Jumat , 24 Oktober 2014
INFO
Home / ISLAM / Renungan / Saudaraku Seiman….,Janganlah Mencaci maki sembahan Umat Lain!

Saudaraku Seiman….,Janganlah Mencaci maki sembahan Umat Lain!

Oleh : Id amor

 

Sebagai sesama Muslim,Kita diperintahkan mengisi waktu / umur yang tersedia ini untuk saling mengingatkan tentang Kebenaran dan Kesabaran,Agar tidak termasuk Golongan yang merugi.

sebagaimana Firman Allah ini :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

وَالْعَصْرِ

waal’ashri

audio[103:1] Demi masa.

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

inna al-insaana lafii khusrin

audio[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

illaa alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati watawaasaw bialhaqqi watawaasaw bialshshabri

audio[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Maka Catatan ini perlu saya sampaikan kepada saudara saudaraku Seiman, Merupakan salah satu Usaha Kongkrit untuk melaksanakan Ayat diatas.

dan Pesan ini perlu saya sampaikan karena memperhatikan Fenomena yang begitu banyaknya Penulis lihat dan baca betebaran Ejekan,Hujatan dan Caci maki terhadap Tokoh yang sekaligus dipertuhankan oleh Umat lain.

didalam Al Qur’an tentang masalah tersebut Allah melarang Tindakan tersebut.

وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

walaa tasubbuu alladziina yad’uuna min duuni allaahi fayasubbuu allaaha ‘adwan bighayri ‘ilmin kadzaalika zayyannaa likulli ummatin ‘amalahum tsumma ilaa rabbihim marji’uhum fayunabbi-uhum bimaa kaanuu ya’maluuna

audio[6:108] Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

Ada beberapa Point dari ayat diatas

1. Larangan memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah.

2.Tindakan tersebut berpotensi mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.

3.setiap Umat / kelompok menganggap Baik tindakan tersebut atau bisa juga bermakna tidak merasa bersalah terhadap tindakannya tersebut.

4.Diingatkan Bahwa Semua Umat Akan dimintai pertanggungan jawab atas setiap tindakannya.

Jadi apapun yang dijadikan Alasan untuk memaki maki Sembahan Umat Lain,apakah Mereka siap diyaumil Hisab nanti mempertanggung jawabkan tindakan tersebut?

yang paling sering dijadikan Alasan adalah tindakan pembalasan terhadap ulah dari ‘Umat lain’ yang suka menghujat dan mencaci maki Allah dan rasul-Nya,yang targetnya adalah untuk memurtadjan Orang Islam agar mau mengikuti pola pikir mereka.

Mengenai Fenomena usaha usaha yang tidak Henti dari ‘umat lain’ agar Muslim mengikuti mereka,sudah dinyatakan secara jelas didalam Qs 2:120.

dan sebenarnya ayat ini banyak dihafal diantara kita :

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ

walan tardaa ‘anka alyahuudu walaa alnnashaaraa hattaa tattabi’a millatahum qul inna hudaa allaahi huwa alhudaa wala-ini ittaba’ta ahwaa-ahum ba’da alladzii jaa-aka mina al’ilmi maa laka mina allaahi min waliyyin walaa nashiirin

audio[2:120] Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

didalam Ayat ini ada beberapa Point

1. Umat Lain ,yaitu : Yahudi dan Nasrani ,tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

2. Petunjuk bagaimana menyikapi problematika tersebut,yaitu menyampaikan Bahwa petunjuk Allah adalah benar.

Untuk mengetahui dan bisa menyampaikan tentang Petunjuk Allah tersebut maka tindakan Tindakan Umat lain tersebut dijadikan ‘alat cambuk’ untuk semakin bersemangat mempelajari Petunjuk Allah melalui Firman-Firmannya dan juga Contoh kongkrit yang dilakukan oleh manusia manusia Pilihan,yang diutus oleh Allah Swt.

Maka setelah Kita Mengetahuinya maka sampaikan kepada mereka, tetapi yang perlu diingat Tugas kita hanyalah Menyampaikan. masalah mereka kemudian beriman Kepada Allah atau tidak,sama sekali itu bukan kekuasaan kita.

3.Diingatkan tentang resiko Mengikuti kemauan dan pola pikir mereka,yaitu resikonya sangat serius yaitu : Allah tidak menjadi pelindung dan penolongnya.

jadi kalau Alasannya karena untuk membalas tindakan tindakan mereka,maka yang saya khawatirkan tindakan tersebut secara tidak sadar sudah mengikuti pola pikir mereka.

semoga apa yang saya sampaikan ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan kalau ada kata kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebesar besarnya.

semoga Allah senantiasa meridhoi segala perbuatan Kita,dan memasukan kita didalam Golongan orang orang yang diberi Nikmat tak Terhingga…, dan Allah senantiasa menjadi Penolong dan Pelindung Kita

Wassalam

Id Amor

 

Sumber : Note Id amor

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

408 comments

  1. Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,
    QS. al-Furqan (25) : 45

    kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan.
    QS. al-Furqan (25) : 46

    Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

    QS. al-Furqan (25) : 47

    Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.

    QS. al-Furqan (25) : 48

    Agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.
    QS. al-Furqan (25) : 49

    Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).
    QS. al-Furqan (25) : 50

    Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (Rasul).
    QS. al-Furqan (25) : 51

    Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar.
    QS. al-Furqan (25) : 52

    Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
    QS. al-Furqan (25) : 53

    Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.
    QS. al-Furqan (25) : 54

    Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (syaithan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya-xx
    QS. al-Furqan (25) : 55

    Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
    QS. al-Furqan (25) : 56

    Katakanlah:” Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.
    QS. al-Furqan (25) : 57

    Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya,
    QS. al-Furqan (25) : 58

    Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah tentang itu kepada Yang Maha Mengetahui.
    QS. al-Furqan (25) : 59

    Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang”, mereka menjawab: “Siapakah Yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?”, Dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).
    QS. al-Furqan (25) : 60

    Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan bercahaya.
    QS. al-Furqan (25) : 61

    Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
    QS. al-Furqan (25) : 62

    Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
    QS. al-Furqan (25) : 63

    Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.,
    QS. al-Furqan (25) : 64

    Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”.
    QS. al-Furqan (25) : 65

    Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
    QS. al-Furqan (25) : 66

    Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
    QS. al-Furqan (25) : 67

    Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),
    QS. al-Furqan (25) : 68

    (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
    QS. al-Furqan (25) : 69

    kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    QS. al-Furqan (25) : 70

    Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
    QS. al-Furqan (25) : 71

    Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
    QS. al-Furqan (25) : 72

    Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
    QS. al-Furqan (25) : 73

    Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
    QS. al-Furqan (25) : 74

    Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
    QS. al-Furqan (25) : 75

    mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
    QS. al-Furqan (25) : 76

    Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya?, Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu) “.
    QS. al-Furqan (25) : 77

  2. Ahmad said;
    Lho…lho…lho….lho…..Saudaraku syahrir ko jadi keder,

    Saya tanya jagung, jawabannya ko jadi singkong ?

    Postingan saya No. 231 saya kirim hanya untuk saudara Paulus Nabi Palsu eee..tau-tau yang menjawab saudara syahrir.
    ====================================================================
    maaf pak, saya sedang tidak menjawab postingan anda no 231 yg untuk paulus Nabi Palsu, yg saya tulis itu adalah bagaimana caranya memahami 10 hukum Musa dengan parameter ketuhanan yg sudah kita sepakati. jadi ngga ada jagung yg jadi singkong pak. Apa yg saya tulis masih nyambung dengan pembahasan saya yg no.237. entah anda bisa melihatnya atau tidak, karena di komputer saya pada postingan saya No.237 ada tulisan “Komentar Anda sedang menunggu moderasi.”

    Ahmad said;
    Sehasrusnya postingan saya No. 233 yang harus saudara syahrir jawab.

    Sesungguhnya saya ingin jawaban singkat jelas tidak usah panjang-panjang sehingga saya malah tidak mengeri.

    Pertanyaan sayahanya :
    1. anda mencarinya ?
    2. Kemana anda cari ? dan
    3. kenapa anda cari ?

    Sudah….. kalau tidak mau menjwab itu saya ganti sajalah pertanyaan saya :
    =======================================
    sudah saya jawab di Nomor. 236, anda tidak melihatnya atau anda tidak mau membacanya??

    Ahmad said;
    Pada Postingan No. 181. Saudara syahrir berkata : buat Pak Ahmad, mari kita fokus pada diskusi kita scara runut.

    Dan pada Postingan No. 165. Berkata : BILA KITA SIBUK BERDISKUSI UNTUK MENCARI KESALAHAN DAN KELEMAHAN MAKA YAKINLAH YG KITA DAPATI HANYALAH SESUATU YG SALAH DAN LEMAH. TAPI KALO KITA BERDISKUSI UNTUK MENCARI KEBENARAN, MAKA SESUATU YG BENARLAH YG AKAN KITA DAPATI.

    Ok……Mari kita mencari kebenaran secara runut. Maka Yang menjadi pertanyaan saya adalah :

    3. Kemana kita mencari kebenaran ?
    2. Apa itu kebenaran ?

    Mohon jawabannya tidak panjang-panjang.

    Terima kasih.
    ==================================================
    baik saya akan tetap menjawab setiap pertanyaan anda yg sebenarnya menurut saya selalu ingin keluar dari pembahasan utama soal konsep ketuhanan. kemana kita mencari kebenaran?? kita bisa mencari kebenaran melalui ayat2 Allah baik yg tersurat (hukum dalam firman2Nya) maupun yg tersirat (hukum Alam. Apa itu kebenaran?? segala sesuatu yg benar secara ilmu pengetahuan dan akal adalah kebenaran.
    baiklah pak Ahmad, saya sudah menjawab pertanyaan anda dengan singkat, nah saya harap anda tidak lagi keluar jalur. kalau anda mau menanggapi, silahkan anda tanggapi postingan saya no. 237 yg merupakan kelanjutan dari penjabaran soal konsep keTuhanan.

  3. maaf pak Ahmad, saya lihat sepertinya anda yg sudah mulai linglung dengan tulisan2 anda. coba anda lihat postingan anda No.234 dan 239, terlihat tidak konsisten. Tapi saya tetap berbaik sangka dengan Pak Ahmad dan saya yakin pak Ahmad adalah orang yg ingin mencari kebenaran. jadi sekali lagi saya ajak Pak Ahmad untuk fokus pada diskusi, tidak perlu lagi anda bertanya soal motif2 yg saya lakukan dalam mencari kebenaran, dan tidak perlu lagi anda bertanya seperti seorang guru kepada anak TK tentang definisi2 kebenaran, ilmu pengetahuan, dll. mari kita fokus dalam diskusi dan saya harap pertanyaan anda adalah yg berkaitan dengan topik diskusi kita. mari kita buktikan bahwa anda memang orang yg ingin mencari kebenaran.

  4. Kepada Paulus Nabi Palsu Alkitab berkata dalam Yesaya 58:10, 11, 7
    apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan atau yang masih kaubutuhkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

    Allah akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

    supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

    Ayat ini sangat sulit dilakukan di Indonesia, karena dicurigai untuk mengkristenkan.

  5. syahrir berkata
    maaf pak, saya sedang tidak menjawab postingan anda no 231 yg untuk paulus Nabi Palsu, yg saya tulis itu adalah bagaimana caranya memahami 10 hukum Musa dengan parameter ketuhanan yg sudah kita sepakati. jadi ngga ada jagung yg jadi singkong pak.

    Jawab saya :
    Karena anda mengatakan ada seuatu yang misteri menciptakan bumi ini, maka Pertanyaan saya timbul Pada postingan No. 236 adalah sbb :
    1. anda mencarinya misteri itu ?
    2. Kalau mencari, Kemana anda cari ? dan
    3. kenapa anda cari itu ?

    ini tidak terjawab

    Karena tidak terjawab, maka saya teringat kepada ajakan anda kepada saya untuk mencari kebenaran , maka pada postingan No. 238 saya mengganti pertanyaan saya sbb:
    Kemana kita mencari kebenaran ?
    Apa itu kebenaran ?

    Eeehhhhh……….hukum Musa yang anda komentari .
    ( lagi juga itu bukan hukum Musa, itu adalah 10 Firman Allah atau disebut Taurat Allah, juga disebut Hukum Allah )

    Kemudaian syahrir berkata
    Desember 4, 2010 pada 11:13 pm
    maaf pak Ahmad, saya lihat sepertinya anda yg sudah mulai linglung dengan tulisan2 anda. coba anda lihat postingan anda No.234 dan 239, terlihat tidak konsisten.

    Jawab saya :
    Saya melihat Postingan saya No 234 adalah pemberitahuan saya kepada rekan-rekan sbb :

    Ahmad berkata
    Desember 4, 2010 pada 4:44 am

    Pemberitahuan kepada rekan-rekan sekalian :

    Hari ini adalah hari Sabtu………dst
    Apa hubungan nya ?

    Kemudaian Saya lihat Postingan No. 239 ini adalah postingan saleha yang berbunyi sbb :

    saleha berkata
    Desember 4, 2010 pada 6:59 pm

    @ Ahmad
    ‎”Tidakkah engkau perhatikan kekuasaan Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan dan memendekkan bayang-bayang mulai dari tenggelamnya matahari sampai dengan hendak terbitnya dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan bayang-bayang itu tetap…”(QS. Al Furqan : 45)

    Apa hubungannya ?

    Ok lah….lupakan itu jangan kita saling menyalahkan, mari kita kembali kepada ajakan anda untuk mencari kebenaran.

    Saudaraku syahrir….
    Saya lahir dikeluarga Kristen otomatis dirumah saya sudah ada Alkitab, setelah saya besar, Alkitab saya itu saya baca dan berkata dalam :

    Yoh. 17:17 Firman-Allah adalah kebenaran.

    Fitman Allah itu adalah 10 Firman Allah disebut juga Taurat Allah yaitu Hukum Allah sbb :

    HUKUM ALLAH.

    I
    1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
    2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,
    3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
    4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

    II

    1. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
    2. Jangan membunuh.
    3. Jangan berzinah.
    4. Jangan mencuri.
    5. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
    6. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”

    Saudaraku syahrir
    Hanya Hukum Allah inilah sebagai standart kebenaran bagi seluruh umat manusia.

    Allah menjelma menjadi manusia Isa Almaseh untuk memberi contoh pelaksanaan Hukum Allah ini. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan dalam :

    Yoh. 1:14 Firman ( Hukum Allah ) itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,

    Kenapa disebut Firman (Hukum Allah ) telah menjadi manusia ?
    Karena Isa Almaseh tidak pernah melanggar 10 Firman Allah itu, maka Isa Almaseh mengatakan dalam

    Yoh. 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    Kesimpulan :
    Menurut Alkitab :
    Firman Allah atau Hukum Allah atau Isa Almaseh lah kebenaran itu.

    Terima kasih.

    Kembali saya bertanya kepada anda :
    1. Kemana anda mencari kebenaran itu
    2. Apa kebenaran itu ?

    Mohon jawaban dari anda.
    Terima kasih.

  6. Saya sangat senang diskusi di forum yang terhormat ini, saya telah bertemu dengan saudara-saudaraku yang sangat bebobot cara bicaranya, apa lagi seandainya bila ada muncul saudaraku dari pihak islam yang lebih berbobot lagi, pasti lebih menyenangkan lagi bukan ?.

  7. nah ini baru kata-kata bagus,

    (Yohanes 14:6)
    “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

    semoga para pemuja batu batre menjadi sadar :).


    Sent on a phone using T9space.com

  8. Saudaraku t9sapasech berkata :

    semoga para pemuja batu batre menjadi sadar:

    Komentar saya :

    Hati-hati sudara, kalimat seperti ini, dapat menimbulkan sakit hati saudara-sudara kita muslim,

    Menyakiti hati orang lain, sama dengan membunuh, berarti melanggar Hukum Allah yang ke 6 berarti dosa, berati kematian.

    Usahakan jangan menyalipkan Isa lagi dengan tidak menyakiti hati orang lain.

    Mari kita mengakui kesalahan dan dosa-dosa kita dan mari kita bertobat.

    Amin.

  9. @Paulus nabi palsu
    on Desember 3, 2010

    jawabannya adalah, manusia dari awal memang sudah berdosa, dan manusia yang ikut mengolok2, yang menyalib, dan menghina di saat Tuhan Yesus disalibkan tentu berdosa, akan tetapi…………
    Seperti halnya Petrus yang menyangkal Tuhan Yesus akhirnya sadar dan menyesal bahwa dia telah menyangkal Tuhan Yesus tuk ketiga kalinya, dan dia menangis, menyesal dan mohon ampun pada Tuhan Yesus,
    seperti….. Halnya Yudas Iskariot seharusnya dia menyesal juga dan minta ampun pada Tuhan Yesus Kristus, bukan dengan cara bodohnya yaitu bunuh diri karena penyesalannya,

    seperti juga para orang-orang yang mengolok2 Tuhan Yesus saat di salib mereka juga akhirnya menyesal dan memukul2 diri (tanda penyesalan),
    dan bukan berarti bahwa yang menyalib Tuhan Yesus akan mendapat dosa kekal, aku katakan tidak, karena memang semuanya itu harus terjadi, dan seharusnya mereka meminta ampun pada Tuhan Yesus,

    thx Jesus ,


    Sent on a phone using T9space.com

  10. siap pak ahmad :D,

    kan ceritanya begini lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati, dan aku percaya mereka tidak akan sakit hati karena mereka gak punya hati, loh :D , karena sakit gigi ada obatnya ckakakaka :D,

    tambahan sedikit di akhir komentku , dan baik lah orang2 yang telah ikut serta mengolok2 dan menghina Tuhan Yesus itu percaya bahwa Tuhan Yesus lah Penolong sejati, bahwa Tuhan Yesus lah sang Penebus yang nyata bagi umat manusia,

    thx God


    Sent on a phone using T9space.com

  11. Kepada saudarakau t9sapasech.

    Tugas kita hanya mengabarkan Kasih Allah yang maha besaar kepada umat manusia titik tidak ada yang lain, bukan :
    1. Menang-menangan.
    2. Saya benar dia salah
    3. Mengkristenkan.

    Kasih Allah melindungi anda.

    Amin

  12. maaf karena laptop saya sedang bermasalah maka saya akan menjawab seadanya dulu lewat hp saya. ternyata memang komentar yg saya posting di nomor 237 tdk keliatan dr hp. berarti memang masih menunggu moderasi. jawaban pak ahmad itu sudah saya jawab di nomor 236, apa perlu saya ulangi pak?
    komentar anda nomor 234 jelas mengàtakan bahwa anda tdk akan beraktifitas pada hari sabtu krn mematuhi hukum musa. Namun komentar anda no. 239 jelas ditulis pada hari sabtu. Apa ini menurut anda tdk aneh???

Tinggalkan Balasan