Minggu , 21 September 2014
INFO
Home / BERITA / Berita / Pemerintah Zionis memang kurang ajar ,izinkan ‘club malam’ berdiri disamping masjid Al aqsa

Pemerintah Zionis memang kurang ajar ,izinkan ‘club malam’ berdiri disamping masjid Al aqsa

yahudisasi al-quds Menteri Wakaf Palestina Dr. Thalib Abu Shaer mengutuk eskalasi “serangan” Zionis atas kota Al-Quds dan bahaya yang menyerbu sekitar tempat-tempat suci Islam, terutama masjid Al-Aqsha.

Hal tersebut disampaikan Abu Shaer dalam siaran pers Rabu (22/7) yang salinannya diterima koresponen Infopalestina. Dia mengatakan, “Tindakan penjajah Zionis Israel yang menyetujui pendirian “Klub Malam Yahudi” di samping Masjid Al-Aqsha dan tindakan penanggung jawab klub yang meletakkan foto Dome of Rock (Kubah Shakhra) di samping para penari wanita pada kartu undangan yang mereka bagikan; adalah hal yang patut dikutuk dan harus dilawan dengan tegas.”

Dia menyatakan bahwa ada bahaya besar melingkupi Masjid Al-Aqsha. Yaitu dengan dimulainya pembangunam ratusan rumah-rumah ibadah Yahudi. Dan persetujuan pembangunan “Desa Wisata Yahudi ” di bawah Al-Aqsha ini semua merupakan bahaya besar yang mengancam Al-Aqsha.

Abu Sher menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk berdiri di samping Masjid Al-Aqsha dan kota Al-Quds, melawan aksi koloni permukiman yang dilakukan otoritas penjajah Zionis Israel.

Jangan sampai permasalahan internal negara-negara Islam di seluruh dunia, melupakan problematika utama umat Islam dunia, yaitu terkait dengan nasib Masjid Al-Aqsha, Kota Al-Quds, dan Palestina.

Asosiasi Ulama Serukan Dunia Islam Selamatkan Al-Aqsha

asosiasi ulama palestinadakwatuna.com – Gaza, Asosiasi Ulama Palestina mengingatkan akibat buruk dari ketidak pedulian dunia Arab dan Islam terhadap apa yang menimpa masjid Al-Aqsha. Mereka menegaskan bahwa sikap diam terhadap segala bentuk tindakan melecehkan kesucian masjid Al-Aqsha setiap hari oleh kelompok ekstrim yahudi justru akan menghasung sikap berani Israel terus melakukan kejahatannya. Atau bahkan sikap diam dianggap Israel sebagai lampu hijau bagi mereka untuk mencerapkan rencana-rencana yahudisasi Al-Quds dan peninggalan-peninggalan Arab sepanjang jaman.

Mereka meminta keapda bangsa Arab dan umat Islam, organisasinya, partai, badan, lembaga, asosiasi dan lainnya melakukan aksi dengan berbagai jenisnya untuk membela Al-Aqsa dan mendukung warga A-Quds membela masjid suci itu.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi persnya yang digelar oleh Dr. Salim Salamah, ketua Asosiasi Ulama Palestina kemarin Rabu (29/7) dengan diikuti oleh Dr. Nashem Yasen sekjen asosiasi dan ketua dinas reformasi di asosiasi tersebut. Konferensi itu digelar secara mendesak menyusul aksi yahudi ekstrim yang semakin gencar melakukan yahudisasi di Al-Quds.

Salamah menegaskan bahwa asosiasinya menilai aksi Yahudi saat ini sudah sangat berbahaya karena berbarengan dengan aksi sistematis Israel terhadap Palestina 48 dimana Negara zionis itu sudha mulai menerapkan undang-undang rasis yang bertujuan mempersempit gerakan warga Palestina. Tujuan Israel selanjutnya adalah mengharusnya yahudisasi Negara mereka di seluruh wilayah Palestina.

Yang paling berbahaya menurut Asosiasi Ulama Palestina adalah pelanggaran Israel terhadap tempat suci Islam terutama masjid Al-Aqsha, masjid Ibrahimi di Hebron (Khalil Rahman). Sebab kelompok ekstrim kerap sekali menyerang masjid tersebut untuk menghapus seluruh symbol-simbol keislaman.

Karenanya, asosiasi meminta kepada warga Al-Quds dan bangsa Palestina di wilayah 48 untuk intens berkunjung ke masjid tersebut dan berjaga di sana demi mencegah konspirasi Israel dan menggagalkannya dimana mereka ingin mendirikan Altar Sulaiman di atas puing-puing masjid Al-Aqsha.

Di tengah situasi tegang dan permusuhan Israel yang meningat, dimana KTP warga Al-Quds disita, rumah mereka digusur dengan alasan tidak mendapatkan izin bangunan, dan penyitaan asset mereka dengan berbagai alasan, asosiasi Ulama Palestina menyerukan kepada bangsa Arab dan Islam serta pemimpinnya untuk bertemu menggelar KTT membahas kejahatan Israel itu dan mengambil sikap tegas membela Al-Quds.

Seruan juga disampaikan kepada warga dunia seluruhnya yang masih memiliki nurani, sebab tidak mungkin “perusak dunia” menghancurkan symbol kemanusiaan tertua di muka bumi yakni masjid Al-Aqsha, masjid kedua yang digunakan manusia untuk beribadah atau 40 tahun dibangun setelah pembangunan Masjidil Haram.

Asosiasi mengingatkan bahwa UNICEF pernah mengecam keras terhadap penghancuran dua patung di Afganistan, kenapa kini mereka tenang saja melihat zionis Israel hendak menghancurkan peninggalan manusia tertua di bumi ini yakni Al-Aqsha.??? (bn-bsyr/ip)

sumber ; www.dakwatuna.com

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

One comment

  1. Ya Allah kemanakah gerangan pemimpin2 negara2 Islam yang kaya raya itu apakah ini gejala2 akhir jaman yg sdh di beritakan oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shollolohu alaihi wa alaihi Wassalam bahwa sebagian dr kita sudah dihinggapi penyakit ” wahn ” ( penyakit cinta dunia dan takut mati dikarenakan sdh terlena dengan gemerlap dunia yg fana ini

Tinggalkan Balasan