Selasa , 2 September 2014
INFO
Home / ISLAM / hadist / Bantahan logis tentang umur Aisyah ketika menikah dengan Rasulullah..

Bantahan logis tentang umur Aisyah ketika menikah dengan Rasulullah..

Oleh :Arda Chandra

Peristiwa ini selalu menjadi topik yang ‘hangat’ dalam perdebatan lintas agama, bahkan termasuk juga di kalangan internal umat Islam sendiri. Bedanya mungkin kalau dalam konteks debat lintas agama, tujuannya tidak lain untuk menyampaikan penghinaan dan hujatan kepada pribadi Rasulullah. Sekalipun hal ini sudah dijawab berulang-ulang oleh umat Islam, namun tetap saja dipermasalahkan oleh pihak non-Muslim.

Jawaban yang paling sering kita temukan adalah dengan mengkaji dan menganalisa sanad dari hadits yang menginformasikan bahwa ketika menikah, Aisyah berusia 6 tahun dan hidup serumah (diartikan telah melakukan hubungan suami istri) pada umur 9 tahun. Secara keseluruhan terdapat beberapa hadits yang mencatat jelas soal umur Aisyah ini, termasuk dalam shahih Bukhari dan Muslim, artinya kedua ahli hadits ini ketika mengumpulkan hadits, menemukan cerita yang sama dari beberapa orang, lalu ketika ditelusuri jalur periwayatannya, mereka berkesimpulan bahwa orang-orang yang terlibat dalam ‘menurunkan’ kisah tersebut layak dipercaya. Makanya Bukhari dan Muslim mencatat hadits ini dengan kategori shahih. Masalahnya, sekalipun ketika imam Bukhari dan imam Muslim memperoleh banyak sumber yang menceritakan umur Aisyah tersebut, jalur periwayatannya ternyata mengerucut kepada 1 orang, yaitu : Hisyam, yang lahir tahun 61H (jadi tidak bertemu dengan Aisyah yang wafat tahun 57H). Hisyam sendiri mendapatkan cerita tersebut dari bapaknya : Urwah bin Zubair, salah seorang sahabat yang hidup di jaman Nabi Muhammad SAW, dia memperoleh kisah tersebut sebagaimana yang diceritakan Aisyah kepadanya. Jadi sekalipun imam Bukhari dan Muslim menemukan banyaknya orang yang menceritakan hadits ini, sumbernya adalah 1 orang, melalui Hisyam, sebagai satu-satunya orang yang memperoleh informasi dari bapaknya Urwah. Redaksi hadits tersebut menunjukkan Aisyah bercerita kepada Urwah ‘face to face’, tidak ada orang lain, lalu beberapa tahun kemudian Urwah juga menceritakan ‘face to face’ kepada anaknya, Hisyam, setelah itu barulah Hisyam menyampaikan informasi kepada banyak orang.

 

Disini saja sudah muncul pertanyaan logis. Peristiwa perkawinan Rasulullah dengan Aisyah merupakan kejadian yang terbuka dan diketahui oleh masyarakat, sebagaimana layaknya semua pernikahan yang ada pada waktu itu. Artinya semua orang tentu mengetahui berapa umur Aisyah ketika menikah, namun tidak satupun orang-orang di Madinah menginformasikan soal Aisyah yang menikah dengan Nabi pada usia belia tersebut. Pertanyaan logis berikutnya, Hisyam selama 71 tahun tercatat tinggal lama di Madinah dan mempunyai banyak murid, termasuk ulama terkenal yang banyak menceritakan hadits,  imam Malik dan imam Hanafi. Imam Malik misalnya menulis kitab ‘al-Muwaththa’ yang berisi kumpulan hadits yang beliau terima dan sudah diteliti keshahihannya, cerita tentang umur Aisyah tersebut tidak ada disana. Ketika ditelurusi semua perawinya, ternyata semuanya merupakan orang-orang yang tinggal di Irak, artinya Hisyam baru menceritakan kisah ini setelah berusia 71 tahun dan sudah pindah ke Irak, tempat Hisyam menghabiskan hari tuanya. Imam Malik sendiri berkomentar :“Hisyam layak dipercaya dalam semua perkara, kecuali setelah dia tinggal di Iraq“. Bagi anda yang tetap ngotot untuk membenarkan hadits tentang umur Aisyah ini tentu saja boleh mengatakan :”Bisa saja Hisyam ketika di Madinah tidak menceritakan kisah ini dengan berbagai alasan, lalu baru disampaikannya ketika sudah pindah ke Irak..”. Sekalipun pernyataan tersebut sudah lemah, namun kita terima saja dulu sebagai salah satu kemungkinan.

Persoalan logis berikutnya muncul ketika kita mensingkronkan antara hadist ini dengan hadist-hadits lain terkait dengan umur Aisyah, juga tercatat dalam kitab yang sama, Bukhari dan Muslim. Pada kesempatan lain dikisahkan tentang umur Aisyah ketika turunnya surat al-Qamar (maksudnya pada peristiwa mukjizat Rasulullah membelah bulan), ketika terjadinya perang Badar dan Uhud, perbandingan umur Aisyah dengan putri-putri nabi, Fatimah dan Asma’, dll, maka disini juga terjadi ketidak-sesuaian. Ibarat saya menginformasikan :”Saya lahir pada bulan September 1964”, lalu memberikan informasi lain :”Ketika pemberontakan G30S PKI terjadi, saya lagi belajar di kelas 4 SD”. Pemberontakan tersebut terjadi tahun 1965, apakah mungkin anak umur 1 tahun duduk di kelas 4 SD..??. Maka kedua informasi tersebut tentu menjadi lemah, paling tidak salah-satunya tidak akurat. Namun mungkin anda masih ngotot dan bilang :”Bisa saja informasi yang lain tersebut yang salah karena tidak menyebut umur Asyah dengan jelas, tidak seperti hadits yang terang-terangan mencatat usia 6 dan 9 tahun..”. Untuk kali ini, kita terima lagi pernyataan tersebut sebagai salah satu kemungkinannya.

Peristiwa pernikahan antara nabi Muhammad SAW dengan Aisyah terjadi pada masa awal hijrah, ketika umat Islam yang masih berjumlah sedikit dan lemah, mengungsi dari Makkah ke Madinah, bahkan tercatat akad nikahnya dilakukan di Makkah sebelum mengungsi, dan baru berkumpul dengan Rasulullah ketika sudah tinggal di Madinah. Pertanyaan logisnya adalah :”Apakah dalam masyarakat Arab waktu itu lumrah menikahkan anak perempuan mereka dalam usia 6 atau 9 tahun..?”. Tidak ada catatan kalau hal tersebut menjadi adat-istiadat mereka, dipastikan kalau itu yang terjadi maka ini menjadi suatu peristiwa yang luar-biasa yang akan banyak diperbincangkan orang. Para musuh-musuh Islam di Makkah pasti akan menjadikan pernikahan ini sebagai ’sasaran tembak’ untuk menyerang Islam yang masih lemah. Tindakan Rasulullah bisa dinilai sebagai sesuatu yang kontra-produktif terhadap syi’ar Islam, pada keadaan beliau bisa memilih wanita lain yang berumur layak untuk dinikahi dan tidak akan menimbulkan masalah. Sebagai perbandingan, ketika Aa Gym melakukan poligami beberapa tahun lalu, popularitasnya langsung menurun, jamaah pengajian langsung sepi, padahal beliau menjalankan sesuatu yang dibolehkan dalam syari’at, namun karena dalam masyarakat tertanam nilai-nilai yang menganggap poligami merupakan tindakan yang tidak tepat dan didasari nafsu, maka para ibu-ibu pengikut acara pengajiannya pada kabur, apalagi kalau seandainya Aa Gym melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma-norma agama. Tidak tercatat adanya serangan dari musuh-musuh Islam di Makkah terhadap pernikahan ini, juga tidak tercatat adanya ’eksodus’ para pengikut Rasulullah untuk kembali murtad, termasuk juga pada orang-orang di Madinah yang merupakan masyarakat yang baru menerima Islam.

Anda mungkin bisa saja tetap ngotot dengan mengatakan :”Nabi Muhammad SAW telah menyihir para pengikutnya dengan mengatakan pernikahan tersebut merupakan perintah Tuhan, lalu membuat mereka takut untuk membantah. Tujuannya jelas karena ingin menyalurkan hasratnya yang pedofilia”. Pertanyaan logisnya adalah :”Kalau memang beliau memiliki kecenderungan pedofilia, lalu mengapa pada awalnya Rasulullah malah menikahi Siti Khadijah yang berumur lebih tua..??”. Anda mungkin berkelit :”Kecenderungan tersebut muncul setelah beliau menjadi nabi, ketika Khadijah sudah meninggal dunia..”. Kembali lagi muncul pertanyaan logis :”Setelah Khadijah wafat, Rasulullah melakukan poligami dengan 10 orang istri. Faktanya yang tercatat berumur 6 tahun hanyalah Aisyah, kalau memang mau mengikuti kecenderungan tersebut maka pastinya bukan hanya Aisyah yang dinikahi ketika berusia dibawah umur. Rasulullah bisa menikahi Aisyah, lalu apa sulitnya beliau menikahi wanita muda lain dengan alasan yang sama..??”. Alasan pedofilia menjadi tidak akurat dalam menghadapi fakta pernikahan Rasulullah tersebut.

Lalu ada keberatan lain :”Tidak layak seorang tua berumur 60 tahun menikahi gadis belia belasan tahun. Orang tua yang sudah uzur dan loyo seharusnya memikirkan yang lain..”. Anehnya soal nikah beda usia ini terjadi sampai sekarang dan tidak pernah jadi masalah. Anda tahu Rod Stewart, si penyanyi idola..?? dia menikah untuk ketiga kalinya tahun 2007 dalam usia 62 tahun dengan seorang model yang lahir tahun 1971. Mick jagger masih loncat-loncatan di panggung musik pada usianya yang menjelang 70 tahun. Tidak usah jauh-jauh, Ahmad Albar si rocker gaek, masih pakai kaos buntung dan masih wara-wiri berteriak :”Rock di udara..!!!”. Bahkan dalam khazanah Kristen (sekalipun berapa usia persisnya masih diperdebatkan) Bunda Maria berusia belasan tahun ketika menikah dengan Jusuf si tukang kayu yang sudah tua, diantara mereka terbentang jarak usia yang panjang. Sekali lagi, aneh kalau mempermasalahkan soal beda usia antara nabi Muhammad dengan Aisyah.

Soal berapa sebenarnya usia wanita yang layak untuk menikah juga menjadi pertanyaan. Secara biologis, wanita dikatakan layak untuk menikah ketika sudah mengalami menstruasi karena fisiknya sudah bisa melakukan pembuahan. Dunia kesehatan mengatakan wanita mengalami haid/menstruasi pertama kali secara normal  pada usia 8 tahun. Secara sosial terjadi perbedaan tergantung waktu/jaman dan tempat. Jaman kakek-nenek kita dulu, wanita tamat SD sudah layak menikah, bahkan ketika umur 20 tahun masih belum juga punya suami, maka dikatakan orang-orang suda tidak lazim. Jaman sekarang usia yang pantas menikah menjelang 30 tahun. Pada abad-19 di Amerika, masyarakat menerima pernikahan wanita pada umur 10 tahun, pada tahun 1930 terdapat 12 negara bagian di AS yang membolehkan wanita berumur 12 tahun untuk menikah atas ijin orang-tua. Secara psikologis juga tidak bisa ditetapkan standardnya, wanita bisa saja secara matang menghadapi pernikahan dalam umur belasan, dilain pihak ada yang sudah tua bangka tetap saja tidak mampu menghadai perkawinan secara dewasa.

Dalam dunia Islam, pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ini sebenarnya sesuatu hal yang ’tidak penting’, ini hanya soal pribadi beliau yang memiliki istri diantara banyaknya istri-istri yang lain. Pernikahan seperti ini bukan merupakan suatu syari’at yang harus diikuti, makanya umat Islam tidak menyatakan menikahi wanita dalam usia muda dan memiliki perbedaan umur yang jauh sebagai suatu keutamaan. Silahkan saja anda lirik kaum Muslim di sekeliling anda, apakah mereka mempraktekkan pernikahan model seperti ini sebagai suatu keutamaan. Paling si Syekh Puji saja yang bakalan mengatakan ini sebagai ’sunnah rasul’. Kalau kemudian umat Islam memperoleh hikmah dibalik pernikahan ini, memang demikianlah faktanya. Aisyah adalah wanita yang cerdas dan karena punya perbedaan usia yang jauh dengan Rasululah, beliau hidup lama setelah kepergian nabi Muhammad SAW. Dari beliaulah umat Islam banyak menerima hadist-hadits tentang kehidupan rumah-tangga, soal hubungan suami-istri, soal wanita dalam menghadapi masa haid/menstruasi, termasuk juga soal adab Rasulullah untuk membersihkan diri, mandi wajib, shalat tahajud..

Kengototan pihak non-Muslim untuk terus mempermasalahkan pernikahan ini tidak lain hanya didasari niat mau menghina dan menghujat, dan itu ditujukan bukan kepada ajaran Islam tapi semata-mata diarahkan kepada pribadi Rasulullah, orang yang sama sekali tidak berhubungan dengan mereka, tidak pernah bertemu, hidup digurun pasir Arab ribuan tahun lalu. Sikap ini menunjukkan ketika selalu mempersoalkan perkawinan Rasulullah dengan Aisyah ini, mereka sama sekali tidak mempunyai niat untuk menyampaikan kebenaran atau meluruskan yang salah.

Sumber :Ardachandra.wordpress.com

About MUSLIM

Loading Facebook Comments ...

246 comments

  1. Ha laaaah !!! orang ‘Aisyah sangat mencintai Nabi Muhammad saw.
    Saat Nabi Muhammad saw wafat, dia dipelukan ‘Aisyah.

    Kok kamu yg ribut !!!?

    Cemburu sama Nabi Muhammad saw Ya !!!!?
    Aaaah bilang aja cemburu ! Karena Al Kitabmu melarang poligami !

    Padahal asal bisa adil, enak lho berpoligami. Udah nikmat, dapat pahala lagi.
    Daripada mempoligami Tuhan.! Udah dosa. Kekal lagi.
    Mau hidup kekal dalam neraka?
    Ingat ” Turutilah segala perintah Allah !” (Matius 19:17)
    Ingat mempoligami Tuhan sama dengan menghujat Tuhan. ! Dosanya Kekal (Matius 12:32)

  2. Hey Om Krist.!

    Kenapa sih kalian ngeributin ‘Aisyah. Cemburu ya !!?
    Lha wong ‘Aisyahnya aja cinta sama Nabi Muhammad saw, kok jadi kalian yg ribut !
    Saat Nabi Muhammad saw meninggal aja, beliau dipangkuan ‘Aisyah. Ada apa sih?
    Orang Madinah orang Mekkah yg saat itu benci sama Nabi Muhammad saw aja ga ngributin ‘Aisyah, kok kalian yg sewot !
    Daripada men tiga kan Tuhan, yg dosanya kekal !
    Mendingan menduakan istri, nikmat dapat pahala. Kalau dosa juga diampuni.

    ok?

  3. H. Surya
    Pertama : tidak ada yang ngeributin dan mencemburuin seoang anak kecil, karena tidak ada gunanya, kita mau menunjukkan saja betapa nazisnya moral seorang yang dianggap tauladan menikahi anak dibawah umur, seperti tidak ada lagi wanita yang pantas dinikahi

    Kedua : Tuhan orang Kristen bukan tiga, tapi satu dan bukan batu hitam, anda asal ngomong aja, malu ya punya panutan seorang yang tidak bermoral.

  4. To. Irfan

    Maluuuu?? Ya nggaklah . Nabi Muhammad saw tidak bermoral kan persangkaan kalian saja. Yang malu tuh, kalau saya ditempat umum cuma pake kolor doang…..nah itu malu. Bukan hanya malu tapi.dosa. Apalagi difoto dan aurat nya diliat banyak orang. Paha, perut tuh aurat mas. Harus saya tutupi.
    Batu hitam maksud mas apa gimana?
    Tuhan mas Esa.?
    Emang Bapa siapa?..Yesus siapa? ….Roh Kudus siapa?

  5. H. Surya kalau anda bilang itu hanya persangkaan kami saja sedang kami mengetahuinya dari orang islam sendiri melalui hadist2 shahih , tolonglah anda bantah hadist tersebut, kemudian pernyataan anda tentang ditempat umum cuma pake kolor doang tidak jelas siapa yang anda maksudkan, apakah orang krisen, yesus atau siapa, batu hitam itu hajar aswad yang ada di Ka’bah, dan Ka’bah yang merupakan kiblatnya umat islam melakukan sholat dan bila umat islam sholat tidak menghadap kilblat (Ka’bah) maka sholatnya tidak sah.

    Bapa siapa?..Yesus siapa? ….Roh Kudus siapa?, hal ini salah, yang benar adalah Bapa, Putra, Roh Kudus yaitu Allah Tritunggal yang menyatakan dirinya dalam diri Yesus (Isa Almasih).

  6. To. Irfan

    ((Irfan on November 28, 2013 at 1:54 pm said:
    H. Surya kalau anda bilang itu hanya persangkaan kami saja sedang kami mengetahuinya dari orang islam sendiri melalui hadist2 shahih , tolonglah anda bantah hadist tersebut))

    Komentar HS
    Hadist mana yg harus aku bantah?

    Komentar irfan:
    ((kemudian pernyataan anda tentang ditempat umum cuma pake kolor doang tidak jelas siapa yang anda maksudkan, apakah orang krisen, yesus atau siapa, -))

    Komentar HS.
    Baik aku jelasin.:
    Kmarinkan.kamu.bilang aku malu jd pengikut Nabi Muhammad saw, nah …aku tidak malu. Bahkan bangga. Karena ajaran Allah melalui Muhammad Utusan-Nya salah satunya mengatur mana aurat yg harus ditutupi.
    Jadiiiii Walau saya manusia, saya malu, kalau aurat saya dipertontonkan ditempat umum. Dosa.!!!!!
    Makanya kalau saya pake kolor doang, lalu difoto dan fotonya diliat umum …..saya malu dan tdk mau karena dosa .!

    Komentar irfan.,
    ((batu hitam itu hajar aswad yang ada di Ka’bah, dan Ka’bah yang merupakan kiblatnya umat islam melakukan sholat dan bila umat islam sholat tidak menghadap kilblat (Ka’bah) maka sholatnya tidak sah. – ))

    Jawab HS:
    Sholatnya tidak sah .?
    Itu kalau belajarnya sama pendeta.
    Tapi kalau belajarnya sama ustad lain lg. Saya sholat di mobil yg belok belok, …sholatnya sah. Saya sholat dipesawat terbang menghadap awan, sholatnya sah sah aja tuh.!

    Komentar irfan
    [[[Bapa siapa?..Yesus siapa? ….Roh Kudus siapa?, hal ini salah, yang benar adalah Bapa, Putra, Roh Kudus yaitu Allah Tritunggal yang menyatakan dirinya dalam diri Yesus (Isa Almasih). ]]]]

    Tritunggal.????
    Yesus mengatakan: Bapa berada di Sorga (Matius 3:17,dll). Bapa lebih berkuasa dari pada Yesus (Matius 10:28). Roh kudus terbang diatas Yesus (Lukas 3:21-22).
    Semua satu dengan yg lainnya terpisah. Lukas 3: 21-22 menegaskan TIGA TERPISAH. Bagaimana bisa dikatakan TRITUNGGAL.!

    Apakah kamu sudah belajar pada pak ustad?
    Isa Almasih itu bukan Tuhan . Tapi nabi, utusan Tuhan. Rasulullah.!

    Yesus juga Rasululllah. Dia utusan Tuhan. Ini yg dikatakannya:

    Aku tidak bisa berbuat apa apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai apa yang Aku dengar, dan penghakimanKu adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak Ku sendiri, MELAINKAN KEHENDAK DIA (BAPA) YANG MENGUTUS AKU.(Yesus)
    (Yohanes 5:30)

    Lihat….fan. ucapan Yesus dalam kitabmu.
    Yesus adalah Utusan Bapa yg di Sorga !
    Yesus juga bukan Tuhan . Karena tidak bisa berbuat apa apa tanpa mukjizat yg diberikan Bapa. (Allah)
    Bapa (Allah) di Sorga.!

    Kok Tritunggal .?

  7. Untuk Jack muslim : Dengan adanya kontroversi tentang berapa sebenarnya usia aisyah saat menikah dengan MUhammad, ini menunjukkan bahwa ajaran agama ini sudah jelas dalah dari dasarnya dan tiidak bisa dijaga olh Allah SWT sehingga menunjukkan aib Muhammad keseluruh dunia.

    Muhammad adalah insan paling mulia dimata umat islam, sehingga siapa saja yang coba menghinanya atau menjelekkkannya umat islam rela mati untuk membela Muhammad, tapi mengapa umat islam tidak marah dan membunuh Imam Muslim dan Imam Bukhari yang sudah jelas-jelas mengatakan bahwa Muhammad menikahi seorang gadia berusia 6 tahun, bukankan artinya sama saja mereka memfitnah Muhammad dengan hadist2 yang mereka buat.

    Mengapa muslim tidak tegas, mengapa hadist tersebut bisa dipublikasikan dan mengapa pula ada umat muslim berlomba-lomba membantah hadist tersebut tanpa ada dasar yang kuat.

    • Ini ketegasan yang anda minta mas!!!!

      Kalau itu sudah dikatakan oleh PERAWI HADITS SAHIH seperti BUKHARI MUSLIM SAYA secara pribadi mengimaninya, dan saya dengan tegas menyatakan hadits itu SHAHIH.
      alasannya sederhana karena diriwayatkan oleh RAWI HADITS yang terpercaya,DAN MEMANG BETUL NABI MUHAMMAD menikahi AISYAH pada usia yang mas tuduhkan dan saya sama sekali gak keberatan dengan tuduhan mas karena disandarkan pada sebuah HUKUM YANG TELAH TERMASYHUR DI DALAM DUNIA ISLAM KARENA RAWI hadits tsb BUKHARI DAN MUSLIM.

      Dan kalau emang betul NABI MUHAMMAD SAW MENIKAHI AISYAH PADA USIA 6 TH EMANGNYA KENAPA?

  8. Kebiasaan Yahudi untuk anak laki dan perempuannya adalah perayaan Menginjak Dewasa artinya boleh menikah. Boy disebut Bar-Mitzvah umur 13, girl disebut Bat-Mitzvah umur 12 tahun. Siti Maria tidak pernah dilaporkan merayakan BatMitzvah. Artinya dia belum cukup umur waktu kawin dengan situa Yoseph. Mengapa kalian tidak mempertanyakannya seperti Yahudi mempertanyakan Maria?

    • To. Irfan.

      Kamu itu adalah Jaka Sembung bawa golok.!
      Apa itu Jaka sembung bawa golok?
      Apakah kami mengingkari hadist Bukhori dan Muslim tentang pernikahan ‘Aisyah dan Nabi Muhammad saw?
      Jawabnya ada di topik Dimanakah Muhammad sekarang.

      Irfan said:
      [[ Dengan adanya kontroversi tentang berapa sebenarnya usia aisyah saat menikah dengan MUhammad, ini menunjukkan bahwa ajaran agama ini sudah jelas dalah dari dasarnya dan tiidak bisa dijaga olh Allah SWT sehingga menunjukkan aib Muhammad keseluruh dunia. ]]

      Jawab HS.
      Masalah aib terkait dg usia pernikahan ‘Aisyah yg 6 th, sudah saya jelaskan tinggal irfan baca di topik Dimanakah Muhammad sekarang?

      Tentang adanya hadist tsb lalu kamu berkata: [[ini menunjukkan bahwa ajaran agama ini sudah jelas dalah dari dasarnya dan tiidak bisa dijaga olh Allah SWT sehingga menunjukkan aib Muhammad keseluruh dunia. ]]
      Inilah yg belum dimengerti oleh kalian (non muslim). Baik aku jelaskan:
      1. Kitab suci umat islam adalah SATU Al Qur’an. (Hanya Al Qur’an).
      2. Kitab hadist adalah kitab yg menjabarkan apa apa yg tidak diterangkan dalam Al Qur’an. (Misalnya tata cara sholat dan berapa rakaatnya dll.). Hadist adalah ucapan dan prilaku nabi yg sesuai dg Al Quran. Hadist yg tidak sesuai dg ayat ayat dalam Al Quran, dianggap dhoif. (Bisa dimasukkan ketempat sampah). Hadist dijaman Nabi Muhammad saw, tidak ada yg tertulis. Nabi Muhammad saw melarang orang yg mencatat apa apa yg beliau ucapkan atau lakukan diluar ayat Al Qur’an. Dg kata lain Nabi saw hanya membolehkan mencatat ayat ayat Al Quran, tapi melarang para sahabat mencatat hadist. (Ini dilakukan agar ayat Al Quran tdk tercampur hadist).
      3. Hadist baru ditelusuri (dicatat) setelah Nabi Muhammad saw tiada. (Wafat).
      Hadist yg dicatat dan diterima adalah yg masih ada ayat originalnya, perawi / sanad (persaksian) nya sampai face to face dg Nabi Muhammad saw dan teks / isi (matan) nya tidak bertentangan dg Al Quran.
      4. Hadist tidak dijamin kemurniannya oleh Allah. Yg dijamin kemurnian ayat ayat-Nya hanya Al Quran.

      Nah, terkait dg komentarmu diatas bahwa agama islam sudah tidak benar dari dasarnya. Itu salah besar. Karena dasar Kitab Suci agama islam adalah Al Qur’an. Dengan kata lain, apabila kami umat islam, sama sekali mengabaikan hadist pernikahan tsb tidak berdosa. Karena hadist secara umum bermakna Sunah Rasul. Sunah boleh diikuti tapi ditinggalkanpun tidak berdosa.!

      Kesimpulan.
      Kami umat islam masih berpegang pada dasar hukum (Al Kitab) yg benar benar, …BENAR.!
      (Al Qur’an sebagai kitab suci dan Hadist sebagai kitab pendukung).

      Hal ini, sangat berbeda dengan dasar hukum umat kristen yg tidak boleh meninggalkan hukum Taurat walau.satu iotapun.

      Hikmah yg bisa diambil.

      Kalau hadist yg teks original arabnya masih ada tapi bisa dipalsukan.orang.
      Kalau hadist yang perawi (persaksian suci) orang terakhir nya sampai kepada Nabi Muhammada saw (face to face dg Nabi-Nya), bisa direkayasa orang.

      Bagaimana dengan Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian baru yg teks originalnya tidak tersedia. Dan persaksian orang yg menyampaikannya (saat ditulis dalam kitab) tidak sampai ke Nabi-Nya. Pasti sangat mudah diselewengkan (diedit, didistorsi dan direvisi sesuai faham pengikut). Sehingga tidak mustahil ajarannyapun sudah tidak segaris lurus lagi dg ajaran Para Utusan-Nya terdahulu dan Nabi serta Utusan-Nya sekarang.

      Dan fatalnya perbedaan itu bukan berbeda pada, hukum yg bersifat sunah (boleh ditinggalkan). Tetapi berbeda pada masalah prinsip (Ketuhanan).

      Sehingga kalau nanti penganut Tuhan Trinitas tidak bisa membuktikan bahwa Trinitas itu adalah benar dari Tuhan YME; maka pengikutnya akan terjerat pada Dosa kekal. Karena telah melanggar Ke esa an Tuhan.

      Semoga jadi renungan.

Tinggalkan Balasan