Jumat , 25 April 2014
INFO
Home / ISLAM / Renungan / Bangga menjadi seorang Muslim

Bangga menjadi seorang Muslim

Di antara nikmat yang tidak terhitung bagi kita semua adalah ni’matul wujud atau nikmat kehidupan. Bahwa kita dijadikan salah satu makhluk-Nya yang dimuliakan yang hidup di alam raya ini. Kehidupan ini memberikan kepada kita hak-hak yang luar biasa banyaknya setelah Allah swt memberikan eksistensi/keberadaan diri kita dalam kehidupan.

Karunia kedua, ni’matul insan, fakta bahwa kita adalah manusia yang ditetapkan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan, keunggulan dalam struktur jasmani dan ruhani dibanding makhluk-makhluk lainnya.

Karunia ketiga, ni’matul ‘aql atau karunia akal. Allah swt memberi kepada kita kemampuan membaca dan menulis, kemampuan untuk menjelaskan, kekuatan untuk memahami ayat-ayat-Nya yang tersurat dan tersirat, diantara ayat-ayat-Nya yang tidak tertulis adalah fenomena di alam raya ini.

Lebih dari pada itu, ada karunia yang jauh lebih besar. Yakni,  ni’matul hidayah ilal Islam (karunia petunjuk menjadi seorang Muslim). Inilah nikmat yang paling mulia dan paling berharga.

Dan ini tidak Allah berikan kepada semua manusia, melainkan hanya kepada kita.

“Sesungguhnya kenikmatan beragama hanya Aku berikan kepada hamba yang Aku pilih dari hamba-hamba-KU yang shalih.” (al Hadits).

Karena itu nikmat ini haruslah kita syukuri. Inilah jalan satu-satunya yang Allah berikan kepada kita agar kita mendapat kebaikan/kemuliaan di dunia dan di akhirat.

“Jika kamu mensyukuri nikmat-Ku, pasti akan Aku tambah. Tapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, ketahuilah bahwa adzab-Ku pasti pedih .” (QS. Ibrahim (14) : 7)

Mensyukuri nikmat hidayah Islam itu dengan beberapa cara.

Pertama, syukuri nikmat ini dengan menumbuhkan perasaan bahwa kita bangga dan mulia dengan beragama Islam. Kita harus merasa bangga, percaya diri bahwa kita adalah orang Islam. Katakan kepada semua orang dengan penuh kebanggaan, ”Saya adalah orang Islam. Saya adalah umat tauhid. Saya adalah umat al-Qur’an. Saya adalah umat Muhammad saw.”
Dahulu para sahabat sangat bangga menjadi Muslim. Mereka mengatakan, ”Ayahku adalah Islam. Tiada lagi selain Islam. Apabila orang bangga dengan suku, bangsa, kelompok, marga, perkumpulan, paham mereka, tapi aku bangga nasabku adalah Islam.

Suatu ketika Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu ditanya, ”Keturunan siapa Kamu ?” Salman yang membanggakan keislamannya, tidak mengatakan dirinya keturunan Persia, tapi ia mengatakan dengan lantang, ”Saya putera Islam.” inilah sebabnya Rasulullah saw mendeklarasikan bahwa, ”Salman adalah bagian dari keluarga kami, bagian dari keluarga Muhammad saw.”

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئاً وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللّهِ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Katakanlah, Hai Ahli kitab marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan suatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Ali Imran (3) : 64).

Maka tatkala ia merasakan keingkaran dari mereka (Bani Israil) berkatalah dia, Siapakah yang menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. “Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri.” (QS. Ali Imran (3) : 52).

Kita harus bangga bahwa kita adalah Muslim. Karena faktanya bahwa Islam itu diturunkan sebagai misi di mana Muhammad saw sebagai Rasulnya, juga diturunkan ke muka bumi dengan tujuan menyebarkan kasih sayang. Karena itu kita haruslah bangga, karena kitalah yang dinanti-nanti/dirindukan oleh umat manusia. Kita rahmat bagi alam semesta ini. Kita bagaikan air yang dirindukan oleh orang yang haus dahaga. Kita adalah makanan yang sedang dimimpikan oleh orang yang lapar. Kita adalah thabib yang ditunggu-tunggu para pasien.

Fakta lain, kita harus bangga menjadi Muslim, adalah bahwa kita mempunyai kitab suci. Al-Qur’an sendiri telah menjamin bahwa kitab ini tidak mungkin ternodai. Tidak satu huruf atau titik pun yang akan merubah kesucian al-Qur’an yang sudah pasti di pelihara oleh Allah. Karena itu kebenaran al-Qur’an akan tetap abadi. Al-Qur’an yang ada di Indonesia adalah al-Qur’an yang ada dan dibaca oleh saudara-saudara kita di muka bumi lain. Al-Qur’an yang dicetak di Indonesia, Arab Saudi, Mesir adalah al-Qur’an yang dicetak di seluruh dunia. Oleh karena itu, kita mempunyai alasan yang sangat kuat bahwa kitalah pihak yang paling berhak menyampaikan kebenaran dari Allah kepada seluruh umat manusia.

Menjadi rahmat

Kita adalah rahmat untuk seluruh umat manusia. Rahmat bagi yang jauh dan dekat. Rahmat dalam keadaan damai dan keadaan perang. Rahmat untuk Muslimin dan Muslimat. Rahmat untuk manusia dan binatang. Rahmat untuk Muslim dan non-Muslim. Rahmat untuk lingkungan sosial kita. Al-Quran sendiri yang terdiri dari 114 surat, semuanya diawali dengan bismillahirrahmanirrahim kecuali surat at Taubah. Ini menunjukkan bahwa sifat yang menonjol, dan melekat pada diri Allah SWT adalah Ar Rahman dan Ar Rahim. Rahmat-Nya agung, Rahmat-Nya selalu mengalir, membasahi seluruh alam. Panutan kita Rasulullah saw dalam peri hidupnya memiliki sikap kasih sayang. Demikianlah Allah swt memuliakan kita dengan Al-Qur’an dan Rasul-Nya.

Cobalah perhatikan, pernah dalam suatu pertempuran Rasulullah saw menyaksikan ada seorang perempuan yang ikut terbunuh. Lalu beliau mengatakan kepada para sahabatnya, ”Tidak mungkin perempuan ini ikut berperang sehingga ia tidak layak di bunuh.” Demikian rahmat Islam dalam peperangan. Rasulullah saw melarang umatnya untuk membunuh perempuan, anak-anak, orang tua, para pendeta, merusak tempat ibadah, memotong pohon. Perang adalah perkara yang sangat dibenci dalam Islam meskipun perang itu sebagai kenyataan yang dipaksakan dalam kehidupan. Itulah sebabnya Islam menjelaskan bahwa kita adalah rahmat untuk manusia sekalipun kita berperang.

Tidak ada manusia yang mencintai perang. Tidak ada manusia yang senang dengan pertumpahan darah. Oleh karena itu, ketika Rasulullah saw ada kesempatan untuk membunuh lawan-lawannya dalam peristiwa Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah), tapi itu tidak pernah dilakukan oleh beliau. Ketika seluruh orang Quraisy berkumpul di sekeliling masjidil Haram sebagai pihak yang kalah, Rasulullah saw bertanya kepada mereka, ”Apa yang kalian duga yang akan saya lakukan kepada kalian?” orang-orang Quraisy itu tertunduk dengan mengatakan, ”Kami menduga engkau pasti akan melakukan sesuatu yang baik bagi kami karena engkau adalah saudara kami yang mulia (akhun karim),” Kemudian Rasulullah saw mengatakan kepada mereka, ”idzhabu faantum thulaqa’. laa yatsriba ‘alaikumul yaum. (Hari ini tidak ada dendam. Hari ini kalian bebas semuanya. Pergilah semuanya, kalian bebas.

Lihatlah bagaimana Rasulullah memperlihatkan kasih sayang, ketulusan dan kecintaannya. Bandingkan dengan karikatur yang digambarkan oleh orang-orang Denmark tentang Rasulullah dengan kartun yang menggambarkan Rasulullah dikelilingi perempuan sambil menghunus pedang. Itu sangat berlawanan (kontradiktif) dengan kemuliaan dan kasih sayang Rasulullah saw. Karena ternyata fakta sejarah menunjukkan Rasulullah saw justru mampu memunculkan rasa kasih sayang hingga dalam situasi beliau mampu melakukan apa saja terhadap musuh-musuhnya.

Bila kewajiban kita adalah mensyukuri nikmat Islam, maka kita harus bangga dengan Islam, dan itu artinya kita harus istiqamah dan konsisten serta konsekwen dengan ajaran Islam. Tidak cukup dengan kata-kata bahwa kita adalah Muslim, tapi kita harus mengamalkan apa yang diajarkan oleh Islam. Islam harus mewarnai kehidupan kita, dalam cara berpikir, bersikap, merasa, dan dalam seluruh gaya hidup kita semuanya. Islam sebagai pengarah tunggal dalam segala aspek kehidupan kita. Aspek ideologi, politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan pertahanan keamanan.

Jika kehidupan ini tidak ditemani oleh Islam akan membuat pemburunya kecewa dan akan terjadi penyesalan sepanjang hayat.

Marilah kita jadikan Islam sebagai darah daging kita dan jati diri kita. Di sinilah rahasia kemuliaan, kejayaan dan kemenangan kita secara mikro dan makro. Tunjukkan keislaman kita dengan bentuk apa saja; kepribadian, perilaku, pekerjaan dan hubungan. Di mana saja dan kapan saja.  Sebab, jika orang Islam tak bangga dengan Islam-nya, di situlah salah satu indikasi awal kemunduran Islam terjadi.

Wallahu a’lam. (hidayatullah)

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

50 comments

  1. Bah ….! Alkitab terbitan siapa itu ? Mungkin itu terbitan dari Mekah atau Medinah pantas begitu isinya. Tak sebejat itulah Yesus….hanya otak yang jorok yang melakukan itu!
    pake akal sehatmulah…di alkitab berapa kali Yesus naik Keldai maka engkau mengatakan ” seperti biasanya” dari mana kau dapat informasi ini? Apa orang kau anggap terus percaya jika angkau tuliskan seperti itu.
    Jangan tolollah kau kawan!

    • @lae batagor

      “Bah ….! Alkitab terbitan siapa itu ? Mungkin itu terbitan dari Mekah atau Medinah pantas begitu isinya. Tak sebejat itulah Yesus….hanya otak yang jorok yang melakukan itu!”

      jwb:

      wkwkwk udh tau yg buat jg kroni loe sndri pakai tanya siapa yg menerbitkan.
      umat paulus comentnya emang lucu2 mirip naskah srimulat
      wah ente new comer pantas kurang gaul, cari aja di google lalu ente resapi ajaran ente masak ada omongan tuhan seperti itu.

      yg gak pakai akal sehat adlh umat paulus, dibodohi ama pendeta.
      pendeta ente kalo kotbah pasti diambilkan ayat2 yg manis2 yg enak didengar coba apa berani pendeta loe kotbah soal ayat porno, sadis & jorok sekalian dipraktekkan di gereja.

  2. Buka matamu dan baca yang benar terbitan kitab tak ada seprti apa yang engkau buat itu.
    anda tukang kibul ya?
    kupikir kalau dia orang biasa saja tak melakukan hal sebodoh itu.
    jadi kesimpulanku; andalah yang menciptakan kalimat itu,,,,bagaimana seorang muslim yang sejati mengatai-ngatai nabinya sendiri?
    kalau Muhammad mengakui Yesus/Isa itu nabi ke 24 bagaiamana muslim di blok ini berpikir jorok seperti itu. Jujur ajalah!!!!!

    • Alkitab yang dikeluarkan oleh LAI tahun 2004

      Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. (Yehezkiel 23:20)

      bandingkan ame Alkitab terbitan LAI tahun 1970,

      Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan. (Yehezkiel 23:20)

      nah seemakin nampak halusnye khan, jadi kalau yesus main ame keledai di alkitab terbitan 1928 itu emang buetol

  3. Artinya Nabi pernah main rame-rame ye……wah siapa pula sutradaranya ya…pake obat kuat merek apa dia ya????

    Bah…. nabi siapa pula itu???
    Satu contoh yang hebat juga itu nabi bah…
    Heran aku membacanya…

    ada pula yang bangga punya nabi seperti itu. bangga menjadi seorang muslim..

    ooooo mungkin juga istri-istrinya lagi musim kawin

    Ini yang aku tulis tadi mengapa muslim, membuat aku jadi pusing-pusing seperti mengelilingi batu hitam. bah ngasega bah, kabur…..!

    • @lae batagor

      “Buka matamu dan baca yang benar terbitan kitab tak ada seprti apa yang engkau buat itu.
      anda tukang kibul ya?”

      Jwb:
      sekali lg pertanyaan seprti itu pantesnya ditujukan utk loe sendiri.

      “kalau Muhammad mengakui Yesus/Isa itu nabi ke 24 bagaiamana muslim di blok ini berpikir jorok seperti itu. Jujur ajalah!!!!!”

      jwb:
      Kita umat muslim emang mengakui Nabi Isa as. sbg rasul ke 24, kalian sndri yg memberhalakan Beliau & menuhankannya.
      Umat paulus sndri yg menghina om yesus sbg tuhan yg terkutuk di tiang salib.
      coment loe malah bikin ketawa aja

      “ada pula yang bangga punya nabi seperti itu. bangga menjadi seorang muslim..”

      jwb:
      gue emang bangga mjd seorang muslim & insyaallah menjalankan syariat Islam.
      sedangkan loe apa bs menjalankan hukum taurat? no babi walaupun udh direvisi jd no babi hutan (wkwkwk kitab revisi), no alkohol, cungkil mata.

  4. @lee TAhuGORreng : suaramu nyaring tapi tak berilmu nakk…Kasihaannn

  5. @Lae Batagor

    hehehe… kitab lu yang sekarang pegang…. yang elu percayai, yang elu yakini dari hasil bimbingan roh kudus…. ternyata dari nabi yang elu maksud ya?
    Musa (Kitab Taurat), Hosea (kitab Hosea), Abraham, Salomo, Daud (kitab Mazmur), mereka istrinya berapa ya???

    cuma satu kitab dari yang impoten…. PAULUS BOTAK !!

  6. islam adalah rahmat bagi alam semesta, peretas damai dan penebar kasih sayang, islam tak mengajarkan kita untuk saling menghujat, dalam islam, tidak ada agama satu versus agama yang lain, tapi semua manusia bersaudara, saling berlomba2 dalam kebajikan, tuntunya didasari sikap toleransi sebagai penganut agama yang memiliki kitab suci dan terpancar dari sumber yang maha tunggal, islam, yahudi, dan kristen bersaudara sebagai keluarga allah..

Tinggalkan Balasan