Menurut mereka di dalam Islam tidak ada jaminan masuk surga, semuanya pasti masuk neraka. Sedangkan dalam alkitab terdapat jaminan keselamatan (diartikan masuk surga) bagi yang percaya kepada Yesus Kristus. Cukup dengan percaya/iman pasti masuk Surga (Kata mereka sih gitu). Ayat alkitab dibawah ini merupakan tanggapan untuk membuktikannya :
Yohanes 5:24: “ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”
Yohanes 3 ayat 18: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”
Yohanes 11:26 : “dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
Yohanes:14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Markus 16:16 : “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”.
Yohanes 6:58 : “Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”
Ayat-ayat tersebut punya pola pengandaian, banyak memakai kata ‘barangsiapa’ dan ‘akan’ artinya : KALAU anda percaya kepada Yesus, maka NANTI anda AKAN masuk surga.
Padanan dari ayat tersebut dalam Al-Qur’an sebenarnya banyak :
Al Baqarah 82 : Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
An Nisaa 57 : Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai;
An Nisaa 122 : Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ?
Al A’raaf 42 : dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
Yunus 9 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam syurga yang penuh keni`matan.
Huud 23 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya.
Ar Ra’d 29 : Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
Ibrahim 23 : Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah “salaam”
Al Kahfi 107 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal
Maryam 60 : kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun
Thaahaa 75 : Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)
Al Hajj 14 : Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Al Hajj 23 : Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
Al Hajj 56 : Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam syurga yang penuh keni`matan.
Al Ankabuut 7 : Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.
Al Ankabuut 58 : Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal
Ar Ruum 15 : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.
Luqman 8 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh keni`matan
As Sajdah 19 : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan.
Asy Syura 22 : Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
Al Jatsiyah 30 : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.
At Taghaabun 9 : (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.
At- Thalaaq 11 : Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.
Al Buruuj 11 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.
Berbeda dengan ajaran Kristen yang mengaitkan soal masuk surga HANYA dengan percaya (sekalipun dalam beberapa diskusi kristener sering mengatakan bahwa kalau sudah percaya maka perbuatannya sudah pasti merupakan amal shaleh, ini perlu didiskusikan lebih lanjut, fakta yang ada, amal saleh/perbuatan baik bisa dilakukan semua orang, tidak peduli apapun agamanya, bahkan atheis sekalipun) maka Al-Qur’an mengaitkan surga dengan iman dan amal saleh, artinya beriman saja tidak akan membuat anda masuk sorga kalau tidak pernah beramal saleh, sebaliknya semua amal saleh anda akan sia-sia kalau tidak didasari iman kepada Allah. Namun semua ayat Al-Qur’an tersebut tidak diartikan bahwa anda yang merasa telah beriman dan beramal saleh PASTI masuk surga, karena selama anda menjalani hidup maka dipastikan iman dan amal saleh anda selalu berubah, kadang naik dan kadang turun, itu adalah hal yang manusiawi dan terjadi pada semua orang. Kondisi keimanan dan amal saleh yang tidak stabil tersebut bisa disebabkan oleh ujian yang diberikan Allah kepada manusia yang punya kodrat memiliki kecenderungan kearah baik dan buruk. Al-Qur’an sendiri menyampaikan :
Ali Imran 142 : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Al Ankabuut 2 : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
Ali Imran 186 : Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu.
Al Hujuurat 3 : Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
Al An’aam 145 : Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.
Al An’aam 53 : Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya) ?”
Al Anbiyaa 35 : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
Muhammad 31 : Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.
Al Mulk 2 : Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
Al Insaan 2 : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Jadi menurut Al-Qur’an, hidup di dunia tidak lain hanyalah periode untuk menguji keimanan dan perbuatan kita, mengapa harus diuji..?? karena hanya dengan ujianlah bisa dibuktikan apakah seorang manusia memang menjalankan hidupnya sesuai perintah Allah atau tidak. Dalam menjalani hidup sering kita tergelincir melakukan dosa, itu juga manusiawi karena mana ada manusia yang tidak punya dosa..? untuk itu Allah memberikan mekanisme lain :
Ali Imran 135-136 : Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.
An Nisaa 64 : Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk dita`ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
An Nisaa 106 : dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
An Nisaa 110 : Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Al maaidah 39 : Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Al Maaidah 73-74 : Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Al A’raaf 153 : Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
An Anfaal 39 : Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu;
ini sebagian dari ayat Al-Qur’an tentang pengampunan Allah, masih banyak ayat yang lain lagi, terus terang saya capek mengutipnya karena sangat banyak ayatnya, silahkan anda cari sendiri dalam Al-Qur’an!.
Jadi ayat alkitab memang tidak pernah menyatakan adanya jaminan anda masuk surga karena percaya kepada Yesus, karena semua ayat yang dikutip diatas hanyalah kalimat pengandaian, dan itu sama saja dengan ayat yang ada dalam Al-Qur’an. Lalu mengapa umat Kristen sampai bisa punya pikiran SUDAH dijamin dan PASTI masuk surga, hanya dengan syarat percaya..?? itu datangnya dari doktrin gereja yang dicekoki terus-menerus, menjadi ‘candu spriritual’, bikin mabok dan melayang-layang, lupa bahwa kita harus terus menjalani kehidupan dengan segala kemungkinan, bisa istiqomah (konsisten) dengan keimanan dan amal saleh kita, bisa juga terjerumus, Al-Qur’an mengatakan :
Al Baqarah 111 : Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.
Tahu artinya ‘angan-angan kosong’..? sesuatu yang belum ada ditangan, tapi pikiran sudah merasa itu sudah ada ditangan, itu namanya angan-angan kosong dan Al-Qur’an telah memperingatkan anda dengan bahasa yang lugas dan jelas..Nah para pembaca, dihadapan anda ada 2 pilihan soal keselamatan dan jaminan masuk surga, mana yang akan anda pilih..? anda mau ‘melayang-layang’ menikmati angan-angan kosong anda atau anda kembali kedunia nyata, menjalani sisa kehidupan anda, selalu berhati-hati agar tidak tergelincir, selalu memohon kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang bisa memberi anda petunjuk atau malah akan menyesatkan anda kalau anda menghadap-Nya dengan sombong, prasangka buruk dan kedurhakaan. Semuanya terserah anda…
MENJAWAB: APAKAH MENURUT QS.MARYAM 19:71 SEMUA PASTI MASUK NERAKA?
Mereka hanya melihat pada ayat QS. Maryam 19: 71 tanpa memperhatikan ayat selanjutnya, padahal dengan melihat ayat selanjutnya akan dilihat dengan sangan mudah bahwa tuduhan mereka semua orang akan masuk neraka menurut Alqur’an adalah salah besar:
وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا (71)
Artinya: Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.(QS.Maryam 19:71)
Kemudian Allah mengarahkan firman-Nya kepada manusia seluruhnya dan menerangkan bahwa semua orang akan dibawa ke tempat dimana neraka berada. Mereka di dekatkan ke neraka itu dan berdiri di sekelilingnya. Hal ini sudah menjadi ketetapan-Nya yang tidak dapat dirubah lagi dan harus terlaksana. As Suddy meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa manusia seluruhnya di bawa ke “Siraat” (titian). Kemudian mereka menyeberangi Sirat itu dengan membawa amal perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang melaluinya secepat kilat, ada secepat angin, secepat burung melayang, secepat kuda berlari, secepat unta dan ada pula yang secepat lari manusia. Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda; Semua manusia akan mendatangi neraka kemudian mereka akan kembali membawa amal perbuatan mereka.
Supaya lebih jelas kita lihat ayat selanjutnya
ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا (72)
Artinya:
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.(QS. Maryam 19:72)
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia di kala itu melepaskan orang-orang yang bertakwa dari siksaan neraka dan membiarkan orang-orng kafir jatuh ke dalamnya dalam keadaan berlutut. Allah menerangkan bahwa yang dilepaskan dari siksaan neraka itu ialah orang-orang yang bertakwa bukan orang-orang yang beriman saja, karena orang-orang yang beriman saja belum tentu termasuk orang-orang yang bertakwa karena banyak di antara orang-orang yang beriman melanggar perintah-perintah Allah dan mengerjakan larangannya. Apabila dosanya lebih banyak dari amal kebaikannya maka ia akan disiksa lebih dahulu dalam neraka sesuai dengan dosa yang diperbuatnya kemudian barulah dikeluarkan dari neraka setelah menerima siksaan yang sepadan dengan dosanya, lalu dimasukkan ke surga. Adapun orang-orang yang amal kebaikannya lebih banyak dari dosanya, maka dia dimasukkan ke dalam surga setelah dosa-dosanya itu diampuni oleh Allah dengan rahmat dan kasih sayangnya. Hal yang demikian tersebut dalam firman Allah.
فأما من ثقلت موازينه فهو في عيشة راضية وأما من خفت موازينه فأمه هاوية وما أدراك ما هيه نار حامية
Artinya:
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikannya), maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya maka tempat kembalinya ialah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (Q.S. Al Qari’ah: 6-11)
Syaikh ‘Abdul Muhsin menyatakan bahwa penafsiran paling populer mengenai ayat di atas ada dua pendapat. Pertama, semua orang akan memasuki neraka, akan tetapi kaum Mukminin tidak mengalami bahaya. Kedua, semua orang akan melewati shirâth (jembatan) sesuai dengan kadar amal shalehnya. Jembatan ini terbentang di atas permukaan neraka Jahannam. Jadi, orang yang melewatinya dikatakan telah mendatangi neraka. Penafsiran ini dinukil Ibnu Katsîr rahimahullâh dari Ibnu Mas’ûd radhiallâhu’anhu.
al-wurûd dalam firman Allah Surat Maryam ayat 71 adalah melintasi shirâth.”
Untuk menguatkan pendapat ini, Imam Ibnul Abil ‘Izzi rahimahullâh berhujjah dengan ayat selanjutnya (QS. Maryam 19:72) dan hadits riwayat Imam Muslim rahimahullâh dalam kitab Shahihnya no. 6354.
Imam Muslim rahimahullâh meriwayatkan dengan sanadnya dari Umm Mubasysyir radhiallâhu’anha, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda saat berada di samping Hafshah radhiallâhu’anha,
“Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah berbaiat di bawah pohon (ikut serta dalam perjanjian Hudaibiyah, red) yang akan masuk neraka”.
Hafshah (dengan merasa heran) berkata, “Mereka akan memasukinya wahai Rasulullah”.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam pun menyanggahnya. Kemudian Hafshah radhiallâhu’anha berdalil dengan membaca ayat di atas (QS. Maryam19:71).
(Mendengar ini) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam kemudian (mendudukkan masalah seraya) bersabda:
“Sungguh Allah telah berfirman setelahnya: Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut)”. (QS. Maryam 19: 72)
Usai mengetengahkan hadits di atas, Imam Ibnu Abil ‘Izzi rahimahullâh mengatakan bahwa Beliau (Rasulullah) Shallallahu ‘Alaihi Wassallam mengisyaratkan (dalam hadits tersebut) bahwa maksud al-wurûd (mendatangi neraka) tidak mesti memasukinya.
Selamatnya (seseorang) dari mara bahaya tidak mesti ia telah mengalaminya. Seperti halnya seseorang yang dikejar musuh yang hendak membunuhnya, namun musuh tidak sanggup menangkapnya, maka untuk orang yang tidak tertangkap ini bisa dikatakan Allah telah menyelamatkannya.
Sebagaimana Allâh Ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan ketika adzab Kami datang, Kami selamatkan Hûd…” (Qs. Hûd /11:58),
“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Saleh…” (Qs. Hûd /11:66),
“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syu’aib…” (Qs. D /11:94).
Siksa Allâh Ta’ala tidak ditimpakan kepada mereka, akan tetapi menimpa orang selain mereka. Jika tidak ada faktor-faktor keselamatan yang Allâh Ta’ala anugerahkan bagi mereka secara khusus, niscaya siksa akan menimpa mereka juga. Demikian pula pengertian al-wurûd (mendatangi neraka), maksudnya adalah orang-orang akan melewati neraka dengan melintasi shirâth, kemudian Allâh Ta’ala menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di neraka dalam keadaan berlutut”
Senada dengan keterangan di atas, sebelumnya Imam Nawâwi rahimahullâh (wafat tahun 676 H) pun merâjihkan arti kata al-wurûd adalah menyeberangi shirâth. Beliau rahimahullâh berkata saat menerangkan hadits Umm Mubasysyir radhiallâhu’anha: “Yang benar, maksud al-wurûd (mendatanginya) dalam ayat (Qs Maryam/19:71) adalah melewati shirâth. Shirâth adalah sebuah jembatan yang terbentang di atas neraka Jahanam. Para penghuni neraka akan terjatuh ke dalamnya. Sementara selain mereka akan selamat”.
Dalam kitab al-Jawâbuss Shahîh (1/228), Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullâh juga merâjihkan bahwa pengertian al-wurûd adalah menyeberangi shirâth.
Syaikh Abu Bakar al-Jazairi hafizhahullâh juga memilih pendapat ini dalam tafsirnya.
Orang-orang yang Bertakwa Selamat Melintasi Shirâth
Allâh Ta’ala menyelamatkan orang-orang yang bertakwa kepada-Nya sesuai dengan amal mereka. Amal shaleh akan sangat berpengaruh dalam proses melewati shirâth. Semakin banyak amal shaleh seseorang di dunia, maka ia akan semakin cepat menyeberanginya.
Syaikh as-Sa’di rahimahullâh mengatakan: “Orang-orang menyeberanginya sesuai dengan kadar amaliahnya (di dunia). Sebagian melewatinya secepat kedipan mata, atau secepat angin, atau secepat jalannya kuda terlatih atau seperti kecepatan larinya hewan ternak. Sebagian (menyeberanginya) dengan berlari-lari, berjalan atau merangkak. Sebagian yang lain tersambar dan terjerumus jatuh di dalam neraka. Masing-masing sesuai dengan kadar ketakwaannya. “
Sebagaimana Allâh Ta’ala berfirman yang artinya “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa (kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya) dan membiarkan orang-orang zhalim (yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran dan maksiat) di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.”
Pelajaran Dari Ayat
Mengandung penetapan kewajiban mengimani keberadaan neraka.
Penetapan kewajiban mengimani shirâth.
Penetapan kepastian menyeberangi jembatan di atas neraka.
Ketetapan Allâh Ta’ala pasti terjadi.
Orang-orang bertakwa akan selamat dari siksa neraka.
Orang-orang fâjir (berbuat jahat) akan binasa karena kesyirikan dan maksiat mereka.
Orang-orang Kristen suka sekali berkhayal cukup dengan iman/percaya pasti masuk surga. Apa benar anda sudah sangat yakin dengan keimanan anda bisa selamat? Apa anda benar-benar orang beriman?
Jika jawabannya iya, boleh dunk saya tes! Beranikah anda mempraktekkan ayat ini:
Matius 17: 20: “Ia berkata kepada mereka : “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu”
Saya rasa iman anda tidak lebih kecil dari biji sawi kan? Coba dunk pindahin gunung?! Saya mau lihat bener ga sih iman kristen bisa membuat orang mampu mindahin gunung!
Markus 16: 17-18:
(17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.
Hayo siapa yg berani memegang ular dan minum racun? Kan kata Yesus orang yg beriman ga akan mati dipatok ular atau minum racun.
Lohhh??? yang bilang enyahlah pada yg disalib sebelah kiri itu Yesus sendiri,,, waktu YEsus disalib ada 2 orang sebelah kiri Yesus dan sebelah kanan YEsus,,, yang sebelah kanan bilang “TUHAN, SEBENARNYA ENGKAU TIDAK LAYAK UNTUK DISALIB, YANG LAYAK DISALIB ITU ADALAH KAMI ORANG2 BERDOSA, ENGKAU SANGAT TIDAK LAYAK KARENA ENGKAU KUDUS” , lalu jawab Yesus pada orang itu,, “SAAT INI JUGA ENGKAU AKAN BERSAMA-SAMA DENGAN AKU KE TAMAN FIRDAUS (SURGA)”,, llu yg sebelah kiri YEsus bilang, “KALAU ENGKAU MEMANG TUHAN LEPASKANLAH DIRIMU DARI SALIB ITU KALAU ENGKAU MEMANG TUHAN”, tpi kata Yesus “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” lalu ada seekor burung disalibnya dan mata orang sebelah kiri ini di patuk burung itu…..
@John Situmorang
Jangan kamu lari dari kenyataan, bahwa ayatnya jelas ORANG YANG DISALIB adalah dikutuk ALLAH, seberapa banyak-pun orang tiu
… sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah…(Ulangan 21:23)
balas test
maksud dari Israel yg dimaksudkan di alkitab itu adalah orang2 yg percaya pada Tuhan Yesus,, itu disebut bangsa Israel,, bukan mksdnya msyarakat negara Israel doank yg masuk Surga,, byak org Israel jga yg sya yakin ga msuk Surga, ada yg penipu, zinah, maling dll,, pasti ga msuk Surga (kecuali ada pertobatan).. dalam wahyu trsebut Tuhan menjajikan pasti bahwa kelak akan turun Langit dan bumi yang baru yang di situ tidak ada tangisan, kesedihan, kematian, kesakitan,, pkknya hal2 lama duniawi dilenyapkan dan d ganti menjadi seperti Surga yg indah dan tak terpikirkan, tetapi seorang penakut, pengecut, tidak percaya, cabul, pembunuh, pemakai ilmu2 gaib, pembohong, penyembah berhala, tidak akan mendapat bagian di tembat itu, krena bagiaanya di lautan api dan belerang yg menyala-nyala. Dan diturunkan oleh Tuhan dari Surga Yerussalem yg baru,, kota yang sangat indah, (keindahannya boleh dibaca sendiri di wahyu itu). dan terdapat 12 gerbang yang tiap gerbangnya dijaga oleh malaikat dan tiap pintu gerbangnya di tulis nama2 12 suku bangsa Israel (penjelasan keindahannya jg baca d alkitab). Di kota itu tidak dijumpai Rumah Allah karena Rumah Allahnya ialah Tuhan (Yesus) sendiri, Allah yg Maha Kuasa dan Anak Domba itu. Kota yang tidak mmbutuhkan sinar matahari yg membuat gerah, panas, dll, tetapi Keagungan Allah yang menyinarinya dan Anak Domba itulah Lampunya. 12 gerbang itu tidak akan pernah di tutup karena di kota itu tidak ada malam hari,, setiap waktunya terang. Tetapi orang yang melakukan hal-hal yang menjijikkan, atau orang yang berdusta–singkatnya apa pun yang najis, sekali-kali tidak akan masuk ke dalamnya. Yang akan masuk hanyalah orang yang namanya tertulis dalam Buku Orang Hidup, buku Anak Domba itu.
Begituuuu,, jdi yg dimaksudkan Israel itu bukan masyarakat Israel doank, tpi orang2 yg percya Tuhan Yesus….
Maksud dari Israel yg dimaksudkan di alkitab itu adalah orang2 yg percaya pada Tuhan Yesus,, itu disebut bangsa Israel,, bukan mksdnya msyarakat negara Israel doank yg masuk Surga,,
—-) kok bisa demikian,lantas apa yang menjadi dasar ucapan anda, padahal jelas -jelas itu untuk orang israel, (bukan untuk semua umat manusia yang percaya pada yesus)?
karena cuma ada 12 gerbang untuk 12 suku israel, anda masuk surganya lewat pintu mana?
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
Matius 15:24
Bahkan Alkitab mengisahkan Yesus hanya mau mendo’akan orang-orang Israel saja, orang-orang diluar Israel Yesus tidak mau mendo’akan :
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
Yohanes 17:9
Dalam Alkitab disebutkan Yesus memilih dua belas murid yang diambil dari dua belas suku Israel untuk membantu dakwanya :
Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Matius 10:2-4
Yesus dan murid-muridnya berdakwah hanya untuk dua belas suku Israel ini saja, Yesus melarang murid-nuridnya untuk berdakwa kepada orang-orang selain bangsa Israel :
Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil.
Matius 10:5-6
Bahkan ada nubuat, kelak setelah hari kiamat yaitu hari penghakiman, dua belas murid Yesus tersebut ikut bersama-sama Yesus menghakimi dua belas suku Israel :
.. sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Matius 19:28
@John Situmorang
baca dulu mas http://id.wikipedia.org/wiki/Israel
om jhon menulis : Maksud dari Israel yg dimaksudkan di alkitab itu adalah orang2 yg percaya pada Tuhan Yesus
==============
firza bertanya ? sejak kapan bro orang israel itu percaya yesus itu tuhan ?
kayaknya anda makin asik berkhayal
sejak gajah masih bertelor bung
hehehe …. makin ngelantur jauh nih org.
Haidar : Sbg orang2 yg percaya kepada Yesus Tuhan, sangat2 layak disebut anak2 atau keturunan Abraham, dan Abraham, yang adalah nenek moyang bangsa Israel. Jadi kita disebut bangsa Israel dihadapan Tuhan kalau kta percaya Tuhan YEsus adalah Tuhan.
Tuhan Yesus itu bukan mengashi orang masyarakat Israel doank, tetapi mengashi Israel (orang2 percaya). Tuhan ga pernah menyebutkan “hai masyarakat Israel ” tetapi “Hai Israel” ya kan???? Yesus itu menyurh umatnya memberitakan ttg Yesus bukan sebatas negara Israel doank kan??? Ni buktinya “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” sampai ujung bumi kan??? kalau misalnya kabar keselamatan itu buat Israel doank, buat apa disitu ditulis sampai ujung bumi kan??? menjadi saksi Yesus adalah Tuhan sampai ujung bumi…
Firza : Loh kok di bilang berkhayal,??? apanya yg berkhayal??? udah jelas2 di tulis di Alkitab itu yg sya terangin disini… Sejak kapan orang Israel percaya Tuhan?? sejak Tuhan YEsus memilih bangsa Israel sebagai umat pilihannya… jelasnya sich ga mungkin sejak kemaren, pasti sejak ribu2 tahun lalu….
Pokoknya sya saranin buat semua yg penasaran,, jgn lgsung nuduh yang ngga2 tntang kekristenan,, baca dulu alkitab SEMUANYA, bukan SEBAGIAN.. biar pertanyaan2 yg ingin ditanya seperti hal2 diatas bisa kejawab,, jawabanya semua ada di alkitab… kalian kan orang indonesia?? bisa bhasa indonesia pastinya,, jadi kalian pasti mengerti kalau membaca itu, ngerti karena memakai bahasa kita sendiri, ada org berbahasa inggris juga??? ada kok alkitab bahasa inggris, semua alkitab didunia isinya sama persis kok, beda bahasa doank.. contohnya, kata pergi, bhsa inggrisnya go, bahasa sundanya angkat, bhasa bataknya lao, bahasa latin ire, atau bahasa appun itu, tetap aja artinya Pergi kan??? nah alkitabnya sama di semua bahasa, percuma kita baca yg ga ngrti, ataw ga boleh di artikan sama kita,,,
Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil.
Matius 10:5-6
anda pastinya juga bisa membaca ayat diatas
[quote]Sbg orang2 yg percaya kepada Yesus Tuhan, sangat2 layak disebut anak2 atau keturunan Abraham, dan Abraham, yang adalah nenek moyang bangsa Israel. Jadi kita disebut bangsa Israel dihadapan Tuhan kalau kta percaya Tuhan YEsus adalah Tuhan.[/quote]
Setau saya , yg percaya yesus itu Tuhan itu disebut kristen.
Israel yaa bangsa Israel lah , masak org afrika beragama kristen disebut Israel ?
bisa lebih tepatnya si john ntu
tidak direnungkan bahaya perkataannya, tidak dipikirkan akibatnya, dan tidak diperkirakan dampak yang ditimbulkan
Kristen itu hanya sebuah agama, di alkitab tidak ada tertulis “Siapa orang beragama Kristen/Yahudi/apapun masuk Surga”, tpi siapa yang percaya pda Yesus Tuhan dan melakukan kehendak Bapa di Surga, itulah yg layak mendapat hidup kekal.. byak kok kristen tukang mabok, atau apapun dosa, tetap aja Tuhan benci melihat kaya gitu dan tidak akan di kasih hidup kekal org ky gitu, tetapi siapa yang menerima Tuhan Yesus sbg Tuhan , dr suku atau agama apapun, dan melakukan kehendak Bapa di Surga,, yg ini yang pasti hidup kekal bersama Tuhan Yesus.
Ia bener, orang Afrika jga disebut Israel asal orang itu percaya Tuhan Yesus, sya tekankan lgi, bukan mnjdi MASYARAKAT Israel, tetapi mnjadi Israel2 Rohani yaitu org percaya pda Tuhan Yesus. Kenapa Tuhan memakai nama Israel, bukan Indonesia, atau Amerika?? krena Bangsa Israel itu adalah bangsa yg dipilih Tuhan, negara ini pling disayang Tuhan YEsus,, mengapa pling disayang?? krena dri situlah orang2 pertama byak yg percaya Tuhan Yesus.. mkanya Israel itu menjanjkan pda Israel tidak akan pernah terkalahkan walaupun msyarakatnya tukang membangkang, susah ditegur, tpi Tuhan sudah menjanjikan akan negara itu , istilahnya di adopsi oleh Tuhan Yesus.. makanya skrg liatlah Israel dikelilingi oleh negara yg berbeda ras dan agama, tidak mau mengalahkan Israel kan???? begitu alasan kenapa Tuhan memakai nama Israel
coba paparkan disini yang menjadi dasar pernyataan anda (ayat dalam alkitab), jangan cuma omomng kosong tanpa ilmu…….
@john situmorang
pikiranmu isih kaya cah Sekolah Dasar
@john situmorang
…Kristen itu hanya sebuah agama, di alkitab tidak ada tertulis “Siapa orang beragama Kristen/Yahudi/apapun masuk Surga”, tpi siapa yang percaya pda Yesus Tuhan dan melakukan kehendak Bapa di Surga, itulah yg layak mendapat hidup kekal…
Jawab—> Yesus tidak pernah membuat agama bernama “kristen”
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kis 11:26)
hidup kekal ? maksudnya surga-kah ?
jgn saya yg nyari donk, kmu yg baca alkitab, semuanya,, ada kok jwabanya, jgn nuntut sya doank yg ngjwab prtnyaan,,, jwabanya semua ada di alkitab…. bukan ga ada jwabannya, udah sya tekankan semua jawaban di alkitab, apapun yg klian tnya yg brhubungan dgn Tuhan Yesus semua ada di alkitab, tinggal kalian baca,,, mudah kan??? klw sya jwb trus ga akan bres2, cpe di km cpe d aq jg… ga ngrti2 km nya…. sya ga nuntut km percaya Yesus kok, keputusan di tangan kmu,, sya mah hnya pengen km ngrti… tpi klw km prcaya Tuhan Yesus ya syukur,, ngga jg gpp, ga sy paksa kok,,, intinya itu,, klw mmang mw slamat ya prcaya, klw tidak mau ya gpp… gitu bro
Lantas apa tujuan tujuan lu ke blog ini kalo tiap ditanya dasar ayat dalam bible lu selalu ngeles suruh Kami baca sendiri alkitab, jurus ngeles domba kutilan gak pernah ilang , justru makin memperlihatkan kebodohan kalian, ternyata hanya segitu kemampuan domba kutilan kebanyakan dijejelin dogma
kesimpulannya bung john nggak mampu menjawab pertanyaan saya, dan apa yang dia paparkannya diatas cuma khayalannya saja, karena nggak bisa memaparkan ayat alkitab disini (bukankah disini forum diskusi)….jurus ngelesnya belum sehebat atar….
Bener Bung Haidar… Mereka ini udah goblok tapi pengen keliatan pinter malah tambah keliatan BODOHnya
@john situmorang
pikiranmu isih kaya cah Sekolah Dasar, ora maju2, isane ngEMBEK doang!
john
Hehehhee
jgn saya yg nyari donk, kmu yg baca alkitab, semuanya,, ada kok jwabanya, jgn nuntut sya doank yg ngjwab prtnyaan,,, jwabanya semua ada di alkitab…. bukan ga ada jwabannya, udah sya tekankan semua jawaban di alkitab, apapun yg klian tnya yg brhubungan dgn Tuhan Yesus semua ada di alkitab, tinggal kalian baca,,, mudah kan??? klw sya jwb trus ga akan bres2, cpe di km cpe d aq jg… ga ngrti2 km nya…. sya ga nuntut km percaya Yesus kok, keputusan di tangan kmu,, sya mah hnya pengen km ngrti… tpi klw km prcaya Tuhan Yesus ya syukur,, ngga jg gpp, ga sy paksa kok,,, intinya itu,, klw mmang mw slamat ya prcaya, klw tidak mau ya gpp… gitu bro.
====================================================
ini membuktikan kalau anda tidak perna membuka kitab anda…
alias anda tidak mempelajarinya….yg anda tau jika percaya yesus di salib hidup akan kekal….ckckckckcc
trus yg kalian pgn apa??? yg kristen ini pgen jdi muslimm??? yg ga akan mau lah,,, ngmngnya kasar2 kya diatas ngmng “goblok”… spa yg mau ikutin org salah iya ga?? dr situ aja udah ketahuan salahnya,, blm kesalahan lain2nya… kalau kmi selaku Kristen sihhhh ga trllu harus banyak diskusi,,, yg pnting sudah memberi info kalau jawabnnya itu semua ada di alkitab….Alkitab itu buku penduan hidup manusia kok,, apa yg diceritakan di alkitab itu terjadi semua dlm kehidupan…. jdi ga salah kami mengikut Alkitab itu …. ga ada untungnya buat kami diskusi2 tanpa yg bersangkutan d diskusi itu tdk mw mmbaca alkitab,, ga pnting buat kami itu ngmng,, yg pnting buat kami thu perbuatan… jdi kalian mw ngmng kasar dr situ dah ketauan bhwa perbuatan itu ga dipentingkan dlm diri kalian,,, klian mnuduh kita, mngjek kita atau apapun,, tpi dihidup kalian ga kalian liat kesalahan banyak….. ya buat apa???? mning breskan dlu hidup kita sendiri,, baru boleh ngoment org lain…
Tq sebelumnya, sy ga ngjak brntem atau apa,, tpi hnya memberitau sja… tetap keputusan ada ditangan kalian sndri…. dan sy jga brharap jgn mengtori blog ini dgn kata2 kasar….. klw memberitau, britau lahh dgn bahasa sopan.. biar klian jg dihargai… GBU
Asli lucu banget nih orang,lebih lucu dari kadir, amber, ahmed, atar, jangkrik cs. ngomong ngalor ngidul ga mau diskusi, knpa nyangsang di mari mas? kalo ga mau n ga bisa diskusi mending jadi penonton aja deh bisa slamet kamu dari pertanyaan2 kami muslim, so ga perlu pusing2 buka kitab
Siapa yg memulai memfitnah, mengejek, n menghujat? ga bisa baca ya kalo blog ini buat answering fitnah yg disebarkan di blognya ali zina? Kalo kamu pantengin faithfreedom maka kau akan tau seperti apa kelompokmu mencaci, memfitnah para nabi khususnya Muhammad saw.
hilangkan balok di matamu maka kau akan dapat menghapus selumbar orang lain. semua yg kau tuduhkan tanpa bukti so jangan cuma OMDO di sini. mendingan menyingkir sajalah jgn kau permalukan dirimu sendiri di sini.
Dear John,
hai saudaraku .. tak perlu dipusingkan apa kata mereka ..
demikian ada sebuah pepatah mengatakan, “Tidak ada penjelasan yang dapat diterima bagi orang yang tidak percaya”
Tidak taukah anda, perbedaan latar belakang kita ini takkan pernah membuat kita mencapai titik temu.
Perbedaan latar belakang ini juga membuat kita memiliki ‘standar’ yang berbeda-beda.
Karena kita memiliki standar yang berbeda-beda oleh setiap orangnya, maka alangkah bijaknya jika kita tidak melakukan ‘generalisasi’ yang berlebihan oleh sudut pandang masing-masing.
apa yg kau lihat dari seberang sana, belum tentu objek tersebut keliatan sama di mata saya.
jadi, bisa saya katakan diskusi kalian ini hanya membuang-buang waktu.
Teman saya pernah berkata, “Agama itu hanya mengkotak-kotakkan kita”
Lalu saya jawab, “Jika anda berpikir demikian, maka terjadilah demikian.”
Tidak pernahkah terlintas di pikiran saudara untuk merubah ini semua?
Perbedaan latar belakang kita menjadikan kita tumbuh menjadi manusia yang berbeda-beda pula. dan karena hakikatnya manusia itu bebas, maka tidak akan bisa anda-anda sekalian memaksakan kehendak dan pendapat kepada individu yang bebas itu sendiri.
Lagian, sampai kapanpun, bahasan yg mengandung unsur SARA itu sangat sensitif, sebagai orang yang berpendidikan, tidak seharusnya anda-anda semua mencampur adukkan masalah SARA terlebih agama dan memaksakan diskusi ini dari sudut pandang masing-masing.
Ini kepercayaan kalian, maka lakukanlah sesuai kepercayaan itu. Ini kepercayaan saya, maka saya lakukan sesuai kepercayaan saya.
Sesungguhnya, isi Alkitab tidak sesimple bisa diartikan sedemikian rupa seperti yg anda-anda lakukan semua di atas. Jadi, jangan merasa tau maksudnya ya. Saya agak kecewa dengan ocehan saudara-saudara di atas. Tidak perlu mengomentari Kitab Suci agama lain, karena bukan anda yang membuat ya.
jadi, stop merasa paling benar. mari kita hidup berdampingan dengan damai, Lakukan yg menurut anda sesuai dengan kepercayaan anda masing-masing. Tidak perlu memaksakan kehendak. Toh, pada akhirnya semuanya akan kembali kepadaNya. Kita pikirkan saja cara untuk kembali kepadaNya, bukannya malah menghabiskan waktu untuk saling menyerang seperti ini.
Sekian !
setuju mbak …. stop merasa paling benar
dear Ms Chntya..
thanks for ur advice….! it’s true what r u try to say, why does we can’t live side by side no matter what color u r, which God that u’re pray to, what culture r u from…!!!!
tapi…. tdk akan ada asap klo tdk ada api mba.. ini yg trjadi d perkampunga dkt rumah saya n d sbuah penjara (saya wktu itu lg ad tugas kuliah). apakah tdk d anggap mlecehkan jika menyebarkan suatu buletin/ tabloid yg berisikan ttg kesaksian2 palsu, dan kata2 mlenceng/ mlecehkan d saat smua org haus akn rohani??? itu trjadi d hari jum’at, dia mmbawa slebaran yg sampul depannya berisikan huruf2 Al-Qur’an, namun……. halman berikutnya berbalik 180 derajat dr apa yg d ungkapkan pada sampul dpan nya. dgn tujuan ingin memurtadkan para Muslim yg blum tau apa itu Islam..!!! saya tdk peduli apa yg org pilih utk d percaya, krn Islam melarang keras utk memaksakan org lain utk prcaya dgn Islam, krn itu adalah Hak nya Allah swt. namun yg sgt d sayangkan adalah cara nya mba… apa krn kristen tdk perduli akan dosa nya dr berbohong yg penting namanya dimuliakan???!
sekali lagi saya mohon maaf mba.
wassallam….
Bener mbak, yang penting manusia tau kebenaran itu.
Apakah kebenaran itu ?
Inilah kebenaran itu : Allah telah menjadi manusia , mati disalib untuk menebus dosa manusia. Barang siapa yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal
neh orang merasa paling bener terus ngoceh. teruslah mengoceh tur..
kebenaran versi Guntur..
kebenaran versi guntur : guntur lebih hebat dari nabi2 yng dikabarkan suka berbuat maksiat
dduuhhhh… ini lagi, ini lagi….!!!
smoga Allah swt. memberikan hidayahnya sblum anda mnghmbuskan nafas anda yg trakhir! amin…
GUNTUR
1 week ago
Bener mbak, yang penting manusia tau kebenaran itu.
Apakah kebenaran itu ?
Inilah kebenaran itu : Allah telah menjadi manusia , mati disalib untuk menebus dosa manusia. Barang siapa yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal
=========
Hidup kekal maksud kang Guntur itu. kekal di surga apa neraka ya,,,?
Asal percaya masuk surga…????!! wah gampang sekali
@all muslim dan muslimah
Muhammad gk percaya akan kebenaran itu,makanya gk bisa masuk sorga, dikirim ke neraka.
Siapa mau ikut?
JIKA GW DISURUH PILIH MASUK NERAKA ATAU MASUK KRISTEN ? GW PILIH MASUK NERAKA, KARENA GW GA BISA MEMBOHONGI HATI DAN AKAL GW BAHWA KRISTEN ADALAH SESAT…..!
BUKTI KERASULAN NABI MUHAMMAD SAW
May 8, 2010 at 8:06 am (Uncategorized)
Tanpa bukti yang jelas, sebuah pengakuan tidak bisa dibenarkan. Semua orang sepakat dengan kaidah ini.
Seorang yang mengaku sebagai rasul atau utusan Allah juga harus dengan bukti. Muhammad Saw termasuk di antara manusia yang mengaku rasul yang diutus Allah Tuhan semseta alam kepada segenap manusia. Seperti halnya para nabi dan rasul sebelumnya, dia juga membawa bukti kerasulan berupa mukjizat-mukjizat yang tidak bisa ditandingi dan ditiru oleh orang lain, seperti: memperbanyak makanan yang sedikit sebagaimana yang terjadi saat perang Khandaq (Jawami’ussirah, Ibnu Hazam), mengeluarkan air bersih dari sela-sela jemarinya (riwayat Imam Bukhari, Malik, Ahmad dan Baihaqi), suara tangis tongkatnya yang di dengar oleh para sahabatnya, menghilang dari penglihatan Ummu Jamil saat ingin mencelakainya, dan sebagainya.
Dari sekian mukjizat nabi Muhammad Saw., ada satu mukjizat yang paling besar yaitu kitab suci Al-Qur’an. Di antara alasannya:
1) Di dalam beberapa ayat, Al-Qur’an menantang semua ummat manusia untuk membuat yang semisal dengan Al-Qur’an, namun tidak ada yang bisa melakukannya sampai saat ini walau hanya satu surah yang paling pendek. (QS. Al-Baqarah: 23, QS. Al-Isra’: 88, dan QS. Yunus: 38).
2) Bahasa Al-Qur’annya yang tinggi namun sangat indah, susunannya menakjubkan, isinya padat dan sejalan dengan perkembangan masa, tidak ada pertentangan dan kekeliruan di dalamnya. Semuanya membuktikan bahwa Al-Qur’an memang benar-benar firman Allah Swt yang tidak ada keraguan di dalamnya.
3) Keabadian Al-Qur’an. Al-Qur’an yang sekarang adalah Al-Qur’an yang dahulu. Tidak ada perubahan kata bahkan huruf di dalamnya. Itu karena Allah Swt benar-benar menjaganya dari perubahan, seperti yang dijanjikanNya di dalam QS. Al-Hijr: 9.
4) Mukjizat ilmiahnya yang terus-menerus terungkap.
5) Mukjizat Al-Qur’an ini tidak hanya disaksikan oleh orang-orang yang hidup di masa turunnya, tapi juga oleh generasi sesudahnya hingga akhir zaman.
Selain mukjizat, kerasulan nabi Muhammad Saw juga bisa dilihat dari bukti-bulti berikut:
A. Riwayat Hidupnya
Dr. Sa’id Shawabi di dalam buku al-Mu’iin ar-Raa’iq Min Siirati Khairi al-Khalaaiq, Cairo menjelaskan: “…Seandainya Muhammad saw tidak mempunyai mukjizat selain sejarah perjalanan hidupnya, itu sudah cukup (sebagai bukti kerasulannya).” Dia juga menilai bahwa riwayat perjalanan hidup Muhammad saw adalah bukti kerasulannya yang paling besar.
Orang yang mempelajari dan menghayati cara bicara, sifat-sifat, prilaku dan kenyataan hidup yang dilalui oleh Muhammad saw sejak masa lahir hingga akhir hayatnya akan yakin bahwa dia adalah rasul utusan Allah.
Peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya, tumbuh dewasanya dalam keadaan yatim di tengah-tengah penduduk negeri yang tidak bisa tulis baca yang menyembah patung-patung yang mereka buat sendiri, ketidakmampuannya dalam hal tulis baca, dan kebutaanya terhadap Alkitab (taurat dan Injil)… Semuanya menjadi bukti kerasulan dan kebenaran yang dia ajarkan.
Karena ketulusan, kejujuran dan kebaikan akhlaknya, penduduk Makkah telah memberinya gelar Al-Amien (yang terpercaya).
Inilah pengakuan penduduk Makkah di bukit Shafa, menjelang detik-detik pendeklarasiannya sebagai rasul utusan Allah kepada ummat manusia: “Kami tidak pernah mendapatkanmu kecuali benar.” (Imam Bukhari, Muslim dan Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
B. Beberapa saksi dan Peristiwa Ajaib di Masa Pra Kerasulan (Irhash)
Antara lain:
1. Peristiwa yang mengiringi malam kelahiran Muhammad saw.
a. Kesaksian pedagang Yahudi Makkah dan Yahudi penduduk Yatsrib
Berikut intisari riwayat Hakim dari Aisyah ra: “Ada seorang pedagang Yahudi yang tinggal di Makkah. Pada malam kelahiran Rasulullah, dia bertanya di perkumpulan orang-orang Quraisy: Apakah ada anak yang lahir di antara kalian malam ini? Mereka menjawab: kami tidak tahu….
Si Yahudi menjelaskan: Pada malam ini lahir Nabi terakhir ummat ini, Ahmad (yang terpuji). Kalau kalian salah, berarti dia (lahir) di Palestina. Di antara dua pundaknya ada tahi lalat hitam kekuningan….
Setelah mereka pulang ke rumah masing-masing, sebahagian dapat kabar bahwa di malam itu lahir seorang anak dari Abdullah bin Abdul Muthalib yang diberi nama Muhammad.
Besoknya mereka bersama si Yahudi mendatangi bayi tersebut. Saat melihat tahi lalat di belakangnya si Yahudi langsung pingsan. Setelah siuman, orang-orang Quraisy bertanya: Ada apa denganmu? Jawabnya: Kenabian telah hilang dari bani Israel, al-Kitab telah lepas dari tangan mereka….
Tentang kesaksian Yahudi Yatsrib, Ibnu Ishak meriwayatkan dengan nara sumber dari Hassan bin Tsabit: “Saat saya masih kecil berusia tujuh atau delapan tahun dan sudah punya ingatan, seorang Yahudi berteriak keras di bangunan yang tinggi di Yatsrib (sekarang Madinah): “Hai orang-orang Yahudi…!”
Setelah orang-orang berkumpul, mereka bertanya: “Ada apa, kenapa?“ Jawabnya: “Malam ini telah muncul bintang tanda kelahiran Ahmad.”
Ibnu Ishak bertanya kepada anak Hassan bin Tsabit: “Bearapa usia Hassan bin Tsabit saat kedatangan Rasulullah saw ke Madinah?” Dia menjawab: 60 tahun, dan Rasulullah saw di waktu itu 53 tahun.
b. Peristiwa di Persia.
Makhzum bin Hani’ meriwayatkan dari ayahnya: Di malam kelahiran Rasulullah saw, istana Kisra hancur, empat belas berandanya runtuh, api Persia (sesembahan orang-orang Majusi) yang tidak pernah padam selama seribu tahun menjadi padam, danau Sawah menyurut….
2. Keberkahan hidup Halimah Assa’diyah
Dia adalah ibu susuan Muhammad saw. Air susunya yang semula sangat sedikit menjadi deras, himar kendaraannya yang lambat menjadi cepat, kambing gembalaannya memiliki air susu yang banyak, tanahnya juga menjadi subur dan cepat berbuah (HR. Ibnu Hibban dan Hakim dalam sebuah hadits yang panjang).
3. Pembedahan dadanya oleh malaikat Jibril di saat kecil
Di dalam Hadits shohih yang diriwayatkan oleh Muslim dari Anas disebutkan: Saat sedang bermain dengan anak-anak, Jibril datang mengambil Muhammad lalu membantingnya dan membedah dadanya. Kemudian dia menegluarkan segumpal darah darinya sambil berkata: “Ini adalah bagian dari syetan…” Lalu dia mencucinya di dalam bejana emas berisi air zam-zam. Kemudian menyatukan dan mengembalikannya ke tempat semula.
4. Awan menaungi perjalanannya
Rahib Bahira terheran-heran melihat sebuah kafilah dagang yang datang dari Makkah, kafilah ini sudah sering lewat, tapi kali ini tidak seperti biasanya. Di atas mereka ada awan yang menaungi perjalanan mereka. Ketika mereka berhenti di bawah sebuah pohon, awan itu pun berhenti. Pendeta ini memandangi rombongan ini seakan mencari sesuatu dari mereka. Dia mendekat, lalu memegang tangan Muhammad saw yang masih anak-anak sambil berkata: “Ini adalah pemimpin dunia dan rasul Tuhan semesta alam, Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi alam semesta”
Beberapa sesepuh Quraisy bertanya: “Engkau tahu dari mana?”
“Saat kalian datang, pohon dan batu menunduk sujud. Kedua-duanya tidak sujud (kepada manusia) selain kepada seorang nabi. Dan saya juga mengetahui dia (sebagai nabi) dari khatam an-nubuwah yang ada di pundaknya….” (HR. Tirmidzi dan Hakim).
Keajaiban awan ini sangat masyhur dan telah disaksikan oleh banyak orang termasuk Maisarah di saat pergi bersama Muhammad saw ke daerah Syam membawa dagangan Khadijah, demikian juga Khadijah, pembantu-pembantu wanitanya, dan lainnya.
5. Rahim Khadijah yang berusia 40 tahun menjadi subur
Nabi Muhammad saw menikah di usia yang ke 25 dengan Khadijah yang berusia 40 tahun. Seperti biasanya, usia 40 tahun adalah batas masa kesuburan perempuan. Namun ketika menikah dengan Muhammad saw, justru rahim Khadijah ra menjadi semakin subur. Dari hasil perkawinan yang berkah ini, lahir 6 orang anak yaitu: Qasim, Ummu kultsum, Ruqayyah, Zainab, Fathimah. dan Abdullah (Kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar dan Sirah Nabawiyah, Ibnu Katsir).
C. Tanda Kenabian yang Ada di Antara Dua Pundaknya
Tanda kenabian yang satu ini disebut dengan khatam an-nubuwah yang dia bawa sejak lahir. Khatam an-nubuwah artinya stempel kenabian. Di dalam riwayat Hakim disebutkan tanda ini adalah tahi lalat berwarna hitam kekuning-kuningan. Sebahagian ulama mengatakan disitu tertulis “محمد رسول الله” (Muhammad rasul utusan Allah).
Selain keajaiban awan, tanda ini telah membuat pendeta Bahira menyuruh Abu Thalib yang sedang berdagang di Syam untuk segera membawa Muhammad saw pulang ke Makkah. Sebab, dia khawatir jika orang-orang Yahudi yang mengetahuinya akan membunuhnya karena iri. (Uyuun al-Atsar, juz 1).
Tanda ini juga yang dicari oleh seorang shahabat berkebangsaan Persia, Salman Alfarisy atas wasiat dari seorang pendeta kristen Umuriyah, Wilayah Romawi. (Siirah Nabawiyah Juz 1, Ibnu Katsier).
Tanda ini pula yang diselidiki oleh Tanukhi atas perintah raja Romawi Timur, yang pada akhirnya membuatnya masuk Islam (HR. Ahmad).
D. Kabar Para Nabi dan Kitab-kitab Sebelumnya
Berita kerasulan Muhammad saw yang disampaikan oleh pedagang Yahudi di Makkah, penduduk Yahudi Madinah, pendeta Bahira di wilayah Syam dan pendeta Waraqah bin Naufal di Makkah mengisayaratkan adanya kabar tersebut dari kitab dan para nabi dahulu. Tanda-tanda kerasulan Muhammad saw yang diselidiki oleh Salman Al-Farisy atas wasiat seorang pendeta kristen Umuriyah dan oleh Tanukhi, utusan raja Romawi Timur di saat itu, juga semakin memperjelas masalah ini. Namun karena disinyalir kitab-kitab terdahulu ini telah banyak dirubah oleh tangan-tangan manusia, berita kerasulan tersebut hampir tidak ditemukan lagi sekarang ini.
Tentang adanya pemberitaan dari Nabi Isa as, Allah Swt menegaskan di dalam Al-Qur’an:
“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah rasul utusan Allah kepada kalian, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. Ash-Shaf: 6). Wallahu a’lam…
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.. Al-Baqarah