Kamis , 23 Oktober 2014
INFO
Home / ISLAM / Al Qur'an / Misteri Kematian Matahari dalam Al-Quran

Misteri Kematian Matahari dalam Al-Quran

Oleh Dr. Mohamad Daudah

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ٣٦:٣٨
dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. QS Yaseen [36:38]

Matahari telah memancarkan panas selama sekitar 5 miliar tahun sebagai akibat dari reaksi kimia konstan berlangsung pada permukaannya. Pada saat yang ditentukan oleh Allah di masa depan, reaksi ini pada akhirnya akan berakhir, dan Matahari akan kehilangan semua energi dan akhirnya Mati. Dalam konteks itu, ayat di atas dapat dijadikan acuan bahwa pada suatu hari energi matahari akan segera berakhir. (Allah maha tahu akan kebenarannya).

Kata Arab “limustaqarrin” (لِمُسْتَقَرٍّ) dalam ayat ini merujuk pada tempat tertentu atau waktu dan kata “tajrii” (تَجْرِي) diterjemahkan sebagai “berjalan,” juga bermakna seperti “untuk bergerak, untuk bertindak cepat, untuk bergerak, mengalir.”

Tampaknya dari arti kata bahwa Matahari akan terus dalam perjalanannya dalam ruang dan waktunya, tetapi pergerakan ini akan berlanjut sampai waktu tertentu yang telah ditetapkan.

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ٨١:١
“Ketika matahari digulung [dalam kegelapan],” QS At-Takwir [81:1]

kejadian tersebut akan muncul dalam deskripsi Hari Kiamat, memberitahu kita bahwa seperti waktu itu akan datang. Waktu tersebut hanya diketahui oleh Allah.

Kata Arab “taqdîru” (تَقْدِيرُ) diterjemahkan sebagai “keputusan” dalam ayat tersebut, termasuk makna seperti “untuk menunjuk, untuk menentukan nasib sesuatu, untuk mengukur.” Dengan ungkapan dalam ayat 38 dari Surah Yaseen, kita diberitahu bahwa masa hidup Matahari terbatas pada jangka waktu tertentu, yang ditahbiskan oleh Allah.

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ ١٣:٢
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu. QS Ar-Ra’d [13:2]

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ ٣٥:١٣
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. QS Faatir [35:13]

Penggunaan kata “musamman”  (مُّسَمًّى)  dalam ayat di atas menunjukkan bahwa masa hidup Matahari akan berjalan untuk “jangka waktu tertentu.” Analisis ilmiah tentang akhir Matahari menjelaskan sebagai mengkonsumsi 4 juta ton materi kedua, dan mengatakan bahwa Matahari akan mati ketika bahan bakar yang dimiliki semua telah dikonsumsi oleh matahari.

Panas dan cahaya yang dipancarkan dari matahari adalah energi yang dilepaskan seketika. Inti hidrogen berubah menjadi helium dalam proses fusi nuklir. Energi Matahari, dan karena itu hidupnya, sehingga akan berakhir setelah bahan bakar ini telah digunakan. (Allah maha mengetahui kebenaran.)

Laporan berjudul “The Death of the Sun” oleh Departemen Ilmu BBC News mengatakan:

Matahari secara bertahap akan mati. Sebagai inti bintang ke dalam kehancuran, akhirnya akan menjadi cukup panas untuk memicu atom lain menyusunnya menjadi helium.

Matahari menghasilkan panas dan menopang kehidupan di planet kita. Tapi seperti manusia, Matahari juga memiliki umur yang terbatas. Seiring dengan penuaan bintang tersebut, Matahari akan menjadi lebih panas dan menguapkan semua lautan kita dan membunuh semua kehidupan di planet Bumi, Matahari terus menjadi lebih panas karena usia dan membakar bahan bakar lebih cepat. Suhu akan meningkat, akhirnya memusnahkan kehidupan hewan, penguapan laut dan membunuh semua kehidupan tanaman. Matahari akan membengkak dan menjadi bintang raksasa merah, menelan planet-planet terdekat. Daya tarik gravitasinya akan mengurangi dan mungkin memungkinkan Bumi melarikan diri. Pada akhirnya, ia akan menyusut menjadi bintang kecil putih, memancarkan cahaya selama seminggu untuk ratusan miliar tahun.”

Para ilmuwan baru-baru ini menguraikan struktur Matahari dan menemukan apa yang terjadi di dalamnya. Sebelum itu, tak ada yang tahu bagaimana memperoleh energi matahari atau bagaimana Matahari menghasilkan panas dan cahaya. [KS]

وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا أَفَلاَ تَتَذَكَّرُونَ…..
…Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?” QS Al-An’aam [6:80]

About ahmad orphan

Loading Facebook Comments ...

17 comments

  1. Quote: “Dalam konteks itu, ayat di atas dapat dijadikan acuan bahwa pada suatu hari energi matahari akan segera berakhir. (Allah maha tahu akan kebenarannya).”

    Penafsiran ayat yang aneh dan terkesan dipaksakan. Tidak sesuai penafsiran oleh Mohamad sendiri di Bukhari 4:54:421.

  2. Quote dari bukunya Dr. Maurice Buchaille

    “Hadits yang merupakan tafsiran mengenai beberapa ayat Qur-an
    kadang-kadang memberi penjelasan yang tak dapat diterima
    sekarang.

    Ada satu Hadits Bukhary yang menafsirkan surat 36 ayat 38
    (Surat Yassin) yang telah kita bicarakan dalam fasal
    Astronomi, dengan tafsiran sebagai berikut: “Ketika matahari
    terbenam, ia sujud di bawah Arasy Tuhan. Matahari minta izin
    untuk mengulangi perjalanannya, dan sujud sekali lagi.
    Akhirnya ia kembali ke tempat dari mana ia datang dan bangun
    kembali dari Timur.” Teks aslinya adalah kabur dan sukar
    diterjemahkan. (Kitab permulaan penciptaan, fasal 54, bab 4
    no. 421). Bagaimanapun juga, Hadits tersebut mengandung
    khayalan tentang perjalanan matahari dan hubungannya dengan
    bumi. Sains telah menunjukkan bahwa yang benar adalah
    sebaliknya isi Hadits tersebut. Jadi Hadits tersebut tidak
    autentik.

    … (karena terlalu panjang saya potong pada intinya dibawah…)

    Kebenaran Hadits dari segi keagamaan sama sekali tidak
    menjadi persoalan. Tetapi jika Hadits itu membicarakan
    soal-soal profane (bukan agama), maka tak ada perbedaan
    antara Nabi Muhammad dan manusia lainnya. Sebuah Hadits
    meriwayatkan pernyataan Nabi Muhammad sebagai berikut: “Jika
    aku berikan perintah kepadamu mengenai agama, ikutilah, dan
    jika aku menyampaikan sesuatu hal yang berasal dari
    pendapatku sendiri, ingatlah bahwa aku adalah seorang
    manusia.” Al Saraksi dalam bukunya “al Usul” menafsirkan,
    sebagai berikut: “Jika aku memberi tahu tentang hal agama,
    kerjakanlah menurut keteranganku dan jika aku memberitahu
    tentang soal-soal keduniaan, maka sesungguhnya kamu lebih
    tahu tentang urusan keduniaanmu.”

    ———————-BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
    Dr. Maurice Bucaille

    Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
    Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
    Penerbit Bulan Bintang, 1979
    Kramat Kwitang I/8 Jakarta

    • 36:38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
      ==============>>
      jika anggapannya matahari mengelilingi bumi, saya rasa emang tidak nyambung dengan hadis tersebut, tapi jika dikaitkan dengan arah perputaran matahari mengelilingi inti galaksi yang berlawanan dengan arah jarum jam (kalau tidak salah) gimana??

      • sebenarnya matahari itu tidak diam… melainkan bergerak/berevolusi…. bukan bergerak mengelilingi bumi melainkan bergerak menurut orbit matahari tersebut….

        berikut penjelasan dari wiki answer

        Just as the planets circle the Sun, the Sun and many other stars revolve around the center of the Milky Way Galaxy. The Sun makes one nearly circular orbit around the galactic center about every 230 million years, moving at a speed of about 220 km/second.

        The Milky Way also moves (but does not seem to orbit any other stellar structure). We are moving towards our nearest neighbor, the Andromeda galaxy. The Milky Way and Andromeda galaxies are part of the “Local Group” of galaxies, which is moving towards the Virgo Cluster, the nearest large cluster of galaxies.

        http://wiki.answers.com/Q/What_does_the_Sun_revolve_around

  3. buku -BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
    Dr. Maurice Bucaille………………………………..masih dipakai referensi???? hehehe…

  4. ISI AYAT ALKITAB

    Intinya jangan sampai jaman kegelapan di Eropa terulang kembali.
    Saat itu para ilmuwan harus rela kehilangan nyawanya hanya karena penemuan & teori yg mereka temukan bertentangan dengan ajaran Kristen & Gereja.

    Akhirnya waktu yg membuktikan bahwa ternyata firman Tuhan dalam Alkitab/ Injil kalah sama pemikiran & penemuan para ilmuwan.

    Sebenarnya firman Tuhan itu tidak pernah keliru/ salah….jika ternyata ada firman yg salah/ ngawur, berarti apa-apa yg tertera dalam Alkitab/ Injil tsb bukanlah firman Tuhan.

  5. penemuan penemuan skr banyak yang dipengaruhi oleh orang yang berkuasa. sebagai satu contoh baru baru ini nasa melansir bahwa dulunya bumi ada 2 kemudian menjadi satu. padahal ketahuan setelah nei amstrong dkk ke bulan mrk mengatakan bahwa bulan pernah terbelah. batu dipermukaan dan yang ada dalam pernah juga mengalami hal serupa…? tp knp fakta fakta ini tidak di ungkap ke publik..?

    Maha Besar Allah Dengan Segala Firmannya

    • knp fakta neil amstrong ke bulan tidak diungkap ke publik dan melansir teori teori baru..? untuk menutupi kebenaran..?

    • @Teguh menulis :
      padahal ketahuan setelah nei amstrong dkk ke bulan mrk mengatakan bahwa bulan pernah terbelah.

      Apa bisa disebutkan sumbernya ?

  6. di dalam al qur.an itu tidak ada yg bertentangan dgn ilmu pengetahuan

    beda dgn bible yang memble. . bumi di gambarkan ceper kayak koin . . aneh

  7. Sudahlah, wahai teman-teman Muslim ku, kita AKUI SAJA BAHWA HADITS SHAHIH ITU NGELANTUR DARI KENYATAAN YANG SEBENARNYA!

    Silahkanlah kalian semua baca nih hadits shahih, isinya ngawur and ngalor-ngidul!!! :-D

    Abu Dzar Ra berkata bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad Rasulullah Saw pernah bersabda: “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi (terbenam)?” Mereka berkata: “Alloh dan Rasul-Nya-lah yang lebih mengetahui?” Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya matahari ini pergi beredar (terbenam) sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy (singgasana Allah), lalu dia (matahari) bersujud. Dia (matahari) tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Hai matahari, bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang (terbit)!’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia beredar sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Hai matahari, bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang (terbit)!’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya (timur), kemudian dia beredar sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy, lalu dikatakan kepadanya: ‘Hai matahari, bangunlah, terbitlah dari arah barat!’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah Saw bersabda (yang artinya): “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfa’at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan didalam masa imannya (yakni terbitnya matahari dari barat adalah ketika hari kiamat tiba)!”. (Hadits shahih ini diriwayatkan oleh Bukhari nomor: 4802; dan nomor: 3199; dan nomor: 7424; dan nomor: 7433; dan Muslim nomor: 159 -dan ini lafazhnya, Ath-Thayyalisi dalam Musnadnya nomor 460, Ahmad dalam Musnadnya nomor: 5/145; dan nomor: 152; dan nomor: 165; dan nomor: 177; dan Abu Dawud nomor: 4002; dan Tirmidzi nomor: 3227; dan Nasa’i dalam Sunan Kubra nomor: 11430; dan Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah nomor: 4292, dan nomor: 4293; dan lain sebagainya. Seluruhnya dari jalur sanad Ibrahim bin Yazid at-Taimi dari ayahnya dari Abu Dzar).

    Benarkah ilmu astronomi Islam itu seperti begini hingga para ‘alim ulama’ mengatakan dan menyatakan bahwa matahari itu beredar mengelilingi bumi di siang hari saja, dan matahari selalu bersujud di malam hari saja?…

    Abu Dzar Ra mengatakan: “Ketika aku sedang duduk berduaan bersama Rasulullah Saw di masjid, pada saat itu hari sudah mulai malam. Kemudian Nabi Saw bersabda: ‘Hai Abu Dzar, tahukah kamu, kemanakah matahari ini terbenam?’ Aku menjawab: ‘Hanyalah Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui akan hal itu!’. Dan Nabi Saw bersabda: ‘Sesungguhnya MATAHARI INI TERBENAM DAN SETELAH ITU DIA BERSUJUD DI BAWAH ‘ARSY ALLAH. Itulah makna dari Qs Yasin: 38′. Dan Nabi Saw melanjutkan sabdanya: ‘Sesungguhnya tempat peredaran matahari adalah berada di bawah ‘Arsy Allah (singgasana Allah)!’”. (Shahih Muslim).

    Cobalah baca kedua hadits shahih itu, bukankah kedua-duanya itu ngelantur dan sangat ngawur?…

    Oke!, sekarang aku kritisi tafsir dari kedua hadits Shahih tersebut!

    Jadi tafsirnya yang aku dapatkan adalah!:

    1] Di hadits shahih tersebut berbunyi: “Sesungguhnya matahari ini pergi beredar (terbenam) sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy (singgasana Allah), lalu dia (matahari) bersujud.” = Artinya adalah: setiap siang hari matahari itu selalu beredar mengelilingi bumi. Bro, yang namanya terbenam (tenggelam), berarti sebelumnya dia sudah berada di permukaan, dan setelah itu dia terbenam (tenggelam). Berarti menurut hadits shahih ini, matahari itu selalu mengelilingi bumi setiap siang hari aja, dan apabila setelah Maghrib tiba, dia akan terbenam dan setelah itu (matahari) langsung bersujud kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala di bawah ‘arsy!

    2] “Allah Ta’ala berfirman pula: ‘Hingga apabila dia (Dzulkarnain) telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam’. (Qs Al-Kahfi: 86).” = Artinya adalah: Apabila telah datangnya waktu Maghrib, maka matahari itu akan terbenam dan akan masuk ke dalam lumpur. Setelah berada di dalam lumpur, maka matahari itu akan terus bersujud sampai fajar menjelang!

    3] “Rasulullah Saw bersabda: ‘Sesungguhnya matahari ini pergi beredar (terbenam) sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy (singgasana Allah), lalu dia (matahari) bersujud. Dia (matahari) tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Hai matahari, bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang (terbit)!’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya!” = Artinya adalah: Sebab-sebab malam hari itu gelap gulita, itu disebabkan karena setiap malam hari matahari itu sedang bersujud kepada Allah sehingga dia tidak bisa memancarkan cahayanya untuk bumi dan alam semesta. Matahari akan bisa terbit lagi hanya apabila telah Allah firmankan kepadanya: “Hai matahari, bangunlah, dan kembalilah sebagaimana biasanya engkau datang (terbit)!”. Jadi jikalau ada yang bertanya: “Mengapakah malam itu gelap gulita?” maka jawablah dengan sangat lantang: “Karena setiap malam hari matahari itu sedang bersujud di bawah ‘Arsy Allah, jadi dia gak bisa menerangi planet bumi dan alam semesta ini!”, ya mungkin sih orang itu akan menjawab: “Dasar orang idiot!, matahari kok sujudnya waktu malam doang sih?, Huuuuuuuuh!”.

    4] “Dan Nabi Saw melanjutkan sabdanya: ‘Sesungguhnya tempat peredaran matahari adalah berada di bawah ‘Arsy Allah (singgasana Allah)!’. (Shahih Muslim)”. = Artinya adalah: Letak ‘Arsy dan letak matahari itu berdekatan, karena tempat peredaran matahari itu adalah berada di bawah ‘Arsy Allah. Jadi jikalau ada astronot yang terbang ke luar angkasa (antariksa) dan dia meneliti planet Merkurius dan matahari, berarti kita bisa berkata: “Wow!, Indah banget, Coy!. Astronot itu ternyata sudah terbang mendekati ‘arsy Allah!”. Indah banget ya??? Astronot bisa terbang mendekati ‘arsy Allah!

    5] “Dan Nabi Saw bersabda: ‘Sesungguhnya matahari ini terbenam dan setelah itu dia bersujud di bawah ‘Arsy Allah. Itulah makna dari Qs Yasin: 38′!”. = Artinya adalah: Tidak ada perbedaan waktu yang terjadi di lokasi permukaan bumi ini, karena bagaimana mungkin waktu siang dan malam berbeda di permukaan bumi ini sedangkan saat mataharinya terbenam, mataharinya langsung bersujud di bawah ‘arsy Allah??? Jadi hadits shahih ini benar-benar tidak mengetahui adanya perbedaan waktu yang terjadi di muka bumi ini!!! Sungguh amat memalukan, ya!!! :-D

    Ini semua adalah hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya oleh para pakar hadits, karena banyaknya hadits-hadits shahih pembanding dengan hadits shahih ini.
    Hadits-hadits shahih ini diriwayatkan oleh Abu Dzar Ra, shahabat Rasulullah Saw!

    Jadi menurut hadits shahih ini, matahari itu hanyalah beredar di siang hari saja, sedangkan di malam harinya, matahari itu sedang bersujud kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala di bawah ‘Arsy-Nya!

    Sungguh malang bener nasib hadits shahih ini, jadi olok-olokkan semua orang kafirun.
    Tapi jujur sih, guwe juga pengen ketawa pas baca hadits shahih ini CKCKCKCKCKCKCKCK!!! WKWKWKWKWKWKWK!!! KWOKOKWOKOKWOKOK!!! :-D (Ngakak.com).

    Benarkah hadits shahih ini wahyu dari Allah yang maha Mengetahui?…
    Klo memang benar, maka apakah mungkin Allah tidak tahu mengenai rotasi bumi?…

    SANGAT MEMALUKAN DAN MEMILUKAN, YA!

    Wassalamu’alaykum!

    nb:

    Bolehkah hadits shahih ini aku sebarluaskan didalam Facebook; Wikipedia; WordPress; Blogspot; Google; Twitter; Yahoo; dan Forum debat agama, agar semua orang tahu bahwa sebenarnya menurut hadits shahih matahari itu tidak seperti apa yang kita bayangkan?…

    Apakah reaksinya kalau postingan ku ini aku publikasikan kepada orang kafir?…
    Boleh gak???
    Tapi bisa malu-maluin ajaran Islam ya??

    Hmmm…!, gimana dong, kasih solusi?!
    Ataukah kita buang saja hadits shahih ini?!

    • mau disebarkan ya monggo disebarkan kemana saja, tapi yang mau gue tanyaa
      apakah Arsy = bumi??

      ayo posting/sebarkan nanti tolong kasih gue linknya

      2. http://answering.wordpress.com/2012/01/25/menjawab-tuduhan-menurut-alquran-matahari-tenggelam-di-laut-berlumpur/

      3. masih sama, apakah Arsy = bumi===>>monggo diposting juga

      4. wakakakakaka sejak kapan “dibawah” musti dekat????
      gue tinggal dibawah awan, apakah gue deket dengan awan???? belum tentu

      5. konsisten ya kalau nulis

      “Jadi jikalau ada astronot yang terbang ke luar angkasa (antariksa) dan dia meneliti planet Merkurius dan matahari, berarti kita bisa berkata: “Wow!, Indah banget, Coy!. Astronot itu ternyata sudah terbang mendekati ‘arsy Allah!”. Indah banget ya??? Astronot bisa terbang mendekati ‘arsy Allah!”

      artinya Arsy bukan bumi

      lantas dipertanyaan sebelumnya kenapa Arsy disamakan dengan bumi????

      wekekekeke tafsir kelas teri MONGGO diposting kemana saja coy
      bikin saja puisi cinta lagi

      • orang ini agak aneh bung jack…dimana2 komennya SAMA semua itu2 juga…ngeliat websitenya kok isinya poto ABG LABIL lagi narsis semua….XD
        Tulisannya ketimpa foto semua….gimana mau mempertanggungjawabkan tulisannya….atau jangan2 ini domba kesasar bung jack?XD
        Mudah2an bukan….

Tinggalkan Balasan