Diriwayatkan Aisha:Pernah sang nabi tersihir hingga dia mulai merasa telah melakukan hal2 yang sebenarnya tidak dia lakukan. (Sahih Al-Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 400)
Diriwayatkan Aisha:Sihir bekerja pada diri sang nabi hingga dia berkhayal telah melakukan hal yang sebenarnya tidak dia lakukan. Satu hari dia menyebut (Allah) utk waktu lama lalu berkata, “Kurasa Allah telah mengilhamiku bagaimana caranya menyembuhkan diriku sendiri. Dua orang datang padaku (dalam mimpi) dan duduk, satu dikepalaku dan satu lagi dikakiku. Satu dari mereka bertanya pada yang lain, “Apa penyakit orang ini?” yang lain menjawab, “Dia telah tersihir” Yang pertama bertanya, “Siapa yang menyihir?” Yang lain menjawab, “Lubaid bin Al-A’sam.” Yang pertama bertanya, “Bahan2 apa yang dia pakai?” Yang lain menjawab, “Sebuah sisir, rambut pada sisir itu, dan kulit luar dari tepung sari pohon kurma jantan.” Yang pertama bertanya, “dimana?” Yang lain menjawab, “Di sumur Dharwan.”” Jadi, nabi keluar kearah sumur dan kembali lalu berkata pada aku sekembalinya, “Kurmanya (dari pohon kurma dekat sumur) mirip kepala iblis.” Aku bertanya, “Apa kau cabut benda2 yang dipakai sihir itu?” Katanya, “Tidak, karena aku telah disembuhkan Allah dan aku takut tindakan ini akan menyebabkan tersebarnya kejahatan diantara orang2.” Belakangan sumur itu ditimbun tanah. (Sahih Al-Bukhari, Volume 4, Book 54, Number 490)
Diriwayatkan Aisha:Seseorang menyebut Labid bin al-A’sam dari suku Bani Zaraiq melakukan sihir pada Rasul sampai Rasul Allah mulai berkhayal melakukan hal2 yang sebenarnya tidak dia lakukan. Satu hari atau satu malam dia bersama kita, dia sebut2 Allah dan menyebut2 lamanya waktu, dan lalu berkata, “O Aisha! Tahukah kau bahwa Allah memerintahkanku tentang masalah yang kutanya padaNya? Dua orang menemuiku dan duduk, satu dikepalaku dan satu lagi dikakiku. Satu dari mereka bertanya pada yang lain, “Apa penyakit orang ini?” yang lain menjawab, “Dia telah tersihir” Yang pertama bertanya, “Siapa yang menyihir?” Yang lain menjawab, “Lubaid bin Al-A’sam.” Yang pertama bertanya, “Bahan2 apa yang dia pakai?” Yang lain menjawab, “Sebuah sisir, rambut pada sisir itu, dan kulit luar dari tepung sari pohon kurma jantan.” Yang pertama bertanya, “dimana?” Yang lain menjawab, “Di sumur Dharwan.”” Jadi, nabi keluar kearah sumur dan kembali lalu berkata pada aku sekembalinya, “O Aisha, warna airnya seperti disepuh daun Henna (merah). Bagian atas dari pohon kurma dekatnya mirip kepala setan.” Aku tanya, “O Rasul? Kenapa tidak kau perlihatkan (pada orang2)?” Dia bilang, “Karena Allah menyembuhkanku, aku tidak suka membiarkan kejahatan disebarkan diantara orang2.” Lalu dia perintahkan sumur itu ditimbun tanah. (Sahih Al-Bukhari, Volume 7, Book 71, Number 658)
Benarkah Nabi Muhammad S.a.w.Pernah Kena Sihir?
Menurut yang dinukil oleh asy-Syihab dari kitab “at-Ta’wilat” karangan Abu Bakar al-Asham darihal peristiwa Nabi s.a.w. kena sihir. Menurut beliau ini, Hadis berkenaan dengan Nabi s.a.w. kena sihir itu adalah matruk, artinya ialah Hadis yang mesti ditinggalkan dan tidak boleh dipakai. Karena kalau Hadis demikian diterima, berarti kita mengakui apa yang didakwakan oleh orang kafir, bahwa Nabi s.a.w. telah (mempan[1]) kena sihir. Padahal yang demikian itu sangat bertentangan dengan Nash yang ada dalam al-Quran sendiri. Dengan tegas Tuhan berfirman:
َاللّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ – المائدة 67
“Allah memelihara engkau dari manusia” – al-Maidah: 67
وَلوَلوَلاَ يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى طه 69
“Dan tidaklah akan berjaya tukang sihir itu, bagaimanapun datangnya.” (Thaha: 69)
Dan lagi kalau riwayat Hadis itu diterima, berarti kita menjatuhkan martabat nubuwwah. Dan lagi, kalau Hadis itu dibenarkan, berarti bahwa sihir bisa saja membekas kepada Nabi-nabi dan orang-orang yang shalih, yang berarti mengakui demikian besar kekuasaan tukang-tukang sihir yang jahat itu sehingga dapat mengalahkan Nabi; dan semuanya itu adalah tidak benar! Dan orang-orang kafir pun dapat saja merendahkan martabat Nabi-nabi dan orang-orang yang shalih itu dengan mencap “Mereka itu kena sihir.” Dan kalau benar-benar hal ini terjadi, niscaya benarlah dakwa orang-orang yang kafir, dan dengan demikian jelaslah Nabi Shallallahu `alaihi wa sallama ada aibnya, dan ini adalah tidak mungkin.” – Sekian disalinkan dari at-Ta’wilat buah tangan Abu Bakar al-Asham tersebut.
Hadis Nabi kena sihir ini termasuk dalam catatan Hadis Shahih yang dirawikan oleh Bukhari dan Muslim, yang berasal dari Hadis Aisyah, bahwa beliau s.a.w. pernah disihir oleh seorang Yahudi dari Bani Zuraiq; namanya Labid bin al-A`sham. لَبيد بن الأعصم Dikatakan dalam Hadis itu bahwa Nabi merasa seakan-akan beliau berbuat sesuatu padahal tidaklah pernah diperbuatnya.
Demikianlah beliau rasakan beberapa lamanya. Sampai pada suatu waktu Nabi berkata kepada Aisyah: “Hai Aisyah! Aku diberi perasaan bahwa Allah memberi fatwa kepadaku pada perkara yang aku meminta fatwa padaNya; maka datanglah kepadaku dua malaikat, yang seorang duduk ke sisi kepalaku dan yang seorang lagi di sisi kakiku. Lalu berkata yang duduk dekat kepalaku itu kepada yang duduk di ujung kakiku: “Orang ini diobatkan orang!” (Disihir? Kawannya bertanya: “Siapa yang mengobatkannya? (Menyihirnya?).
Yang di kepala menjawab: “Labid bin al-A’sham.”Kawannya bertanya: “Dengan apa?”
Yang di kepala menjawab: “Pada kudungan[1] rambut dan patahan sisir dan penutup kepala laki-laki, dihimpit dengan batu dalam sumur Dzi Auran.” – Tersebut dihadis itu bahwa Nabi pergi ke sumur itu
membongkar ramuan yang dihimpit dengan batu itu dan bertemu.
Dalam riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah s.a.w. menyuruh Ali bin Abu Thalib dan Zubair bin Awwam dan `Ammar bin Yasir memeriksa sumur itu dan mencari ramuan tersebut. Lalu ditimba air sumur itu dan diselami ke bawah sampai bertemu bungkusan ramuan tersebut yang dihimpit dengan batu. Yang bertemu di dalam kain kasah bungkusan itu ialah guntingan rambut Nabi s.a.w., patahan sisir beliau dan sebuah potongan kayu yang diikat dengan 11 buah ikatan dan di tiap ikatan itu ditusukkan jarum. Lalu diturunkan Allah kedua Surat ini, jumlah ayat keduanya, “al-Falaq dan an-Nas” ialah 11 ayat pula. Tiap-tiap satu ayat dibaca, dicabut jarum dan dibuka buhulnya, dan tiap satu jarum dicabut dan satu buhul diungkai, terasa satu keringanan oleh Nabi s.a.w., sehingga sampai diuraikan buhul dan dicabut jarum yang 11 itu; dan terasa oleh Nabi s.a.w. bahwa beliau sembuh sama sekali.
Lalu bertanyalah mereka kepada beliau: “Apakah orang jahat itu tidak patut dibunuh saja?”
Beliau menjawab: “Allah telah menyembuhkan daku, dan aku tidak suka berbuat jahat kepada orang.”
Dalam riwayat yang dibawakan oleh al-Qusyairi pun tersebut bahwa seorang pemuda Yahudi bekerja sebagai khadam Nabi s.a.w. Pada suatu hari anak itu dibisiki oleh orang-orang Yahudi supaya mengambil rambut-rambut Nabi yang gugur ketika disisir bersama patahan sisir beliau, lalu diserahkannya kepada yang menyuruhnya itu. Maka mereka sihirlah beliau, dan yang mengepalai mensihir itu ialah Labid bin al-A’sham. Lalu al-Qusyairi menyalinkan lagi riwayat Ibnu Abbas tadi.
Supaya kita semuanya maklum, meskipun beberapa tafsir yang besar dan ternama menyalin berita ini dengan tidak menyatakan pendapat, sebagai Tafsir al- Qurthubi, Tafsir al-Khazin bagi Ibrahim al-Baghdadi; malahan beliau ini mempertahankan kebenaran riwayat itu berdasar kepada shahih riwayatnya, Bukhari dan Muslim. Namun yang membantahnya ada juga. Di antaranya Ibnu Katsir.
Ibnu Katsir setelah menyalinkan riwayat ini seluruhnya, membuat penutup demikian bunyinya; “Demikianlah mereka riwayatkan dengan tidak lengkap sanadnya, dan di dalamnya ada kata-kata yang gharib, dan pada setengahnya lagi ada kata-kata yang mengandung nakarah syadidah (sangat payah untuk diterima). tetapi bagi setengahnya ada juga syawahid (kesaksian-kesaksian) dari segala yang telah tersebut itu.”
Almarhum orang tua saya dan guru saya yang tercinta, Hadratusy-Syaikh Dr. Abdulkarim Amrullah di dalam Tafsir beliau yang bernama “al-Burhan” menguatkan riwayat ini juga. Artinya, bahwa beliau membenarkan bahwa Nabi s.a.w. kena sihir. Dengan alasan Hadis ini adalah shahih, Bukhari dan Muslim merawikan. Dengan menulis begitu beliau membantah apa yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Abduh di dalam Tafsir Juzu’ ‘Ammanya. Karena Syaikh MuhAnmad Abduh menguatkan juga, sebagai yang tersebut di dalam kitab at-Ta’wilat, buah tangan Abu Bakar al-Asham yang telah kita salinkan di atas tadi, bahwa tidaklah mungkin seorang Nabi atau Rasul, ataupun orang yang shalih dapat terkena oleh sihir, berdasar kepada firman Tuhan sendiri di atas tadi pun telah kita salinkan, (al-Maidah ayat 67, dan Thaha, ayat 69). Bahwa tidak mungkin sihir dapat mengena kepada seseorang kalau Allah tidak izinkan. Dan terhadap kepada Rasul-rasul dan Nabi-nabi sudah dipastikan oleh Tuhan bahwa sihir itu akan gagal, walau dengan cara bagaimana pun datangnya.
Maka Penafsir yang sezaman dengan kita ini yang menolak Hadis itu, walaupun shahih, Bukhari dan Muslim yang merawikan, ialah Syaikh Muhammad Abduh dalam Tafsir Juzu”Ammanya, al-Qasimi dengan tafsir “Mahasinut-Ta’wil”nya yang terkenal, dan yang terakhir kita dapati ialah Sayid Quthub di dalam tafsirnya “Fi Zhilalil Quran” menegaskan bahwa Hadis ini adalah Hadis al-Ahad, bukan
mutawatir. Maka oleh karena jelas berlawan dengan ayat yang sharih dari al-Quran tidaklah mengapa kalau kita tidak percaya bahwa Nabi Muhammad bisa terkena oleh sihir walaupun perawinya Bukhari dan Muslim. Beberapa Ulama yang besar-besar, di antara Imam Malik bin Anas sendiri banyak menyatakan pendirian yang tegas menolak suatu Hadis al-Ahad kalau berlawanan dengan ayat yang sharih. Misalnya beliau tidak menerima Hadis bejana dijilat anjing mesti dibasuh 7 kali, satu kali di antaranya dengan tanah. Karena di dalam al-Quran ada ayat yang terang jelas, bahwa binatang buruan yang digunggung anjing dengan mulutnya, halal dimakan sesudah dibasuh seperti biasa dengan tidak perlu 7 kali, satunya dengan air.
Ulama yang banyak mencampurkan “Filsafat” dalam tafsimya atau memandang segala soal dari segi Filsafat dan Ilmu Alam, yaitu Syaikh Thanthawi Jauhari menulis tentang Hadis Nabi kena sihir itu demikian; “Segolongan besar ahli menolak Hadis-hadis ini dan menetapkannya sebagai merendahkan martabat Nubuwwat. Dan sihir yang menyebabkan Nabi merasa seakan-akan dia berbuat sesuatu padahal dia bukan berbuat, adalah amat bertentangan dengan Kebenaran, dipandang dari dua sudut:
Pertama; Bagaimana Nabi s.a.w. dapat kena sihir; ini adalah menimbulkan keraguan dalam syariat.Kedua; Sihir itu pada hakikatnya tidaklah ada.
Alasan ini ditolak oleh yang mempertahankan. Mereka berkata: “Sihir itu tidaklah ada hubungannya melainkan dengan hal-hal yang biasa terjadi saja. Dia hanyalah semacam penyakit. Sedang Nabi-nabi itu dalam beberapa hal sama saja dengan kita orang biasa ini; makan minum, tidur bangun, sakit dan senang. Kalau kita mengakui kemungkinannya tidur, mesti kita akui kemungkinan beliau yang lain. Dan yang terjadi pada Nabi kita ini hanyalah semacam penyakit yang boleh saja terjadi pada beliau sebagai manusia, dengan tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada akal beliau dan wahyu yang beliau terima.
Dan kata orang itu pula: “Pengaruh jiwa dengan jalan mantra (hembus atau tuju) kadang-kadang ada juga, meskipun itu hanya sedikit sekali. Maka semua ayat-ayat dan Hadis-hadis ini dapatlah memberi dua kesan; (1) Jiwa bisa berpengaruh dengan jalan membawa mudharrat, dan jiwa pun bisa berpengaruh membawa yang baik. Maka si Labid bin al-A’sham orang Yahudi itu telah menyihir Nabi dan membekaskan mudharrat. Namun dengan melindungkan diri kepada Allah dengan kedua Surat “al-Falaq” dan “an-Nas”, mudharrat itu hilang dan beliau pun sembuh.” – Sekian Syaikh Thanthawi Jauhari.
Tetapi ada satu lagi yang perlu diingat! Kedua Surat ini tidak turun di Madinah, tetapi turun di Makkah, dan di Makkah belum ada perbenturan dengan Yahudi.
Sekarang mari kita lihat pula betapa pendapat Jarullah az-Zamakhsyari di dalam tafsimya “al-Kasysyaf”. Tafsir beliau terkenal sebagai penyokong Aliran Mu`tazilah, sebagai ar-Razi penyokong Mazhab asy-Syafi`i. Penganut faham Mu`tazilah tidaklah begitu percaya terhadap pengaruh sihir, atau mantra atau tuju sebagai yang kita katakan di atas tadi.
Sebab itu maka seketika menafsirkan ayat 4; “Dan daripada kejahatan perempuan-perempuan yang meniup pada buhul-buhul,” beliau menafsirkan demikian:
“Perempuan-perempuan yang meniup, atau sekumpulan perempuan tukang sihir yang membuhulkan pada jahitan, lalu disemburnya dengan menghembus. Menyembur ialah menghembus sambil menyemburkan ludah. Semuanya itu sebenamya tidaklah ada pengaruh dan bekasnya, kecuali kalau di situ ada semacam ramuan yang termakan yang memberi mudharrat, atau terminum atau tercium, atau
yang kena sihir itu menghadapkan perhatian kepadanya dari berbagai wajah. Tetapi Allah Azza wa Jalla kadang-kadang berbuat juga suatu hal pada seseorang untuk menguji keteguhan hatinya, apakah dia orang yang belum mantap fahamnya atau orang awam yang masih bodoh. Maka orang-orang yang dungu dan yang berfikir tidak teratur mengatakan kesakitan yang ditimpakan Allah kepadanya adalah karena perbuatan orang! Adapun orang yang telah mendapat ketetapan pendirian karena teguh imannya tidaklah dapat dipengaruhi oleh itu. Kalau engkau bertanya kepadaku: “Kalau demikian apakah yang dimaksud dengan bunyi ayat melindungkan diri kepada Allah dari kejahatan perempuan yang meniup pada buhul-buhul itu?
Saya akan jawab dengan tiga macam keterangan:
(1) Artinya ialah berlindung kepada Allah dari kejahatan mereka itu, yaitu membuat ramuan sihir, dan berlindung kepada Allah dari dosanya.
(2) Berlindung kepada Allah daripada kepandaian wanita-wanita itu memfitnah manusia dengan sihirnya dan penipuannya dengan kebatilan.
(3) Berlindung kepada Allah jangan sampai Allah menimpakan suatu mushibah tersebab semburannya itu.” — Sekian kita salin.
Dan di dalam Tafsirnya “al-Kasysyaf” itu tidak ada dia menyinggung-nyinggung Hadis-hadis yang mengatakan Nabi pemah kena sihir orang Yahudi itu. Karena menurut isi keterangan di atas, meskipun memang ada perempuan mengadakan mantra, menyembur, meniup, namun bekasnya tidak akan ada, kecuali kalau ada yang termakan, terminum, tercium atau tersentuh barang ramuan yang membahayakan. Artinya serupa juga dengan racun.
Maka menurut pendapatnya itu, sedangkan kepada manusia yang biasa tidak ada bekas hembus dan sembur itu, apatah lagi kepada Nabi s.a.w.
Pendapat yang dipilih oleh penafsir Abu Muslim lain lagi. Beliau menafsirkan ayat berlindung daripada kejahatan perempuan-perempuan yang meniup pada buhul-buhul itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan sihir. Menurut beliau buhul-buhul yang dimaksud di ujung ayat 4 ini ialah suatu maksud atau rencana yang telah disusun oleh seorang laki-laki. Perempuan meniup-niup itu menurut beliau ialah bujuk dan rayuan perempuan, yang dengan lemah-lembut, lenggang-lenggok gemalai terhadap laki-laki, merayu dan membujuk, sehingga maksud laki-laki yang tadinya telah bulat menjadi patah, sehingga rencananya berobah dan maksudnya bertukar. Berdasar kepada ayat 28 dari Surat 12, Surat
Yusuf;
إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ يوسف 28
“Sesungguhnya tipudaya kalian sangatlah besarnya, hai perempuan.”
Berapa banyaknya benteng-benteng pertahanan laki-laki menjadi runtuh berantakan karena ditembak oleh peluru senyuman dan bujuk rayuan perempuan.
Matra dapatlah kita ambil kesimpulan bahwasanya masalah tentang Hadis yang dirawikan oleh Bukhari dan Muslim tentang Nabi s.a.w. kena sihir oleh orang Yahudi itu, sampai sihir itu membekas kepada
beliau, bukanlah baru zaman sekarang dibicarakan orang. lbnu Qatibah telah memperbincangkannya di dalam `Ta’wil, Mukhtalafil-Hadits”, dan ar-Razi pun demikian pula. Keduanya sama-sama patut dipertimbangkan. Adapun pendapat az-Zamakhsyari yang mengadakan sama sekali pengaruh sihir, dapatlah kita tinjau kembali setelah maju penyelidikan orang tentang kekuatan Roh (Jiwa) manusia, tentang pengaruh jiwa atas jiwa dari tempat yang jauh, sebagai telepathi[1] dan sebagainya.
Dan kita cenderunglah kepada pendapat bahwasanya Jiwa seorang Rasul Allah tidaklah akan dapat dikenai oleh sihimya seorang Yahudi. Jiwa manusia yang telah dipilih Allah (Mushthafa) bukanlah sembarang jiwa yang dapat ditaklukkan demikian saja. Sebab itu maka pendapat Syaikh Thanthawi Jauhari yang menyamakan Roh seorang Rasul dengan Roh manusia biasa, karena sama-sama makan sama tidur, sama bangun dan sebagainya adalah satu pendapat yang meminta tinjauan lebih mendalam!

siapa bilang si mbah gak takut di hisap ? nah klo yang meng hisapnya lintah sebesar gajah?
saya pernah mendengar bahwa nabi terkena sihir dengan dalil ayat alfalaq sama annas…
coba ditelusuri lagi asbabun nuzul ayat tersebut…..
pernah dengar dari orang kan, tapi ga pernah diselidiki, ckckck . .
surat an-nas aja nabi muhammad tidak terkena sihir, dan kata2 dalam penggalan demi penggalan ayat tersebut ga kata sihir
dari surat alfalaq
1. Qul a’uudzu bi rabbil falaq.
1. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan
(yang menguasai) cuaca subuh,
2. Min syarri maa khalaq.
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
3. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab.
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap,
4. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqad.
4. dan dari kejahatan tukang-tukang sihir yang
meniup pada ikatan,
5. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.
5. dan dari kejahatan pendengki apabila dia dengki.
orang memahami surat ini pasti juga tau, kalo surat ini mengandung perlindungan . .yaitu perlindungan kepada Allah, untuk menghadapi kejahatan . . Dia yang mampu menghilangkan kegelapan yang pekat dari seluruh alam raya di waktu subuh tentu mampu untuk melindungi para peminta perlindungan dari semua yang ditakutkan
Walaupun seandainya benar kena, toh Nabi sebagai manusia, Nabi juga pernah terluka ketika perang. Akan tetapi Allah masih melindungi Nabi dengan selamat. Jadi Nabi bukan orang sakti .
Coba bandingkan dengan Tuhan Kristen, disiksa tidak bisa membela diri, disalib diam saja tetapi teriak teriak, ketika mau ditangkap pun sudah siap bawa pedang dan ketakutan sehingga keringatnya bercucuran seperti darah.
saya malah pernah membaca dalam suatu hadist bahwa baginda Rasul pernah terkena sihir,
cuman lupa hadistnya…:-)
sesungguhnya nabi itu tidak terkena sihir…
sakit yg menimpa beliau itu adalah hasil dari ilmu thib(ilmu hikmah orang yahudi) dan sakitnya nyata…
Kemaren waktu hari minggu aku lagi cerita sama temanku yg non islam sambil ngerumpi kebetulan lewat pak pendeta kita semua sapa “selamt siang bapa” trus beliu jawab sabbil senyum dan berlalu….trus temanku nanya ke teman yg non musli “Do kamu gak ke gereja?”
tanya temanku serius….
“gak usa ke gereja kita pasti masuk surga bro” jawab do dengan santai sambil bergurau….
“kok bisa begitu? berarti kamu gak ke gereja sama saja deng bapak pendeta yg tiap hari bola balik ke gereja?” tanya temanku lagi
” yaialaaaaaah…. kan dosa kita suda habis di hapus sama tuhan yesus” jawab dengan penuh percaya diri…
“berarti enak agamamu do, setiapa hari buat maksiat tuhan gak marah” jawab temanku sambil tersenyum…..
”itulah agamaku bro….gak usa ke gereja sampai mati juga gak apa2 asal kita percaya sama yesus semuanya beres, “pasti masuk surga” jawab do dengan senyum pastinya
apa yg bisa di ambil dari cerita di atas?
kebenaran, kamu pakau username kebenaran tapi saya saya percaya 10000 persen cerita di atas tidak benar terjadi, alias hayalan belaka.
ah temen kost gue (kristen) pas masih kuliah punya koleksi ko**m segudang, silahkan kang kadir simpulkan untuk apa aja tuh mainan
Sdr Jack :
Dia lagi latihan untuk bekal ke surga
berhubung di surga ala kristen disediakan keledai, kayaknya yang dipakai itu ban dalem sepeda deh sebagai pengaman
jack, katanya pernah kuliah, tapi komentarnya seperti komentar anak yang tidak lulus SD
———————————————————————————–
mungkin itu buat bekal dia praktekin ayat2 dalam kitab kamasutranya kali ya bung. Cari sundal2 seperti perintah tuhannya.
mau tanya ke kadir dan netter2 kristen lain,apa benar bagi orang yang “percaya” akan dijamin masuk surga ?
firza, saya pikir jawaban pertanyaan itu sudah anda ketahui. sebab saya baca di blog ini sudah banyak yang membahas itu. tergantung anda terima atau tidak. andaikan anda tidak bisa terima anda harus bisa menghargai iman dan kepercayaan agama lain.
sdr amor ,
kamu benar kitab kamasutra yang menjelaskan bagaimana berhubungan dengan bidadari.
—————————————————————————————
sejak kapan sundal = bidadari?
mungkin itu revisian kitabmu yg baru ya…?
lho temennya kang kadir (xyz) mengataken itu untuk latihan di surga kelak, berhubung surganya kang kadir tidak mengijinkan adanya hubungan sex antara manusia ya gue berkesimpulen itu dilakukan dengan keledai,berhubung dengan keledai maka alat pengaman yang pas ya pakai ban dalem sepeda
oh ya ini reperensi yang gue pakai
Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan.
Yehezkiel 23:20
mak erot?? lewaaaaaaaaaaaaaats
sya hanya ingin mendengar konfirmasi dari anda dan netter2 kristen yang lain,karena jawaban kalian berbeda2
jadi menurut ente gimana tuh pertanyaan saya ?
mau ente jawab ape kagak ?
untuk itu perlu kita uji,kitab mana yang cabul
Yehezkiel pasal 16 ayat 7-8
7) Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil. (8) Maka Aku lari dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta birahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan Allah, dan dengan itu engkau Aku punya.
wah kalo ayat itu dibaca anaknya xyz yng masih kecil gmana ya??
bapaknya bolehin nggak tuhh?
Yehezkiel pasal 16 ayat 7-8
7) Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil. (8) Maka Aku lari dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta birahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan Allah, dan dengan itu engkau Aku punya.
ITU ADALAH TULISAN NABI YEHEZKIEL YANG OLEH MOHAMAD DI GANTI NAMANYA JADI nABI ZULKIFLI…!
kisah orang yang tumbuh….dan sampai masa akil balig..dan dihamparkan kain untuk menutupi auratnya..! Apakah ada kehendak antau anjuran memperkosa…????? TIDAK KAN!!!
coba bandingkan dengan ayatnya Mohammad ini :
Al-Mu’minun 5-6 : dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Surat ini mengandung anjuran…pengesahan…dan jaminan tidak bersalah bila anda menggauli budakmu..!
karyamar menulis : Apakah ada kehendak antau anjuran memperkosa…????? TIDAK KAN!!!
firza jawab : 2 Samuel 12:11
TUHAN MENGAJARKAN MEMPERKOSA ?
Beginilah firman TUHAN 1 : Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu z yang datang dari kaum keluargamu a sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari
=====================================================
TUHAN MENYURUh MENGGAULI BUDAK ???
Keluaran 21:10 ; Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.
1. Mana kata2 yang mengandung makna menganjurakan…!
2. Apakah itu kisah yang ditulis oleh murid Yesus ?
silahkan xyz menunjukan ayat Al Quraan yang menurut ente cabul
Al-Mu’minun 5-6 : dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
JELASKAN BAHWA AYAT TERSEBUT BUKAN AYAT CABUL…. dan BUKAN ANJURAN YANG MEMBOBROKKAN MORAL!
Xyz, kalau bisa terima pendapat saya, saya sarankan tidak perlu terpancing menjawab pertanyaan para muslimin tentang ayat Alkitab. sebab sudah saya baca begitu banyak komentar dan tanggapan muslimin di blog ini, dan semuanya hanya ingin melecehkan Alkitab. kalau mau mencari kebenaran monggo, tetapi kalau hanya untuk diperolok2an JANGAN. dan saya perhatikan mereka hanya ingin mengolok2 saja, jadi sia-sia saja anda jelaskan.
kadir
anda pasti bisa baca kan? (tidak buta hurup) anda bisa lihat postingan teman2 anda yg menghina Rasul kami yang mulia Muhammad Saw….dan apa yg netter islam katakan itu fakta yg ada dalam kitabmu, disini tempatnya cari informasi dan ilmu yg bermanfaat jadi kalau berminat untuk nambahin ilmu monggo…
kadir
Xyz, kalau bisa terima pendapat saya, saya sarankan tidak perlu terpancing menjawab pertanyaan para muslimin
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ah bilang aja kamu gak bisa jawab! cari dlam al-Qur’an sampai gigimu habis dan rambutmu berubah warna gak akan kamu temukan di dlm Al-Qur’an ayat yg cabul…..paling ujung2nya kamu bilang Rasulullah menikah dengan anak di bawa umur…itu kan senjatamu, tapi maaf2 saja itu hanya perkiraan menggunakan hadis palsu mu….dan itu tidak benar!
@kadir : disini forum diskusi bro,judulnya saja muslim menjawab tantangan,,justru komen ente itu lebih pantas ditujukan ke FFI dan Murtadin Kafirun,coba ente buka situs dan blognya,isinya cuma hujatan terhadap islam…
Matius 7:4-5 :
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
memang sebaiknya hadis itu dihapus aja memalukan masakkan nabi kesayangan allah terkena guna guna ..memalukan kan …pokoknya yang penting kita harus bela nabi dari perbuatan yang memalukan bila perlu kita cuma tinggalkan hadis yang baik baik aja …malu dong kalah sama nabi yang lain …bila perlu hilangkan surah 19;71-72 juga tolak surah 70;40 juga buang aja lalu kata kata yang ngga ada qul dalam alquran.juga tolak sebisanya hilangkan kata kata muhammad biar nampak seolah olah quran benar kata kata Allah ..semoga dikabulkan alfatiha juga ..karena alfatiha bukan kata kata Allah..masa ada di quran..yang menurut beritanya sih adalah murni kata kata Allah.
klo emang bukan sebab nabi terkna sihir,,, trus apa donk asbabunnuzul nya surat annas,,jgna cuman bantah to,tp kasih donk referensinya,,,,,,,,,,,,,,
Pakai nalar:
pengusaha klub Malam sgt benci membayar mahal menyuruh nyantet ketua FPI Habib Rizieq, tp anda liat habib Rizieq sehat2 aja tdk kena santet bukan, apalagi nabi jelas seorang manusia yg suci di bawah perlindungan Allah SWT bagaimana mungkin kena santet.
@Zeus
Omong kosong anda dewa yunani….
Nyatanya hanya muhammad nabi yang bisa disantet??
Lantas siapa sebenarnya allah sesembahan nabi palsu mu itu??
Kalau nabi mu itu mengikuti dan melakukan apa yang dikatakan Tuhan yang “BENAR”, tidak mungkin dia bisa disantet…
Muhammad is BLOODY DISGUSTING HUMAN….. }:-(
Muhammad SAW kena sihir membuktikan Muahammad SAW nabi palsu