Sabtu , 25 Oktober 2014
INFO
Home / ISLAM / Al Qur'an / Benarkah dalam Islam tidak ada Jaminan Keselamatan Akan Masuk Surga?

Benarkah dalam Islam tidak ada Jaminan Keselamatan Akan Masuk Surga?

Menurut mereka di dalam Islam tidak ada jaminan masuk surga, semuanya pasti masuk neraka. Sedangkan dalam alkitab terdapat jaminan keselamatan (diartikan masuk surga) bagi yang percaya kepada Yesus Kristus. Cukup dengan percaya/iman pasti masuk Surga (Kata mereka sih gitu). Ayat alkitab dibawah ini merupakan tanggapan untuk membuktikannya :

Yohanes 5:24: “ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya  kepada Dia yang mengutus Aku,   ia mempunyai hidup yang kekal   dan tidak turut dihukum   sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

Yohanes 3 ayat 18: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”

Yohanes 11:26 : “dan setiap orang yang hidup dan yang percaya   kepada-Ku, tidak akan mati  selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”

Yohanes:14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Markus 16:16 : “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”.

Yohanes 6:58 : “Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Ayat-ayat tersebut punya pola pengandaian, banyak memakai kata ‘barangsiapa’ dan ‘akan’ artinya : KALAU anda percaya kepada Yesus, maka NANTI anda AKAN masuk surga.

Padanan dari ayat tersebut dalam Al-Qur’an sebenarnya banyak :

Al Baqarah 82 : Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

An Nisaa 57 : Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai;

An Nisaa 122 : Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ?

Al A’raaf 42 : dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Yunus 9 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam syurga yang penuh keni`matan.

Huud 23 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya.

Ar Ra’d 29 : Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

Ibrahim 23 : Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah “salaam”

Al Kahfi 107 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal

Maryam 60 : kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun

Thaahaa 75 : Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)

Al Hajj 14 : Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Al Hajj 23 : Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Al Hajj 56 : Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam syurga yang penuh keni`matan.

Al Ankabuut 7 : Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

Al Ankabuut 58 : Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal

Ar Ruum 15 : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.

Luqman 8 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh keni`matan

As Sajdah 19 : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan.

Asy Syura 22 : Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

Al Jatsiyah 30 : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.

At Taghaabun 9 : (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.

At- Thalaaq 11 : Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.

Al Buruuj 11 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.

Berbeda dengan ajaran Kristen yang mengaitkan soal masuk surga HANYA dengan percaya (sekalipun dalam beberapa diskusi kristener sering mengatakan bahwa kalau sudah percaya maka perbuatannya sudah pasti merupakan amal shaleh, ini perlu didiskusikan lebih lanjut, fakta yang ada, amal saleh/perbuatan baik bisa dilakukan semua orang, tidak peduli apapun agamanya, bahkan atheis sekalipun) maka Al-Qur’an mengaitkan surga dengan iman dan amal saleh, artinya beriman saja tidak akan membuat anda masuk sorga kalau tidak pernah beramal saleh, sebaliknya semua amal saleh anda akan sia-sia kalau tidak didasari iman kepada Allah. Namun semua ayat Al-Qur’an tersebut tidak diartikan bahwa anda yang merasa telah beriman dan beramal saleh PASTI masuk surga, karena selama anda menjalani hidup maka dipastikan iman dan amal saleh anda selalu berubah, kadang naik dan kadang turun, itu adalah hal yang manusiawi dan terjadi pada semua orang. Kondisi keimanan dan amal saleh yang tidak stabil tersebut bisa disebabkan oleh ujian yang diberikan Allah kepada manusia yang punya kodrat memiliki kecenderungan kearah baik dan buruk. Al-Qur’an sendiri menyampaikan :

Ali Imran 142 : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Al Ankabuut 2 : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

Ali Imran 186 : Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu.

Al Hujuurat 3 : Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

Al An’aam 145 : Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.

Al An’aam 53 : Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya) ?”

Al Anbiyaa 35 : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Muhammad 31 : Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

Al Mulk 2 : Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

Al Insaan 2 : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Jadi menurut Al-Qur’an, hidup di dunia tidak lain hanyalah periode untuk menguji keimanan dan perbuatan kita, mengapa harus diuji..?? karena hanya dengan ujianlah bisa dibuktikan apakah seorang manusia memang menjalankan hidupnya sesuai perintah Allah atau tidak. Dalam menjalani hidup sering kita tergelincir melakukan dosa, itu juga manusiawi karena mana ada manusia yang tidak punya dosa..? untuk itu Allah memberikan mekanisme lain :

Ali Imran 135-136 : Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

An Nisaa 64 : Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk dita`ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

An Nisaa 106 : dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

An Nisaa 110 : Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al maaidah 39 : Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al Maaidah 73-74 : Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al A’raaf 153 : Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

An Anfaal 39 : Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu;

ini sebagian dari ayat Al-Qur’an tentang pengampunan Allah, masih banyak ayat yang lain lagi, terus terang saya capek mengutipnya karena sangat banyak ayatnya, silahkan anda cari sendiri dalam Al-Qur’an!.

Jadi ayat alkitab memang tidak pernah menyatakan adanya jaminan anda masuk surga karena percaya kepada Yesus, karena semua ayat yang dikutip diatas hanyalah kalimat pengandaian, dan itu sama saja dengan ayat yang ada dalam Al-Qur’an. Lalu mengapa umat Kristen sampai bisa punya pikiran SUDAH dijamin dan PASTI masuk surga, hanya dengan syarat percaya..?? itu datangnya dari doktrin gereja yang dicekoki terus-menerus, menjadi ‘candu spriritual’, bikin mabok dan melayang-layang, lupa bahwa kita harus terus menjalani kehidupan dengan segala kemungkinan, bisa istiqomah (konsisten) dengan keimanan dan amal saleh kita, bisa juga terjerumus, Al-Qur’an mengatakan :

Al Baqarah 111 : Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.

Tahu artinya ‘angan-angan kosong’..? sesuatu yang belum ada ditangan, tapi pikiran sudah merasa itu sudah ada ditangan, itu namanya angan-angan kosong dan Al-Qur’an telah memperingatkan anda dengan bahasa yang lugas dan jelas..Nah para pembaca, dihadapan anda ada 2 pilihan soal keselamatan dan jaminan masuk surga, mana yang akan anda pilih..? anda mau ‘melayang-layang’ menikmati angan-angan kosong anda atau anda kembali kedunia nyata, menjalani sisa kehidupan anda, selalu berhati-hati agar tidak tergelincir, selalu memohon kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang bisa memberi anda petunjuk atau malah akan menyesatkan anda kalau anda menghadap-Nya dengan sombong, prasangka buruk dan kedurhakaan. Semuanya terserah anda…

MENJAWAB: APAKAH MENURUT QS.MARYAM 19:71 SEMUA PASTI MASUK NERAKA?

Mereka hanya melihat pada ayat QS. Maryam 19: 71 tanpa memperhatikan ayat selanjutnya, padahal dengan melihat ayat selanjutnya akan dilihat dengan sangan mudah bahwa tuduhan mereka semua orang akan masuk neraka menurut Alqur’an adalah salah besar:

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا (71)

Artinya:  Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.(QS.Maryam 19:71)

Kemudian Allah mengarahkan firman-Nya kepada manusia seluruhnya dan menerangkan bahwa semua orang akan dibawa ke tempat dimana neraka berada. Mereka di dekatkan ke neraka itu dan berdiri di sekelilingnya. Hal ini sudah menjadi ketetapan-Nya yang tidak dapat dirubah lagi dan harus terlaksana. As Suddy meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa manusia seluruhnya di bawa ke “Siraat” (titian). Kemudian mereka menyeberangi Sirat itu dengan membawa amal perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang melaluinya secepat kilat, ada secepat angin, secepat burung melayang, secepat kuda berlari, secepat unta dan ada pula yang secepat lari manusia. Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda; Semua manusia akan mendatangi neraka kemudian mereka akan kembali membawa amal perbuatan mereka.

Supaya lebih jelas kita lihat ayat selanjutnya
ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا (72)

Artinya:
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.(QS. Maryam 19:72)

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia di kala itu melepaskan orang-orang yang bertakwa dari siksaan neraka dan membiarkan orang-orng kafir jatuh ke dalamnya dalam keadaan berlutut. Allah menerangkan bahwa yang dilepaskan dari siksaan neraka itu ialah orang-orang yang bertakwa bukan orang-orang yang beriman saja, karena orang-orang yang beriman saja belum tentu termasuk orang-orang yang bertakwa karena banyak di antara orang-orang yang beriman melanggar perintah-perintah Allah dan mengerjakan larangannya. Apabila dosanya lebih banyak dari amal kebaikannya maka ia akan disiksa lebih dahulu dalam neraka sesuai dengan dosa yang diperbuatnya kemudian barulah dikeluarkan dari neraka setelah menerima siksaan yang sepadan dengan dosanya, lalu dimasukkan ke surga. Adapun orang-orang yang amal kebaikannya lebih banyak dari dosanya, maka dia dimasukkan ke dalam surga setelah dosa-dosanya itu diampuni oleh Allah dengan rahmat dan kasih sayangnya. Hal yang demikian tersebut dalam firman Allah.

فأما من ثقلت موازينه فهو في عيشة راضية وأما من خفت موازينه فأمه هاوية وما أدراك ما هيه نار حامية
Artinya:
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikannya), maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya maka tempat kembalinya ialah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (Q.S. Al Qari’ah: 6-11)

Syaikh ‘Abdul Muhsin menyatakan bahwa penafsiran paling populer mengenai ayat di atas ada dua pendapat. Pertama, semua orang akan memasuki neraka, akan tetapi kaum Mukminin tidak mengalami bahaya. Kedua, semua orang akan melewati shirâth (jembatan) sesuai dengan kadar amal shalehnya. Jembatan ini terbentang di atas permukaan neraka Jahannam. Jadi, orang yang melewatinya dikatakan telah mendatangi neraka. Penafsiran ini dinukil Ibnu Katsîr rahimahullâh dari Ibnu Mas’ûd radhiallâhu’anhu.

al-wurûd dalam firman Allah Surat Maryam ayat 71 adalah melintasi shirâth.”

Untuk menguatkan pendapat ini, Imam Ibnul Abil ‘Izzi rahimahullâh berhujjah dengan ayat selanjutnya (QS. Maryam 19:72) dan hadits riwayat Imam Muslim rahimahullâh dalam kitab Shahihnya no. 6354.

Imam Muslim rahimahullâh meriwayatkan dengan sanadnya dari Umm Mubasysyir radhiallâhu’anha, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda saat berada di samping Hafshah radhiallâhu’anha,

“Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah berbaiat di bawah pohon (ikut serta dalam perjanjian Hudaibiyah, red) yang akan masuk neraka”.

Hafshah (dengan merasa heran) berkata, “Mereka akan memasukinya wahai Rasulullah”.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam pun menyanggahnya. Kemudian Hafshah radhiallâhu’anha berdalil dengan membaca ayat di atas (QS. Maryam19:71).

(Mendengar ini) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam kemudian (mendudukkan masalah seraya) bersabda:

“Sungguh Allah telah berfirman setelahnya: Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut)”. (QS. Maryam 19: 72)

Usai mengetengahkan hadits di atas, Imam Ibnu Abil ‘Izzi rahimahullâh mengatakan bahwa Beliau (Rasulullah) Shallallahu ‘Alaihi Wassallam mengisyaratkan (dalam hadits tersebut) bahwa maksud al-wurûd (mendatangi neraka) tidak mesti memasukinya.

Selamatnya (seseorang) dari mara bahaya tidak mesti ia telah mengalaminya. Seperti halnya seseorang yang dikejar musuh yang hendak membunuhnya, namun musuh tidak sanggup menangkapnya, maka untuk orang yang tidak tertangkap ini bisa dikatakan Allah telah menyelamatkannya.

Sebagaimana Allâh Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan ketika adzab Kami datang, Kami selamatkan Hûd…” (Qs. Hûd /11:58),
“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Saleh…” (Qs. Hûd /11:66),
“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syu’aib…” (Qs. D /11:94).

Siksa Allâh Ta’ala tidak ditimpakan kepada mereka, akan tetapi menimpa orang selain mereka. Jika tidak ada faktor-faktor keselamatan yang Allâh Ta’ala anugerahkan bagi mereka secara khusus, niscaya siksa akan menimpa mereka juga. Demikian pula pengertian al-wurûd (mendatangi neraka), maksudnya adalah orang-orang akan melewati neraka dengan melintasi shirâth, kemudian Allâh Ta’ala menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di neraka dalam keadaan berlutut”

Senada dengan keterangan di atas, sebelumnya Imam Nawâwi rahimahullâh (wafat tahun 676 H) pun merâjihkan arti kata al-wurûd adalah menyeberangi shirâth. Beliau rahimahullâh berkata saat menerangkan hadits Umm Mubasysyir radhiallâhu’anha: “Yang benar, maksud al-wurûd (mendatanginya) dalam ayat (Qs Maryam/19:71) adalah melewati shirâth. Shirâth adalah sebuah jembatan yang terbentang di atas neraka Jahanam. Para penghuni neraka akan terjatuh ke dalamnya. Sementara selain mereka akan selamat”.

Dalam kitab al-Jawâbuss Shahîh (1/228), Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullâh juga merâjihkan bahwa pengertian al-wurûd adalah menyeberangi shirâth.

Syaikh Abu Bakar al-Jazairi hafizhahullâh juga memilih pendapat ini dalam tafsirnya.

Orang-orang yang Bertakwa Selamat Melintasi Shirâth

Allâh Ta’ala menyelamatkan orang-orang yang bertakwa kepada-Nya sesuai dengan amal mereka. Amal shaleh akan sangat berpengaruh dalam proses melewati shirâth. Semakin banyak amal shaleh seseorang di dunia, maka ia akan semakin cepat menyeberanginya.

Syaikh as-Sa’di rahimahullâh mengatakan: “Orang-orang menyeberanginya sesuai dengan kadar amaliahnya (di dunia). Sebagian melewatinya secepat kedipan mata, atau secepat angin, atau secepat jalannya kuda terlatih atau seperti kecepatan larinya hewan ternak. Sebagian (menyeberanginya) dengan berlari-lari, berjalan atau merangkak. Sebagian yang lain tersambar dan terjerumus jatuh di dalam neraka. Masing-masing sesuai dengan kadar ketakwaannya. “

Sebagaimana Allâh Ta’ala berfirman yang artinya “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa (kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya) dan membiarkan orang-orang zhalim (yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran dan maksiat) di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.”

Pelajaran Dari Ayat
Mengandung penetapan kewajiban mengimani keberadaan neraka.
Penetapan kewajiban mengimani shirâth.
Penetapan kepastian menyeberangi jembatan di atas neraka.
Ketetapan Allâh Ta’ala pasti terjadi.
Orang-orang bertakwa akan selamat dari siksa neraka.
Orang-orang fâjir (berbuat jahat) akan binasa karena kesyirikan dan maksiat mereka.

Orang-orang Kristen suka sekali berkhayal cukup dengan iman/percaya pasti masuk surga. Apa benar anda sudah sangat yakin dengan keimanan anda bisa selamat? Apa anda benar-benar orang beriman?

Jika jawabannya iya, boleh dunk saya tes! Beranikah anda mempraktekkan ayat ini:

Matius 17: 20: “Ia berkata kepada mereka : “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu”

Saya rasa iman anda tidak lebih kecil dari biji sawi kan? Coba dunk pindahin gunung?! Saya mau lihat bener ga sih iman kristen bisa membuat orang mampu mindahin gunung!

Markus 16: 17-18:
(17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Hayo siapa yg berani memegang ular dan minum racun? Kan kata Yesus orang yg beriman ga akan mati dipatok ular atau minum racun.

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

1.516 comments

  1. yg kesian itu umat muslim, korban khayalannya mamad cabul yg mengajak aulloh swt merancang dan menjadikan syurganya menjadi lokalisasi dolly.
    aulloh swt sebagai manager/germo dan mamad jd boss preman pengawas,masyalloooooh…..
    minta ferrari? helikopter? berlian? akh yg bener aja….lha wong didunia aja umat muslim n aullohnya gak mampu menciptakan semua itu kecuali kafir,emanknya mamad maw ngajak kafirun kesyurganya? heheheheheeeee….kesian……

    • kesian gimana mas? menurut mas bonsai surga itu seperti apa? seluas pulau jawa? atau pulau kalimantan? atau sumatra?
      surga menurut islam ya seluas langit dan bumi mas… bisa terbayang gx luasnya mas?
      sadar dong mas… yang kesian itu ya kamu… surga kristen seperti apa? suci seperti tempat ibadah? klo didunia sudah disuruh beribadah kenapa disurga disuruh ibadah lagi? kesian gx tuh? heheheheheeeee….kesian…kesian…kesian…

      • SURGA ITU > Langit yang baru dan bumi yang baru:
        WAHYU 21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru , sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru , turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. ” 21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru! ” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar. ” 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma d dari mata air kehidupan. 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya , orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, h mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian 22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai u air kehidupan , yang jernih bagaikan kristal, w dan mengalir x ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. 22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. 22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, 22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya 3 , dan nama-Nya akan tertulis di dahi d mereka. 22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. yang kedua.”
        Yerusalem yang baru
        21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba .” 21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. 21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. 21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya s dua belas buah 7 ; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. 21:13 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. 21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. 21:15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. 21:16 Kota itu bentuknya empat persegi , panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. 21:17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat. 21:18 Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. 21:19 Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, 21:20 dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, d dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung. 21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening. 21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu . 21:23 Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba m itu adalah lampunya. 21:24 Dan bangsa-bangsa akan berjalan 10 di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; 21:25 dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana 11 ; 21:26 dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. 21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

  2. COBA BANDINGKAN DGN INI Allah kemudian berfirman lagi kepadanya, ‘Pergi dan masuklah ke surga, dan surga bagianmu luasnya sepuluh kali bumi.’

    Saat mendengar firman Allah tentang tempatnya di surga yang seluas sepuluh kali luas bumi, orang itu merasa bahwa Allah Swt sedang mengejeknya. Oleh karena itu, ia langsung berkata, ‘Wahai Tuhanku, apakah Engkau mengejek dan menertawakan aku, sedangkan Engkau adalah Maharaja?’

    Ibnu Mas’ud berkata, “Setelah bercerita demikian, aku melihat Rasulullah Saw tertawa sampai gigi gerahamnya terlihat. Kemudian Rasulullah berkata, “Itulah kedudukan yang paling rendah bagi penghuni surga” (HR. Bukhari Muslim).

    Ternyata. Seseorang yang terakhir masuk surga pun masih memperoleh nikmat surga yang seluas sepuluh kali luas bumi. Subhanallah. Meskipun disampaikan dengan diselingi canda tawa, Rasulullah bermaksud menanamkan keteguhan iman kepada para sahabatnya melalui kisah ini. Wallahu A’lam Bish Shawab. [i@R]

    in the rama you (pondokhati), 30 April 2012
    ——————————————————————————-
    Bagi muslim yg tidak kritis, pasti langsung keluar kata2 subhanoloh, maha suci aloh dsb. Memang ajaran islam tidak mengajarkan untuk berpikir kritis

    Untuk apa tempat 10x luas bumi ???
    Kalo setiap orang dapat tempat 10x luas bumi, itu artinya super sangat jauh dengan tetangga, gimana nanti kalo bersosialisasi ?
    Tapi kalo hanya penghuni terakhir saja yg dapat tempat seluas itu, namanya aloh pilih kasih tuh

    Menurut muhammad tempat 10x luas bumi itu bagi penghuni yg kedudukannya paling rendah, jadi bisa saja muhammad dapat 1000x luas bumi

    Apa perlunya tempat seluas itu ?

    :lol:

  3. Kalo kawin islam di bumi,
    tujuannya adalah :
    Menuju Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah, Warohmah

    http://ibnujafar86.wordpress.com/2009/1 … -warohmah/

    Salah satu kutipannya :
    Dia menciptakan wanita yang menjadi pasangan kamu berasal dari jenis kamu sendiri sehingga kamu cenderung dan tenteram kepadanya. Andaikata Dia menjadikan semua Bani Adam (manusia) itu laki-laki dan menjadikan wanita dari jenis lain selain mereka, seperti bila berasal dari bangsa jin atau hewan, maka tentu tidak akan terjadi kesatuan hati di antara mereka dan pasangan (istri) mereka, bahkan sebaliknya membuat lari, bila pasangan tersebut berasal dari lain jenis.

    Ada 2 hal penting di sini:

    1. Apakah tujuan perkawinan dengan 72 bidadari surga itu juga untuk Menuju Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah, Warohmah,
    atau sekedar kesenangan sex belaka (ingat, kekuatan syahwat laki2x surga 100x laki2x arab yg paling jossss).

    2. Bidadari adalah lain jenis dari manusia, itu jelas,
    ada yang mau mengatakan kalo bidadari itu manusia ???
    Kenapa dalil mengawinkan (wanita dari yang) sejenis itu dipatahkan awlo sendiri ???

    Apa ini menunjukkan,
    semua ayat quran di bumi udah gak berlaku lagi di surga ???

    Dengan kata lain,
    di surga itu udah gak ada aturan,
    suka – suka aja …. !?

  4. Benarkah dalam Islam tidak ada Jaminan Keselamatan Akan Masuk Surga?

    Tahukah anda bahwa dari sekian ribu bangsa Israil yang berangkat dari Mesir hanya ada dua manusia asli dari Mesir yang sampai di tanah kanan ?

    Siapakah itu ?

    Yaitu Yosua dan Kaleb.

    Yosua adalah keurunan Ishak sedang Kaleb adalah keurunanIsmail.

    Tahukah anda Apa artinya itu ?

    Artinya, bukan hanya keturunan Ishak saja yang akan masuk Surga, Keturunan Ismail Juga, pasti ada yang masuk surga.

    Tahukah anda siapa yang terlebih dahulu menyembah Yesus yang baru lahir itu ?

    Apa yang mereka bawa ?

    Yang terlebih dahulu menyembah Yesus yang baru lahir itu adalah keturuinan Ismail, mereka membawa minyak wangi yang mahal mahal, sebaliknya Israil/Yahudi tidak mengenal Yesus, lalu membunuhnya di kayu salib.

    Apa artinya itu ?

    Bukan bangsa Israil yang akan masuk surga, tetapi siapa saja manusia yang mengenal Yesus, itulah yang akan masuk surga.

    Dalam perumpamaan Yesus, tidak seorangpun dari tokoh agama Yahudi dan Israil atau Imam imam Israil dan dari para ahli kitab Israil yang menolong orang yang di jarah/dirampok penjahat, hanya keturunan Ismaillah yang berbelas kasihan menolongnya.

    Apa artinya ?

    Tidak menjadi keistimewaan menjadi Israil, tetapi siapa saja yang melakukan kasih, itulah yang akan masuk surga.

  5. Saya mengucapkan :

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H.

    Semoga Seluruh Rakyat Indonesia Hidup Rukun, Damai dan Sejahtera.

Tinggalkan Balasan