Sabtu , 19 April 2014
INFO
Home / BERITA / Berita / Shahrukh Khan Ditahan Imigrasi AS,Gara-gara namanya ‘khas muslim’ India

Shahrukh Khan Ditahan Imigrasi AS,Gara-gara namanya ‘khas muslim’ India

Bagi para penggemar film Bollywood pasti mengenal bintang Film ini,yaitu Shahrukh Khan. ketika ia sedang mempromosikan Film terbarunya di Amerika Serikat, ia mendapatkan perlakuan yang sangat tidak mengenakan,Shahrukh Khan, ditahan pihak imigrasi Amerika Serikat, di Bandara Newark, New Jersey, Sabtu (15/8/2009). Khan ditahan lantaran namanya Muslim.

Seperti diberitakan AFP, Khan ditanyai pihak imigrasi terkait tujuan kedatangannya ke negara itu di bandara. Namun dia dibebaskan 2 jam kemudian, setelah pihak kedutaan India turun tangan.

“Khan merupakan nama Muslim dan saya kira nama itu umum dalam daftar mereka,” ungkap aktor 43 tahun itu kepada sebuah stasiun televisi India saat diwawancarai dari Chicago.

Khan, yang namanya masuk dalam daftar 50 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Newsweek, ditahan imigrasi AS pada Sabtu dini hari.

“Saya sedang menunggu tas saya. Saya kira mereka akan baik-baik saja saat meminta saya pindah ke ruang lain. Namun mereka melakukan pengecekan untuk kedua kalinya,” kata Khan.

Khan menuturkan pihak imigrasi telah salah menganggap. Mereka khawatir Khan bersikap khawatir dengan orang Amerika lantaran nama Muslim yang dia sandang.

“Saya ditahan…Saya dibawa ke satu ruang tempat beberapa orang lain menunggu pemeriksaan imigrasi. Mereka kelihatan jelas orang Asia,” kata Khan.

“Saya menunggu tas-tas yang saya bawa…Saya pikir enaknya mereka bawa saya ke ruang lain…Tetapi jelas bahwa para petugas melakukan pengecakan kedua,” ujarnya bintang film itu dengan nada marah, seraya menambahkan”Saya punya dokumen lengkap.”

Khan mengatakan ia berulang kali memberitahu para petugas bahwa dirinya seorang bintang film dan meminta mereka mengizinkannya berbicara dengan penghubungnya di AS, tapi tak diizinkan pada awalnya.

“Mereka mengatakan kontak telefon tak diperbolehkan. Tapi kemudian mereka mengizinkan sekali saja. Kemudian saya kirim pesan ke sekretaris saya, ke rumah dan ke (anggota parlemen dari Kongres Rajiv) Shukla,” ujarnya.

Khan mengatakan Shukla memberitahu kantor perwakilan India yang segera menghubungi pihak terkait dan menjamin pembebaqsannya.”Mereka (para pejabat India) sungguh sangat membantu,” kata Khan.

Menurut dia, ada beberapa petugas yang mengetahui dirinya tapi mereka mengikuti peraturan.

“Saya selalu khawatir jika bepergian ke Amerika. Saya malu karena hal ini. Saya tidak seperti seorang teroris yang akan melakukan sesuatu terhadap negara itu.”

Khan, yang telah beberapa kali ke AS untuk pengambilan gambar film paling terakhirnya “My Name is Khan“, mengatakan peristiwa tersebut bukan yang pertama menimpanya.

“Ini bukan peristiwa yang pertama. Tapi saya sendirian saat ini. Ini agak memalukan,” katanya.

Aktor itu, yang akan kembali ke India pada 20 Agustus, menolak menyebut insiden itu terkait dengan rasial, tetapi mengatakan hal ini terkait dengan nama Muslimnya.

“Saya selalu enggan pergi ke sini (AS). Mereka selalu berbuat begitu dan ini jadi perjalanan ganjil…Saya merasa terganggu. Mereka terus ajukan pertanyaan tak relevan dan tak penting seperti nomor telefon dan nomor hotel,” katanya.Insiden itu terjadi dua bulan setelah superstar Malayalam Mammottyy ditahan di bandara JFK karena memiliki nama Ismail.

Aktor yang merupakan cucu penyanyi legendaris Mukesh, Neil Nitin Mukesh telah menuding bahwa ia ditahan di satu bandara Amerika karena petugas mengatakan wajahnya tak seperti orang India.

Dari New Delhi diberitakan Pemerintah India pada Sabtu beraksi keras atas penahanan Sakhrukh Khan dan menyatakan banyak insiden serupa terjadi di negara itu dan menarankan aksi balasan.

Di New Delhi, Duta Besar AS Timothy J Roemer melukiskan Khan sebagai “ikon global” yang merupakan tamu yang patut mendapat sambutan di AS.

sekilas tentang Sharukh Khan

Shahrukh Khan (bahasa Hindi: शाहरुख़ ख़ान, bahasa Urdu: شاہ رخ خان, lahir di New Delhi, 2 November 1965; umur 43 tahun) adalah aktor Bollywood yang membintangi banyak film-film India terlaris. Kuch Kuch Hota Hai adalah salah satu film fenomenalnya yang membuatnya makin dikenal di seluruh dunia. Lahir dari sebuah keluarga muslim, ayahnya bernama Muhammad Mir Taz, dan ibunya Fatimah Begum. Menjalani kuliah S-1 di jurusan ekonomi pada sebuah universitas di India, dan S-2 komunikasi pada sebuah universitas islam di India. Memulai debutnya sebagai aktor sejak masih duduk di bangku kuliah.[antara/wkpd/vivanews]

About MUSLIM

42 comments

  1. PANDAWA DEWA NATA

    PANDAWA DEWA NATA
    aku uga orng muslim”aku g terima kalo umat muslim di perlakukan seenakxa”n bagi umat kristiani”jika memang kalian menganggap agama kalian yg baek”jaga prilaku kalian jangan kayak anjing yg suka menggong setiap ada pendatang”
    I LIKE SHAHRUKH KHAN”

    • MENGAPA INGGRIS HARUS BERHATI-HATI TERHADAP UMATNYA MOHAMMAD….???????

      7 Juli 2005 Empat Ledakan Bom Bunuh Diri di London, Inggris.

      7 Juli 2005, serangkaian pengeboman beruntun terjadi di sistem transportasi umum London Inggris. Tiga bom meledak di kereta bawah tanah London pada pukul 8.50 pagi dan satu di dalam sebuah bus. Tiga bom meledak di bawah tanah pada pukul 8:50 pagi dan bom di dalam bus meledak satu jam kemudian. Rangkaian teror itu menewaskan 37 korban jiwa.

      Penyelidikan oleh otoritas Inggris mengungkapkan bahwa empat pengebom bunuh diri bertanggung jawab atas serangan tersebut. Awalnya dilaporkan bahwa keempat pria itu adalah warga negara Inggris keturunan Pakistan, tapi kemudian terungkap bahwa salah satu dari pengebom hampir dipastikan sebagai Lindsey Germaine, seorang pria kelahiran Jamaika.

      Pada tanggal 13 Juli 2005, tiga pengebom berhasil diidentifikasi oleh polisi: Habib Hussain, 19; Shehzad Tanweer, 22; dan Mohammed Sadique Khan, 30. Tiga dari keempat pelaku berasal dari West Yorkshire Inggris. Keempatnya diidentifikasi dari CCTV di Stasiun King’s Crossing pada pukul 8:30 pagi tanggal 7 Juli 2005 membawa tas ransel yang kemungkinan besar berisi bom. Selain itu, bukti signifikan seperti berkas identitas milik tersangka ditemukan di lokasi pengeboman.

Tinggalkan Balasan