Jumat , 25 April 2014
INFO
Home / DEBAT / Debat / APAKAH KITAB SUCI ANDA ADALAH WAHYU???

APAKAH KITAB SUCI ANDA ADALAH WAHYU???

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik yang dilemparkan seorang yang mengaku atheis kepada seorang aktivis JIL dalam sebuah diskusi panel dimarkas JIL di Utan Kayu ketika membahas tulisan seorang Iaones Rahmat yang berjudul “Alkitab 80% fiksi 20% fakta”. “Apakah anda percaya bahwa Al-Qur’an adalah wahyu??”. Aktivis JIL tersebut menjawab bahwa dia tidak percaya bahwa Al-Qur’an adalah wahyu, Al-Qur’an hanyalah karangan Muhammad. Jawaban ini dimaklumi keluar dari seorang yang tidak percaya/mengakui adanya Tuhan (atheis) yg berlabel Islam Liberal. Jawaban aktivis JIL ini langsung direnspons oleh penanya dengan berkata kepada Ulil sang dedengkot JIL. “Lil, seharusnya JIL dirubah menjadi Jaringan Atheis Liberal aja!!” perkataan itu sangat penulis setujui karena label “Jaringan Islam Liberal” adalah sebuah bentuk pembodohan yang dilakukan oleh para atheis. Semua orang Islam mengakui bahwa Al-Qur’an adalah wahyu.

Pertanyaan yang hampir serupa juga pernah ditanyakan moderator Katolisitas (Inggrid dan stefanus) kepada penulis ketika akan berdiskusi mengenai ayat Alkitab disitus katolisitas. “Apakah anda percaya bahwa Alkitab itu wahyu atau bukan, kalau wahyu maka haruslah anda percaya keseluruhan tidak sebagian-bagian, kalau bukan maka untuk apa anda membahas sesuatu yang tidak anda percayai sebagai wahyu??” dari sini penulis tidak memberikan jawaban lugas seperti aktivis JIL, penulis hanya mengatakan bahwa sebuah kitab suci (alkitab) itu dikatakan sebagai wahyu atau bukan adalah tergantung dari yang mempercayainya karena pastinya semua penganut agama meyakini bahwa kitab suci mereka adalah wahyu yang diturunkan oleh Tuhan.

Sebuah kitab suci bisa dikatakan sebagai benar-benar wahyu ternyata hanya mempunyai satu parameter yang tidak universal yaitu “percaya”. Kenapa hanya “percaya” yang menjadi parameternya?? Karena memang belum pernah ada manusia yang hidup yang pernah benar-benar bisa menghadirkan Tuhan Yang Maha Esa pencipta alam semesta ini untuk memberi kesaksian kepada seluruh manusia mana dari kitab suci yang ada didunia ini yg benar-benar merupakan firmanNya. Lalu bagaimana cara kita mengetahui secara pasti apakah kitab suci yg kita miliki sekarang ini adalah benar-benar wahyu??

Maka tentu saja kita akan menemukan jawabannya setelah kita mati. Yang bisa kita lakukan sekarang ini hanyalah melihat dan meneliti kandungan dari kitab suci yang kita miliki, apakah kitab suci kita menjabarkan tentang pemahaman keTuhanan dengan benar?? Apakah kitab suci kita sudah terbebas dari ajaran-ajaran pemberhalaan? yaitu ajaran mematerikan Tuhan (menyembah Tuhan yg berinkarnasi menjadi bentuk-bentuk materi seperti manusia, matahari, dewa, bulan, dsb)??? Kalau “tidak” berarti kitab suci anda sudah salah dalam mengajarkan faham keTuhanan dan sudah pasti itu bukan wahyu Tuhan. Kalo “iya” berarti kitab suci kita sudah benar dalam mengajarkan faham Ketuhanan, apakah nantinya itu wahyu atau bukan maka tinggal kita kembalikan kepada Tuhan nanti.

About abu althaf

Loading Facebook Comments ...

113 comments

  1. miguel servetus

    coba perhatikan :

    lukas
    3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

    masak kan yg namanya kitab suci yg di kalim wahyu memakai kalimat yg tak pasti:menurut anggapan orangjelas injil lukas bukanlah wahyu.tetapi cuma usaha2 penulisan yg di anggap ajaran2 yesus,dengan mencomot berita dari manapun tampa memeriksa validitas berita dan rawi.waktu injil lukas di tulis,ajaran yesus dan injil asli yesus telah hilang,yg ada adalah campuran antara ajaran2 asli yesus san berbagai dongeng dan gossip yg tak jelas

    • berarti injil itu malah dibawah hadis ya?? wekekekekeke

    • @Kang Miguel Servetus
      :D jika sampean baca debat kusir di FFI maka sangat jelas sekali kebodohan orang-orang kristen :D

      Re: BUKTI KUAT QUR’AN KARANGAN MUHAMMAD
      by moh_mad007 » Sun Apr 12, 2009 7:55 am

      k3nj1 wrote:
      dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (An Najm : 3-4)

      Coba jelaskan ya…apa maksud “wahyu yang diwahyukan” ???

      Nabi Adam a.s => ism(a) (nama something)… wahyu.
      Nabi Nuh a.s => B
      ismILLAHi (nama) majreha …. wahyu “ism” + “Allah”
      Nabi Ibrahim a.s => Bismillahir rahmaanir rahiim …. wahyu basmallah secara utuh :D
      (
      **** Lih. Kops SURAT NABI SULAEMAN A.S kepada RATU BALQIS (QS 27:30) dan beliau adalah keturunan Nabi Ibrahim a.s. *** )

      Nabi Isa Al Masih => Bismillahir rahmaanir rahiim, Qul huwa Allahu Ahad… wahyu yang diwahyukan (baca: firman yang di firmankan) berupa INJIL

      Nabi Muhammad s.a.w => FULL WAHYU YANG DI WAHYUKAN berupa AL KITAB QUR’AN

  2. mantab banget debatnye … keren keren…

  3. Sayang sekali Muhamadnya sudah mati. Coba kalau masih hidup saat ini kita bisa tanyakan langsung. Kita pasti tahu jawabnya. Jika berdebat dengan keyakinan saja maka akan banyak hal selau kontradiksi. Tapi yang pasti bahwa sebuah buku walaupun yang namanya kitab suci sekalipun pasti ada yang membuat. Kita sepakat to bahwa kitab suci-kitab suci kita tidak jatuh dari langit ? Kalau diwahyukan mestinya secara lisan kan. Baru kemudian ditulis kedalam kertas. Nah menuliskannya kedalam kertas itu pasti manusia, Bisa saja muhamad. Kalau AL Quran Buatan Muhamad ya gak usah disanggah terlalu dalam karna ada benarnya. Masalah wahyu itu benar atau tidak harus ada saksi. Dicantumkan saksinya hari apa, pukul berapa terjadinya, siapa yang ikut mendengar. Jika setiap wahyu terjadi secara demikian maka pasti tidak akan ada lagi bantahan. Tetapi jika wahyu itu didengar oleh satu orang saja, terlebih ditempat gelap dan sebagainya maka wahyu itu pasti dipertanyakan. Menurut saya kita sebagai pemeluk agama secara rasional haruis sangat bijaksana dalam memahami kalimat yang dinamakan wahyu ini. Merdeka.

    • @ mas_manto “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:22-23). Tolong direnungkan hal ini ya…. :)

Tinggalkan Balasan