Jumat , 25 April 2014
INFO
Home / DEBAT / Debat / Debat : 1 MUSLIM LAWAN 3 KRISTIAN

Debat : 1 MUSLIM LAWAN 3 KRISTIAN

perdebatan ini merupakan perdebatan  di Forum-swaramuslim.net

yaitu sdr Muslim tersebut adalah netter muslim yang bernickname : jones / j.p Jones dengan 3 netter Kristian ( Ordinary,barraque & anak botol)

banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang dapat kita terima dari perdebatan yang sangat seru…

dan sengaja saya ringkas = hanya postingan-postingan sdr Jones saja yang saya copy.

bagi yang pernah singgah apalagi Aktif di Forum-swaramuslim.net pasti akan mengenal nama nama netter tersebut

Diskusi tersebut berawal dari Pembahasan Artikel yang dipostingkan oleh Akhi Archa dengan judul:

MELIHAT ALLAH

kita berangkat dari cara berpikir umat Kristen apabila ditanya tentang eksistensi Tuhan yang bisa menjelma menjadi manusia dengan jawaban :”Terserah Tuhan donk, Dia khan Maha Kuasa, mau menjelma jadi manusia, mau jadi trinitas atau apapun tentu saja Dia bisa melakukannya”. Maka jawaban tersebut bisa juga dipakai untuk menjelaskan eksistensi Tuhan menurut Al-Qur’an, bahwa Tuhan juga punya Kuasa untuk menjadikan diri-Nya :

[42:11]…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

[112:4] dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Jadi kalau berdasarkan informasi dari sumber lain yang menyatakan bahwa Tuhan bisa saja menjelma menjadi apapun yang Dia mau, maka kita juga harus menerima bahwa Tuhan juga bisa ‘tidak setara dengan apapun’ atau juga ‘tidak menyerupai sesuatupun’, dan itu memang maunya Dia sesuai apa yang disampaikan dalam Al-Qur’an. Penjelasan kedua ayat ini memastikan bahwa eksistensi/wujud Tuhan tidak bisa dijangkau oleh panca indera kita, karena kalau bisa maka tidak sejalan dengan pernyataan tersebut.

Dalam ayat lain, Allah mengkonfirmasikan :

[6:103] Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Logika yang kita pakai untuk menerima Tuhan yang menjelma menjadi manusia karena Tuhan punya Kuasa untuk menjadi apapun yang Dia inginkan, bisa juga kita pakai untuk menerima pernyataan Al-Qur’an ini. Lalu menjawab pertanyaan : “Mengapa melalui Panca Inderanya tidak dapat mendeteksi KEBERADAAN TUHAN?”, kita robah menjadi :”Mengapa Tuhan tidak memberikan kemampuan kepada manusia untuk bisa melihat-Nya dengan panca indera..?” karena konsisten dengan alasan Kristen soal Kekuasaan Tuhan tadi, maka berdasarkan Kuasa-Nya tentu saja manusia akan bisa melihat wujud Tuhan, namun dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa Tuhan tidak memberikan kemampuan panca indera manusia untuk bisa menjangkau eksistensi-Nya. Apa alasannya..??? tentu saja Tuhan tidak perlu menjelaskan apa alasan Dia tidak memberikan kemampuan tersebut, karena berdasarkan Kuasa yang Dia miliki, Tuhan bisa berbuat apapun tanpa perlu repot-repot memberikan alasan.

[7:143] Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.

Keinginan nabi Musa tersebut karena beliau ingin memperkuat keimanan, namun akhirnya nabi Musa malah bertaubat karena meminta hal tersebut. Disini digambarkan bahwa keinginan untuk bisa melihat Allah dengan panca indera merupakan hal yang tidak baik. Selanjutnya Al-Qur’an menggambarkan keinginan melihat Allah oleh Fir’aun, namun dengan cara yang agak ‘lucu’ :

[40:36] Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, [40:37] (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”. Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.

[

Dasar dari keinginan Fir’aun ini adalah dalam konteks ‘menantang’ Musa, Al-Qur’an menjelaskan bahwa perbuatan ini adalah perbuatan buruk, sekalipun Fir’aun menganggapnya baik. Selanjutnya Al-Qur’an menjelaskan keinginan manusia lain, yaitu kaum Yahudi umat nabi Musa yang ingin melihat Allah dengan panca indera, dasar dari keinginan ini adalah keingkaran, yaitu setelah Allah memberikan bukti keberadaan-Nya melalui ‘tanda-tanda’ yang disampaikan nabi Musa, namun Yahudi meminta lebih, ingin melihat Tuhan. Al-Qur’an menggolongkan tindakan ini adalah suatu kezaliman dan mendapat hukuman dari Allah :

[2:55] Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”.

[4:153] Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata : “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya,..

Kemudian ada satu ayat yang menggambarkan kondisi di akherat, yaitu penyesalan dari orang-orang yang tersesat di dunia :

[25:21] Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami: “Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman”.

Itupun dikatakan Al-Qur’an sebagai suatu kezaliman dan tindakan ‘memandang besar diri sendiri’.

Jadi kesimpulannya, Al-Qur’an menyampaikan bahwa Tuhan tidak memilih berdasarkan Kuasa-Nya agar manusia bisa menjangkau eksistensi-Nya dengan panca indera, dan Tuhan juga telah menetapkan bahwa keinginan ataupun permintaan untuk hal tersebut merupakan suatu kezaliman. Dari sisi manusianya sendiri, kita tentu boleh-boleh saja memikirkan apa alasannya, misalnya :”Melihat matahari saja mata kita tidak sanggup, bagaimana pula halnya kalau kita melihat Tuhan yang menciptakan matahari..??”. Tapi itu hanya berdasarkan akal pikiran kita sekalipun memang alasan tersebut masuk akal.

Lalu ada pertanyaan : “Bagaimana Al-Qur’an mengajarkan manusia sehingga dapat mengenal Tuhan yang tidak terdeteksi melalui panca indera manusia..?”. Yang bisa dideteksi dengan panca indera kita adalah tentang ‘tanda-tanda’ keberadaan Tuhan, dan bukan tentang eksistensi/wujud Tuhan itu sendiri. Tanda-tanda tersebut bisa dijangkau oleh panca indera kita dan juga akal pikiran kita. Malah melalui Al-Qur’an, Allah mewajibkan setiap manusia untuk mengamati dengan panca inderanya dan memikirkan dengan akal pikirannya terhadap ‘tanda-tanda’ keberadaan Tuhan ini, agar kita bisa meyakini bahwa Tuhan tersebut memang ada/eksis/wujud.

[41:53] Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

[41:39] Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[40:81] Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya); maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?

[40:13] Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).

[2:164] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

[10:24] Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.

[57:17] Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.

Intinya adalah segala yang ada di alam semesta merupakan bukti tentang eksistensi Allah, tapi ini tentu hanya berlaku bagi orang yang melihat dengan ‘hati’ dan mampu berpikir :

[22:46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

[6:25] Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu.”

[45:23] Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Ternyata yang dikatakan ‘mampu’ melihat tanda-tanda eksistensi Allah itu bukan hanya terbatas pada pandangan mata atau mendengar dengan telinga saja, tapi mata dan telinga yang dibimbing oleh hati yang tunduk dan tulus ingin mengetahui eksistensi Tuhan. Jadi tidak aneh kalau banyak mahasiswa sekolah seminari yang khusus mempelajari Al-Qur’an, sekalipun sudah membaca Al-Qur’an seluruhnya dan berkali-kali, namun karena dasarnya punya niat yang tidak baik, maka Al-Qur’an tidak akan bisa menjadi petunjuk agar mereka kembali kejalan yang benar, malah semakin dibaca semakin tersesat, dan yang rugi tentunya diri mereka sendiri. Sebaliknya bagi orang yang punya niat baik dan tulus, benar-benar ingin mengenal Allah dan ingin mendapat bimbingan-Nya, maka tidak perlu harus melihat Tuhan dengan panca indera, Allah akan memberikan bimbingan pengenalan kepada-Nya melalui tanda-tanda keberadaan Tuhan dan orang tersebut makin mengenal Allah tanpa harus melihat wujud-Nya :

[21:49] (yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.

[35:18] Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).

[5:94] Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih.

Dengan konsep ketuhanan ini, kita bisa bertanya :”Apa akibatnya terhadap persepsi dan gambaran yang muncul dari seorang Muslim terhadap Tuhannya..?”. Katakanlah ketika seorang Muslim bersujud di tengan malam, sendirian , mengadu kepada Tuhannya tentang masalah yang tengah dihadapi, atau ketika seorang Muslim terjebak dalam situasi hidup mati dan tidak ada tempat atau sesuatu untuk minta tolong kecuali Allah, lalu Muslim tersebut berteriak :”Yaa..Allah, tolonglah hamba-Mu ini…!!”. Apa yang tergambar di kepalanya tentang wujud Tuhan..?? Saya pastikan TIDAK ADA SATUPUN MUNCUL WUJUD (BENTUK) DALAM PIKIRANNYA…, tapi yang ada adalah suatu keyakinan bahwa Allah itu ADA, Kekuasaan-Nya SANGAT DEKAT, Dia pasti MENDENGAR jeritan minta tolong si Muslim, Dia BERKUASA untuk menolong, kalau Dia sudah menolong TIDAK ADA SESUATUPUN YANG BISA MENGHALANGI. Begitulah eksistensi Tuhan yang selalu ada dalam hati setiap Muslim.

Sekarang kita berandai-andai kalau kita menjadi seorang Kristen. Ketika kita menyeru :” Yesus..!! tolonglah saya..!!”, apa yang tergambar dalam hati dan pikiran kita..??? Tentu saja akan muncul sosok laki-laki, berambut panjang, hidung mancung Eropah, ganteng, pakai janggut, mungkin telanjang cuma pakai sepotong kain. Atau kita berdo’a :”Bapa yang ada di surga..”, apa yang tergambar di kepala kita..?? tentu saja gambaran seorang tua berjanggut putih, pasti berkulit putih, mukanya teduh dan penuh senyum seperti muka pak Harto. Dimanakah Bapa..?? tentu saja bukan berada didepan atau disamping kita, tapi nun jauh di surga, diatas awan, Bapa melihat dari kejauhan. Kalaupun kita meminta :”Yaa Ruh Kudus….!!”, pasti gambaran yang muncul adalah seekor burung merpati yang turun dari langit. Lebih hebat lagi, bagaimana kalau kita menyebut ketiga-tiganya :”Bapa, Yesus dan Ruh Kudus…, tolonglah saya….!!”, gambarang yang muncul dalam hati dan pikiran adalah ketiga-tiganya berjejer dengan wujudnya masing-masing. Dan Kristen akan bersusah-payah menipu dirinya sendiri untuk ‘memblender’ ketiga wujud tersebut menjadi satu…

Kristian :

12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Yang ngutus Yesus itu ya ELohim Yahwe pak.

Berarti, barang siapa melihat Yesus, dia sudah melihat Elohim Yahwe.

Muslim :

Mari simak 1 john 4:12

theon oudeis pôpote tetheatai ean agapômen allêlous o theos en êmin menei kai ê agapê autou tsb=teteleiômenê tsb=estin en êmin a=teteleiômenê a=estin

KJV No man hath seen God at any time. If we love one another, God dwelleth in us, and his love is perfected in us.

TB Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita

kristian

Dengan kata lain, saya berkesimpulan (ini fakta, bukan bentuk pelecehan) : ISLAM TIDAK MENGENAL ALLAH SECARA SPESIFIK, MELAINKAN MENGENAL ALLAH SECARA UMUM / JAUH / TIDAK LANGSUNG.

Muslim

Statement anda diatas adalah claim semata-mata. Semua orang termasuk orang pagan dan animist juga bisa mengeluarkan statement seperti anda.

Misalnya animist penyembah api/ menyekutukan api dengan Allah, karena merasa diri mereka lebih mengenal sifat-sifat api lalu mengeluarkan statement seperti ini:

CHRISTIANITY TIDAK MENGENAL ALLAH SECARA SPESIFIK, MELAINKAN MENGENAL ALLAH SECARA UMUM / JAUH / TIDAK LANGSUNG.

Hebrew 12:29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

animist penyembah gunung/ menyekutukan gunung dengan Allah, karena merasa diri mereka lebih mengenal sifat-sifat gunung lalu mengeluarkan statement seperti ini:

CHRISTIANITY TIDAK MENGENAL ALLAH SECARA SPESIFIK, MELAINKAN MENGENAL ALLAH SECARA UMUM / JAUH / TIDAK LANGSUNG.

Isaiah 26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

animist penyembah roh/ menyekutukan roh dengan Allah, karena merasa diri mereka lebih mengenal sifat-sifat roh lalu mengeluarkan statement seperti ini:

CHRISTIANITY TIDAK MENGENAL ALLAH SECARA SPESIFIK, MELAINKAN MENGENAL ALLAH SECARA UMUM / JAUH / TIDAK LANGSUNG.

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Dll.

So, dengan pola pemikiran yang sama para penyembah makhluk, menganggap dirinya sangat mengenal sifat-sifat makhluk yang disembahnya lalu meyakini bahwa pengenalannya itu sama dengan MENGENAL ALLAH SECARA SPESIFIK.

Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan

Kristian

Tuhan itu sendiri, dan mereka memanggil-Nya menurut bahasa/ungkapan masing-masing.

Namun, manusia sering terjebak dengan pencarian dan imajinasinya. Sehingga bila Tuhan tidak menyatakan diriNya sendiri kepada manusia, maka bagaimana mungkin manusia dapat mengenal dengan benar seperti apakah Tuhan itu.

Muslim

Menyatakan diriNya bagaimana? Secara apa? Seperti yang dikehendakiNya atau seperti yang dikehendaki manusia, seperti orang dibawah ini.

[2:55] Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya

[25:21] Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan dengan Kami: “Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman”.

Atau apakah anda berpendapat manusia tidak dapat mengenal dengan benar seperti apakah Tuhan itu bila Tuhan tidak menyatakan diriNya sendiri kepada manusia dengan cara sosokNya dapat terdeteksi dengan panca indra manusia??? Kalau memang anda berpendapat demikian apakah itu tidak seperti pendapat orang agnostic?

Bagaimana dengan makhluk makhluk lain? Hewan dan tanaman misalnya apakah mereka mengakui ketuhanan Jesus?

Saya mau tanya lagi, anda mengetahui radiasi bukan? Misalnya gamma–ray.

Radiasi tersebut tidak bisa ditangkap oleh panca indra, lalu apakah berarti radiasi tidak ada dan tidak bisa diketahui sifat-sifatnya???

Kalau saya tidak salah tangkap anda akan berpendapat seperti ini: Tuhan menyatakan diri dalam Jesus, apakah hal itu bukan hasil imaginasi? Sosok Jesus yang anda bayangkan apakah bukan hasil imaginasi?

Jesus adalah seorang manusia, makhluk biologis yang juga bermetabolis, dikandung, dilahirkan, disusui, makan, minum, …., tumbuh, menjadi lebih tua, merasa sakit dll, apakah Tuhan menyatakan diriNya seperti itu???

Lagi pula jika anda mengclaim Jesus = Tuhan, melihat Jesus = melihat Tuhan, padahal menurut bible tak ada seorangpun yang dapat melihat Tuhan dan tetap hidup, so menurut kisah-kisah gospel para apostle dll termasuk para penyalib Jesus yang tentunya melihat Jesus, apa ada ceritanya mereka mati setelah melihat Jesus? Oops, Moses katanya bisa melihat Tuhan, tapi setelah itu wajahnya bertanduk/ bercahaya sehingga orang ketakutan melihatnya, juga bagaimana dengan wajah para apostle, Pontius Pilatus, Judas dll apakah wajah mereka juga seperti itu?

1. Tuhan tidak bisa dilihat.

Exo 33: 20 wayo`mer lo` towkal lira’ot et-faney ki lo-yira’ani ha’adam wachayy.

To`kal yakowl ; a primitive root; to be able, literally (can, could) or morally (may, might):–be able, any at all (ways), attain, can (away with, (-not)), could, endure, might, overcome, have power, prevail, still, suffer. = mampu, kuasa.

faney – fanym =face = wajah

ra`ah = to see, literally or figuratively , look (on, one another, one on another, one upon another, out, up, upon),etc = melihat

Lira`ot = untuk melihat

Yira`ani = dia melihatku

Wachayy – chayay = to live; causatively to revive:–live, save life. (Arabic –hayy)

ex 33:20 And he said, Thou canst not see my face: for there shall no man see me, and live.

33:20 Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”

33:20 Kai eipen ou dunese idein mon to prosopon ou gar me ide anthropos to prosopon mou kai zesetai. (translit sept).

20 And God said, Thou shalt not be able to see my face; for no man shall see my face, and live.(trans)

idein verb Aorist Active Infinitive

ide verb 3rd Person Aorist Active Subjunctive Singular

eide a primary verb; used only in certain past tenses, the others being borrowed from the equivalent – optanomai and orao properly, to see (literally or figuratively); by implication, (in the perfect tense only) to know:–be aware, behold, X can (+ not tell), consider, (have) know(-ledge), look (on), perceive, see, be sure, tell, understand, wish, wot. Compare – optanomai

2. (Wajah)Tuhan bisa dilihat,muka dengan muka

Exodus 33:11, Moses disebut telah “bertatap muka”/ fanim el fanim/ enopios enopioi dengan Yahweh bahkan dikatakan “seperti seorang berbicara kepada temannya” / ka`aser yadaber ish el re`ehu/ os ei tis lalesei pros ton eautou filon

re`ehu = temannya

rey’a; from ‘ra`ah’ an associate (more or less close):–brother, companion, fellow, friend, husband, lover, neighbour, X (an-)other

ex 33:11 wa diber Yahweh el mosheh fanim `el fanim ka`aser yadaber ish el re`ehu waseb el ha mahaneh wamesarato yahosu’a bin nun na`ar lo’ yamis mitoka ha`ohel.

Ex 33:11 kai elalesen kurios pros mousen enopios enopioi os ei tis lalesei pros ton eautou filon kai apelueto eis ten parembolen o de qerapon iesous uios naun neos ouk exeporeueto ek tes skenes

33:11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.

Diperkuat dengan

Deut 34:10 Wa lo` qam nabi ‘awod be yisrael ka mosheh asher yada`o Yahweh fanim el fanim

Deut 34:10 kai ouk aneste eti profetes en israel os mouses on egno kurios auton prosopon kata prosopon

34:10 Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,

Moses berhadapan muka dengan Yahweh = melihat wajah Yahweh atau tidak??? Menurut exodus 33:20

melihat wajah Yahweh = tidak bisa hidup lagi alias mati, padahal setelah peristiwa itu Moses tetap hidup. Kontradiksi?????

ketiga , muka tidak bisa dilihat tetapi terlihat dari belakang

Exo 33:23 wa hasiroti` et kafi wara`ita et achorey wa faney lo` yara`u

kai afelo ten cheira kai tote opse ta opiso mou to de prosopon mou ouk ofthesetai soi

33:23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.”

3 ayat diatas

pertama keluaran 33:20

TB Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”

BIS Wajah-Ku tidak akan Kuperlihatkan kepadamu, sebab tak mungkin orang melihat Aku, dan tetap hidup.

FAYH Tetapi engkau tidak mungkin melihat kemuliaan wajah-Ku, karena orang yang melihat Aku tidak mungkin tetap hidup.

TL Dan lagi firman Tuhan: Tiada boleh engkau memandang wajah-Ku, karena seorang manusiapun tiada dapat memandang Aku serta tinggal hidup.

DRFT_SB Maka firman-Nya pula: “Bahwa tidak boleh engkau memandang muka-Ku karena tidak dapat hidup manusia yang memandang Aku.”

kedua bisa dilihat

TB Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.

BIS TUHAN berbicara dengan Musa berhadapan muka, seperti orang berbicara dengan kawannya. Sesudah itu Musa kembali ke perkemahan. Tetapi Yosua anak Nun, seorang pemuda pembantu Musa, tetap tinggal di dalam Kemah itu.

FAYH Di dalam kemah itu TUHAN berbicara kepada Musa muka dengan muka, seperti seseorang berbicara kepada temannya. Sesudah itu Musa kembali ke perkemahan, tetapi anak muda yang membantu dia, yaitu Yosua putra Nun, tinggal di kemah itu.

TL Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa muka dengan muka, seperti seorang manusia berkata dengan sahabatnya; setelah itu maka kembalilah Musa kepada tempat tentara itu, tetapi hambanya, yaitu Yusak bin Nun, seorang orang muda, tiada undur dari dalam kemah itu.

DRFT_SB Maka berfirmanlah Allah kepada Musa berhadap-hadapan seperti seorang manusia berkata-kata kepada sahabatnya. Maka kembalilah Musa ke tempat segala kemah itu tetapi pelayannya, Yosua bin Nun, seorang muda, tidak undur dari dalam kemah itu.

ketiga ,tidak melihat muka tetapi belakangnya

TB Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.”

BIS Lalu akan Kutarik tangan-Ku supaya engkau dapat melihat Aku dari belakang, tetapi wajah-Ku tidak akan kaulihat.”

FAYH Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat punggung-Ku, bukan wajah-Ku.”

TL Maka apabila Aku sudah melalukan tangan-Ku, maka engkau akan melihat ujung belakang-Ku, tetapi wajah-Ku itu tiada dapat dipandang!

DRFT_SB Kemudian Aku undurkan tangan-Ku maka engkau akan melihat belakang-Ku tetapi muka-Ku tidak akan dapat engkau pandang.”

Berhadapan muka = melihat belakang?????

Mana yang benar??

Kembali pada masalah “Tuhan dapat dilihat”.

Kisah bible dibawah ini mencatat ” yang dianggap bukti” bahwa Moses telah bertemu dengan Tuhan.

Exodus 34:29-35 Moses setelah bertemu Yahweh kulit mukanya bertanduk (hebrew bible)/ berwarna(septuagint) sehingga pengikutnya ketakutan setelah melihat wajahnyaatau berwarna wajahnya

34:29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai–kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu–tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya??? oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN. TB

gen 34:29 wayehi beredet Mosheh mehar sinay weshnei luchot ha’edut beyad-Moshe berideto min-hahar wa Mosheh lo-yada ki qaran owr panawbedabro ito. hebrew

os de ketebainen mouses ek tou orous kai ai duo plakes epi ton cheiron mouse katabaionontos de autou ek tou orous mouses ouk edei oti dedoxastai [b] e opsis tou chromatos tou prosopou autou[b/] en toi lalein auton autoi

qaran ‘owr panaw = bertanduk kulit wajahnya.

e opsis tou chromatos tou prosopou autou = kulitnya telah berwarna pada wajahnya.

Image Moses bertanduk

http://www.99shadows.com/hornymoses.html

http://www.moseshand.com/studies/moses.htm[img]

http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Mich … 020315.jpg

[/img]

Bagaimana dengan Abram, Jacob, dll yang katanya pernah melihat Tuhan apa mereka juga bertanduk/ berwarna wajahnya seperti Moses?

Bagaimana keadaan diri orang yang katanya pernah melihat Jesus, yang menurut claim anda adalah Tuhan?????

john 14:9…. Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;…..

Apa mereka juga bertanduk/ berwarna wajahnya seperti Moses?

Kristian

Apakah saya mengatakan bahwa ALLAH YANG MAHA ESA itu ada tiga??

Muslim :

Memang saya tidak mengclaim anda mengatakan bahwa ALLAH YANG MAHA ESA itu ada tiga, justru pertanyaan anda sendiri bisa menyiratkan bahwa menurut anda ALLAH YANG MAHA ESA itu ada tak terhingga.

Anda mengajukan pertanyaan “Allah yang mana”, pertanyaan anda itu mengindikasikan bahwa anda meyakini existensi “Allah lain”, bisa dua, tiga….. sepuluh, bisa juga jumlahnya tak terhingga.

Sorry bung Ordy, saya tidak bermaksud mengobok-obok keimanan anda, berdasarkan info yang saya peroleh dari article “The Biblical Basis of the Doctrine of the Trinity” oleh Robert Bowman, Allah Bapa, Jesus dan Roh Kudus, ketiganya adalah oknum yang masing masing berbeda alias tiga oknum dan tiga tidak sama dengan satu.

Keterangan dari Matt. 28:19 (terlepas dari masalah otentik atau tidaknya ayat itu) poreuthentes oun mathêteusate panta ta ethnê baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou uiou kai tou agiou pneumatos

tou patros kai tou uiou kai tou agiou pneumatos the father, the son and the holy spirit

ketiganya disebutkan memakai definite article tou/ the sebelum kata benda personal masing-masing itu menunjukkan oknum yang berbeda kecuali kalau secara explicit tidak dinyatakan demikian.

tou berasal dari lemma o (Article, Genitive Singular Neuter); the, that

http://www.blueletterbible.org/Comm/rob … inity.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Trinity

Kristian

Saya setuju dengan anda bahwa ALLAH itu hanya ada satu…tetapi yang menjadi problem[/u] adalah bahwa anda masih mengenal ALLAH itu dengan identitas yang masih umum / jauh / tidak langsung.

Jadi masalahnya bukan pada jumlah atau KEESAAN, tetapi pada SPESIFIKASI ke-ALLAH-an yang anda kenal selama ini.

Sekarang Pertanyaan saya tetap sama : Allah yang anda yakini, adalah ALLAH YANG MANA????

Anda mengaku setuju dengan saya bahwa ALLAH itu hanya ada satu, tapi anda tetap bertanya “Allah yang mana”,pertanyaan anda mengindikasikan bahwa anda hanya menyembah satu “Allah” diantara “para Allah” yang anda yakini exist.

Kalau saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan/Ilaah kecuali Allah, LAA ILAAHA ILLALLAH , apa yang anda sebut Tuhan Jesus, Roh Kudus dll semuanya palsu alias bukan Tuhan.

Mungkin lebih tepat kalau yang anda katakan mengenal Allah, itu dalam bahasa Arabnya disebut ma’rifat atau barangkali dalam istilah anda adalah gnosis, dan itu sudah mengarah kepada sufism alias urusan batiniyyah , tapi anehnya statement anda

Walaupun Allah hanya ada satu….tetapi tetap harus jelas identitasnya / gambarannya (bukan sifatnya).

Bisakah anda menjawabnya??

Apa arti identitas yang dalam bahasa Inggrisnya identity?

In philosophy, identity (also called sameness) is whatever makes an entity definable and recognizable, in terms of possessing a set of qualities or characteristics that distinguish it from entities of a different type.

In logic, the identity relation is normally defined as the relation that holds only between a thing and itself. That is, identity is the two-place, predicate “=”, such that for all x and y, “x = y” is x is the same thing as y. Identity is transitive, symmetric, and reflexive. It is an axiom of most normal modal logics that for all x, if x = x then necessarily x = x. (These definitions are of course inapplicable in some areas of quantified logic, such as fuzzy logic and fuzzy set theory, and with respect to vague objects.)

http://en.wikipedia.org/wiki/Identity

http://en.wikipedia.org/wiki/Identity_%28philosophy%29

QS 42:11……Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia,…..

[112:4] dan tidak ada apapun yang setara dengan Dia”.

Kalau anda katakan mengenal identitas Allah adalah gambaran secara jasmaniah, itu tidak akan mungkin.

Kalau anda berharap jawaban bahwa identitas Allah berupa pengenalan dalam bentuk trinity, maka itu semata-mata harapan kosong orang kafir.

Bung Ordi, pertanyaan anda sudah berkali-kali saya jawab, jawaban saya jelas dan saya tidak berkilah dalam menjawab pertanyaan orang kafir, masalahnya adalahapakah anda tidak membaca jawaban saya, atau anda tidak paham atau anda tidak mau tahu jawaban saya?

Walaupun anda ngotot, anda tidak bisa memaksakan bahwa Allah dalam pengertian saya harus sama dengan pengertian “Allah” yang menurut anda ataupun bible barangkali dimengerti sebagai kata umum, alias pengertian menurut monolatrist atau henotheist atau polytheist.

Dalam Bible memang tercatat mengajarkan monolatry atau henotheisme, bacalah artikel-artikel yang ditulis rekan seiman anda.

Umum diakui oleh para ahli Kitab Suci bahwa Israel (sebagaimana tercermin dalam PL )tidak menganut paham monoteisme melainkan henoteisme(Yunani,heis = satu,theos = Allah) Artinya ,menganut kepercayaan dan ibadah pada satu Allah tanpa menyangkal keberadaan allah-allah lain,sering di sebut pula monolatri.

Kemampuan Normal dan Paranormal I – Ekaristi

http://www.ekaristi.org/

http://postinus.wordpress.com/2008/03/0 … ab-ibrani/

Ayat-ayat bible monolatry/ henotheism

Psalm 82:1 mizemor le asaf elohim nitztzab be’adat el beqereb elohim yisapoth

psalmos to asaf o theos este en sunagoge theon en meso de theous diakrinei (Septuagint)

Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:

Psa 82:6 Ani amarati elohim atem wabanei ‘elayown kullakem

Ego eipa theoi este kai uioi upsistou pantes (Septuagint)

Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.

Pengarang gospel John mengquote Septuagint

10:34 apekrithê autois o iêsous ouk estin gegrammenon en tô nomô umôn oti egô eipa theoi este

john 10:34 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?

Bahkan “Yahweh” yang katanya Tuhan Israel dengan nama “pribadi Tuhan” disejajarkan dengan “Elim”

Psalms 89:6 Ki mi bassachaq ya’aroka li yahweh yidameh li yahweh bibanei elim

oti tis en nefelais isothesetai to kurio kai tis omoiothesetai to kurio en uiois theou

For who in the heaven can be compared unto the LORD? who among the sons of the mighty can be likened unto the LORD?

Psa 89:6 (89-7) Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN, yang sama seperti TUHAN di antara penghuni sorgawi? TB?????

Apa tidak lebih tepat kalau diterjemahkan begini

Psa 89:6 (89-7) Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan Yahweh, yang sama seperti Yahweh di antara anak-anak para elim (= tuhan-tuhan)?

elim plural dari el = strength; as adjective, mighty; especially the Almighty (but used also of any deity):–God (god), X goodly, X great, idol, might(-y one), power, strong. Compare names in “-el.”

Bahkan Yahweh sendiri disamakan dengan para Baal

Exo 15:11 mi kamokaha ba-elim Yahweh mi kamoka ne-adar beqqodesh noura’ tehillot ‘oseh fele’

tis omoios soi en theois kurie ti omoios soi dedoxasmenos en agios thaupastos en doxais poion

Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?

Baal the same as ‘ba`al’ (1167); Baal, a Phoenician deity:–Baal, (plural) Baalim. = Dewa Baal. Di Lebanon kuil dewa Baal masih ada reruntuhannya (Baalbeck)

http://www.middleeast.com/baalbeck.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Baalbeck

Kristian

Padahal ayat nya jelas2 tidak menyamakan lho :

Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?

Apakah anda memahami bahwa menurut saya Yahweh dijadikan sama/ disetarakan dengan para Baal? Maksud saya tidak begitu, saya hanya menunjukkan bahwa para Baal / para dewa/ para allah oleh bible diakui existensinya alias disamakan keberadaannya.

Silahkan anda baca sendiri ayat itu dalam Hebrew dan greek

Exo 15:11 mi kamokaha ba-elim Yahweh mi kamoka ne-adar beqqodesh noura’ tehillot ‘oseh fele’

tis omoios soi en theois kurie ti omoios soi dedoxasmenos en agios thaupastos en doxais poion

kmow or kamow {kaw-mo’}; a form of the prefix “k-”, but used separately (compare ‘ken’; as, thus, so:–according to, (such) as (it were, well as), in comparison of, like (as, to, unto), thus, when, worth

Omoios dari lemma (h)omo adjective ; like, resembling from the base of omou – homou; similar (in appearance or character):–like, + manner.

Homo-: Combining form from the Greek “homos” meaning “same.”

Contoh: homoousius, homogen, homosex dll

Yang jelas Baal bukan Tuhan, Baal hanyalah exist sebagai berhala atau sesembahan, tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak sesuatupun yang dapat dibandingkan denganNya, Maha Suci Allah dari yang mereka sifatkan.

Berarti baru kepada MUSA nama יהוה di perkenalkan.

Jadi tidak ngawur seperti sudah secara ngawur di tulis archa dalam artikel jadi2an diatas.

Apa benar begitu?

Anda tahu siapa itu Bileam bin Beor (Bile’am bin Be’or) bukan?

Bileam adalah seorang kosem (juru tenung/ dukun/peramal – Joshua 13:22) bukan bani Israel, belum pernah bertemu dengan Musa, sudah menyebut Yahweh Tuhan.

Check numbers 22-24 (anda tahu kisahnya bukan?)

22:8 Wa yo`mer aleihim linu foh hallailah bahasiboti etekem dabar ka aser yahweh elai …etc

22:8 Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: “Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.” …etc

Diulangi lagi oleh Bileam

22:19 Wa atah sabu na` bazeh gam atem ha lailah wa eda’ah mah-yosef yahweh daber ‘immi

Oleh sebab itu, baiklah kamupun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.”

Dari mana ia mendapat info nama Yahweh?

Yang pasti bukan dari Moses/ Bani Israel.

Menurut Rabbinical literature Bileam dan juga Be’or, bapaknya adalah nabi-nabi kafir http://www.jewishencyclopedia.com/view. … &artid=161

So apakah Bileam mendapat info nama Yahweh dari Be’or bapaknya, lalu Be’or mendapat info dari mana? Lebih dahulu mana mendapat info nama Yahweh dengan Moses?

Timbul pertanyaan lagi, Yahweh mereka kenali sebagai Tuhan atau dewa?

Kisah Bileam

Deut 22:12 Wa yo`mer elohim el bile`am lo` telek ‘immahem lo` ta`or et ha’am ki baroka hu`

Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati.”

22:13 Wa yaqam bile`am baboqer wa yo`mer el sare` balaq laku el aratzakem ki me`en yahweh letiti lahaloka ‘immakem

Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: “Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu.”

Yahweh melarang Bileam berangkat bersama utusan Balaq bin Zipor, tapi setelah utusan kembali lagi kepada Bileam.

22:20 wa yabo` elohim el bile`am lailah wa yo`mer low im liqero` leka ba`u ha anasim qum leka itam wa`aka et ha dabar aser adaber eleika otow ha ‘aseh

Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: “Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.”

Yahweh mengizinkan Bileam pergi, tetapi

22:22wa yichar af elohim ki houlek hu` wa yittiyatsab mala’ak yahweh badereka lesathan…etc

Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN (Malaikat Yahweh) di jalan sebagai lawannya….dst

Diizinkan pergi tapi dimurkai, apa maksudnya?

Malaikat Yahweh adalah malaikat yang bernama Yahweh atau malaikat utusan Yahweh?

22:23 Wa tere` ha atwon et mala`ak yahweh nitstsab baderek wecharobu selufah beyadou…etc

22:23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya,…dst

22:32 wa yo`mer elayou mala`ak yahweh..etc

22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya:..dst.

Malaikat berfirman ????

22:34wa yo`mer bileam el mala`aka yahweh chetha`ati ki lo` yadati ky atah nitstsab liqera`ati bedereka we’atah imra’ be’aineika ‘asubah li.

Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: “Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang.”

Wa yo’mer mala`aka Yahweh el bile`am leka ‘im ha anasim wa`efes et ha dabar eser daber eleika otou tedaber wayyeleka bile’am ‘im sare` balaq

22:35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, [b]tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan.” Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.

Dicatat perkataan Malaikat Yahweh yang harus diucapkan oleh Bileam.

Malaikat Yahweh tidak mengatakan apa-apa, tapi Bileam mengatakan

.22:38…….ha daber aser yasim elohim bofi otou adaber

…..Perkataan yang akan ditaruh Allah ke dalam mulutku, itulah yang akan kukatakan.”

Malaikat Yahweh = Allah????

23:15 wa yo`mer el balaq hitayatsub koh ‘al ‘olateka wa anoki iqqareh koh

Kemudian berkatalah ia kepada Balak: “Berdirilah di sini di samping korban bakaranmu, sedang aku hendak bertemu denganNya (TUHAN) di situ.”

23:16 wa yiqqar yahweh el bile’am wayasem dabar bofiw wayo`mer sub el balaq wakoh tedaber

Lalu TUHAN menemui Bileam dan menaruh perkataan ke dalam mulutnya, dan berfirman: “Kembalilah kepada Balak dan katakanlah demikian.”

23:17 Wa yo’mer elaiyou wehinnewo nitsab ‘al ‘olatou wesare`mo`ab itou wa yo’mer lo balaq mah diber yahweh

Ketika ia sampai kepadanya, Balak masih berdiri di samping korban bakarannya bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. Berkatalah Balak kepadanya: “Apakah yang difirmankan TUHAN?”

Tercatat pada deut 22:35 perkataan Malaikat Yahweh yang harus diucapkan oleh Bileam. Malaikat Yahweh tidak mengatakan apa-apa, tapi Bileam mengatakan 22:38……..ha daber aser yasim elohim bofi otou adaber …..Perkataan yang akan ditaruh Allah ke dalam mulutku, itulah yang akan kukatakan.”

Malaikat Yahweh = Allah????

Juga pada Deut 23:16 tercatat Yahweh sendiri yang menaruh perkataan ke dalam mulut Bileam

Malaikat Yahweh = Yahweh????

Yahweh = Malaikat????

Penyembah Yahweh = Penyembah Malaikat??????

Bandingkan dengan

gen 48:15…ha elohim haro`eh oti me’audoti ‘ad hayaowm hazzeh

16 ha mala`aka hago`el oti mi kol ra` ha yabarek et ha na`arim..etc

gen 48:15-16 …..Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang, dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini,..dst

[QS 34:40] Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.

Kristian

Alkitab perjanjian lama sudah menyebutkan bahwa ALLAH adalah roh.

Muslim :

Setahu saya disebut rucha elohim = ruh Elohim bukan ruh = Elohim

Kristian

anda ini kan tidak ngerti sejarah bangsa israel dan alam pikir pada jaman itu. Dilihat dari konteks itu, ALLAH bangsa israel itu hanyalah salah satu dari sekial allah2 yang disembah bangsa2 yang ada di kanaan waktu itu.

Mungkin bisa di umpamakan sbg islam diantara sekian banyak kepercayaan sekarang. Islam itu cuma jadi salah satu agama.

Dari sudut pandang ini ayat tersebut berdiri. allah2 palsu yang disembah bangsa2 lain itu di anggap seakan2 ada, tapi dari antara semua allah2 yang ada, hanya ELOHIM YAHWE lah yang oleh penulis ayat itu disebut:”..siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?..”

pada exodus 20:3 (perintah ke dua dari sepuluh perintah Allah/ 10 Commandments) tercatat:

Exo 20:3 lo` yiheyeh leka elohim acherim ‘al panayya

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Yiheyeh, berasal dari akar kata hayah.

Hayah a primitive root (compare ‘hava’); to exist, i.e. be or become, come to pass (always emphatic, and not a mere copula or auxiliary):–beacon, X altogether, be(-come), accomplished, committed, like), break, cause, come (to pass), do, faint, fall, + follow, happen, X have, last, pertain, quit (one-)self, require, X use.

Contoh pemakaian Exo 3:14 ehyeh asher ehyeh – ego eimi o on

Hayah means “existed” or “was” in Hebrew.

Ehyeh asher ehyeh is generally interpreted to mean I am that I am (King James Bible and others), yet, as indicated, is most literally translated as “I-shall-be that I-shall-be.”

http://en.wikipedia.org/wiki/I_am_that_I_am

Anda tahu artinya “ada” bukan?

Kurang yakin? Septuagint yang katanya terjemahan Hebrew tertua yang dibaca oleh kaum Jahudi ditanah Judea termasuk Jesus dan para apostle tercatat

Exo 20:3 ouk esontai soi theoi eteroi plen emou

esontai berasal dari lemma eimi (verb, 3rd Person Future Middle Indicative Plural) = to be, to exist

Bandingkan dengan Exo 3:14 … ego eimi o on

M’sieu Barraque saya mau tanya kepada anda selaku orang yang katanya mengetahui sejarah Israel, anda mendapat informasi atau idea darimana sehingga anda mengeluarkan statement seperti diatas (lihat kalimat yang di underlined pada postingan anda yang di quote)?

Anyway statement anda menyiratkan bahwa anda juga seorang monolatrist atau henotheist alias setali tiga uang dengan rekan-rekan seiman anda.

[QS 2:78] Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.

kristian

baca kejadian pasal 1 deh.

Pada Genesis 1 hanya sekali tercatat kata roh,

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Genesis 1:2Wa ha aretz hayetah tohu wa bohu wa chosek ‘al penei tehom wa rucha elohim merachefet ‘al penei ha mayim

Trans. by Jewish

The earth was unformed and desolate, and darkness covered the surface of the deep. The spirit [wind] of G-d hovered above the surface of the water.

Tercatat rucha Elohim = the spirit of god = roh Allah, tidak diterjemahkan menjadi the spirit is the God = roh adalah Allah.

Septuagint

e de ge en aoratos kai akataskeuastos kai skotos epano tes abussou kai pneuma theou epepheto epano tou udatos

Trans. by EC. Marsh

But the earth was unsightly and unfurnished, and darkness was over the deep, and the Spirit of God moved over the water.

Tercatat pneuma theou = the spirit of god = roh Allah dan tidak diterjemahkan menjadi the spirit is the God = roh adalah Allah.

So dimana adanya statement pada Alkitab perjanjian yang menyebutkan bahwa ALLAH adalah roh??????

Kristen

lihat ayat ini!

Yoh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

john 4:24 [b]pneuma[/]b o theos kai tous proskunountas auton en pneumati kai alêtheia dei proskunein (stephanos)

pneuma o theos terjemahan literalnya adalah spirit the God = roh sang Tuhan, bagaimana mengartikannya?

Apakah dengan analogi seperti Alexander the Great = Alexander yang Agung —-> Spirit the God = Roh yang Tuhan?

Pada terjemahan bahasa Inggris terjadi perbedaan pendapat antara God is Spirit dan God is the Spirit.

http://lists.ibiblio.org/pipermail/b-gr … 43450.html

The TR lacks a definite article before Pneuma in John 4:24. It reads “Pneuma o Theos”, literally “Spirit the God” etc. http://www.baptistboard.com/showthread. … 044&page=2

However, the question is created because of the definite article (pneuma o Theos) and the absence of a predicate. http://www.advanceministries.org/articl … es/kjv.htm

Apa arti pneuma??

john 4:24 pneuma o theos kai tous proskunountas auton en pneumati kai alêtheia dei proskunein (stephanos)

4:24 spiritus est Deus et eos qui adorant eum in spiritu et veritate oportet adorare [vulgate)

Spirit (Spir"it) (?), n.

[OF. espirit, esperit, F. esprit, L. spiritus, from spirare to breathe, to blow. Cf. Conspire,

Expire, Esprit, Sprite.]Hebrew: ruach; Greek: pneuma, meaning wind or breath www.christiananswers.net/dictionary/spirit.html

The Hebrew (Ruach) and Greek (Pneuma) words translated “Spirit” both have a basic meaning of “breath” or “wind.” The Greek word comes from the primitive root, “pneo,” meaning “to breathe” or “to blow.”Thus,the noun for meaning a breath or a wind. The Hebrew word comes from the root “ruach” also meaning “to blow,” or figuratively, “to breathe.”

http://members.nuvox.net/~on.roz/God/spirit/

Ingat istilah pneumonia, pneumatic dll.

Tuhan/ Allah/ Elohim = roh = ruach = spirit = pneuma = napas/angin????

Pertanyaannya adalah darimanakah John/ pengarang kitab John mendapat idea “pneuma o theos”?

Silahkan anda check sendiri ada atau tidaknya konsep ruach = Elohim dalam Judaism, yang jelas konsepsi pneuma (roh) = Theos (Tuhan) dimiliki oleh Hellenism diantaranya, kepercayaan yang dianut orang-orang di tempat christianity di lahirkan dan berkembang, sebelum maupun sesudahnya.

Yes, the doctrine of the Trinity was imposed during one of those early Church Councils. As we talked already on this list, it’s likely that the context of a triune divine nature came from earlier Greek thinking: i.e., Architect, Logos, and Pneuma. It’s murkier when it comes to this Greek thought, in relation to later Christian thinking, regarding that the three aspects (or descriptions of God) somehow are actually “three in One.

www.bizcharts.com/stoa_del_sol/logostalk/imaging.html

Zeno of Citium (335-263 BCE), the founder of Stoicism, was very interested in the nature of the soul. He and his protégé Cleanthes (331-232 BCE) emphasized the active nature of the mind by identifying it as an internal fire or vital heat. It was not until Chrysippus (c. 280-207 BCE) that Stoic psychology reached its mature state. According to Chrysippus, the human soul consists of a breath-like substance called pneuma

The pneuma of the human soul (pneuma psychikon) is said to be a mixture of air and fire. Some Stoics saw this soul as a literal mixture of fire and air, others associated it with a refined fire (similar to aether) or vital heat. The pneuma permeating the body was held to be a portion of the divine pneuma permeating and directing the cosmos. The human soul is a portion of God within us, both animating us and endowing us with reason and intelligence.

http://people.bu.edu/wwildman/WeirdWild … heme04.htm

Anda bisa menyimpulkan sendiri, dari mana datangnya konsep pneuma = theos / roh = Tuhan.

Ada tambahan info “ruach” – “pneuma”. Berdasarkan Talmud ternyata konsep pneuma o theos/ roh = Tuhan????? tidak ada pada Judaism.

The Spirit was among the ten things that were created on the first day (Ḥag. 12a, b).

Roh itu adalah diantara 10 makhluk yang diciptakan dihari pertama.

http://www.jewishencyclopedia.com/view. … 5&letter=H

“Another Rabbinic concept to indicate the nearness of God and His direct influence on man is that of Ruach Hakodesh (the Holy Spirit). Sometimes it seems to be identical with the Shekhinah as expressing the divine immanence in the world… More often it is employed to describe the endowment of a person with special gifts. Prophecy, in the sense of the ability to interpret the will of God, is the effect of which the Holy Spirit is the cause. Its possession also endows one with foreknowledge” (‘Everyman’s Talmud’ by Abraham Cohen p. 45).

So, anda cs mendapatkan konsep pneuma o theos/ roh = Tuhan dari Hellenism/ Stoicism atau dari Judaism?

Kalau anda ngotot terjemahan literal “pneuma o theos” bukan “spirit the god”, silahkan anda tanyakan kepada J. Warren Wells pengarang buku “Concordance of Classical Greek: Hesiod”

http://www.lulu.de/content/731352

Ia menulis komentar

J. Warren Wells

In a similar way translations of the Greek “pneuma ho theos” (spirit the god) at John 4:24 usually say either “God is spirit” or “God is a spirit” where both give the same sense of “what” God is, not who he is

http://www.forananswer.org/Top_JW/Schol … icJohn.htm

Cobalah anda baca postingan saya pada threat ini 10 May 08 – 9:56 pm, disitu ada pemosting yang juga menterjemahkan “pneuma ho theos” secara literal dan pada link-link yang saya quote, dibicarakan perbedaan “pengertian” “pneuma ho theos” (spirit the god) yaitu adalah “God is spirit” atau “God is a spirit”.

So sebagai orang yang mengaku bahasa Inggrisnya tidak payah, saya mau tanya apa terjemahan literal “spirit the god”??

Dan “God is spirit” atau “God is a spirit” yang mana diantara kedua pengertian itu yang benar??.

Kembali kepertanyaan saya: Dimanakah tercatat didalam PL bahwa Allah/ Yahwe/ Adonai = roh??????

Konsep Allah/ Tuhan adalah roh dari mana asalnya, dari PL atau dari ajaran pagan??????

Belajar memahami secara obyektif lebih giat ya, supaya tidak tersesat

Kristian

anda yang mengatakan roh = Tuhan itu siapa? bla bla bla..

Namun namun juga bingung untuk memaknai “roh yang Tuhan”.

MUSLIM :

saya kira yang bingung (confuse) adalah anda sendiri, silahkan anda check perdebatan rekan-rekan seiman anda dalam memaknai pneuma o theos, god is spirit atau god is the spirit, menurut anda mana yang benar???.

Yang jelas John 4:24 dalam Greek, disebutkan pneuma o theos = spirit the god, cobalah anda translate sendiri spirit the god secara literal kedalam bahasa Indonesia.

Lalu memaknainya bagaimana? Bila dilihat dari urutan kata seperti pada kurios o theos – lord the god, katanya dimaknai menjadi Lord God, Tuhan Allah, apakah itu berarti juga bisa dimaknai Tuhan adalah Allah? Kalau ya maka pneuma o theos bisa diartikan Roh adalah Tuhan bukan ????

Dalam Encyclopedia Americana, Trinity, p116 juga disebutkan the Spirit is God apa dasar terjemahan itu dan dari mana munculnya kata sandang “the”???

Cobalah anda jelaskan secara sistematis, text book dan bukan berdasarkan doktrin/nafsu/ imaginasi anda sendiri, bagaimana term pneuma (roh) o (yang/ sang) theos (tuhan), meskipun disitu sama sekali tidak ada “o” (greek) “to be” – “en” (greek)/ “is”/ “adalah”, menjadi dapat bermakna God is (a) Spirit = Tuhan adalah Roh, bandingkan dengan John 1:1 …..theos ( Tuhan ) en (adalah) o ( yang / sang) logos (kata) yang katanya bermakna the Word was God = Firman adalah Tuhan. (Potongan ayat yang disebut belakangan juga perlu penjelasan).

Anyway, apapun makna pnuema o theos, Roh adalah Tuhan ataupun Tuhan adalah Roh seperti yang anda kehendaki, sepengetahuan saya konsep itu tidak ada didalam PL alias tidak pernah diajarkan dalam PL, so, dari mana asalnya konsep Tuhan adalah Roh yang dipakai dalam Christianity sekarang???

Apa bukan dari ajaran Hellenisme?????

kristian

Dalam PL banyak menyebutkan tentang roh, dan untuk membedakannya pada Tuhan selalu di sandangkan sebagai Roh Tuhan, yang dalam paham kristen disebut Roh Kudus sebagai salah satu entitas Tuhan dengan dasar Gen 1:2

Apa ada ayat PL yang menyebutkan Tuhan adalah Roh?????

Pada Genesis 1:2 tercatat rucha elohim – pneuma theos – the spirit of god – roh Allah, tidak berarti god is the spirit – Allah adalah Roh bukan????

Term “ruach” atau “rucha” dalam PL (Hebrew) memang ada yang berkonotasi divine (bersifat Ilahiah) tapi bukan berarti Tuhan adalah roh. Kalau anda ngotot mengclaim bahwa orang Jahudi berdasarkan PL mengakui konsep “Tuhan adalah Roh” – god is a spirit– ha elohim ruach hu` (menurut Hebrew gospel), baru ditinjau dari segi tata bahasa (Hebrew) saja itu sudah tidak nyambung.

Elohim = subject – noun, masculine

ruach = nominal predicative of the subject – noun, feminine,

subjek (masculine) tidak nyambung dengan predikatif nominal subjeknya (feminine) alias it doesn’t make sense.

Apa arti “Roh Allah” menurut anda, “Roh milik Allah” seperti “alam semesta” milik Allah atau “Allah itu memiliki roh” seperti “manusia memiliki roh”, yaitu roh yang ada di dalam manusia????

Bagaimana dengan yang ini …. ruach elohim ro’eh……. roh jahat (yang dari pada) Allah…. (1 samuel 16:16) apakah itu berarti Allah adalah roh jahat, atau ….. o echôn ta epta pneumata tou theou….. Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah …..(revelation 3:1/ 4:5) apakah itu berarti Allah adalah tujuh (heptanity)????????????

Anyway, bila anda tetap ngotot bahwa the spirit of god – roh Allah berarti god is the spirit – Allah adalah Roh, silahkan anda ajukan argumentasi anda.

Term roh kudus – pneuma agion – ruach ha qodesh setahu saya juga tidak tercatat dalam PL, term Ruach ha Qodesh tercatat dalam Talmud dan Pneuma Agion tercatat pada PB itupun pengertian Ruach Ha Qodesh menurut Judaism tidak sama dengan Pneuma Agion menurut Christianity . Silahkan anda check sendiri.

Disebutkan dalam PL ungkapan “yang paling mendekati” Roh Kudus tercatat dalam bahasa Aram pada kitab Daniel, yaitu perkataan Nebuchadnezzar, raja penyembah berhala.

Dan 4:8 Wa’ad achorin ‘al qadamai dani`el di sameh belatasa`atztzar kasum elahi wedi rucha elahin qadishin beh wachelama` qadamwohi amaret

Eos ou elthen Daniel on to onoma baltasar kata to onoma theon mon os pneuma theon agion en eauto echei kai to enupnion enopion autou eipa. Sept.

Daniel 4:8 Pada akhirnya Daniel datang menghadap aku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa yang kudus. Lalu kuceritakan kepadanya mimpi itu: TB

roh para para dewa yang kudus – rucha elohin qadishin – pneuma theon agion

Mengapa justru Nebuchadnezzar seorang raja pagan yang mengenal rucha elohin qadishin?

Apakah Nebuchadnezzar berkeyakinan bahwa rucha elohin qadishin – roh para para dewa yang kudus = Tuhan?

Apakah Daniel juga berkeyakinan bahwa rucha elohin qadishin – roh para para dewa yang kudus = Tuhan?

Kalau konsep pneuma o theos – Allah adalah roh memang diajarkan dalam PL postingkanlah ayat-ayatnya, kalau memang tidak ada/ tidak diajarkan diakui sajalah tidak usah berbelit-belit mencari excuse.

So, konsep pneuma o theos tidak dikenal dalam Judaism dan faktanya berasal dari Hellenism, dan itu adalah konsep theology baru alias konsep ketuhan baru, elohim acherim.

Deut 5:7 Lo` yiheyeh laka elohim acherim ‘al fanayya

5:7 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku

acherim ( arabic akhir) trans. literal belakangan.

elohim acherim = tuhan lain/ tuhan baru.

kristian

Sementara itu untuk memahami mengapa dalam Joh 4:24, literal “spirit THE God” diterjemahkan sebagai “Tuhan adalah roh” adalah dengan membaca secara keseluruhan Joh 4:21-24, dan Joh 4:23 menjawab dasar konsep “pneuma o theos”

muslim

Setahu saya konsep “Tuhan adalah roh” tidak diajarkan dalam PL, yang diajarkan adalah “Tuhan tidak ada yang menyamaiNya”.

Isa 40:25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.

46:5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?

Sya kira anda sebaiknya merenungkan

Deut 31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.

31:29 Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu.”

Terutama yang ini

Isaiah 41:29 hen kullama awen efes ma’asehem rucha wabohu nisakehem.

Behold, they [are] all vanity their works [are] nothing their molten images [are] wind and cofusion

Isa 41:29 Sesungguhnya, sekaliannya mereka seperti tidak ada, perbuatan-perbuatan mereka hampa, patung-patung tuangan mereka angin dan kesia-siaan

rucha (roh) diterjemahkan angin, tohu (confusion) diterjemahkan kesia-siaan kalau diterjemahkan menjadi roh dan kebingungan,

Isa 41:29 Sesungguhnya, sekaliannya mereka seperti tidak ada, perbuatan-perbuatan mereka hampa, patung-patung tuangan mereka roh dan kebingungan

Siapa yang menyembah roh dan siapa yang kebingungan masalah God is Spirit atau God is a Spirit)?????

Sekarang kita pelajari John 4:21-24

4:21 legei autê o iêsous pisteuson moi gunai oti erchetai ôra ote oute en tô orei toutô oute en ierosolumois proskunêsete tô patri

4:21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

4:22 umeis proskuneite o ouk [d]oidate[/b] êmeis proskunoumen o oidamen oti ê sôtêria ek tôn ioudaiôn estin

4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

4:23 all erchetai ôra kai nun estin ote oi alêthinoi proskunêtai proskunêsousin tô patri en pneumati kai alêtheia kai gar o patêr toioutous zêtei tous proskunountas auton

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

4:24 pneuma o theos kai tous proskunountas auton en pneumati kai alêtheia dei proskunein

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

oidate/ oidamen (lemma eido) a primary verb; used only in certain past tenses, the others being borrowed from the equivalent optanomai – optanomai and oraw – horao; properly, to see (literally or figuratively); by implication, (in the perfect tense only) to know:–be aware, behold, X can (+ not tell), consider, (have) know(-ledge), look (on), perceive, see, be sure, tell, understand, wish, wot. Compare optanomai – optanomai

oidate Verb 2nd Person Perfect Active Indicative Plural,

oidamen 1st Person Perfect Active Indicative Plura

Sekarang bandingkanlah kata oidate/oidamen dengan kata eidololatreia = idolatry/ pemberhalaan

eidololatreia from eidolon and latreia – latreia ; image-worship (literally or figuratively):–idolatry.

eidolon from – eidos; an image (i.e. for worship); by implication, a heathen god, or (plural) the worship of such:–idol.

eidos from eido; a view, i.e. form (literally or figuratively):–appearance, fashion, shape, sight.

Ternyata oidate/oidamen melihat/ mengenal dengan eidololatreia adalah berasal dari lemma yang sama eido= mengenal

Term Koine Greek mengenal yang dipakai dalam John 4:24 dan pemberhalaan keduanya berasal dari kata yang sama {b]eido{/b]

So, apakah tindakan yang katanya bisa mengenal (oidate) Tuhan seperti pada pengertian tersebut caranya sama dengan tindakan mengenal pada pemberhalaan (eidololatreia)???

Apakah penyembahan dalam Roh bisa dikategorikan animism atau shamanism?

Greeks, Romans, Santeria, Voodoo, American Indians, Mayas, Witches, Ancestors, Hindus…

The “Primitive Religions” were born in the five Continents, more than 3,000 years ago, mostly in the form of “Animism”, because they believed that everything has a “soul”, an “anima” in Latin, a “spirit”… including animals, plants, rocks, mountains, rivers, stars… each “anima” is powerful, spiritual, that can help or hurt them, including the souls of the dead, the “ancestors”.

http://www.religion-cults.com/Ancient/A … nimism.htm

The term animism is derived from the Latin word anima meaning breath or soul. The belief of animism is probably one of man’s oldest beliefs, with its origin most likely dating to the Paleolithic age. From its earliest beginnings it was a belief that a soul or spirit existed in every object, even if it was inanimate. In a future state this soul or spirit would exist as part of an immaterial soul. The spirit, therefore, was thought to be universal.

http://www.themystica.com/mystica/artic … nimism.htm

Shamanism refers to a range of traditional beliefs and practices concerned with communication with the spirit world

http://en.wikipedia.org/wiki/Shamanism

Atau seperti suku Indian.

The Chippewa recognize, high over all, Kitshi Manito, the Great Spirit, and next in rank Dzhe Manito, the Good Spirit, whose servant is Manabozho.

http://www.oldandsold.com/articles26/in … y-10.shtml

kristian

Namun inti dari Joh 4:21-24 adalah suatu ajaran untuk mengenal Tuhan, yakni apa yang dikehendaki Tuhan. Hal mana luput dari AlQur’an yang diklaim sebagai penyempurna, namun ternyata “bingung” dalam masalah roh, penyempurnaan apa yang AlQur’an lakukan???????

Anda ingin mengenali Tuhan siapa Dia atau apa Dia?

Al Quran menjelaskan siapa Allah antara lain dengan mengenali Sifat-SifatNya dan Karya-KaryaNya, banyak sekali ayat-ayat Al Quran yang mengajarkan mengenali tanda (ayat) dan cara untuk mengenaliNya.

[27:93] Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan”.

13:2] Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu

[2:118] Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: “Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

[20:14] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

dll

Kalau saya tidak salah, anda menghendaki pengenalan secara “apa Dia” (eido) pengenalan seperti itu apa dalam PL diajarkan??, dalam Al Quran jelas tercatat:

112:4 dan tidak ada yang setara dengan Dia”,

42:11 ………. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, …. dst.

Sekarang saya mau tanya, dapatkah anda menjelaskan Roh atau roh itu apa?

BERSAMBUNG

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

89 comments

  1. Ini bukan soal menang-kalah bung!!! Tapi soal bener-salah!!!

Tinggalkan Balasan