
Oleh : Id amor
Untuk Bisa mengenal tentang Isi Bible dalam hal ini TAURAT perlu sekali kita melihatnya menurut Intelektual ataupun Sarjana Alkitab yang berasal dari mereka sendiri.
Tentu saja berasal dari kalangan mereka yang berani Kritis dan menyatakan secara jujur apa yang mereka ketahui.
maka dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan beberapa Uraian dari Mereka tentang Kitab Taurat didalam Bible
Jerald F Dirk menguraikan tentang Bible di bukunya the cross and the crescent yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul Salib Di Bulan Sabit,Ia menulis :
Banyak orang Kristen yang menyangka bahwa 5 Kitab Musa ini adalah Karya Tulisan dari Musa ,,namun demikian ,terdapat beberapa perdebatan Ilmiah dalam tradisi Yudeo Kristen berkenan dengan zaman Musa. Sebagian sarjana yang menempatkan Musa sebagai pemimpin eksodus dari Mesir sekitar Tahun 1250 SM(atau bahkan 1220 SM) akan tetapi bukti Internal dari Al Kitab menytatakan bahwa Eksodus dari Mesir itu terjadi 480 tahun sebelum mulainya pembangunan Kuil Sulaiman. Sebgaimana disepakati dikalangan sarjana bahwa pemerintah kerajaan Sulaiman kira-kira mulai pada pertengahan paruh pertama abad ke-10 SM,kerajaan ini menempati eksodus bangsa Israel dari Mesir sekitar tahun 1446 SM,oleh karenannya ,jika kita menerima proses penanggalan Al Kitab maka kehidupan Musa dan Kitab Wahyu yang diberikan kepadanya waktunya tidak lebih dari abad ke- 12SM
Harus dibedakan antara Taurat yang diberikan kepada Musa dan Taurat yang terdapat dalam Al Kitab kontemporer.
yang pertama bisa disebut sebagai Kitab Taurat yang orisinal/Asli,merupakan komposisi tunggal dan utuh ,meskipun ia mungkin bisa dibagi menjadi beberapa bagian seperti halnya Al Qur’an
yang kedua yang bisa disebut Taurat yang diterima/Kanon ,merupakan kompilasi gabungan dan ,tambal sulam. Yang mendekati bentuknya sekarang kira-kira pada Abad ke-5 SM atau lebih awal pada abad ke-4 SM,yang naskahnya baru lengkap kira-kira 10 Abad setelah kehidupan Musa,kompilasi Taurat –yang diterima ini memerlukan waktu setidaknya lima abad ,bahkan mungkin lebih.
Taurat yang diterima terdiri atas lima kitab biblical yang semua dikenal sebagai Pentateuch (lima bab pertama dalam perjanjian lama) masing-masing dinamai kitab Kejadian,Keluaran,Imamat,Bilangan dan Ulangan. Kelima Kitab ini bukan hanya merupakan komposisi yang tidak tunggal dan utuh ,melainkan seringkali merupakan kompilasi yang tidak tunggal dan utuh,melainkan seringkali merupakan kompilasi tambal sulam dari catatan-catatan tertulis atau untaian –untaian literature sebelumnya yang dikenal oleh dunia kesarjanaan sebagai J :Jehovis , E:Elohis , P dan D selain itu ,sebagian sumber yang tidak bisa diindentifikasikan danb ditanggalkan (diindefikasikan dengan tanda”?” dalam bab ini) kadang-kadang digunakan untuk mengontruksi Taurat yang diterima ini diikhtisarikan dalam table di bawah ini
KITAB SUMBER-SUMBER YANG DIGUNAKAN
KEJADIAN J,E,P,?, ditanbah catatan-catatan editorialKELUARAN J,E,P,D,? ditambah catatan-catatan editorialIMAMAT P,ditambah catatan-catatan editorialBILANGAN J,E,P ditanbah catatan editorialULANGAN P,D,? ditanbah catatan-catatan editorial
Sifat kompilasi tambal sulam Tauratyang diterima/Kanon tidak berakhir dengan informasi yang disuguhkan dalam table diatas,masing-masing untaian litere-L,E,P dan D itu sendiri meruoakan kompilasi tambal sulam dari sumber-sumber sebelumnya ,baik yang tertulis maupun secara lisan,yang tidak bisa dipilah dan diidentifikasikan secara jelas . lebih lanjut ,setidaknya berkenan dengan P dan D ,untaian-untaian literer ini mengalami perubahan selama rentang waktu yang sangat lama sebelum sampai pada bentuk finalnya, dan oleh karenannya menunjukkkan sebuah proses kompilasi berlapis.
Biasanya relative mudah untuk mengindentifikasikan dan mengontraskan empat untaian literer ini atas dasar karakteristik-karakteristik literer mereka yang khas.
J secara konsisten merujukj pada: Allah sebagai Yahweh Putra kedua Ishaq sebagai Israel Gunung Musa sebagai Sinai Mesopotamia utara sebagai Aram-naharain Para penduduk Palestina sebagai bangsa Kanaan Dan kata orang pertama sebagai anokhi
E secara khusus merujuk pada : Allah sebagai Elohim Putra kedua Ishaq sebagai Yakub Gunung Musa sebagai gunung Horeb Penduduk Palestina sebagai bangsa Amori
P secara khusus merujuk pada Allah sebagai Elohim Mesopotamia utara sebagai Paddan-Aram Gunung Musa sebagai gunung Sinai Dan kata orang pertama sebagai Ani
D menunjukkan persamaan-persamaan tertentu dengan E. secara khas merujuk pada :Allah sebagai Elohim,dan kepada para penduduk Palestina sebagai bangsa AmoriEmpat untaian literer yang kemudian menyusun Taurat-yang diterima berasal dan dikombinasikan selama kurun waktu lebih dari lima abad ,lebih jauh ,empat untaian literer tersebut memiliki asal-muasal geografis yang berbeda:J merupakan dokumen Yahudi ,sedangkan E dan D pada awalnya muncul kerajaan Israel utara,proses pemunculan dan kombinasi ini diikhtisarkan pada table dibawah ini
KRONOLOGI UNTAIAN TAURAT YANG DITERIMA WAKTU PERISTIWA Kira-kira 950SM penyusunan JKira-kira 750 SM penyusunan Akhir Abad ke-8SM penyusunan J dan EAbad ke-7 SM penyusunan PAbad ke-6 hingga ke-5 SM penyusunan Taurat yang diterima
Sifat tambal sulam dari pengombinasian pelbagai untaian literer yang menentukan Taurat –yang diterima telah menghasilkan beberapa inkosisten yang menarik .salah satu contohh mengenai hal ini berkenaan dengan ketidak cocokan-ketidak cocokan antara kisah penciptaan dalam kitab kejadian 1:1-2: 4a (yang berasal dari untaian P) dan kisah penciptaan Adam dalam kitab Kejadian 2:4b-25(yang berasal dari untaian J) contoh
kedua adalah inkosistensi yang tajam antara kitab Keluaran 20:1-27 versi sepuluh peintah dan kitab Ulangan versi sepuluh perintah Allah(yang berasal dari untaian D).kedua catatan tersebut memberikan pembenaran –penmbenaran yang sangat berbeda untuk menegaskan sabat(sabtu) sebagai hari libur.dalam catatam kitab keluaran ,hal ini dikaitkan dengan kisah penciptaan,sementara dalam kitab ulangan ,hal ini dikaitkan dengan kisah perbudakan bangsa Israel di Mesir.
Contoh ketiga dan yang lebih jelas berkenaan dengan pelbagai inkosistensi ini terdapat dalam kisah Sarah yang dirampas dari Abraham,oleh seorang raja yang jahat
catatan untaian J dalam Al Kitab Kejadian 12:10-20 versus catatan untaian E dalam kitab kejadian 20:1-17) dalam kisah tersebut ,Ibrahim digambarkan sebagai orang yang berpura-pura mengakui Sarah sebagai adiknya,alih-alih istrinya,sementara penyusun Kitab Kejadian berusaha menyelesaikan ketidakcocokan-ketidakcocokan tersebut dengan menempatkan kedua catatan tersebut hingga sedemikian rupa ,sehingga kedua seolah-olah merupakan merupakan kisah yang terpisah,ini hanyalah catatan yang berbeda dan tidak konsisten mengenai kisah yang sama
sumber :Mark HJ (1971) the book of genesis,dalan Laymont CMRobinson TH(1929) Genesis,dalam Eiselent FC,Lewis E,Downey DG
Catatan untaian J menyatakan Fir’aun dari mesirlah yang menculik Sarah,sementara catatan Untaian E bahwa raja Abimelekh (Abimelekh secara harfiah berarti “ayahku seorang raja) Gerarlah yang menculik Sara.persoalan-persoalan tersebut menjadi semakin sulit karena kisah-untaian J dalam kitab kejadian Kejadian 26:6-11 menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Ishaq dan istrinya Ribka,yang melibatkan Raja Abimelekh dari Gerar,
oleh karena itu untaian E merupakan penggabungan dari kisah yang berbeda Untaian J ,yang satu melibatkan Ibrahim ,Sarah,dan Fir’aun sementara yang lain melibatkan Ishaq ,Ribka,Abimelekh secara tidak masul akal ,penyusun kreasi tambak sulam Kitab Kejadian mempertahankan ketiga kisah ini seolah-olah ketiganya merupakan tiga peristiwa terpisah.
Namun demikian ,contoh yang jauh dramatis mengenai sifat tambal sulam kitab Kejadian bisa dipresentasikan ,yaitu kisah mengenai penjualan Yusuf* dipasar budak Mesir setelah ia dilemparkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya . penyusun kitab Kejadian menggunakan teknik tambal sulam ini sebagai upaya mengitegrasikan dua versi yang berbeda mengenai Yusuf yang dijual menjadi tawanan.
Kisah untaian J menegaskan bahwa ,demi dua puluh keping perak ,saudara-saudara Yusuf menjualnya kepada seorang kafilah ismailiyah,yaitu para keturunan Ibtahim dari Ismail yang kemudian menjual kembali untuk dijadikan tawanan di Mesir.sebaliknya ,kisah untaian E menyatakan bahwa sebuah kafilah orang Median –para keturunan Ibrahim dari putra yang lain Median(dari gundiknya Kentura) . menemikan Yusuf dalam sumur,kemudian menjualnya dipasar budak Mesir.
Penggabungan tambal sulam dari untaian tersebut mengarah kepada inkosistensi yang jelas ,yang ditujukan dalam kutipan dari kitab berikut ,dimana kisah untaian J disuguhkan dalam bentuk cetak miring . kutipan berikut juga menyoroti betapa banyaknya pekerjaan tambal-sulam yang dilakukan selama masa-masa penyusunan kitab kejadian.
sumber :Jerald F dirk (2001) the cross and the crescent
Lebih jauh lagi menurut heri Muliono,yang Tulisannya di Milis i-kan-untuk-CyberGki, 27 Maret 2002. http://www.gki.or.id/ yang kemudian juga dipublikasikan oleh situs Sabda.org juga mengurai persoalan yang lebih serius,yaitu Adanya Persaingan Antar Kelompok ,dengan Kata lain Ayat ayat Alkitab dituliskan dengan pengaruh sangat Kuat yang Tujuannya untuk kepentingan Kelompok
setidaknya ia memulai dengan prolog analisisnya
Serial Menyoal Taurat ini ditulis dari perspektif “persaingan” di antara dua komunitas imam, penghasil empat sumber teks tradisi J, E, D, dan P dalam Taurat dan Nebiim. Penulisan dari perspektif tersebut akan membantu mengurangi kerinyit dahi ketika berhadapan dengan bagian tertentu Taurat yang terasa “aneh atau janggal” atau “bertentangan satu dengan yang lain”.
Disamping kasus pengulangan (doublet atau triplet), banyak bagian Taurat terasa tidak konsisten. Misalnya, kisah Musa pergi ke Tabernakel dikisahkan di bagian sebelum pengisahan pembangunan Tabernakel. Di bagian lain dikisahkan bahwa Tuhan sangat mengasihi Musa, namun di bagian setelahnya dikisahkan bahwa Tuhan ingin membinasakan Musa. Serial ini tidak sekedar menyatakan bahwa Musa bukan penulis Taurat, namun lebih jauh lagi. Bahwa Taurat adalah rekaman pergulatan kepentingan komunitas keturunan Musa (Musaiyah) dalam “persaingannya” dengan kepentingan komunitas keturunan Harun (Haruni). Itu sebabnya di suatu bagian Harun digambarkan dengan buruk sementara Musa digambarkan dengan sangat baik, atau sebaliknya. Jika Taurat dianggap sebagai tulisan Musa, penggambaran tentang Musa yang paling rendah hati di muka bumi terasa sangat janggal. Karena orang yang paling rendah hati di muka bumi tidak akan menyatakan dirinya sebagai orang yang paling rendah hati di muka bumi
Serial posting Menyoal Taurat (MT) ini ditulis berdasarkan kerangka gagasan “Teori Sumber” atau ‘Documentary Hypothesis’ dari Julius Wellhausen (1844-1918), dan beberapa hal lain yang telah disampaikan dalam serial Menyoal Kitab Kejadian (kode MK) yang telah diposting ke milis CyberGKI pada tanggal 26 Desember 2001. Pada pokoknya, serial itu menyampaikan Kitab Taurat tersusun dari manuskrip yang berasal dari 4 (empat) tradisi, yaitu “J”, “E”, “D” dan “P”. (Untuk penjelasan lebih terinci tentang tradisi J, E, D, dan P, berikut latar belakang singkat tiap tradisi, lihat 3 posting bertajuk “Para Penulis Kitab Perjanjian Lama”, 29 dan 30 November 2001)
Persaingan komunitas imam terlihat dari teks masing-masing tradisi.
- Tradisi J yang berasal dari komunitas imam yang menduduki posisi elite di Judea, sejak masa Salomo, berorientasi dan melegitimasi konsep politis, geografis, monarkis, sistem dan ikon religi di wilayah Kerajaan Judea (selatan). Sementara tradisi E yang berasal dari komunitas imam yang tersingkir dari posisi elite Judea (sejak Salomo) maupun Israel (paska-Salomo), berorientasi dan melegitimasi konsep politis, geografis, monarkis, dan ikon religi di wilayah Kerajaan Israel (utara). Namun mengkritisi sistem religi di wilayah Kerajaan Judea dan Israel sekaligus.
- Tradisi J hanya mengisahkan tokoh, tempat dan wilayah yang berhubungan dengan kepentingan Judea saja. Tradisi E hanya mengisahkan tokoh, tempat dan wilayah yang berhubungan dengan kepentingan Israel saja.
- Tradisi J melegitimasi monarki Judea saja, tradisi E monarki Israel saja.
- Tradisi E me-aggrandisasi Musa, dan sedikit berkisah tentang Harun, sambil mengajukan konsep keimaman yang tidak ekslusif untuk keturunan Harun saja.
- Tradisi J hanya mengisahkan ikon religi yang berada di Judea saja. Tradisi E hanya mengisahkan ikon religi yang berada di Israel saja, sambil mendiskreditkan ikon religi Judea
- Tradisi P berasal dari komunitas imam yang menduduki posisi elite di Judea, paska-Samaria. Teks P ditulis dalam rentang waktu panjang. Dimulai dari respons terhadap “ancaman” manuskrip tradisi E yang masuk ke Judea, setelah kejatuhan Samaria, ada masa Raja Hiskia hingga refleksi paska-Babelonia, setelah kejatuhan Jerusalem.Karakterisitik teks P adalah :
- Denigrasi Musa (negasi untuk E), dalam beberapa detil kisah, dan terlambangkan dengan penghancuran tongkat Musa.
- Justifikasi dan legitimasi keturunan Harun sebagai satu-satunya golongan Lewi yang berhak menjadi imam, untuk memperkokoh posisi elit keimaman.
- Sentralisasi ritus keagamaan di Jerusalem saja, untuk mempertahankan eksklusivitas.
Manuskrip tradisi P adalah “Taurat” komunitas Haruni untuk menyaingi “Taurat” komunitas Musaiyah.
- Tradisi D berasal dari komunitas imam yang menduduki posisi elite di Judea, di masa Raja Josia. Teks D ditulis hingga refleksi paska-Babelonia, setelah kejatuhan Jerusalem.Karakteristik teks D adalah :
- Denigrasi lebih lanjut terhadap Harun.
- Justifikasi lebih lanjut bahwa semua orang Lewi berhak menjadi imam. (negasi terhadap konsep Haruni dan non-Lewi Bethel)
- Sentralisasi ritus keagamaan di Jerusalem saja, untuk mempertahankan eksklusivitas
- Penghancuran “balas dendam” dalam bentuk penghancuran ikon religi Salomo dan Jerobeam.
Tiap manuskrip adalah kisah para leluhur, wilayah tempat tinggalnya, dan lambang kepercayaan mereka dari perspektif masing-masing, sebagai penjelasan dan justifikasi terhadap situasi di sekeliling mereka. Kisah tradisi J hanya menyebut tokoh, kota dan batas wilayah Judea, dan kisah tradisi E hanya menyebut tokoh, kota dan batas wilayah Kerajaan Israel. Misalnya dalam hal penyebutan nama tempat (E: Sinai alih-alih J: Hebron), dan cakupan wilayah (J: suku di wilayah selatan saja, alih-alih seluruh suku Israel).
Siapakah penyusun 5 Kitab Taurat (Kejadian , Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan) ?
Ezra, Penyusun 5 Kitab Taurat
Pra-Babelonia
Pada awalnya, ada dua “kitab suci” dari dua tradisi berbeda, Jahwis dan Elohis (J dan E), yang ditulis dua komunitas imam yang berbeda (Haruni dan Musaiyah), dan dipelihara di dua wilayah kerajaan yang terpisah (Jehuda dan Israel), hingga kedatangan bangsa Assiria yang meruntuhkan Kerajaan Efraim di Utara. Situasi politik paska-Samria, tahun 72 SM, memaksa terjadinya diaspora, sebagian rakyat bekas kerajaan Efraim bermigrasi ke berbagai penjuru dunia, lalu dikenang sebagai “10 suku Israel yang hilang”. Sebagian lainnya bermigrasi ke Selatan, bergabung dengan saudara-saudaranya suku Jehuda. Lalu bergabung pulalah dua tradisi menjadi satu: teks JE, yang tersebar dan saat ini dikenali dalam Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, dan Kitab Bilangan. Sekelompok imam merasa kedudukannya terancam, karena sebagian isi kolase “kitab suci” itu mengerogoti legitimasi dan wewenang keimaman komunitasnya. Maka dimulailah tradisi penulisan baru yang kemudian dikenal sebagai manuskrip P, atau ‘Priestly’, “Kitab Taurat” versi baru pesaing “Kitab Taurat” JE. Raja berganti, jaman berganti, sekelompok imam dari komunitas yang pernah tersingkir, berhasil naik panggung lagi. Mereka membawa manuskrip baru yang kemudian disebut sebagai teks “Deuteronomy” atau “D”. Sebelum Jerusalem dan Baitallah Pertama luluh lantak di tangan pasukan Nebukadnezar dari Babelonia, tahun 587SM, Israel memiliki empat tradisi manuskrip (J,E,D,P) yang dipelihara dua komunitas imam (Musaiyah dan Haruni).
Di Pembuangan
Keruntuhan dua kerajaan kecil Israel, dan terutama masa pembuangan di Babelonia, adalah salah satu peristiwa yang menjadi tonggak besar perjalanan religius bangsa Israel. Untuk pertama kalinya mereka berinteraksi secara intensif dengan kultur asing. Untuk pertama kalinya mereka kehilangan seluruh ikon religi mereka. Tidak ada raja yang dianggap wakil Tuhan di dunia. Tidak ada Baitallah, lambang kehadiran Tuhan di dunia. Tidak ada wilayah negara, lambang janji Tuhan kepada mereka sebagai “bangsa pilihan”. Israel meratap, seperti terekam di banyak bagian Alkitab, misalnya yang terbaca pada Kitab Ratapan dan bagian akhir Kitab Jeremia yang mengkisahkan kehidupan pengungsi di Mesir; juga Kitab Yehezkiel dan bagian akhir Kitab Jesaya yang mengkisahkan kehidupan di tempat pembuangan Babelonia. Kegetiran dan kerinduan, dendam dan ketakberdayaan, pengharapan dan penyesalan, sekaligus terwakili dalam syair Mazmur 137
Paska-Babelonia
Lalu muncul kesadaran dalam komunitas tertentu. Kesadaran yang makin lama makin kuat, bahwa keterpurukan itu disebahkan oleh keterpecahan mereka sendiri. Lalu datanglah pasukan Darius dari Persia, meruntuhkan dominasi Babelonia. Dan orang-orang Israel kembali dari pembuangan. Hidup paska-pembuangan ternyata sulit, ikon religi masih belum terpulihkan, keterceraiberaian belum dipersatukan. Dan datanglah hari-hari Ezra, yang serba tepat. Ezra berasal dari keluarga imam yang tepat, dari profesi yang tepat, di tempat yang tepat, di waktu yang tepat, dengan wewenang mencukupi, dan dengan bekal yang tepat (naskah “kitab suci” yang pertama kali diperkenalkan kembali ke depan khalayak Judea paska-Babelonia).
Dari Kitab Ezra terbaca :
<span>7:6</span> <span>Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.</span>
<span>7:10</span> <span>Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.</span>
<span>7:14</span> <span> Oleh karena engkau disuruh raja serta ketujuh orang penasihatnya untuk mengadakan penyelidikan mengenai Yehuda dan Yerusalem dengan berpedoman kepada hukum Allahmu yang menjadi peganganmu, Ezra, yang berasal dari komunitas Haruni, memperoleh wewenang besar dari Raja Persia untuk memulihkan Judea, dan tangannya menggenggam “Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel”. </span>
“Kitab Taurat”, sebagaimana yang kita kenal sekarang sebagai 5 kitab pertama Perjanjian Lama, yang untuk pertamakalinya diperkenalkan di Judea, adalah manuskrip yang berada di tangan Ezra. Ezra membawanya sendiri ke Jerusalem, Ezra membacakannya sendiri untuk pertamakalinya ke khalayak ramai di Jerusalem. Ezra adalah penyusun Kitab Taurat. Ezra adalah Redaktur, penggabung dan penyunting manuskrip dari berbagai tradisi, menjadi satu kesatuan.
Redaktur Taurat
Redaktur yang menggabungkan empat tradisi menjadi satu kesatuan dalam kumpulan kitab Taurat dan Nebiim pasti terkait dengan komunitas imam Haruni. Mungkin ia (atau mereka) adalah imam dari komunitas Haruni, sekutu komunitas Haruni, atau punya komitmen terhadap kepentingan komunitas Haruni.
- Hampir semua karyanya dimulai dari kisah atau hukum tradisi P, tak pernah dari tradisi J atau E.
- Ia menggunakan dokumen karya tradisi P sebagai kerangka. Dokumen pertama yang digunakannya adalah “Kitab Silsilah” (Book of Generations) yang :
- menggunakan istilah Elohim, bukan Yahweh.
- menyebut manusia diciptakan sesuai gambaran Allah
- peduli terhadap pengulangan detil nama dan waktu.
- Menggunakan teks tradisi P sebagai struktur 15 pasal Kitab Kejadian mulai dari perbudakan di Mesir. (Dalam tradisi P setiap musibah dimulai dengan “tetapi hati Firaun …”
- Menambahkan kata dengan gaya bahasa yang tipikal tradisional P dan mengandung kepentingan komunitasnya.
- Menekankan pemusatan agama: satu pusat kegiatan, satu mezbah, satu tabernakel, satu tempat persembahan korban. Raja yang memulai pemusatan agama adalah Hiskia, Raja Judea. Dalam masa pemerintahannya Kerajaan Israel (Utara) runtuh.
Penyuntingan
Redaktur Kitab Taurat pasti menghadapi kesulitan teknis luar biasa. Ia berhadapan dengan berbagai jenis manuskrip: prosa, puisi, hukum, narasi, daftar dan silsilah, instruksi teknis arsitektur dan liturgi. Ia bertemu muka dengan berbagai tradisi yang masing-masing unik, respons suatu komunitas terhadap situasi dan kebutuhan khusus dalam sejarah panjang Israel. Karenanya, ia harus menggeluti berbagai kontradiksi dan inkonsistensi.
Maka langkah-langkah yang dilakukannya sejauh yang bisa dikenali saat ini adalah sebagai berikut :
- Dua kisah penciptaan diletakkannya di depan. Teks P yang berperspektif kosmis menjadi Kej 1, teks J yang berperspektif anthropomorfis menjadi Kej 2. Peletakan dua teks dengan perspektif berbeda, ternyata memberi quasi-efek saling melengkapi, sebagaimana dirasakan beberapa pembacanya.
- Kisah Adam dan Hawa, Kain dan Habel, dari tradisi J, diletakkan dalam bagian selanjutnya. Lalu dilanjutkan dengan sepuluh aras silsilah dari Kitab Silsilah, dan berakhir di Nuh.
- Dua Kisah Air Bah (dari J dan P) sangat menyulitkan redaktur, karena keduanya merupakan kisah yang lengkap dan utuh, dan masing-masing memiliki unsur-unsur kisah dengan perbedaan yang sangat nyata. Kej 5:8~9:17 menjadi bukti ketrampilan penyuntingan Redaktur Taurat. Kedua kisah dari dua masnuskrip itu dipenggal-penggal menjadi beberapa bagian, lalu disatukannya kembali menjadi satu kisah utuh dalam satu manuskrip.
- Di banyak bagian lain Redaktur menggunakan berbagai teknik yang berbeda.
- menempatkan dua kisah yang sama di dua bagian berbeda;
- membiarkan satu manuskrip tetap utuh, dan menambah satu dua kalimat penghubung atau tambahan
atau kita bisa menyimak sebagian dari Penutup Uraiannya
Taurat, lima kitab pertama Perjanjian Lama, ternyata rekaman persaingan dua komunitas imam, paska-Salomo dan paska-Samaria. Memang ironis, persaingan itu menjadi nyata justru karena ada orang yang ingin menghilangkan persaingan demi persatuan religi bangsanya. Penyuntingan dan penyusunan yang dilakukan di masa Ezra, justru memperhadapkan manuskrip-manuskrip yang pada awalnya dibuat sebagai alternatif satu sama lain. Dan dari penyatuan itu, sekarang tampak motif kepentingan dibalik penulisan setiap manuskrip.
Apa yang bisa diharapkan dari kitab-kitab Taurat (juga sebagian Nebiim), jika ternyata isinya sarat dengan kepentingan komunitas penulisnya ?
Apa manfaat citra Tuhan yang digambarkan bersifat adil, jika dibaliknya ada konsep persembahan korban demi kepentingan sekelompok imam ?
Apa manfaat sistem ritual terpusat yang digambarkan sebagai satu-satunya jalan pengampunan, jika ia dibuat untuk mempertahankan eksklusivitas keimaman ?
Apa manfaat kisah historis Taurat yang digambarkan sebagai “sejarah bangsa pilihan Tuhan”, jika ia sebenarnya hanya berorientasi pada kepentingan politik situasional komunitas penulisnya ?
Apa manfaat hukum-hukum Taurat, jika sebenarnya ia disusun untuk mempertahankan kemapanan status elite para pemimpin agama ?
Apa manfaat Taurat jika isinya disusun dengan tujuan menjungkirkan supremasi komunitas pesaing jabatan keimaman ?
selengkapnya bisa baca disini :
http://answering.wordpress.com/2007/07/24/sejarah-al-kitab-bag-1/
http://kajian-agama.blogspot.com/2009/04/sejarah-alkitab-bag-2.html
Kalau terungkap Bahwa dalam penulisan Bible ada Pengaruh Kepentingan Kelompok kalangan Internal Yahudi ,maka apa yang terungkap tersebut juga bisa bermakna ‘demi Kepentingan Bangsa Yahudi” kelompok mereka mengutak atik Kitab mereka. Menyajikan data data cerita yang punya peluang Besar sangat Manipulatif.
sebagai Penutup
sebagai Seorang Muslim melihat realita ini semakin membuktikan kebenaran Al Qur’an,bahwa ada diantara Manusia yang menulis dengan tangan mereka sendiri lalu dikatakan itu berasal dari Allah.
فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـذَا مِنْ عِندِ اللّهِ لِيَشْتَرُواْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُونَ
fawaylun lilladziina yaktubuuna alkitaaba bi-aydiihim tsumma yaquuluuna haadzaa min ‘indi allaahi liyasytaruu bihi tsamanan qaliilan fawaylun lahum mimmaa katabat aydiihim wawaylun lahum mimmaa yaksibuuna
[2:79] Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA
Sumber : Note Id amor
surya itu bukan ga tau islam hanya sedikit bernasib buruk karena mak nya yang berangkat ke arab kemarin mungkin bernasib sial ketemu ma orang2 arab yang dia maksud,…
kami turut berbela sungkawa surya,….sabar yach,…
@samuel
bener sam,,yang akur-akur saja.
@ALL
BUKTI TAK TERBANTAH, TERNYATA KATA “MUHAMMAD” BENAR-BENAR DISEBUTKAN DALAM BIBLE (NO HOAX – 2010).