Jumat , 28 November 2014
INFO
Home / ISLAM / Renungan / Arsip Khutbah Idhul Adha :Bergerak dan Berkorban Dalam Kebenaran

Arsip Khutbah Idhul Adha :Bergerak dan Berkorban Dalam Kebenaran

Oleh : Drs Ahmad Yani
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أََنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.

dakwatuna.com - Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt yang telah memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang begitu banyak sehingga kita bisa hadir pada pagi ini dalam pelaksanaan shalat Idul Adha. Kehadiran kita pagi ini bersamaan dengan kehadiran sekitar tiga sampai empat juta jamaah haji dari seluruh dunia yang sedang menyelesaikan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Semua ini karena nikmat terbesar yang diberikan Allah swt kepada kita, yakni nikmat iman dan Islam.

Shalawat dan salah semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para pengikut setia serta para penerus dakwahnya hingga hari kiamat nanti.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Salah satu yang amat kita butuhkan dalam menjalani kehidupan yang  baik adalah keteladanan dari figur-figur yang bisa diteladani. Dengan adanya keteladanan, kita memiliki tolok ukur untuk menilai apakah perjalanan hidup kita sudah baik atau belum. Karena itu, hari ini kita kenang kembali manusia agung yang diutus oleh Allah swt untuk menjadi Nabi dan Rasul, yakni Nabi Ibrahim as beserta keluarga Ismail as dan Siti Hajar. Keagungan pribadinya membuat kita bahkan Nabi Muhammad saw harus mampu mengambil keteladanan darinya, Allah swt berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِى اِبْرَاهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ

Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia (QS Al Mumtahanah [60]:4).

Dari sekian banyak hal yang harus kita teladani dari Nabi Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia serta mengambil hikmah dari pelaksanaan ibadah haji yang sedang berlangsung di tanah suci, dalam kesempatan khutbah yang singkat ini ada empat hikmah yang menjadi isyarat bagi kaum muslimin untuk mewujudkannya dalam kehidupan ini, apalagi bagi kita bangsa Indonesia yang masih terus berjuang untuk mengatasi berbagai persoalan besar yang menghantui kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pertama, Tinggalkan Yang Haram, dan Lakukan Yang Halal. Sebagaimana kita ketahui, ibadah haji dimulai dengan ihram dan diakhiri dengan tahallul. Saat ihram, pakaian yang dikenakan jamaah adalah kain putih tak berjahit, yang melambangkan kain kafan yang nanti akan dikenakan di sekujur tubuhnya ketika akan kembali kepada Allah swt pada saat kematiannya. Pakaian ihram yang putih-putih itu juga melambangkan tidak adanya perbedaan di mata Allah di antara sesama manusia. Segala perbedaan harus ditanggalkan dalam arti jangan sampai memiliki fanatisme secara berlebihan seperti perbedaan suku, organisasi, partai politik, paham, status sosial, ekonomi atau profesi. Kesatuan dan persamaan merupakan sesuatu yang harus diutamakan dalam upaya menegakkan kebenaran, bahkan siap mempertanggungjawabkan segala yang dilakukannya. Pakaian ihram juga melambangkan kesiapan berdisiplin dalam menjalankan kehidupan sebagaimana yang ditentukan Allah swt, hal ini karena selama berihram, jamaah haji memang berhadapan dengan sejumlah ketentuan, ada yang boleh dan ada yang tidak boleh dilakukan. Dengan demikian, seorang haji semestinya selalu disiplin menjalankan syariat Islam dan siapa pun yang menjalankan syariat Islam mendapat kedudukan yang terhormat, karena kehormatan manusia bukanlah terletak pada pakaiannya, tapi pada ketaqwaannya di hadapan Allah swt. Bila ihram maknanya adalah pengharaman dan tahallul maknanya adalah penghalalan, maka seorang haji siap meninggalkan yang diharamkan Allah swt dan hanya mau melakukan sesuatu bila memang dihalalkan. Ini merupakan prinsip yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim, bahkan setiap manusia. Karena itu amat tercela bila ada orang ingin mendapatkan sesuatu yang tidak halal dengan memanfaatkan jalur hukum sekadar untuk mendapatkan legalitas hukum agar terkesan menjadi halal, padahal keputusan hakim sekalipun tetap saja tidak bisa mengubah sesuatu yang tidak halal menjadi halal, Allah swt melarang keras hal ini dalam firman-Nya:

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقاً مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ 

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (QS Al Baqarah [2]:188).

Allahu Akbar 3X Walillahilmamdu.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Kedua, hikmah yang harus kita raih adalah Bergerak Untuk Kebaikan dan Berkorban. Ibadah haji merupakan ibadah bergerak. Para jamaah bergerak dari rumahnya menuju ke asrama haji, hanya beberapa jam di asrama haji, para jamaah harus bergerak lagi menuju Bandara, sesudah naik pesawat, mereka diterbangkan menuju bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dari Jeddah para jamaah harus bergerak lagi menuju Madinah bagi jamaah gelombang pertama untuk selanjutnya Menuju Mekah, sedangkan bagi jamaah gelombang kedua para jamah langsung ke Mekah. Di sana jamaah langsung menunaikan umrah hingga tahallul. Selama beberapa hari di Mekah, para jamaah sudah harus bergerak lagi untuk melaksanakan puncak ibadah haji, mereka harus bergerak lagi menuju Arafah untuk wuquf, malam harinya menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu, keesokan harinya melontar di Mina, Tawaf ifadhah di Mekah, kembali lagi ke Mina untuk melontar hingga selesai, lalu kembali lagi ke Mekah untuk bersiap meninggalkan Mekah menuju Tanah air masing-masing dan sebelum meninggalkan Mekah, para jamaah bergerak lagi untuk melakukan tawaf wada, yakni tawaf perpisahan dengan Ka’bah. Dari rangkaian ibadah haji, puncak kesulitan bahkan resiko yang paling besar adalah saat melontar yang melambangkan perlawanan atau peperangan melawan syaitan.

Dari rangkaian ibadah haji, kita bisa mengambil pelajaran bahwa setiap muslim apalagi mereka yang sudah menunaikan haji seharusnya mau bergerak dan menjadi tokoh-tokoh pergerakan untuk memperbaiki keadaan dan kualitas umat Islam. Setiap muslim harus bergerak untuk mencari nafkah, bergerak mencari ilmu, bergerak untuk menyebarkan, menegakkan dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, bergerak untuk memberantas kemaksiatan dan kemunkaran. Ini semua menunjukkan bahwa seorang muslim jangan sampai menjadi orang yang pasif, diam saja menerima kenyataan yang tidak baik, apalagi bila hal itu dilakukan dengan dalih tawakkal, padahal tawakkal itu adalah berserah diri kepada Allah swt atas apa yang akan diperoleh sesudah berusaha secara maksimal.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Jamaah Shalat Id Yang Dimuliakan Allah swt.

Ketiga, Jadikan masjid sebagai Pusat pergerakan. Ibadah haji dan rangkaian ibadah lainnya berpusat di masjid. Ketika jamaah haji kita mendapat kesempatan untuk berziarah ke Madinah, maka seluruh jamaah berbondong-bondong untuk melaksanakan shalat berjamaah yang lima waktu di masjid Nabawi, bahkan sampai ditargetkan mencapai angka arbain (40) waktu meskipun hal ini tidak menjadi bagian dari ibadah haji. Oleh karena itu, sebagai muslim setiap kita harus memiliki ikatan batin dengan masjid yang membuat kita mau mendatangi masjid setiap hari untuk melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah, khususnya bagi laki-laki, ikatan batin kita yang kuat kepada masjid membuat kita akan menjadi orang yang dinaungi Allah swt pada hari kiamat, Rasulullah saw bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ اِلاَّظِلُّهُ:..وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ إِذَاخَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُوْدَ اِلَيْهِ.

Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah: …seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu aneh sekali bila ada lelaki muslim tapi sehari-hari tidak suka dan tidak mau datang ke masjid. Karena tidak mau dipertanyakan keimanannya benar apa tidak, maka pada zaman Nabi Muhammad saw, orang munafik yang sudah mengaku beriman pun akhirnya datang juga ke masjid untuk menunaikan shalat berjamaah, namun hati mereka terasa berat dan malas, Allah swt berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً   

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali (QS An Nisa [4]:142).

Bila setiap lelaki muslim saja harus berusaha untuk selalu menunaikan shalat berjamaah di masjid, apalagi bila ia sudah melaksanakan ibadah haji. Karena seorang haji yang sudah menyempurnakan keislamannya seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat di sekitarnya.

Pelajaran Keempat, yang kita peroleh dari Nabi Ibrahim as adalah keinginannya yang amat besar untuk memiliki ilmu, menjadi pribadi yang shalih dan menjadi bahan pembicaraan yang baik bagi generasi yang akan datang, hal ini tercermin dalam doanya yang disebutkan oleh Allah swt dalam firman-Nya:

رَبِّ هَبْ لِي حُكْماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي اْلآخِرِينَ

(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, (QS As Syu’ara [26]:83-84)

Dalam tafsir Al Mishbah, kata hukman dipahami oleh al-Biqai berarti amal ilmiah, yakni amal yang baik berdasar ilmu. Sungguh sangat mulia pada diri Nabi Ibrahim yang berdoa meminta ilmu dan pemahaman agar selalu menjalani kehidupannya di jalan Allah swt. Namun yang amat disayangkan adalah banyak orang yang meminta ilmu kepada Allah, bahkan sampai memiliki gelar kesarjanaan tertinggi tetapi ilmu tersebut diamalkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan malah mendatangkan dosa. Karena itu dengan ilmu manusia bisa saja masuk surga dengan selamat dan dengan ilmu juga manusia bisa saja masuk neraka jika ilmunya digunakan untuk hal-hal yang negatif, bahkan memperoleh siksa yang lebih dahsyat, Rasulullah saw bersabda:

اَشَدُّ النَّّّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ

Orang yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang yang berilmu tapi tidak dimanfaatkannya (HR. Thabrani dari Abu Hurairah ra).

Hal yang luar biasa dari doa Nabi Ibrahim di atas adalah beliau meminta kepada Allah swt agar dimasukkan ke dalam golongan orang yang shalih, padahal seorang Nabi sudah pasti shalih, tapi masih saja ia berdoa agar dimasukkan ke dalam kelompok orang yang shalih, ini menunjukkan betapa pentingnya menjadi shalih dan beliau tidaklah merasa tinggi hati dengan keshalihannya hingga akhirnya ia tetaplah berdoa meminta dimasukkan ke dalam golongan orang yang shalih. M. Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Qur’an menyatakan bahwa; Kata shalih terambil dari akar kata shaluha yang merupakan lawan dari fasid (rusak). Dengan demikian shalih diartikan dengan tiada atau terhentinya kerusakan. Shalih juga diartikan sebagai bermanfaat dan sesuai. Amal shalih adalah pekerjaan yang apabila dilakukan tidak menyebabkan dan mengakibatkan mudharat (kerusakan) atau bila pekerjaan itu dilakukan akan diperoleh manfaat dan kesesuaian (hal 562).

Selanjutnya, Muhammad Abduh seperti yang dikutip oleh Quraish Shihab menyatakan bahwa amal shalih adalah segala perbuatan yang berguna bagi pribadi, keluarga, kelompok dan manusia secara keseluruhan. Dengan demikian, orang yang shalih adalah orang yang menjalani kehidupan yang sesuai dengan ketentuan Allah swt dan Rasul-Nya sehingga memberi manfaat kebaikan dan tidak mengakibatkan kerusakan atau kemudharatan bagi dirinya dan orang lain, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Begitu penting menjadi shalih, sehingga selain Nabi Ibrahim, jauh sebelumnya Nabi Sulaiman as juga berdoa agar dimasukkan ke dalam kelompok orang yang shalih, Allah swt berfirman:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَى وَالِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu, dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilmu untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih (QS An Naml [27]:19).

Doa ketiga dari Nabi Ibrahim as yaitu agar menjadi buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian. Tentu sebagai seorang nabi, Ibrahim as tidak berucap atau bertindak yang buruk kepada keluarga dan kaumnya, meskipun begitu beliau khawatir bila ada saja orang yang membicarakan keburukannya. Oleh karena itu, kesempatan hidup kita yang amat terbatas ini harus kita gunakan untuk membuat sejarah hidup yang mulia sehingga menjadi bahan pembicaraan yang baik saat kita sudah wafat, bukan karena kita ingin mendapat pujian, tapi karena memang hanya kebaikan yang boleh dibicarakan tentang orang yang sudah mati, namun bila tidak ada kebaikan yang bisa dibicarakan, lalu apa yang akan orang bicarakan tentang kita. Karena itu menjadi penting bagi kita untuk merenungi kira-kira bila kita sudah mati, apa yang orang bicarakan tentang kita, tentu seharusnya kebaikan dan manfaat hidup kita yang mereka rasakan, bukan karena kita suka menceritakannya kebaikan kita kepada orang lain. Manusia terbaik adalah yang paling bisa dirasakan manfaat keberadaannya oleh orang lain, Rasulullah saw bersabda:

خَيْرُالنَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ  

Sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudha’i dari Jabir ra).

Dari uraian di atas, dapat kita ambil pelajaran bahwa meneladani Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw serta mengambil hikmah dari ibadah haji menuntut kita untuk selalu berusaha memperbaiki diri dan keluarga serta memperbaiki orang lain untuk selanjutnya terus bergerak dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran dan mau berkorban untuk mencapainya.

Akhirnya marilah kita tutup khutbah Idul Adha pagi ini dengan berdoa kepada Allah swt:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اَللَّهُمَّ اِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ  وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari doa yang tak didengar (Ahmad, Muslim, Nasa’i).

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَّشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرًا

Ya Allah, jadikanlah mereka (para jamaah haji) haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, perdagangan yang tidak akan mengalami kerugian

 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

995 comments

  1. BISMILLAHI ALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAMDU..TERUSLAH BERINTERNET MEMBELA ISLAM DARI FITNAHAN ORANG KAFIR………………………..SEMAKIN MAJU SEMAKIN TERANG KESALAHAN ORANG-ORANG PENGIKUT KESESATAN…AKU BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH..PASRAH TOTAL DENGAN JIWA DAN RAGAKU

  2. faham :nggak nyambung?? otak lu peang kali….
    nb : kapan pertanyaanku dijawab?

    siapakah anak yang diminta ibrahim dalam doanya??? dan tunjukan dalilnya ismail adalah anak yang diminta Ibrahim dalam doanya. silakan ditunggu jawaban logis anda.

    • hehhehe baca ayat yang lain bung

      S U R A T I B R A H I M

      14:39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

      lihat dan baca baik2 bung kalimat terakhir

      • Jack yang ini bukan permintaan tapi ucapan syukur, apakah anda tidak bisa bedakan.

      • yup, syukur karena doanya terkabul

        Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

        yaitu Ismail dan Ishak

      • Terus doa Ibrahim apa sesuai ayat 101???

      • jika anda menukar tempat ayat 112 dengan 101 apakah akan nyambung dengan ayat 102 sampai 111 bung?

      • jack, oleh sebab itu kami mengatakan secara kronologis cerita, tidak sesuai.

      • makanya bung tidak ada/tidak perlu ada ayat yang ditukar, sebab di ayat selanjutnya dijelaskan bahwa anak yang dikorbankan oleh ibrahim selain anak yang sabar (ismail) juga anak yang sudah pada usia yang sanggup, tentu akan semakin rancu jika anda menukar atau memaksakan Ishak yang dikorbankan sementara Ismail memenuhi keriteria2 tersebut

        dan lagi, apa hubungan doa Ibrahim yang meminta anak yang shaleh tapi kemudian diberikan anak yang sabar dengan peristiwa pengorbanan

    • Ini logis menurut saya :
      Bagi orang tua yang tidak mempunyai anak dan sudah lama mengharapkan anak, maka logis kalau memohon dikaruniakan anak, dan suatu yang logis bila seorang Bapak mengharapkan/berdoa agar mendapat anak (yang : shaleh, beriman, sabar, takwa, menurut sama orang tua, pintar, rajin dll.)

      bagi orang tua, tidak akan membeda-bedakan anaknya apalagi punya anak yang semuanya beriman kepada Allah.

      Predikat sabar & shaleh, adalah predikat dari Tuhan (bukan dari manusia).
      Karena hal ini terkait dengan peristiwa pengorbanan maka predikat yang tepat adalah orang yang sabar, (sabar terhadap ujian tersebut).

      dalam hal ini Ibrahim tidak membeda-bedakan anaknya… apalagi ada janji dari Tuhan bahwa Ismail dan Ishak akan diberkati.

      [AQ 37.113] Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishak. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang lalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

      • faham , penjelasan anda tidak mengena, ayat 101 ibrahim meminta anak yg saleh ayat 102 diberi anak yang sabar , ternyata yang sesuai permintaan yaitu anak yang saleh ditaruh di ayat 112. secara kronologis tidak logis. mestinya anak yang saleh baru nyambung.

      • Jadi Allah harus menuruti Ibrahim?
        tidak terbalik itu bung

      • ya, ternyata Allah memenuhi permintahan Ibrahim dengan memberikan anak yang saleh, tetapi mengapa ditaruh di ayat 112???

      • kan bukan direstoran bung, pesen yang soleh langsung diberi yang soleh

      • Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh.

        anda tahu artinya permohonan. memohon, permintaan, harapan, keinginan????

        kalau kecewa dan bisa dibalikkin mending pesen di restoran aja (cocok dgn saran @jack)

    • Apalagi ada keterangan dalam AlQur’an sbb :

      AQ 11:71 Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Yakub.

      Allah SWT mengabarkan kepada Sarah akan kelahiran Ishak, yang akan menurunkan anak namanya Yakub. Maka tidaklah mungkin Tuhan menyampaikan kelahiran Ishak lalu memerintahkan menyembelihnya padahal telah dinyatakan dari padanya akan diturunkan Yakub. Bagaimana bisa jadi Yakub lahir ke dunia kalau bapaknya dijadikan sembelihan?.

      SILAHKAN BERPIKIR LOGIS BUNG !!

  3. Jack :hehehe kami sudah menggunakannya bung tapi anda masih tidak mau menerimaapakah menurut anda sendiri logis bahwa ishak yang dikorbankan sementara ishak sendiri lahir setelah peristiwa tersebut?

    jack , permasalahannya bukan anak pertama atau anak kedua yang dikorbankan , tetapi anak yang dipilih Allah. di dalam quran tidak jelas siapa anak yang dipilih Allah untuk dikorbankan.

    tetapi sangat jelas anak yang diminta abraham dalam doanya adalah Ishak.
    ismail tidak pernah diminta oleh Ibrahim di dalam doanya.

    mohon tanggapannya.

    • yang jelas bukan Ishak bung, karena Ishak sendiri lahir setelah peristiwa pengorbanan. yang dikorbankan adalah

      37:102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

      siapakah orang yang sabar itu?

      21:85. Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.

      apakah masih kurang jelas lagi bung?

      Ismail tidak pernah diminta?
      coba anda jelaskan ayat berikut bung

      14:39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

      kenapa Ibrahim malah bersyukur??

      menurut anda sendiri apakah mungkin Ishak yang dikorbankan sementara peristiwa pengorbanan tersebut terjadi sebelum Ishak lahir?
      MOHON JAWABANNYA BUNG

      • jika anda lebih teliti , maka anda akan menemukan ketidakjelasan pada surat 37, bukan ismail ( Allah tidak menyebutkan ) bukan juga isak . mengapa ???kronologis wahyu ini sangat tidak logis , sbb: minta anak yang saleh diberi anak yang sabar, ternyata anak yang sesuai dengan permintaan malah ditaruh di ayat 112.

      • jika tidak Ismail atau Ishak, lantas siapa yang dikorbankan bung??

  4. RISTEN KATOLIK BANYAK MAKAN KADALAN DI GEREJA.
    QURAN YANG BENAR DISALAHKAN.
    INJIL PALSU DIBENARKAN ,
    BAHKAN TUHAN PALSU PENGKIANAT YUDAS DIJADIKAN TUHAN
    DAN NABI ISA PEMBAWA KEBENARAN “:DIBUNUH’”

    LALU PEMUKA YAHUDI YANG “MENYALIB” ISA YANG TAKUT DENGAN GERAKAN RAKYAT YANG MEMBELA ISA.AKHIRNYA MEREKA MENIPU RAKYATNYA dengan mulut manisnya SEPERTI YANG DITULIS DI IBRANI 10:10 UNTUK MENGHIBUR MEREKA BAHWA NABI ISA DISALIB UNTUK MENEBUS DOSA MEREKA.

    INILAH TIPUAN ULAMA MEREKA PADA UMMATNYA DAHULU.SAMPAI SEKARANG PENDETA2 YANG UDAH TAHU MASIH MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN KARENA TAKUT GAJI MEREKA SEBAGAI PENDETA DIHENTIKAN.

    BERBEDA DENGAN PROF. YAHYA WALONI YANG TULUS KEMBALI KE ISLAM SETELAH TAHU KESALAHAN INJIL DAN KEBENARAN ISLAM.RELA JADI KULI BANGUNAN SETELAH GAJINYA SEBAGAI PENDETA DIHENTIKAN. BAHKAN SEKARANG TIDAK JUGA BELIAU MISKIN.BAHKAN MAKIN BERSINAR.

    ALLAH TIDAK TIDUR, SURGA SELUAS LANGIT DAN BUMI DENGAN SEGALA ISINYA TELAH ALLAH SIAPKAN BAGI ORANG YANG TELAH MENGUCAPKAN LAILAHAILLALLAH DENGAN IKHLAS.
    KEMBALILAH KE ISLAM TIDAK ADA TUHAN YANG WAJIB DISEMBAH KECULALI ALLAH.
    ALLAH YANG MENCIPTAKAN , ALLAH YANG MEMELIHARA, ALLAH YANG MENGHIDUPKAN , ALLAH YANG MEMATIKAN DAN ALLAH AKAN MENGHIDUPKAN KITA KEMBALI UNTUK MEMPERTANGGUNGJAWABKAN SEGALA PERBUATAN KITA.SEDANGKAN ORANG KAFIR TIDAK MENGENAL ALLAH, MENYEMBAH SELAIN ALLAH (nyembah yesus ibrani 10:10) tuhan buatan LANGSUNG MASUK NERAKA TANPA DIHISAB , AMAL MEREKA SEPERTI ANGIN.NDA ADA HARGANYA.

    S U R A T I B R A H I M

    14:18. Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

    MINTALAH AMALAN ANDA, MINTA SURGA ANDA SAMA PATUNG YESUS.
    SEMUA PATUNG SUDAH DIMASUKKAN DALAM NERAKA OLEH ALLAH.

    2:167. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.

  5. @ATAR ANDA TANYA KEMANA2, KAYAK LAGU AYU TING TING AJA.
    NI CERITA UNTUK ANDA.
    ADA ORANG BIJAK TERKANA PANAH.
    KETIKA MAU DIBAWAB KE TABIB, SI BIJAK INI BERKATA PADA ORANG2 “JANGAN BAWA SAYA KE TABIB. SAYA MAU TAHU SIAPA YANG MEMANAH SAYA., KEMUDIAN SAYA AKAN BERTANYA PADANYA “APAKAH ANAK PANAH ITU BERMATA SATU ATAU BERCABANG, APAKAH ADA RACUNNYA???.KEMUDIAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN SI BIJAK MATI.DIA MATI PENASARAN TANPA TAHU SIAPA YANG MEMANAHNYA, APAKAH BENTUK ANAK PANAHNYA.BERACUNKAH ATAU TIDAK.
    ATAR KITA TAK PERLU TAHU NYELIMET.KALO MAU TAHU NYELIMET
    KALAU ANDA SAKIT LALU KE DOKTER, APAKAH ANDA HARUS TAHU KOMPOSISI OBAT, JENIS OBAT, OBATNYA TERBUAT DARI APA DLL.
    KEMBALILAH KE ISLAM SENELUM NYAWA LEPAS DARI BADAN DAN ANDA BELUM KEMBALI KE ISLAM.

    39:53. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    39:54. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

    39:55. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,

    39:56. supaya jangan ada orang yang mengatakan: Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).

    39:57. atau supaya jangan ada yang berkata: ‘Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa’.

    39:58. Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab: ‘Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik’.

    39:59. (Bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir”.

    39:60. Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?

    39:61. Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.

    39:62. Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.

    39:63. Kepunyaan-Nya lah kunci-kunci

    39:64. Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?”

    39:65. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

    39:66. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”.

    39:67. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.

  6. @ATAR
    kayaknya dari postingan anda yang ada, anda mau menggiringkan netter muslim ke satu jawaban yaitu Ishak (seperti iklan sprite “aku tau yang kau mau”), bagaimana kalau kita diskusi masalah Ishak? terserah dari pandangan Islam ato Kristen? mau………………………….????

    • bonek kami tidak bermaksud menggiring , kami ingin kebenaran. dalam surat 37 yang diclaim sebagai wahyu Allah, jika diteliti , siapa anak yang dikorbankan?? jawabannya adalah tidak jelas. ismail tidak jelas isakpun tidak jelas. karena kronologinya pun tidak logis. apakah masih dapat dikatakan sebagai penyempurna atau petujuk yang jelas, jika ini saja tidak bisa menjelaskan secara logis????

  7. Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Menyembah Berhala dan tidak ada hubungannya denagan pengorbanan Isak oleh ayahnya Abraham

    • Kok kami baru tau klu Ibadah haji itu UPACARA???????? dapat kamus darimana?biasanya kalu upacara pke pemimpin, komandan, pemimpin barisan………..he…he…..kuooooonyol puwwooool kata saudara jack

    • wekekekeke emang bentul2 kuohnyol pwwwwwoool tenan

      baca ayat berikut prop

      36:75. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.

      hehe kecian yah, niat hati agar patung kang yecus jadi pelindyuung malah jadi …..

    • Menurut ALkitab, berapa sih KIRA-KIRA umur Ishak ketika dikorbankan?

  8. Apalagi ada keterangan dalam AlQur’an sbb :

    AQ 11:71 Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Yakub.,/b>

    Allah SWT mengabarkan kepada Sarah akan kelahiran Ishak, yang akan menurunkan anak namanya Yakub. Maka tidaklah mungkin Tuhan menyampaikan kelahiran Ishak lalu memerintahkan menyembelihnya padahal telah dinyatakan dari padanya akan diturunkan Yakub. Bagaimana bisa jadi Yakub lahir ke dunia kalau bapaknya dijadikan sembelihan?.

    SILAHKAN BERPIKIR LOGIS BUNG !!

    • Faham, anda mengajak utk berpikir logis anda Sdh benar. Dalam quran maupun kitab terdahulu tidak diceritakan penyembelihan sesungguhnya, kitab2 meyakini bahwa permintaan penyembilihan hanyalah suatu bentuk ujian kepada Ibrahim dan ternyata Ibrahim benar2 taat kepada Allah. Ishak tidak disembelih benaran bukan?
      Coba sekali lagi berpikir logis, adakah anak yang diminta ibrahim dalam doanya adalah Ismail?

      • kalau tidak, kenapa di ayat lain Ibrahim malah bersyukur atas kelahiran Ismail dan Ishak?
        tolong dijelaskan bung

      • Ismail yang diuji kok jadi Ishak?????????????????????????

        Gimana ceritanyaaaaaaaaaaaaaaaa???????

        Kalau mau berpikir logis, silahkan pikirkan… masa mau ngasih ujian pengorbanan nyawa tapi diberikan kabar yaqub akan lahir dari ishak?
        hehehe…. ini sih ujian abal-abal….

      • seorang bapak yang baik ,kelahiran seorang anak pastilah disyukuri, tetapi jika kita kembali ke surat 37 , dimana yang menjadi dasar anda meyakini bahwa ismaillah yang dikorbankan adalah sangat rapuh , sama sekali nama ismail tidak disebutkan sebagai anak yang dikorbankan . tetapi anak yang didam-idamkan dan yang diminta ibrahim dalam doanya jelas-jelas adlah Isak.

        coba anda lihat ayat 100 lalu 101 sangat tidak nyambung secara kronologis. sekali lagi dasar rujukan saudarapun seperti rumah pasir yang mudah runtuh.

      • karena Ibrahim tidak sedang berada di RESTORAN ANAK bung, dimana pesen yang shaleh langsung datang yang shaleh, dan jika memang hanya Ishak anak yang diidamkan Ibrahim, kenapa Ibrahim malah bersyukur atas kelahiran Ismail dan Ishak, sekali lagi mohon pencerahannya bung?

        oh yah, saya copas tulisan anda sendiri bung

        “jika anda lebih teliti , maka anda akan menemukan ketidakjelasan pada surat 37, bukan ismail ( Allah tidak menyebutkan ) bukan juga isak . mengapa ???”

        sepertinya anda kebingungan bung, maju kena mundur kena mau menolak Ismail yang dikorbankan kena, mau mau beranggapan Ishak yang dikorbankan juga kena, apalagi mau menolak keduanya

  9. mana sih ayat yang mengatakan ismail dikurbankan……?

  10. jangkrik @ beginilah klo berdiskusi dengan orang yg hanya ingin membantah,, tak akan selesai2,, mending loe mikir dech,, hanya dalam waktu 23 tahun,Al Qur’an wahyu yang diterima NAbi Muhammad saw mampu dihafal secara keseluruhan oleh jutaan manusia dari jaman ke jaman? loe bandingan dech ma kitab loe,,, yang ada saling kontra,,, tape dech :-p

  11. ada informasi : Pak Atar punya anak Herber dan Ahmad
    ada kejadian : Pak Atar bermimpi bahwa anaknya yang sudah dewasa menikah, maka Pak Atar menyampaikan kepada anaknya : “Nak… , Bapa telah bermimpi menikahkanmu, pikirkanlah pendapatmu…”, kata anaknya : “Pak, kerjakanlah mimpi itu karena sayapun telah dewasa”.

    dan ketika Pak Atar melaksanakan pernikahan anaknya, pak Atar diberi kabar bahwa telah lahir anaknya yang bernama Ahmad.

    Pertanyaannya : siapakah yang menikah??
    Kalau @atar tidak bisa jawab…. TERLALU !!!

    • tapi KIRA-KIRA anak pak atar yang mau menikah itu, sudah sunat po durung, bung faham??????????????

    • Faham, faham, anda ini seperti orang baru belajar beranalogi, buatlah yang sesuai dan jelas donk. ada informasi- informasi dari siapa????? ga jelas lagi.

      ada kejadian- siapa yang melaporkan???? lagi-lagi ga jelas.

      alasan menikah karena telah dewasa????? aneh lagi nih. ada ga kecocokan???

      anak yang lahir diberi nama ahmad , anda sedikit jelas karena ada namanya. istrinya anda ga sebutkan namanya siapa?????

      • hehehe.. ternyata masih bodoh, apa pura-pura bodoh?

        informasi : “Pak Atar mempunyai anak Herber dan Ahmad” adalah analogi dari “Ibrahim punya anak, yang bernama Ismail dan Ishak”. (AQ 14:39)

        Kejadian : “Pak Atar bermimpi” analogi dari “Ibrahim yang bermimpi”, “dewasa” analogi dari “umur sanggup”, “menikahkan” analogi dari “pelaksaan dari mimpi/pengorbanan”. (AQ 37:102)

        “Pak Atar di beri kabar dengan kelahiran Ahmad” analogi dari “Ibrahim yang diberi kabar dengan kelahiran Ishak”.

        pahamkah anda dengan analogi???

      • ya ampuunnnn, bodohnya nggak ketulungan…..

      • itukan contoh bung, kenapa yang anda bahas malah kemana2, mending anda kaitkan contoh diatas dengan kasus Siapa anak Ibrahim yang dikorbankan

  12. Percuma saja anda berusaha beranalogi, kalo memang dasarnya ga jelas walau diutak -atik gimanapun tetaplah tidak bisa.

    • sedikit koreksi bung

      percuma beranalogi jika orang yang meminta tidak paham dengan permintaannya sendiri

    • Saya tahu, jawaban saya/siapapun dari umat muslim akan percuma…. dan apapun penjelasan dari umat muslim pasti akan disalahkan kok!!

      TAPI saya menjawab bukan buat anda tok…. tapi ditujukan buat pengunjung blog ini….
      jadi jangan GR dulu….

      Nah sekarang kalau mau berpikir kritis, silahkan kritisi ini:
      - Ismail yang berumur sekitar 16 tahun (16 TAHUN !!) digendong Ibunya yang berumur 106 tahun => Kej 21:14
      - Ismail yang berumur sekitar 16 Tahun (16 TAHUN !!) dibuang oleh ibunya ke semak-semak => Kej 21:15
      - Ismail yang berumur 16 Tahun (16 TAHUN !!) MENANGIS dengan suara nyaring (=seperti bayi??) => Kej 21:16

      mau saya tambah, apa cukup segini dulu???

      • jika baca koment transformasi indonesia di tempatnya edyprayitno, dijamian bakalan ngakak abis bung terkait hagar yang menggendong Ismail yang sudah berusia 16 tahun( ternyata hagar adalah manusia raksasa )

      • heran juga, kitab bobrok seperti itu kok banyak ya yang percaya…..

        bentar lagi ada revisinya tuh, angka 6 nya ilang, jadi cuma angka 1 aja alias masih batita……….

        tunggu aja, para pengedit bibel yang terinsirai dari roh kardus beraksi…..

      • wah lebih hebat primbon dong, nggak pake edit2an segala

      • kayaknya lebih hebat bibel bang, karena penganutnya lebih banyak dan banyak gratisan nya, kayak kartu seluler jaman sekarang…..

      • wah kalau yang satu ene saya sangat2 kurang setuju dengan anda bung, ramalan dalam primbon lebih akurat loh, selain itu nggak pakai edit2an lagi, dan yang lebih membanggakan, primbon itu ASLI buatan putra Indonesia

        cintailah produk2 dalam negeri

      • :D :D :D , kalau urusan original mah alkitab nggak ada apa apanya dibanding primbon………………

Tinggalkan Balasan