Jumat , 24 Oktober 2014
INFO
Home / BERITA / Berita muslim / Inilah Keputusan Awal Ramadhan 1432H dari Ormas-ormas islam dan Pemerintah

Inilah Keputusan Awal Ramadhan 1432H dari Ormas-ormas islam dan Pemerintah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

[2:183] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

[2:184] (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan114, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

[2:185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Bulan yang sangat dinantikan Umat Islam,bulan yang penuh berkah dan maghirah tinggal beberapa hari lagi. Dan sebagaimana tahun tahun sebelumnya kami akan coba menginformasikan tentang Keputusan Ormas Islam dan pemerintah dalam menetapkan tanggal 1 Ramadhan.

ada beberapa Ormas Islam yang sudah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1432 sedangkan Pemerintah dalam penetapannya sebagaimana tahun tahun sebelumnya akan melaksanakn sidang isbat untuk memutuskan tanggal 1 Ramadhan 1432.

maka pada kesempatan ini kami akan menginformasikan tentang keputusan tersebut dan juga mengupdate informasi yang terkait dengan masalah ini dan tentu juga menunggu informasi dari keputusan pemerintah yang nantinya melaksanakan sidang Isbat dengan berbagai Ormas ISLAM pada menjelang malam setelah tanggal 29 sya’ban.

berikut ini beberapa Ormas Islam yang sudah menetapkan keputusan awal ramadhan 1432.

1, MUHAMMADIYAH.

sebagaimana yang diberitakn dan situs resminya Pimpinan Pusat Muhammadiyah tertanggal 27 Juni 2011, telah mengeluarkan maklumat nomor 375/MLM/I.0/E/2011 mengenai Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah, 1432 Hijriyah Serta Himbauan Menyambut Ramadhan 1432 Hijriyah.

Itjimak menjelang Ramadhan 1432H terjadi pada hari Ahad kliwon 31 juli 2011 M pukul 01:41 WIB

Berikut maklumat selengkapnya PP Muhammadiyah. download

2.PERSIS

pada Surat Edaran nomor 0331/JJ-C.3/PP/2011 Tentang Awal Ramadhan & ‘Idul Fitri 1432 H

Awal Ramadhan 1432 H; tanggal 1 Ramadhan 1432 H jatuh pada hari Senin, tanggal 1 Agustus 2011 M.

Ijtimak akhir Sya’ban 1432 H, hari Ahad tanggal 31 Juli 2011 pukul 01:40 WIB.

Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhanratu: 6°53’

Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Merauke 4°49’

Di seluruh Indonesia posisi hilal saat matahari terbenam (maghrib) 31 Juli 2011 sudah berada di atas ufuk yang memungkinkan untuk dirukyat (lebih dari 4°).

Sementara itu Ormas Nadhatul Ulama yang merupakan Ormas islam terbesar di Indonesia belum menetapkan

“Kami masih menunggu hasil rukyah, kalau nanti berhasil maka itu yang jadi acuan, termasuk pemerintah juga tunggu hasil rukyah,” ujar Ketua Lajnah Falakiah PBNU KH Ghozalie Masroeri kepada okezone di Jakarta, Selasa (28/6/2011).

Menurut dia, secara teoritis awal Ramadan untuk 10 tahun hingga seratus tahun ke depan memang bisa ditentukan. Namun hasil perhitungan tersebut masih berupa prediksi yang harus diuji validitasnya dengan cara rukyah. “Hasil hisab atau perhitungan astronomi masih harus diuji dengan rukyah,” terangnya.

Kiai Ghozalie mengungkapkan pihaknya telah melakukan rukyah secara berkala hampir setiap bulan. Hal ini sangat membantu untuk melaksanakan rukyah penentuan awal bulan berikutnya. Semisal rukyah penentuan awal bulan Rajab, awal bulan Syakban, dan awal bulan Ramadan nanti.

KEPUTUSAN PEMERINTAH

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Ahmad Djauhari mengatakan pihaknya mengagendakan sidang itsbat atau penetapan awal Ramadan 1432 H pada 31 Juli 2011.

“Pemerintah belum bisa memutuskan sebelum sidang tersebut digelar. Biasanya sehari sebelum hari pertama Ramadan diprediksikan,” kata Ahmad Djauhari di Jakarta, Minggu (17/7).

Djauhari, yang juga bertindak sebagai Kepala Badan Hisab Rukyat, mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang itsbat merupakan tata krama pemerintah sebagai ulil amri, yang dihadiri perwakilan dari ormas Islam dan sejumlah ahli astronomi. Ia juga menegaskan legalitas sidang itsbat cukup kuat.

Menurut Ahmad Djuhari, pemerintah memiliki badan hisab rukyat yang menggabungkan dua metode itsbat sekaligus, yaitu hisab (perhitungan) dan rukyat bilfili (penglihatan kasat mata). Walaupun awal Ramadhan diprediksi sama, namun keputusan tetap akan menunggu hasil sidang itsbat.

Kemungkinan adanya perbedaan, pemerintah mengimbau agar umat Islam tetap menghormati perbedaan. “Jaga kemajemukan dan saling toleransi,” katanya.

Keputusan sidang Isbat
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1432 Hijriah jatuh pada Senin, 1 Agustus 2011. Keputusan tersebut diambil setelah Kementerian Agama menjalani sidang isbat penetapan awal bulan Ramadhan 1432 H di Gedung Kementerian Agama, Minggu (31/7/2011) malam.

“Setelah mendengar laporan Ketua Badan Hisab dan Rukyat (BHR) serta pandangan ormas Islam dan ulama, di antara kami sudah sepakat bahwa 1 Agustus adalah tanggal 1 Ramadhan 1432 H. Oleh karena itu, saya menyatakan dan menetapkan 1 Ramadhan 1432 Hijriah jatuh pada 1 Agustus 2011,” ujar Menteri Agama Suryadharma Ali disusul ketukan palu saat menutup sidang tersebut di Operatian Room, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu malam.

Sidang penetapan awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali dihadiri juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, pimpinan ormas-ormas Islam, perwakilan negara sahabat, serta anggota Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Suryadharma mengatakan, sebelum menetapkan I Ramadhan 1431 H, pihaknya telah melakukan pengamatan rukyatul hilal (penampakan bulan di titik awal) di tiga tempat. Adapun tiga tempat itu adalah Makasar, Bukit Condro-Gresik, dan Bangkalan-Jawa Timur.

Sementara itu, rukyat dilakukan bersama-sama mahkamah syariah dan ormas-ormas Islam. “Dari tiga tempat tersebut, hilal sudah diatas ufuk, hilal berhasil dirukyah. Jadi, untuk awal puasa mulai Senin, 1 Agustus, dapat kami setujui,” katanya.

Suryadharma menegaskan, sidang itsbat tersebut telah mengambil keputusan secara mufakat, tanpa perbedaan yang berarti dari beberapa pihak yang melakukan hilal dan rukyat. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah melakukan rukyat di seluruh titik di Indonesia, semoga apa yang dilakukan oleh kita mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa. Dan, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh masyarakat Indonesia, semoga ibadah kita diterima,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, data hisab yang dihimpun dari berbagai sumber menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada Minggu, 31 Juli 2011, sekitar pukul 01.40 WIB. Pada saat matahari terbenam, hilal berada di atas ufuk dengan ketinggian 6,36 derajat dengan umur kekuatan selama 16 jam 11 menit 8 detik. “Jadi, dari data itu dapat kita simpulkan akhir Syaban jatuh pada Minggu, 31 Agustus (29 syaban), 1 Ramadhan 1432 Hijriah jatuh 1 Agustus 2011,” kata Cecep.

SUMBER :

muhammadiyah.or.id
persis.or.id

okezone.com
pusdai.com

kompas.com

 

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

5 comments

  1. Petromax lagi… hahaha… :D

    bus on the way.. karena saya orang yang nggak mudenk, jadi nunggu ajah keputusan KSA… lha wong mereka juga hari ini hari JUM’AT…. mosok seeh hari 1 syaum dan atau 1 syawal berbeda ?! :(

  2. Dan ramadhan itu akhirnya tiba juga di depan pintu rumahku
    Seperti biasa dia begitu anggun dan cantik tiada bercela
    Decak kagumku seirama dengan detak jantungku berpadu satu
    Sejenak aku terpana menatapnya, lalu aku pun tersadar sambil menunduk malu

    Ah diriku yang hina ini manalah pantas mendapatkannya
    Dia begitu agung untuk ku rengkuh bahkan dalam khayal sekalipun
    Andai saja segala daya upaya telah ku coba sejak dulu kala
    Dan pasti janji suci itu telah ku dapatkan

    Lagi-lagi berandai bak pecundang mengharap kemenangan
    Lupa akan diri hingga terasa mampu tuk menanggung beban
    Lalu aku pun mencoba menjauh lari dari kenyataaan
    Lumrah dan maklum jadi sebuah kebiasaan

    Hey…masih ada jalan untuk melangkah kepan
    Bukankah aku belum mati
    Hanya yang mati yang terlepas dari harapan
    Baiklah biar kucoba untuk melaluinya saat ini

    marhaban yaa ramadhan

    karya asli dariku

  3. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,…

    Marhaban Ya Ramadhan

    Bulan Ramadhan telah datang. Bulan yang oleh Allah subhanahu wata’ala dihimpun di dalamnya rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan), dan itqun minan naar (terselamatkan dari api neraka). Bulan “shahrul Qur’an”, bulan diturunkannya al-Qur’an…..

    Kepada umat muslim, selamat berpuasa…. semoga rahmat dan ampunan Allah tercurah kepada kita dan menjadikan kita termasuk orang yang bertakwa….

    Kepada semua teman-teman, mohon maaf lahir & bathin…..

  4. Marhaban ya Ramadhan.

    Ada lima tetangga saya yang bukan pengikut NU atau Alwasliyah dan saya tanyakan mereka juga bukan Muhamadiyah atawa Persis. Lalu mereka hanya merasa sebagai umat Muslim tok, tidak lebih dan tidak kurang.

    Saya tanya lagi kapan mereka puasa, mereka jawab terserah pemerintah, kapan pemerintah menetapkan awal Ramadhan mereka akan mengikutinya.

    Padahal dimata saya dan tetangga lainnya, mereka dari keluarga yang taat, tidak tercela dan tiga orang diantaranya sudah menunaikan ibadah haji, walau mereka tidak menambah haji didepan nama mereka. Mereka juga dengan status sosial jauh diatas rata-rata, rumah mewah, kendaraan mobilnya tidak ada yang hanya satu. Mereka eksekutif muda dengan pendidikan minimal S.1 dan yang lainnya S.2 dan ada satu S.3 yang jebolan pesantren terkenal.

    Mereka sangat antusias dengan Ramadhan, karena bulan ini merupakan bulan kenaikan tingkat. Bulan yang menaikan kontrol yang mengikat atas segala tatalaku pribadi sebagai hamba Allah dan sebagai makhluk sosial sesama manusia.

    Dibulan ini segala talitemali yang mulai longgar dan berkarat akan diganti dan diperbaharui untuk satu tahun kedepan.

    Bulan puasa adalah bulan bengkel, dimana semua onderdil yang sudah usang diperbarui agar kendaraan iman itu melesat lebih cepat, lebih waspada dan lebih arif satu tahun kedepan.

    Saya hanya diam, bagaimana kalau ditanya jadwal puasa lagi. Mereka hanya mengatakan bahwa organisasi keagamaan di negeri ini, hanya untuk unjuk kekuasan dan otoritas. Lihat hasil dari organisasi itu, bukankah tingginya korupsi, penyelewengan kekuasaan dan keadilan adalah hasil terbesar dari organisasi keagamaan. Bukankah sebahagian terbesar dari pejabat negeri ini adalah anggota mereka ?

    Beda jadwal puasa hanya memecah belah umat. Sebagus-bagusnya rahmat dalam perbedaan jauh lebih bagus bersatu dari perbedaan. Toh Tuhan kita, nabi kita dan kitab suci yang kita yakini hanya satu.

    Ingat sejarah keruntuhan satu negeri dimulai dari perbedaan, perbedaan adalah awal dari perpecahan. Dalam negeri kita harus bersatu kebhinekaan kita, ini benar, tapi dalam agama
    berbeda itu adalah rahmat adalah klise, untuk mengelabui orang buta.

    Sekali lagi marhaban ya Ramadhan.

Tinggalkan Balasan