh
pendeta-pendeta Yahudi abad VI S.M.; selama
berabad-abad perkiraan pendeta tersebut selalu menjadi
dasar hubungan antara zaman sejarah kuno dengan Nabi
Isa.

Bibel yang diterbitkan sebelum zaman modern menyajikan
kronologi kejadian-kejadian yang terjadi semenjak
penciptaan alam sampai waktu Bibel tersebut dicetak.
Kronologi tersebut biasanya dimuat dalam suatu kata
pengantar yang mengandung angka-angka yang sedikit
berlain-lainan menurut waktu pencetakan Bibel tersebut.
Sebagai contoh, Vulgate Clement (tahun 1621)
menempatkan Ibrahim pada waktu yang lebih kuno dan
menempatkan penciptaan alam pada abad XL SM. Bibel
Walton yang dicetak pada abad XVII menyajikan kepada
pembacanya, suatu tabel yang mirip dengan tabel nenek
moyang Nabi Ibrahim, sebagai tambahan kepada teks dalam
beberapa bahasa; pada umumnya perkiraannya sesuai
dengan angka-angka yang tersebut dalam tabel yang kita
muat.

Pada zaman modern, orang tidak lagi dapat
mempertahankan kronologi khayalan yang bertentangan
dengan ilmu pengetahuan modern yang telah dapat
membuktikan bahwa penciptaan alam telah terjadi pada
waktu yang sangat jauh lebih dahulu. Tetapi orang
merasa puas hanya dengan menghilangkan kata pengantar
dan tabel, dan tidak berani mengatakan kepada para
pembaca tentang kelemahan teks Bibel yang dijadikan
dasar untuk membuat tabel, sehingga teks Bibel tak
dapat dianggap mengatakan kebenaran. Orang lebih suka
memasang tabir, dan mencari cara untuk berdebat secara
halus agar teks Bibel tersebut dapat diterima tanpa
dikurangi.

Karena inilah maka silsilah keturunan (genealogi) teks
Sakerdotal sampai sekarang masih dihormati orang,
meskipun orang pada abad XX ini tak dapat lagi menerima
dasar-dasar khayalan.

Mengenai tahun munculnya manusia di atas bumi, hasil
pengetahuan modern baru dapat memberi penjelasan sampai
batas tertentu. Kita dapat merasa yakin bahwa manusia
telah ada di atas bumi ini, dengan kekuatan berfikirnya
dan kekuatan bertindaknya, dua kekuatan yang
membedakannya daripada binatang-binatang yang bentuknya
hampir serupa manusia, yaitu dalam waktu yang lebih
mutakhir pada periode yang dapat diperkirakan, tetapi
tidak dengan kepastian yang mutlak.

Orang sudah dapat mengatakan sekarang bahwa bekas-bekas
manusia yang berfikir dan bertindak telah ditemukan,
dan umur bekas-bekas itu dapat diukur dengan jarak
puluhan ribu tahun.

Penetapan perkiraan waktu ini ada hubungannya dengan
type manusia prasejarah yang telah diungkapkan sebagai
yang paling baru, seperti manusia neo-Anthropien
(cromagnon). Memang ada bekas-bekas lain tentang
manusia telah diungkapkan di beberapa tempat, yaitu
mengenai manusia yang kurang berevolusi (paleo
Anthropies) yang diperkirakan umurnya sudah ratusan
ribu tahun. Tapi apakah mereka itu betul manusia?

Bagaimanapun juga, bukti-bukti ilmiah adalah pasti,
mengenai neo-Anthropien, mereka adalah sebelum zaman
manusia pertama yang dilukiskan oleh Kitab Kejadian.
Dengan begitu maka terdapat kepincangan antara
angka-angka yang tersebut dalam Kitab Kejadian mengenai
munculnya manusia di atas bumi dengan pengetahuan
ilmiah yang sudah pasti di waktu ini.


BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan