JENEWA – Penyebaran Flu Babi di Meksiko dan Amerika Serikat memiliki potensi menjadi pandemi dunia namun masih terlalu dini apakah itu betul akan terjadi atau tidak, kata Pimpinan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Sabtu.
“Itu (Flu Babi) memiliki potensi pandemi karena itu menginfeksi orang,” kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan.
Tipe baru flu itu –gabungan antara virus babi, manusia, unggas yang telah menewaskan 68 orang dari 1.004 orang yang diduga terjangkit di Meksiko dan menginfeksi delapan orang di Amerika Serikat– masih sedikit dipahami dan situasinya berkembang sangat cepat, kata Chan./ant/reuters/itz,sumber : republikaonline
Puluhan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya tertular wabah penyakit di Meksiko yang diduga berat disebabkan oleh virus flu babi.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menduga virus itu yang menyebabkan 60 orang meninggal di Meksiko sejak pertengahan bulan Maret.
Pihak berwenang Meksiko menutup semua sekolah di kawasan yang dilanda wabah, dan kampanye vaksinasi kini dilaksanakan.
Majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan (MUI Sumsel) memperingatkan agar pemerintah mengganti vaksin meningitis yang digunakan untuk calon jemaah haji atau umrah karena vaksin tersebut diduga mengandung enzim dari babi.
Hampir setengah guru Inggris mengatakan bahwa ejekan rasis merupakan satu masalah di sekolah mereka, sebuah survey membuktikan.
Setelah melakukan riset, maka salah satu hasil terpenting dari riset yang berlangsung selama beberapa tahun ini adalah: Dalam setiap ayat al-Qur’an Allah meletakkan daya penyembuh untuk penyakit tertentu apabila ayat-ayat ini dibaca dengan bilangan (pengulangan) tertentu.
Gereja Advent Hari Ketujuh, sebuah gereja Protestan di Kenya membuat warga Muslim negeri itu berang karena berusaha memurtadkan Mama Sarah, 87, seorang Muslim Kenya yang juga nenek tiri dari Presiden AS Barack Obama.
