Senin , 28 Juli 2014
INFO
Home / BERITA / Berita muslim / Inilah Keputusan hari Raya Idul Fitri 1430-1433 H

Inilah Keputusan hari Raya Idul Fitri 1430-1433 H

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

audio Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Beberapa hari lagi kita harus berpisah dengan Bulan Ramadhan,bulan yang penuh berkah ,rahmat dan ampunan dari Allah swt.

yang tentu saja kita akan memasuki bulan baru yaitu bulan Syawal.yang sekaligus pada tanggal 1 syawal merupakan hari raya ‘Idul fitri

Keputusan Hari Raya Idul Fitri 1432 H/ Tahun 2011 M,dipersilahkan klik di sini :Inilah Keputusan Ormas Islam dan Pemerintah tentang Hari raya Idul Fitri 2011 / 1syawal 1432

Keputusan Hari Raya Idul Fitri 1433/Tahun 2012 M,dipersilahkan Klik di sini :

Inilah Keputusan Ormas Islam dan Pemerintah Tentang Hari Raya Idul Fitri 1433 H/ Tahun 2012

maka pada kesempatan ini kami InsyaAllah akan menyampaikan tentang berita yang berkaitan erat dengan keputusan ini dan akan berusaha mengupdate tulisan ini hingga pada hari H

sudah jauh-jauh sebelumnya Organisasi Massa,Muhammadiyah dan Persis sudah memutuskan bahwa 1 syawal 1430 bertepatan dengan tanggal 20 september 2009

berikut kutipannya:

Keputusan PP Muhamadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kamis (23/07/2009) melalui Maklumat Nomor : 06/MLM/I.0/E/2009

Selain penetapan 1 Ramadhan, Maklumat tersebut juga memuat penetapan 1 syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad Legi tanggal 20 September 2009

Download File Maklumat

Keputusan PP PERSIS

Surat Edaran bernomor 2015/JJ-C.3/PP/2009 ini juga berisi tentang penentapan hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha 1430 H. Keputusan yang dihasilkan ini merujuk kepada Almanak Persis tahun 1430 H sebagai hasil perhitungan dan Rukyat Persis yang isinya sebagai berikut:

1. Awal Ramadhan 1430 H; tanggal 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2009 M. · Ijtimak akhir Sya’ban 1430 H, hari Kamis tanggal 20 Agustus 2009 pukul 17.02’40” WIB.· Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhanratu: -1°10’.42,2”, di Jayapura -3°25’53,7” 2. ‘Iedul Fithri 1430 H; tanggal 1 Syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad, tanggal 20 September 2009 M. · Ijtimak akhir Ramadhan 1430 H, hari Sabtu tanggal 19 September 2009 pukul 01.45’.42” WIB. · Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: 5°24’8,3”, di Jayapura 3°28’14,0”

Keputusan PBNU

berdasarkan yang dirilis oleh situs resmi PBNU Kepastian hari raya Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1430 H masih menunggu hasil rukyatul hilal yang diadakan pada saat Matahari terbenam pada 29 Ramadhan atau 19 November 2009. Hasil rukyatul hilal ini kemudian dilaporkan dalam Sidang Itsbat atau penetapan bersama Departemen Agama.

Data dalam Almanak PBNU yang diterbitkan Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) untuk Markaz Jakarta menunjukkan, posisi hilal atau bulan sabit pada saat diadakan rukyatul hilal sudah mencapai ketinggian 5,38 derajat di atas ufuk.

Berdasarkan kriteria imkanur rukyah atau visibilitas pengamatan, hilal dalam ketinggian itu sudah mungkin untuk dirukyat. Jika dapat dirukyat maka dipastikan sidang itsbat akan menetapkan Ramadhan hanya 29 hari dan 1 Syawal jatuh pada 20 September 2009.

Namun demikian berbagai kemungkinan masih terjadi. Jika hilal tidak terlihat, misalnya karena terhalang awan maka akan dipakai kaidah istikmal atau penyempurnaan bulan Ramadhan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal akan jatuh pada hari berikutnya, Senin 21 September 2009.

Menurut Ketua Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah NU KH Ghazalie Masroeri, pihaknya akan mengkoordinir pelaksanaan rukyatul hilal di sedikitnya 55 titik strategis seluruh Indonesia.

“Ada 99 kader perukyat nasional yang bersertifikat yang tersebar di beberapa titik yukyat, juga para kiai dan ustadz yang biasa melakukan rukyat. Semoga rukyat berjalan lancar,” katanya dihubungi NU Online, Jum’at (11/9).

PWNU Jatim Perkirakan Idul Fitri 20 September

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkirakan Idul Fitri 1430 Hijriah akan jatuh pada 20 September. Sedang pemerintah memprediksi pada 21 September.

“Kemungkinan sama itu terjadi karena tinggi hilal berkisar 5-8 derajat dan tergolong imkanur rukyat,” kata koordinator Tim Rukyat PWNU Jatim, Sholeh Hayat, di Surabaya, Senin (14/9).

Namun, katanya, PWNU Jatim akan tetap menurunkan tim rukyatul hilal di 9 lokasi, karena Nabi Muhammad memerintahkan berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal (melihat hilal atau bulan usia muda sebagai penanda pergantian kalender).

“Idul Fitri tahun ini sangat dimungkinkan bersamaan antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah, karena indikasi ke arah itu cukup kuat sekali,” katanya.

Indikasi kuat itu didukung hisab (perhitungan astronomis) ulama NU, Muhammadiyah, ahli hisab independen yang mencapai imkanur rukyat.

“Imkanur rukyat adalah kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal, yakni minimal 2 derajat,” katanya.

Padahal, katanya, hasil hisab tahun ini menunjukkan bahwa ijtimak (pertemuan rembulan dan bumi dalam satu garis untuk menandai awal kalender) terkait akhir Ramadhan terjadi pada hari ke-30 puasa atau 20 September.

“Saat ijtimak itu, tinggi hilal pada hari Sabtu (19 September 2009) setelah ghurub (matahari terbenam) antara 5-8 derajat, sehingga sudah masuk kategori imkanur rukyat,” katanya.

Karena itu, katanya, PWNU Jatim memperkirakan Hari Raya Idul Fitri akan bersamaan waktunya antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah.[nu.or.id]

Keputusan PP Al irsyad

berdasarkan press release Pimpinan pusat Al irsyad-al Islamiyah Ijtima’ pada hari Sabtu, 19 September 2009 pukul 01.40 WIB tingi hilal mar’i pada saat matahari ghurub hari Sabtu 19 September 2009 ialah 6º03’.
Lama hilal di atas ufuk 25 menit Hasil hisab besarnya 0,007985
Jarak azimuth hilal dan azimuth matahari 7º09’44″.
InsyaAllah pada saat itu hilal dapat dirukyat.
Tanggal 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Ahad 20 September 2009

Menag: Lebaran Mungkin 20 September

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah kemungkinan akan jatuh pada Ahad (20/9). Hal ini berarti lebih cepat satu hari dari penetapan kalender masehi yang selama ini mencantumkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Senin (21/9).

“Mudah-mudahan sama dengan Muhammdiyah, tanggal 20 (September) lebaran,” kata Menteri Agama, Maftuh Basyuni, di gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9).

Namun, menurut Maftuh, penetapan 1 Syawal 1430 Hijriah tetap menunggu hasil sidang Isbat yang akan dilaksanakan ada Sabtu (19/9). Mengapa pemerintah memperkirakan 1 Syawal akan jatuh pada Ahad (20/9)? Maftuh menjawab, pemerintah memperkirakan hilal sudah berada di atas ufuk tiga sampa lima derajat pada tanggal 19 September. “Kecuali ada mendung sehingga hilal tidak terlihat,” kata Maftuh.

Sidang Isbat sendiri, terang Maftuh akan dilaksanakan pada 19 September 2009 pukul 16.30 WIB. Guna melihat hilal, sidang isbat akan menggunakan alat-alat canggih dari observatorium Boscha, LIPI, dan Menkominfo. [republika]

Ketua Mui : kemungkinan besar 1 Syawal jatuh pada Ahad, 20 September 2009

Majelis Ulama Indonesia menyatakan dalam penetapan 1 Syawal selalu berdasarkan sidang itsbat yang dilakukan Departemen Agama bersama ormas-ormas Islam.

“Sidang itsbat akan dilakukan pada 19 September, berdasarkan 29 Ramadhan. Kami menunggu dari situ,” kata salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin dalam keterangan pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa 15 September 2009.

Namun, tambah dia, kemungkinan besar 1 Syawal jatuh pada Ahad, 20 September 2009. “Karena hilal pada Sabtu malam sudah mencapai 3 derajat sampai 5 derajat,” kata dia.

Kemungkinan juga tak ada perbedaan pelaksanaan hari raya Idul Fitri. “Karena sudah di atas 2 derajat, kemungkinan semua akan menetapkan hari Ahad adalah hari raya. Kemungkinan tak ada perbedaan,” tambah dia.

Dijelaskan Ma’ruf, perbedaan selama ini terjadi karena letak hilal. “Perbedaan selama ini karena hilal di bawah dua derajat,” tambah dia. Sementara, Ketua Umum MUI Umar Shihab mengatakan ahli hisab maupun ahli rukyat punya argumen masing-masing dalam menetapkan 1 Syawal. ‘”Itu menyangkut keyakinan, tidak bisa dipaksakan,” kata dia.

Namun, tambah dia, jika ada hisab jdan rukyat, jangan dibesar-besarkankan perbedaannya. “Karena perbedaan bisa memecah belah persatuan. Seharusnya perbedaan itu  jadi hikmah dan berkah,” tutur Umar.[vivanews]

Lapan: Secara Astronomi, Hilal Sudah Bisa Dilihat Nanti Malam(19/9)
“Dari segi astronomi kemungkinan nanti hilal akan berhasil dilihat dari salah satu pengamatan dari sekian puluh titik pengamatan,” kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains dan Atmosfer Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/9/20090.

Menurut Thomas, ketinggian bulan di wilayah Indonesia mencapai 4-6 derajat dengan jarak azimuth sekitar 6 atau 7 derajat. Dengan kondisi ini, jarak bulan dan matahari sudah lebih dari 7 derajat yang merupakan limit minimum agar hilal bisa dilihat.

Jika tidak ada gangguan ekstrem, Thomas yakin hilal akan terlihat nanti malam. Namun jika ada gangguan ekstrem sehingga tidak ada satupun titik pengamatan yang berhasil melihat bulan, bukan berarti Lebaran tak bisa digelar besok.

Sebab berdasarkan fatwa MUI tahun 1981, dikatakan bahwa jika hasil hisab (perhitungan astronomi) menunjukkan hilal bisa dilihat (rukyat), maka hisab tersebut bisa dijadikan dasar penentuan 1 Syawal meskipun secara faktual hilal tak terlihat karena gangguan cuaca. Kasus semacam ini, menurut Thomas, pernah terjadi pada tahun 1987.

“Tahun 1987 pernah terjadi. Waktu itu semua pengamatan rukyat gagal, tapi dari segi ketinggian sudah memugkinkan hilal untuk dilihat (rukyat). Menteri Agama memutuskan menjadikan dasar hisab tersebut untuk menetapkan 1 Syawal,” terang Thomas.

Namun begitu Thomas tidak hendak mendahului keputusan sidang Isbat Departemen Agama. “Kita tetap harus menunggu,” anjurnya [detik.com]

Depag: Secara Hisab, Hilal Sudah Bisa Dilihat

Senada dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Departemen Agama (Depag) juga mengatakan secara hisab (perhitungan astronomi) hilal sudah bisa dilihat. Jika mendasarkan pada hisab saja, maka 1 Syawal 1430 H jatuh pada 20 September 2009.

“Secara hisab atau perhitungan, 1 Syawal jatuh pada Ahad tanggal 20 September 2009,” kata anggota Badan Rukyat dan Hisab Depag, Cecep Nurwendaya, sebelum sidang Isbat di Kantor Departemen Agama, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2009).

Dari hasil pemantauan di Pelabuhan Ratu pada pukul 01.45 pagi tadi, posisi hilal sudah tampak dengan ketinggian 5,5 derajat. Jarak antara busur bulan dan matahari adalah 8,98 derajat. Sedangkan umur hilal adalah 16 jam 5 menit 32 detik. “Artinya hilal sudah 0,78 persen,” kata Cecep.

Berdasarkan perhitungan limit Danjon, terang Cecep, hilal akan tampak jika jarak sudut bulan dan matahari lebih besar dari 7 derajat. Sedangkan berdasarkan keputusan dalam konferensi penentuan awal bulan yang digelar di Istambul, Turki, pada 1978, hilal dapat telihat apabila jarak sudut antara bulan dan matahari lebih besar dari 5 derajat.

Namun Cecep menegaskan, penentuan 1 Syawal haruslah berdasarkan hisab dan rukyat (pemantauan). Meski secara hisab bisa dipastikan Lebaran pada 20 September, namun tetap harus menunggu hasil rukyat.

“Menentukan 1 Syawal harus berdasarkan hisab dan rukyat. Hisabnya sudah, rukyatnya sedang berjalan,” kata Cecep.

Saat ini pemantauan hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia tengah berlangsung. Di kantor Depag sendiri koordinasi terus dilakukan dengan berbagai titik tersebut. Depag akan menentukan kapan 1 Syawal dalam sidang isbat yang akan digelar sebentar lagi.

Tampak telah hadir untuk mengikuti sidang tersebut Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menkominfo M Nuh, Dirjen Bimas Islam Depag Nazarudin Umar, dan perwakilan dari ormas seperti NU dan Muhammadiyah.[detik.com]

Keputusan Sidang Isbath,Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 20 September 2009

Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 20 September 2009. Penetapan ini dilakukan setelah menerima masukan ahli hisab dan rukyat, dan bekerja sama dengan Departemen Komunikasi dan Informasi dan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“1 Syawal jatuh pada Minggu 20 September,” ujar Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam sidang Isbad, Sabtu 19 September 2009.

Hasil tersebut diputuskan Deparatemen Agama setelah menerima laporan dari sembilan titik wilayah di Indonesia, yang yang dibacakan Abdul Fatah ketua badan hisab dan Rukyat. Dari hasil teropong, diantaranya Pantai Pelabuhan Ratu dan Masjid Agung Semarang, rukyat sudah terlihat.

Sidang Isbath dipimpin Basyuni pada pukul 19.00 WIB, berlangsung sekitar 70 menit. Sidang dihadiri menteri kominfo, ormas-ormas Islam, seperti Muhammadiyah, NU, serta duta besar negara sahabat antara lain; dari Mesir, Alzajair, Azarbaijan, Tunisia, Pakistan, Malaysia, Palestina, Brunei Darussalam, Maroko, Qatar dan Iran.[vivanews]

penutup

maka dengan keluarnya keputusan dari Pemerintah tentang 1 syawal 1430,bahwa Hari raya ‘Idul Fitri jatuh pada tanggal 20 september 2009 ,maka tulisan ini kami tutup dengan mengucapkan Taqabalallah minna wa minkum,minal aidzin wal faizin,kalau ada kata-kata yang kurang tepat dan kekhilafan kami dalam mengelola blog ini kami mohon maaf lahir batin

idul fitri 1430 Pictures, Images and Photos

wassalam

sumber : diolah dari berbagai sumber

sumber foto :

  • mui.or.id
  • moondesign.wordpress.com

baca tulisan terkait :

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

110 comments

  1. Assalamualaikum

    Berbicara mengenai perbedaan dalam menentukan hukum hukum yang sipatnya dogmatis mengatas namakan hukum islam itu penyesatan kepada umat ,ini berbicara hukum yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah dan dalam arti tidak ditentukan oleh manusia kalau memang beriman kepada Allah hukum Allah lah yang harus di taati dan itu hukum satu satunya yang ahrus ditaati oleh seluruh umat islam tidak bisa masing masing menentukan hukumnya sediri sendiri .
    Ada yang berpendapat perbedaan itu menjadikan rahmat itu tidak bisa ditujukan kemasalah hukum yang sebenarnya sudah ada dan pasti ! perbedaan yang dimaksud adalah bukan kaitannya dengan hukum tapi pada keberadaan kehidupan yang yuniversal yang beraneka ragam baik adat bangsa bahasa warna kulit dsb.
    Dan kta bicara hukum yang Allah telah tentukan itu tidak bisa di atur lagi atau dirubah apalagi merekayasanya seperti penentuan tgl 1 ramadhan dan 1 syawal itu adalah penentuan rukun yaitu puasa itu sama dasar hukumnya dengan hukum syahadat shalat zakat dan haji ketentuanya sudah ada dan mudah untuk di pahami sebagai umat muslim jangan ada perbedaan karena bagi umat muslim pedoman hukumnya hanya satu Al Qur’an dan hadist yang bermuara pada keimanan coba kiata tafakuri tgl 1 Ramadhan dan 1 syawal dengan penafsiran yang berbeda sudah pasti salah satuny akan jadi korban dari perbedaan itu bisa terjadi satu kaum berbuka puasa dengan sengaja bukan pada waktunya dan satu kaum bisa berpuasa pada hari yang diharamkan kemudian siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan itu semua ? yng membuet puasanya tidah sah ?
    Sedangkan kita sering mengalami perbedaan pada bulan puasa sedangkan keimanan umat muslim itu terpokus kepada Allah yang sama kepada kitab yang sama dan kepada rasul yang sama darimana asalnya perbedaan itu timbul pertanyaan apakah mereka mempunyai Allah masing masing yang berbeda apakah mereka mempunyai kitab Al Qu’an masing masing yang berbeda dan apakah mereka mempunyai Rasul masing masing yang berbeda terlepas dari semua penafsiran yang berbeda jangan keluar atau melenceng dari segala sumber hukum yaitu Al Qur’an kerena penafsiran itu sendiri sering terpengaruh dengan kepentingan keterbatasan pola pikir dan wawasan
    Kalau berbicara muslim khususnya di Indonesia bersatulah lepaskan unsur unsur keorganisasian kembali ke islam karena hukum islam itu hanya satu dari semenjak nabi Adam sampai ke nabi Muhammad apalagi Al Qur’an adalah hukum yang sudah sempurna dan akhirnya kesempurnaan Al Qur’an jadi kacau dengan keberadaan perbedaan yang sebetulnya dengan kesempirnaan Al Qur’an tidak perlu lagi ada kerancuan akibat perbedaan

  2. Assalamualaikum,,,

    h4i…h4i…bLog ini s4Ngat ba9us loch…!
    cOZ bLog ini saNg4t b3rbobOt meNgen4i aj4raN i5Lam daN isi ny j9
    sEsUai dEngAn aL suNnah daN 4L H4dit5. jD qT hR5 bUka bLog Ni y4,,,”n” y9 Lom tW bLog ni k5iH tW oKEy..

    uNtuk bLog ni Hr5 ditMbhin aLi4s d pRbNyk Lgi Ya isi’y”"

    c4tat4N:
    qT hR5 mEmaHami daN mEng4maLkN iLmu qt uNtk oRaN9 LaEn.

    w4ss@LaMu@LaikM,,,.

  3. There’s good info here. I did a search on the topic and found most people will agree with your blog. Keep up the good work mate!

  4. Hey, I read a lot of blogs on a daily basis and for the most part, people lack substance but, I just wanted to make a quick comment to say GREAT blog!…..I”ll be checking in on a regularly now….Keep up the good work! :) :)

  5. ya allah …
    one month fasting arrive the end iedul fitri.
    i’m so glad

  6. Selamat Idul fitri mohon maaf lahir batin

  7. selamat idul fitri
    mohon ma’af lahir batin,,

Tinggalkan Balasan