Bangga menjadi seorang Muslim

Di antara nikmat yang tidak terhitung bagi kita semua adalah ni’matul wujud atau nikmat kehidupan. Bahwa kita dijadikan salah satu makhluk-Nya yang dimuliakan yang hidup di alam raya ini. Kehidupan ini memberikan kepada kita hak-hak yang luar biasa banyaknya setelah Allah swt memberikan eksistensi/keberadaan diri kita dalam kehidupan.

Karunia kedua, ni’matul insan, fakta bahwa kita adalah manusia yang ditetapkan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan, keunggulan dalam struktur jasmani dan ruhani dibanding makhluk-makhluk lainnya.

Karunia ketiga, ni’matul ‘aql atau karunia akal. Allah swt memberi kepada kita kemampuan membaca dan menulis, kemampuan untuk menjelaskan, kekuatan untuk memahami ayat-ayat-Nya yang tersurat dan tersirat, diantara ayat-ayat-Nya yang tidak tertulis adalah fenomena di alam raya ini.

Lebih dari pada itu, ada karunia yang jauh lebih besar. Yakni,  ni’matul hidayah ilal Islam (karunia petunjuk menjadi seorang Muslim). Inilah nikmat yang paling mulia dan paling berharga.

Dan ini tidak Allah berikan kepada semua manusia, melainkan hanya kepada kita.

“Sesungguhnya kenikmatan beragama hanya Aku berikan kepada hamba yang Aku pilih dari hamba-hamba-KU yang shalih.” (al Hadits).

Karena itu nikmat ini haruslah kita syukuri. Inilah jalan satu-satunya yang Allah berikan kepada kita agar kita mendapat kebaikan/kemuliaan di dunia dan di akhirat.

“Jika kamu mensyukuri nikmat-Ku, pasti akan Aku tambah. Tapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, ketahuilah bahwa adzab-Ku pasti pedih .” (QS. Ibrahim (14) : 7)

Mensyukuri nikmat hidayah Islam itu dengan beberapa cara.

Pertama, syukuri nikmat ini dengan menumbuhkan perasaan bahwa kita bangga dan mulia dengan beragama Islam. Kita harus merasa bangga, percaya diri bahwa kita adalah orang Islam. Katakan kepada semua orang dengan penuh kebanggaan, ”Saya adalah orang Islam. Saya adalah umat tauhid. Saya adalah umat al-Qur’an. Saya adalah umat Muhammad saw.”
Dahulu para sahabat sangat bangga menjadi Muslim. Mereka mengatakan, ”Ayahku adalah Islam. Tiada lagi selain Islam. Apabila orang bangga dengan suku, bangsa, kelompok, marga, perkumpulan, paham mereka, tapi aku bangga nasabku adalah Islam.

Suatu ketika Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu ditanya, ”Keturunan siapa Kamu ?” Salman yang membanggakan keislamannya, tidak mengatakan dirinya keturunan Persia, tapi ia mengatakan dengan lantang, ”Saya putera Islam.” inilah sebabnya Rasulullah saw mendeklarasikan bahwa, ”Salman adalah bagian dari keluarga kami, bagian dari keluarga Muhammad saw.”

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئاً وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللّهِ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Katakanlah, Hai Ahli kitab marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan suatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Ali Imran (3) : 64).

Maka tatkala ia merasakan keingkaran dari mereka (Bani Israil) berkatalah dia, Siapakah yang menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. “Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri.” (QS. Ali Imran (3) : 52).

Kita harus bangga bahwa kita adalah Muslim. Karena faktanya bahwa Islam itu diturunkan sebagai misi di mana Muhammad saw sebagai Rasulnya, juga diturunkan ke muka bumi dengan tujuan menyebarkan kasih sayang. Karena itu kita haruslah bangga, karena kitalah yang dinanti-nanti/dirindukan oleh umat manusia. Kita rahmat bagi alam semesta ini. Kita bagaikan air yang dirindukan oleh orang yang haus dahaga. Kita adalah makanan yang sedang dimimpikan oleh orang yang lapar. Kita adalah thabib yang ditunggu-tunggu para pasien.

Fakta lain, kita harus bangga menjadi Muslim, adalah bahwa kita mempunyai kitab suci. Al-Qur’an sendiri telah menjamin bahwa kitab ini tidak mungkin ternodai. Tidak satu huruf atau titik pun yang akan merubah kesucian al-Qur’an yang sudah pasti di pelihara oleh Allah. Karena itu kebenaran al-Qur’an akan tetap abadi. Al-Qur’an yang ada di Indonesia adalah al-Qur’an yang ada dan dibaca oleh saudara-saudara kita di muka bumi lain. Al-Qur’an yang dicetak di Indonesia, Arab Saudi, Mesir adalah al-Qur’an yang dicetak di seluruh dunia. Oleh karena itu, kita mempunyai alasan yang sangat kuat bahwa kitalah pihak yang paling berhak menyampaikan kebenaran dari Allah kepada seluruh umat manusia.

Menjadi rahmat

Kita adalah rahmat untuk seluruh umat manusia. Rahmat bagi yang jauh dan dekat. Rahmat dalam keadaan damai dan keadaan perang. Rahmat untuk Muslimin dan Muslimat. Rahmat untuk manusia dan binatang. Rahmat untuk Muslim dan non-Muslim. Rahmat untuk lingkungan sosial kita. Al-Quran sendiri yang terdiri dari 114 surat, semuanya diawali dengan bismillahirrahmanirrahim kecuali surat at Taubah. Ini menunjukkan bahwa sifat yang menonjol, dan melekat pada diri Allah SWT adalah Ar Rahman dan Ar Rahim. Rahmat-Nya agung, Rahmat-Nya selalu mengalir, membasahi seluruh alam. Panutan kita Rasulullah saw dalam peri hidupnya memiliki sikap kasih sayang. Demikianlah Allah swt memuliakan kita dengan Al-Qur’an dan Rasul-Nya.

Cobalah perhatikan, pernah dalam suatu pertempuran Rasulullah saw menyaksikan ada seorang perempuan yang ikut terbunuh. Lalu beliau mengatakan kepada para sahabatnya, ”Tidak mungkin perempuan ini ikut berperang sehingga ia tidak layak di bunuh.” Demikian rahmat Islam dalam peperangan. Rasulullah saw melarang umatnya untuk membunuh perempuan, anak-anak, orang tua, para pendeta, merusak tempat ibadah, memotong pohon. Perang adalah perkara yang sangat dibenci dalam Islam meskipun perang itu sebagai kenyataan yang dipaksakan dalam kehidupan. Itulah sebabnya Islam menjelaskan bahwa kita adalah rahmat untuk manusia sekalipun kita berperang.

Tidak ada manusia yang mencintai perang. Tidak ada manusia yang senang dengan pertumpahan darah. Oleh karena itu, ketika Rasulullah saw ada kesempatan untuk membunuh lawan-lawannya dalam peristiwa Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah), tapi itu tidak pernah dilakukan oleh beliau. Ketika seluruh orang Quraisy berkumpul di sekeliling masjidil Haram sebagai pihak yang kalah, Rasulullah saw bertanya kepada mereka, ”Apa yang kalian duga yang akan saya lakukan kepada kalian?” orang-orang Quraisy itu tertunduk dengan mengatakan, ”Kami menduga engkau pasti akan melakukan sesuatu yang baik bagi kami karena engkau adalah saudara kami yang mulia (akhun karim),” Kemudian Rasulullah saw mengatakan kepada mereka, ”idzhabu faantum thulaqa’. laa yatsriba ‘alaikumul yaum. (Hari ini tidak ada dendam. Hari ini kalian bebas semuanya. Pergilah semuanya, kalian bebas.

Lihatlah bagaimana Rasulullah memperlihatkan kasih sayang, ketulusan dan kecintaannya. Bandingkan dengan karikatur yang digambarkan oleh orang-orang Denmark tentang Rasulullah dengan kartun yang menggambarkan Rasulullah dikelilingi perempuan sambil menghunus pedang. Itu sangat berlawanan (kontradiktif) dengan kemuliaan dan kasih sayang Rasulullah saw. Karena ternyata fakta sejarah menunjukkan Rasulullah saw justru mampu memunculkan rasa kasih sayang hingga dalam situasi beliau mampu melakukan apa saja terhadap musuh-musuhnya.

Bila kewajiban kita adalah mensyukuri nikmat Islam, maka kita harus bangga dengan Islam, dan itu artinya kita harus istiqamah dan konsisten serta konsekwen dengan ajaran Islam. Tidak cukup dengan kata-kata bahwa kita adalah Muslim, tapi kita harus mengamalkan apa yang diajarkan oleh Islam. Islam harus mewarnai kehidupan kita, dalam cara berpikir, bersikap, merasa, dan dalam seluruh gaya hidup kita semuanya. Islam sebagai pengarah tunggal dalam segala aspek kehidupan kita. Aspek ideologi, politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan pertahanan keamanan.

Jika kehidupan ini tidak ditemani oleh Islam akan membuat pemburunya kecewa dan akan terjadi penyesalan sepanjang hayat.

Marilah kita jadikan Islam sebagai darah daging kita dan jati diri kita. Di sinilah rahasia kemuliaan, kejayaan dan kemenangan kita secara mikro dan makro. Tunjukkan keislaman kita dengan bentuk apa saja; kepribadian, perilaku, pekerjaan dan hubungan. Di mana saja dan kapan saja.  Sebab, jika orang Islam tak bangga dengan Islam-nya, di situlah salah satu indikasi awal kemunduran Islam terjadi.

Wallahu a’lam. (hidayatullah)

50 thoughts on “Bangga menjadi seorang Muslim

  1. Lihatlah bagaimana Rasullah memperlihatkan kasih sayangnya:

    Ada seseorang yang mengintip salah satu kamar Nabi, maka beliau menghampiri orang itu sambil membawa gunting yg akan ditusukkan ke orang tersebut. (Bukhari 6391)

  2. Seorang laki-laki mengintip kerumah Rasulullah melalui lubang pintu, ketika itu Rasulullah sedang menyisir rambut dengan sebuah sisir besi. Tatkala beliau mengetahui ada orang yang mengintip, beliau berkata :”Kalau aku tahu engkau mengintip pasti aku tusuk matamu”, lalu beliau bersabda :”Sesungguhnya disyariatkan ijin (memberi salam) agar menjaga penglihatan”. (Muslim 4013)

    Seorang laki-laki mengintip kerumah Rasululah sementara Rasulullah sedang menyisir rambutnya dengan ‘midra’ (sejenis sisir), maka beliau bersabda :”Sekiranya aku mengetahui kamu mengintip, sungguh aku akan mencolok kedua matamu. Bukankah diberlakukan meminta ijin demi pandangan..?”. (Bukhari 5469).

    “Jika seseorang mengintip rumahmu padahal kamu tidak mengijinkannya, lalu kamu melemparnya dengan batu sehingga membutakan matanya, kamu tidak mendapat dosa karenanya”. (Bukhari 6380).

    Seseorang mengintip ke rumah Rasulullah melalui lubang pintu, ketika itu Rasulullah sedang menyisir rambutnya dengan sebuah sisir besi. Maka beliau berkata :”Kalau aku tahu engkau mengintip, aku tusuk matamu. Sesungguhnya Allah mensyariatkan ijin (memberi salam) demi menjaga pandangan”. (Muslim 4014).

    Hadist tersebut berbicara soal adab, bahwa melakukan pengintipan terhadap rumah orang lain dan tidak meminta ijin atau memberi salam merupakan dosa besar yang sepadan dengan hukuman dicolok matanya hingga buta. Begitulah pelajaran sopan santun dalam Islam.

    • mengapa sadis, jika berbicara soal adab? apakah nusuk pake gunting, colok kedua matamu, lempar dgn batu hingga buta termasuk bahasa kasih sayang, beradab serta sopan santun? ataukah bukhari yang tak beradab?

      • Soal sadis atau tidak sifatnya relatif, apalagi kisah tersebut disampaikan dengan banyak jalur periwayatan yang antara lain bukan menceritakan soal ‘nabui menguber orang yang telah lancang mengintip’, tapi berbentuk omongan yang sifatnya mencela kelakuan orang tersebut. Tidak ada riwayat yang menceritakan bahwa Rasulullah pernah mencolok mata orang yang mengintip beliau..

  3. Hadist Muslim 4015 mungkin lebih memperjelas apa maksud ceritanya :

    Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ubaydillah bin Abu Bakar dari Anas bin Malik bahwa seorang laki-laki mengintip ke dalam rumah Rasulullah dari salah satu kamar beliau, maka Rasulullah berdiri menghampirinya sambil membawa busur panah yang tajam atau beberapa busur panah. Seakan-akan aku melihat aku melihat Rasulullah melakukan tipu-daya (maksudnya seolah-olah hendak menusuk, atau menakut-nakuti mau menusuk mata) hendak menusuknya.

    Dari rangkuman banyak periwayatan soal peristiwa tersebut bisa kita simpulkan bahwa kisahnya mengandung pelajaran tentang tercelanya perbuatan mengintip kedalam rumah orang lain tanpa ijin (atau memberi salam terlebih dahulu) kepada tuan rumah. Dosa tersebut seolah-olah sepadan dengan dicongkelnya mata si pengintip.

      • Bukhari dan Muslim sangat jujur menghadistkan sang Nabi.
        ” Bahwa Nabi pernah menggilir 9 istrinya dalam satu Malam”

      • @Jack: Hadist Bukhari 4680.
        Maaf, Jack. Nabi barsabda: Jangan kalian memilih-milih aku diantara para nabi.
        .. lalu mengutus roh kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yg sempurna (Juz 16 ayat 2267) dan Isa putra maryam, yg mengatakan perkataan yg benar, yg mereka berbantahan tentang kebenaran (ayat 2284)

      • ah sampeyan sami mawon dengan kambing congek di blog ini, beraninya cuman ngutip sepotong2, ape karna burung sampeyan belom dipotong?

  4. Noval :

    Bukhari dan Muslim sangat jujur menghadistkan sang Nabi.
    ” Bahwa Nabi pernah menggilir 9 istrinya dalam satu Malam”

    hehehe… kita lagi bicara soal mata dicolok, semua hadist yang saya sampaikan berasal dari Bukhari Muslim, kalau anda mau menghujat Rasulullah berpedoman kepada Bukhari Muslim dan menyatakan sebagai kejujuran, tentu juga harus mengakui hadist lain yang saya sampaikan dan juga menyatakannya sebagai kejujuran.

    • @ AbuBMR: saya bukan memfokuskan soal mata dicolok. tetapi mengapa Bukhari dan Muslim menghadistkan tentang Nabi yang justru merendahkan martabat Nabi.

      • yang mana yang merendahkan martabat nabi..?? soal menggilir istri-istri beliau..?? yaa..wajar saja kalau berpoligami memang harus adil menggilir istri, namanya juga istri sendiri, apanya yang merendahkan martabat..??

      • @AbuBMR: apakah Nabi lebih mengutamakan menggilir istrinya daripada shalat..? dan ada hadist bukhari yg menyatakan: Bahwa wahyu selalu turun disaat aku berada dalam selimut Aisyah..

      • wekekekeke makanye kurangi nonton anunye yesus, biar otak sampeyan kagak ngeres, baca “dalam selimut” yang kebayang kesono melolo, jangan sampeyan sendiri yang suka main dalam selimut

      • @jack: Mohon maaf, jika tulisan saya tdk berkenan di hati. saya hanya berpendapat bahwa hadist tersebut berindikasikan merendahkan martabat nabi. (Semoga pendapat saya ini keliru)

  5. Ahhh noval suka menghayal…mana ni hadistnya yg mengatakan Nabi menusuk pake gunting ? Jangan suka tebar fitnah donk..pikir dulu deh sebelum ngomong..

  6. Noval :

    @AbuBMR: apakah Nabi lebih mengutamakan menggilir istrinya daripada shalat..? dan ada hadist bukhari yg menyatakan: Bahwa wahyu selalu turun disaat aku berada dalam selimut Aisyah..

    hahaha…Rasulullah tidak mengisi seluruh waktunya hanya dengan shalat, beliau juga manusia biasa yang melaksanakan kewajiban shalat sesuai waktunya, juga sebagai suami yang memiliki istri-istri, Rasulullah juga tercatat dalam riwayat suka bermain dengan cucu-cucu beliau Hasan dan Husein. Wahyu diturunkan juga bukan diatur waktunya oleh beliau, bisa datang kapan saja sesuai kehendak Allah.

    Bisa disampaikan hadist yang menyatakan ‘wahyu SELALU turun ketika beliau berada dalam selimut Aisyah..??

      • Lalu wahyu yang diturunkan di Makkah ketika Rasulullah belum menikah dengan Aisyah, terdapat kurun waktu 10 tahun lamanya dengan ratusan wahyu yang diturunkan. Perkataan Rasulullah dalam Bukhari 2393 itu bukan diartikan semua wahyu turun ketika beliau berkumpul dengan Aisyah, tapi hanya dirumah Aisyah-lah wahyu pernah diturunkan, dan tidak terjadi di rumah istri-istri beliau yang lain. Hadist tersebut konteksnya adalah soal kecemburuan para istri Rasulullah.

        Soal menggilir istri-istri beliau, memangnya ada masalah apa..?? wajar toh seorang suami yang berpoligami menggilir istri-istrinya dengan menginap, justru yang tidak wajar itu kalau punya banyak istri tapi tidak melakukan penggiliran menginap, namanya tidak adil.

        yang dimaksud menggilir itu bukan ‘menggilir dalam satu malam’, tapi setiap hari Rasulullah menggilir menginap dirumah istri-istri beliau, misalnya hari Senin dirumah A, Selasa dirumah B, Rabu dirumah C, demikian seterusnya.., bukan dalam semalam Rasulullah pindah-pindah rumah, ngapain..?? Yang dimaksud dengan ‘menggilir’ juga bukan selalu diartikan melakukan hubungan suami-istri, bisa jadi hanya beristirahat, berkomunikasi, dll, sama saja kalau orang lain yang pulang ke rumah berkumpul dengan istrinya, emangnya tiap datang selalu berhubungan seksual..??

      • itulah kalau pikiran kotor, menggilir selalu diartikan yang negatif. menandakan orang tersebut pernah ……………….

  7. Dari mulai soal gunting, sampai ke urusan rumah-tangga Rasulullah, menunjukkan adanya ‘dendam kesumat’ terhadap orang yang sama sekali tidak dikenal dan hidup ribuan tahun yang lalu yang sama sekali tidak punya persoalan dengan dia. Kebencian yang ditanamkan gereja kepada para pemeluknya memang sudah sampai kepada taraf yang sangat parah.

    • rupaya pak.Abu yang banyak ilmunya ini harus sering berkiprah di blog ini…..
      Alhamdulillah, satu-satu fitnahan terhadap rasulullah dan islam runtuh dengan keluasan ilmu…

      semoga pak Abu selalu berada dalam petunjuk-Nya dan mendapatkan ridho Allah SWT……

  8. Hadist yang similar dengan peristiwa tersebut juga disampaikan dalam Nasa’i 3888 yang bunyi perkataan Rasulullah :”Janganlah engkau menyakiti diriku mengenai Aisyah, demi Allah, tidaklah datang kepadaku wahyu dalam selimut seorang wanita diantara kalian kecuali dia”.

    Juga terdapat dalam usnad Ahmad 25304 dengan redaksi kalimatnya :”Wahai Ummu Salamah, janganlahk engkau sakiti aku pada diri Aisyah, karena sesungguhnya demi Allah, tidaklah diturunkan wahyu kepadaku ketika aku sedang berada dirumah salahs eorang diantara para istriku melainkan itu adalah Aisyah”.

  9. @novel
    “@Jack: Mohon Maaf, miris hati saya untuk mengutip lengkap hadist tersebut.”

    jwb:
    miris mana kalo ada anak kecil baca ayat porno primbon injil??
    wajibnya primbon injil diedit total segera.

  10. Mengenai Bukhari 4680, sebenarnya ada beberapa hadist lain yang menceritakan hal yang sama yaitu : Bukhari 4814, Nasa’i 3147, Ahmad 11508, 12240, 12459, 12499, 12876, 13018, Damiri 747, dan semua hadist tersebut :

    1. Bermuara hanya kepada satu orang yaitu Anas bin Malik, jadi semua jalur periwayatannya melalui mulut beliau.
    2. Bukan berbentuk hadist yang sanadnya sampai kepada Rasulullah, tapi redaksi dari hadist-hadist tersebut adalah : Anas bin Malik bercerita, bahwa Rasulullah pernah menggilir istri-istri beliau dalam satu malam.
    3. Hadist tersebut tidak menyatakan ‘selalu’ atau ‘sering’, tapi dengan perkataan ‘pernah’, tidak jelas ini terjadi 1 kali atau beberapa kali.

    Pertanyaannya adalah : “Darimana Anas bin Malik mengetahui Rasulullah pernah menggilir semua istri-istri beliau dalam satu malam..?”, kemungkinannya hanya ada 2, yaitu : (1) Anas menguntit dan mengintip Rasulullah (2) Rasulullah sendiri yang menceritakannya kepada Anas. Kemungkinan yang kedua kelihatannya sulit diterima, karena kalau Anas mendapat informasi tersebut dari Rasulullah maka redaksi hadist tersebut tidaklah demikian, tapi selalu dengan kalimat ‘dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda atau berkata bahwa beliau pernah menggilir semua istri-istrinya dalam satu malam’, namun bunyi hadist tersebut tidak demikian, tapi menyatakan Anas sendiri yang mengkhabarkan. Kemungkinan pertama juga menimbulkan pertanyaan, apakah mungkin Anas menguntit dan mengintip Rasulullah..?? atau dia hanya melihat Rasulullah keluar rumah salah seorang istri dan masuk ke rumah istri yang lain lalu berasumsi sendiri..??

    Lalu kalau kata ‘menggilir’ tersebut diartikan melakukan hubungan suami-istri, apa maksudnya dalam semalam Rasulullah melakukannya, mulai dari Saudah yang sudah nenek-nenek, sampai Aisyah yang masih muda..?? apa 9 atau 11 orang istri beliau pada hari itu tidak ada yang sedang mengalami haid..?? Ini merupakan peristiwa yang aneh sendiri karena sebelumnya tidak tercatat Rasulullah pernah melakukan hal tersebut, bahkan puluhan tahun sebelum berpoligami, beliau hanya punya 1 orang istri, yaitu Khadijah.

    Makanya saya lebih berpedoman kepada hadist yang memberitakan bagaimana kebiasaan umum Rasulullah dalam mengisi malam-malam beliau. Rasulullah punya kebiasaan tidur cepat setelah shalat ‘Isya dengan adanya hadist : “Rasulullah tidak suka tidur sebelum ‘Isya dan tidak menyukai pembicaraan sesudahnya”, ini diriwayatkan oleh Muslim 1025, 1026, Bukhari 535, 729. Dan riwayat yang menyatakan beliau selalu shalat tahajud pada dua pertiga malam (sekitar jam 2 malam) sampai kaki beliau bengkak, bahkan karena lamanya beliau shalat, ibadah tersebut dilakukan sambil duduk, Bukhari 4460, semua itu menunjukkan bahwa kebiasaan Rasulullah adalah tidur cepat dan bangun tengah malam. Jadi tidak sesuai dengan berita yang disampaikan oleh Anas bin Malik tersebut yang menceritakan Rasulullah ‘bergerilya’ sampai menggilir semua istri-istri beliau.

    Pertanyaan muncul :”kalau hadist tersebut isinya tidak masuk akal, lalu mengapa Bukhari menshahihkannya..??”.

    1. Kemungkinan Bukhari menshahihkannya berdasarkan sanad yang dipercaya, orang yang meriwayatkannya adalah beliau nilai merupakan orang yang layak dipercaya, terkenal berbudi baik, tidak pernah berbohong dan berdusta.
    2. Mengenai isi dari hadist tersebut, mungkin dinilai oleh Bukhari bukanlah sesuatu yang aneh karena lumrah kalau Rasulullah menggilir istri-istri beliau sendiri, menunjukkan nabi adalah seorang yang sehat dan kuat sekalipun sudah berumur, membuktikan bahwa jalan hidup yang beliau terapkan selama ini memang berpengaruh positif terhadap kondisi fisik beliau (tidak pernah tercatat Rasulullah mengalami sakit parah sampai terbaring, hanya terjadi pada saat beliau akan wafat saja).
    3. Bisa jadi Bukhari berpedoman menyatakan peristiwa tersebut hanya terjadi 1 kali entah dengan maksud apa Rasulullah melakukan hal tersebut.

    Bagi saya sendiri, soal berita Rasulullah menggilir istri-istri beliau dalam semalam bukanlah merupakan hal penting dalam ajaran Islam, itu cuma urusan rumah-tangga Rasulullah, sekalipun dishahihkan oleh Bukhari, namun isinya sulit untuk dicerna, mau diterima juga silahkan, ditolak juga tidak apa-apa.

  11. Artinya Nabi pernah main rame-rame ye……wah siapa pula sutradaranya ya…pake obat kuat merek apa dia ya????

    Bah…. nabi siapa pula itu???
    Satu contoh yang hebat juga itu nabi bah…
    Heran aku membacanya…

    ada pula yang bangga punya nabi seperti itu. bangga menjadi seorang muslim..

    ooooo mungkin juga istri-istrinya lagi musim kawin

    • Kesaksian Matius :
      …”Naiklah Yesus ke atas keledai betina. Seperti biasa Yesus selalu memasukkan jari telunjuk dan kemaluannya nya ke dalam lobang kemaluan keledai betina yang baru saja dicuri dari Betfage hingga Yesus mengeluarkan cairan rupa mani. Semua orang Israel melihat hobi Yesus sambil berseru :”Inikah kerjaan mesias?” (Injil Matius 20:22),

      pada Al-Kitab terbitan 1928 sebelum akhirnya diedit oleh Pendeta Albert D. Meyer dari Gereja Reformis Belanda yg melakukan perubahan total terhadap Injil, termasuk dengan menendang ayat Matius 20:22 tersebut dari Al-Kitab.
      (Jangan lupa, al-kitab terbitan 1928 tersebut kini tersimpan di Nationalbibliothiek, Vienna, Austria.)

    • @Lae Togar

      jaman dulu sudah ada obat kuat belum??? seandainya jaman dulu ada VIAGRA, bisa-bisa yang elu sembah bakal minum obat kuat tuh…. biar “burungnya” bisa berkicau dengan nyaring!!! jangan bisa disunat doang… cocok juga buat paulus yang “lemah”….

      • @Faham

        jangan salah mas, obat kuat jaman dulu itu lebih ganas dari yang sekarang

        Alkitab terbitan LAI tahun 1970,

        Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan.20 Yehezkiel 23:20

        obat kuat mana yang bisa membuat ………….. seperti diatas????

  12. Bah ….! Alkitab terbitan siapa itu ? Mungkin itu terbitan dari Mekah atau Medinah pantas begitu isinya. Tak sebejat itulah Yesus….hanya otak yang jorok yang melakukan itu!
    pake akal sehatmulah…di alkitab berapa kali Yesus naik Keldai maka engkau mengatakan ” seperti biasanya” dari mana kau dapat informasi ini? Apa orang kau anggap terus percaya jika angkau tuliskan seperti itu.
    Jangan tolollah kau kawan!

    • @lae batagor

      “Bah ….! Alkitab terbitan siapa itu ? Mungkin itu terbitan dari Mekah atau Medinah pantas begitu isinya. Tak sebejat itulah Yesus….hanya otak yang jorok yang melakukan itu!”

      jwb:

      wkwkwk udh tau yg buat jg kroni loe sndri pakai tanya siapa yg menerbitkan.
      umat paulus comentnya emang lucu2 mirip naskah srimulat
      wah ente new comer pantas kurang gaul, cari aja di google lalu ente resapi ajaran ente masak ada omongan tuhan seperti itu.

      yg gak pakai akal sehat adlh umat paulus, dibodohi ama pendeta.
      pendeta ente kalo kotbah pasti diambilkan ayat2 yg manis2 yg enak didengar coba apa berani pendeta loe kotbah soal ayat porno, sadis & jorok sekalian dipraktekkan di gereja.

  13. Buka matamu dan baca yang benar terbitan kitab tak ada seprti apa yang engkau buat itu.
    anda tukang kibul ya?
    kupikir kalau dia orang biasa saja tak melakukan hal sebodoh itu.
    jadi kesimpulanku; andalah yang menciptakan kalimat itu,,,,bagaimana seorang muslim yang sejati mengatai-ngatai nabinya sendiri?
    kalau Muhammad mengakui Yesus/Isa itu nabi ke 24 bagaiamana muslim di blok ini berpikir jorok seperti itu. Jujur ajalah!!!!!

    • Alkitab yang dikeluarkan oleh LAI tahun 2004

      Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. (Yehezkiel 23:20)

      bandingkan ame Alkitab terbitan LAI tahun 1970,

      Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan. (Yehezkiel 23:20)

      nah seemakin nampak halusnye khan, jadi kalau yesus main ame keledai di alkitab terbitan 1928 itu emang buetol

  14. Artinya Nabi pernah main rame-rame ye……wah siapa pula sutradaranya ya…pake obat kuat merek apa dia ya????

    Bah…. nabi siapa pula itu???
    Satu contoh yang hebat juga itu nabi bah…
    Heran aku membacanya…

    ada pula yang bangga punya nabi seperti itu. bangga menjadi seorang muslim..

    ooooo mungkin juga istri-istrinya lagi musim kawin

    Ini yang aku tulis tadi mengapa muslim, membuat aku jadi pusing-pusing seperti mengelilingi batu hitam. bah ngasega bah, kabur…..!

    • @lae batagor

      “Buka matamu dan baca yang benar terbitan kitab tak ada seprti apa yang engkau buat itu.
      anda tukang kibul ya?”

      Jwb:
      sekali lg pertanyaan seprti itu pantesnya ditujukan utk loe sendiri.

      “kalau Muhammad mengakui Yesus/Isa itu nabi ke 24 bagaiamana muslim di blok ini berpikir jorok seperti itu. Jujur ajalah!!!!!”

      jwb:
      Kita umat muslim emang mengakui Nabi Isa as. sbg rasul ke 24, kalian sndri yg memberhalakan Beliau & menuhankannya.
      Umat paulus sndri yg menghina om yesus sbg tuhan yg terkutuk di tiang salib.
      coment loe malah bikin ketawa aja

      “ada pula yang bangga punya nabi seperti itu. bangga menjadi seorang muslim..”

      jwb:
      gue emang bangga mjd seorang muslim & insyaallah menjalankan syariat Islam.
      sedangkan loe apa bs menjalankan hukum taurat? no babi walaupun udh direvisi jd no babi hutan (wkwkwk kitab revisi), no alkohol, cungkil mata.

  15. @Lae Batagor

    hehehe… kitab lu yang sekarang pegang…. yang elu percayai, yang elu yakini dari hasil bimbingan roh kudus…. ternyata dari nabi yang elu maksud ya?
    Musa (Kitab Taurat), Hosea (kitab Hosea), Abraham, Salomo, Daud (kitab Mazmur), mereka istrinya berapa ya???

    cuma satu kitab dari yang impoten…. PAULUS BOTAK !!

  16. islam adalah rahmat bagi alam semesta, peretas damai dan penebar kasih sayang, islam tak mengajarkan kita untuk saling menghujat, dalam islam, tidak ada agama satu versus agama yang lain, tapi semua manusia bersaudara, saling berlomba2 dalam kebajikan, tuntunya didasari sikap toleransi sebagai penganut agama yang memiliki kitab suci dan terpancar dari sumber yang maha tunggal, islam, yahudi, dan kristen bersaudara sebagai keluarga allah..

  17. Pingback: Bangga menjadi seorang Muslim « ferdianaalfatih