Mengungkap Asal Usul Penetapan 25 Desember Sebagai Hari Natal

Oleh : Ioanes rahmat (Mantan Pendeta GKI dan Mantan Dosen Sekolah Tinggi Theologi Jakarta)

Sesungguhnya, tidak seorang pun tahu kapan persisnya Yesus dnatalari Nazaret dilahirkan ke dalam dunia ini. Tidak ada suatu Akta Kelahiran zaman kuno yang menyatakan dan membuktikan kapan dia dilahirkan. Tidak ada seorang saksi hidup yang bisa ditanyai.

Berlainan dari tuturan kisah-kisah kelahiran Yesus yang dapat dibaca dalam pasal-pasal permulaan Injil Matius dan Injil Lukas, sebetulnya pada waktu Yesus dilahirkan, bukan di Betlehem, tetapi di Nazaret, tidak banyak orang menaruh perhatian pada peristiwa ini. Paling banyak, ya selain ayah dan ibunya, beberapa tetangganya juga ikut sedikit disibukkan oleh kelahirannya ini, di sebuah kampung kecil di provinsi Galilea, kampung Nazaret yang tidak penting.

Baru ketika Yesus sesudah kematiannya diangkat menjadi sang Mesias Kristen agung oleh gereja perdana, atau sudah dipuja dan disembah sebagai sang Anak Allah, Raja Yahudi, dan Juruselamat, disusunlah kisah-kisah kelahirannya sebagai kelahiran seorang besar yang luar biasa, seperti kita dapat baca dalam pasal-pasal awal Injil Matius dan Injil Lukas (keduanya ditulis sekitar tahun 80-85 M). Penulis Injil Kristen tertua intrakanonik, yakni Injil Markus (ditulis tahun 70 M), sama sekali tidak memandang penting untuk menyusun sebuah kisah kelahiran Yesus.

 

Dalam tuturan penulis Injil Lukas, kelahiran Yesus diwartakan sebagai kelahiran seorang tokoh Yahudi yang menjadi pesaing Kaisar Agustus, yang sama ilahi dan sama berkuasanya, yang kelahiran keduanya ke dalam dunia merupakan “kabar baik” (euaggelion) untuk seluruh bangsa karena keduanya adalah “Juruselamat” (sōtēr) dunia (bdk Lukas 2:10,11 dan prasasti dekrit Majelis Provinsi Asia tentang Kaisar Agustus yang dikeluarkan tahun 9 M). Dalam tuturan penulis Injil Matius, kanak-kanak Yesus yang telah dilahirkan, yang diberitakan sebagai kelahiran seorang Raja Yahudi, telah menimbulkan kepanikan pada Raja Herodes Agung yang mendorongnya untuk memerintahkan pembunuhan semua anak di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah (Matius 2:2, 3, 16).

 

Bunda Maria, bayi Yesus, dan Yusuf, terbaring di pinggir jalan… di antara Tuban dan Gresik.

 

Dalam kisah-kisah kelahiran Yesus dalam kedua injil inipun, bahkan dalam seluruh Perjanjian Baru, tidak ada suatu catatan historis apapun yang menyatakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Jika demikian, bagaimana tanggal 25 Desember bisa ditetapkan sebagai hari kelahiran Yesus, hari Natal? Dalam kebudayaan kuno Yahudi-Kristen dan Yunani-Romawi, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menetapkan hari kelahiran Yesus.

Cara pertama

Seperti dicatat dalam dokumen Yahudi Rosh Hashana (dari abad kedua), sudah merupakan suatu kelaziman di kalangan Yahudi kuno untuk menyamakan hari kematian dan hari kelahiran bapak-bapak leluhur Israel. Dengan sedikit dimodifikasi, praktek semacam ini diikuti oleh orang-orang Kristen perdana ketika mereka mau menetapkan kapan Yesus Kristus dilahirkan. Sebetulnya, praktek semacam ini berlaku hampir universal dalam orang menetapkan hari kelahiran tokoh-tokoh besar dunia yang berasal dari zaman kuno. Dalam kepercayaan para penganut Buddhisme, misalnya, hari kelahiran, hari pencapaian pencerahan (samma sambuddha) dan hari kematian (parinibbana) Siddharta Gautama sang Buddha dipandang dan ditetapkan (pada tahun 1950 di Sri Langka) terjadi pada hari yang sama, yakni Hari Waisak atau Hari Trisuci Waisak.

Ketika orang-orang Kristen perdana membaca dan menafsirkan Keluaran 34:26b (bunyinya, “Janganlah engkau memasak anak kambing dalam susu induknya”), mereka menerapkannya pada Yesus Kristus. “Memasak anak kambing” ditafsirkan oleh mereka sebagai saat orang Yahudi membunuh Yesus; sedangkan frasa “dalam susu induknya” ditafsirkan sebagai hari pembenihan atau konsepsi Yesus dalam rahim Bunda Maria. Dengan demikian, teks Keluaran ini, setelah ditafsirkan secara alegoris, menjadi sebuah landasan skriptural untuk menetapkan bahwa hari kematian Yesus sama dengan hari pembenihan janin Yesus dalam kandungan ibunya, sekaligus juga untuk menuduh orang Yahudi telah bersalah melanggar firman Allah dalam teks Keluaran ini ketika mereka membunuh Yesus.

Kalau kapan persisnya hari kelahiran Yesus tidak diketahui siapapun, hari kematiannya bisa ditentukan dengan cukup pasti, yakni 14 Nisan dalam penanggalan Yahudi kuno, dan ini berarti 25 Maret dalam kalender Gregorian. Sejumlah bapak gereja, seperti Klemen dari Aleksandria, Lactantius, Tertullianus, Hippolytus, dan juga sebuah catatan dalam dokumen Acta Pilatus, menyatakan bahwa hari kematian Yesus jatuh pada tanggal 25 Maret. Demikian juga, Sextus Julianus Afrikanus (dalam karyanya Khronografai, terbit tahun 221), dan Santo Agustinus (menulis antara tahun 399 sampai 419), menetapkan 25 Maret sebagai hari kematian Yesus. Dengan demikian, hari pembenihan janin Yesus dalam rahim Maria juga jatuh juga pada 25 Maret.

Kalau 9 bulan ditambahkan pada hari konsepsi Yesus ini, maka hari kelahiran Yesus adalah 25 Desember. Sebuah traktat yang mendaftarkan perayaan-perayaan besar keagamaan, yang ditulis di Afrika dalam bahasa Latin pada tahun 243, berjudul De Pascha Computus, menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Hippolytus, dalam Tafsiran atas Daniel 4:23 (ditulis sekitar tahun 202), menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Sebuah karya yang ditulis dengan tangan, dalam bahasa Latin, pada tahun 354 di kota Roma, yang berjudul Khronografi, juga menyebut 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.

Meskipun banyak dokumen dari abad ketiga sampai abad keempat menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, tidak semua orang pada waktu itu menyetujui adanya perayaan hari Natal. Origenes, teolog Kristen dari Aleksandria, misalnya, dalam karyanya Homili atas Kitab Imamat, menyatakan bahwa “hanya orang-orang berdosa seperti Firaun dan Raja Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka.” Begitu juga, seorang penulis Kristen bernama Arnobus pada tahun 303 memperolok gagasan untuk merayakan hari kelahiran dewa-dewi.

Pada sisi lain, kalangan Montanus menolak kalau kematian Yesus jatuh pada 25 Maret; bagi mereka Yesus wafat pada 6 April. Dengan demikian 6 April juga hari konsepsi Yesus dalam kandungan Maria, ibunya. Kalau setelah 6 April ditambahkan 9 bulan, maka hari kelahiran Yesus jatuh pada 6 Januari. Di kalangan Gereja Timur (yang berbahasa Yunani), berbeda dari Gereja Barat (yang berbahasa Latin), hari Natal tidak dirayakan pada 25 Desember, tetapi pada 6 Januari.

Cara kedua

Sebelum kekristenan lahir dan tersebar di seantero kekaisaran Romawi dan kemudian dijadikan satu-satunya agama resmi (religio licita) kekaisaran melalui dekrit Kaisar Theodosius pada tahun 381, orang Romawi melakukan penyembahan kepada Matahari (= heliolatri).

Dalam heliolatri ini, Dewa Matahari atau Sol menempati kedudukan tertinggi dan ke dalam diri Dewa Sol ini terserap dewa-dewa lainnya yang juga disembah oleh banyak penduduk kekaisaran, antara lain Dewa Apollo (dewa terang), Dewa Elah-Gabal (dewa matahari Syria) dan Dewa Mithras (dewa perang bangsa Persia).

Heliolatri, yakni pemujaan dan penyembahan kepada Dewa Sol sebagai Dewa Tertinggi, menjadi sebuah payung politik-keagamaan untuk mempersatukan seluruh kawasan kekaisaran Romawi yang sangat luas, dengan penduduk besar yang menganut berbagai macam agama dan mempercayai banyak dewa.

 

Pada tahun 274 oleh Kaisar Aurelianus Dewa Sol ditetapkan secara resmi sebagai Pelindung Ilahi satu-satunya atas seluruh kekaisaran dan atas diri sang Kaisar sendiri dan sebagai Kepala Panteon Negara Roma. Menyembah Dewa Sol sebagai pusat keilahian berarti menyentralisasi kekuasaan politik pada diri sang Kaisar Romawi yang dipandang dan dipuja sebagai titisan atau personifikasi Dewa Sol sendiri.

 

Dalam heliolatri ini tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai hari perayaan religius utama untuk memuja Dewa Sol, hari perayaan yang harus dirayakan di seluruh kekaisaran Romawi. Ketika winter solstice, saat musim dingin ketika matahari (Latin: sol) tampak “diam tak bergeming” (Latin: sistere) di titik terendah di kaki langit Eropa sejak tanggal 21 Desember, persis pada tanggal 25 Desember matahari mulai sedikit terangkat dari kaki langit dan mulai sedikit demi sedikit beranjak naik ke atas, seolah sang Sol ini hidup atau lahir kembali. Peristiwa astronomikal ini ditafsir secara religius sebagai saat Dewa Sol tak terkalahkan, bangkit dari kematian, yang dalam bahasa Latinnya disebut sebagai Sol Invictus (=Matahari Tak Terkalahkan). Dengan demikian, tanggal 25 Desember dijadikan sebagai Hari Kelahiran Dewa Sol Yang Tak Terkalahkan, Dies Natalis Solis Invicti. Karena Kaisar dipercaya sebagai suatu personifikasi Dewa Sol, maka sang Kaisar Romawi pun menjadi Sang Kaisar atau Sang Penguasa Tak Terkalahkan, Invicto Imperatori, seperti diklaim antara lain oleh Kaisar Septemius Severus yang wafat pada tahun 211.

 

Nah, ketika kekristenan disebarkan ke seluruh kekaisaran Romawi, para pemberita injil dan penulis Kristen, sebagai suatu taktik misiologis mereka, mengambil alih gelar Sol Invictus dan mengenakan gelar ini kepada Yesus Kristus sehingga Yesus Kristus menjadi Matahari Tak Terkalahkan yang sebenarnya. Mereka memakai teks-teks Mazmur 19:5c-6 (“Ia memasang kemah di langit untuk Matahari yang keluar bagaikan Pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.”), Maleakhi 4:2 (“… bagimu akan terbit Surya Kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.”) dan Lukas 1:78-19 (“Oleh rakhmat dan belas kasihan Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya Pagi dari tempat yang tinggi.”) sebagai landasan skriptural untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sebenarnya.

 

Dengan jadinya Yesus Kristus sebagai Sol Invictus baru, maka tanggal 25 Desember sebagai hari natal Dewa Sol juga dijadikan hari Natal Yesus Kristus. Seorang penulis Kristen perdana, Cyprianus, menyatakan, “Oh, betapa ajaibnya: Allah Sang Penjaga, Pemelihara dan Penyelenggara telah menjadikan Hari Kelahiran Matahari sebagai hari di mana Yesus Kristus harus dilahirkan.” Demikian juga, Yohanes Krisostomus, dalam khotbahnya di Antikohia pada 20 Desember 386 (atau 388), menyatakan, “Mereka menyebutnya sebagai ‘hari natal Dia Yang Tak Terkalahkan’. Siapakah yang sesungguhnya tidak terkalahkan, selain Tuhan kita…?”

 

Selanjutnya, mulai dari Kaisar Konstantinus yang (menurut sebuah mitologi Romawi) pada 28 Oktober 312 melihat sebuah tanda salib dan sebuah kalimat In Hoc Signo Vinces (=“Dengan tanda ini, kamu menang”) di awan-awan, perayaan keagamaan yang memuja Sol Invictus pada 25 Desember diubah menjadi perayaan keagamaan untuk merayakan hari Natal Yesus Kristus. Dengan digantinya Dewa Sol dengan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sejati, dan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal Yesus Kristus, sang Kaisar berhasil mengonsolidasi dan mempersatukan seluruh wilayah negara Roma yang di dalamnya warga yang terbesar jumlahnya adalah orang Kristen, yang, menurut Eusebius, adalah warga “Gereja Katolik yang sah dan paling kudus” (Eusebius, Historia Ecclesiastica 10.6).

 

Dan sejak itu juga, para uskup/paus sama-sama mengendalikan seluruh kekaisaran Roma di samping sang Kaisar sendiri; ini melahirkan apa yang disebut Kaisaropapisme. Kalau sebelumnya heliolatri menempatkan Dewa Sol sebagai Kepala Panteon yang menguasai seluruh dewa-dewi yang disembah dalam seluruh negara Romawi dan sebagai pusat kekuasaan politik, maka ketika Yesus Kristus sudah menjadi Sol Invictus pengganti, sang Kristus inipun mulai digambarkan sebagai sang Penguasa segalanya (=Pantokrator), yang telah menjadi sang Pemenang (=Kristus Viktor) di dalam seluruh kekaisaran Romawi.

 

Penutup

Jelas sudah, tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Seperti telah dinyatakan pada awal tulisan ini, kembali perlu ditekankan bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di dunia pada zaman kuno dan pada masa kini mengetahui kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan. Ketika Yesus baru dilahirkan, dia bukanlah seorang penting apapun. Hanya beberapa orang saja yang memedulikannya. Hanya ketika dia sudah diangkat menjadi sang Kristus gereja dan dipercaya sebagai sang Juruselamat dunia, dia baru menjadi penting dan kisah-kisah hebat tentang kelahirannya pun disusun.

 

Pada zaman gereja awal dulu, orang tidak sepakat kapan persisnya Yesus dilahirkan, meskipun berbagai cara penghitungan telah diajukan; dan juga orang tidak selalu sependapat bahwa hari kelahiran Yesus Kristus perlu dirayakan. Siapapun, dengan suatu pertimbangan teologis kultural, pada masa kini dapat menetapkan sendiri hari Natal Yesus Kristus buat dirinya dan buat komunitas gerejanya. Sebetulnya, cara merayakan Natal Yesus Kristus yang sebenarnya adalah dengan menjelmakan kembali dirinya, terutama bela rasanya, dalam seluruh gerak kehidupan orang yang menjadi para pengikutnya di masa kini.

Baca Tulisan terkait :

200 thoughts on “Mengungkap Asal Usul Penetapan 25 Desember Sebagai Hari Natal

  1. wahh, ternyata umur bumi 10.000 tahun ya menurut bibile ????

    tapi, bung kaktus juga belum jawab pertanyaan saya tentang siapa yang mentakdirkan yesus di salib jika yesus menurut anda adalah tuhan ??

  2. Tuhan Maha Kuasa…. Ia mau Jadi Yesus..bisa..! Mau jadi Api bisa… hehe tapi gue Yakin TUhan gak mau Jadi LU. atau .KAMU…. Atau ENTE….yg sering menghina Isa/Yesus..!!!
    Tuhan ADALAH Hakim yang adil…!

    dan hari Kiamat Tuhan akan turun sebagai Isa/ Yesus untuk mehakimi manusia….sebagaimana disebutkan dalamHadits Sahih Muslim jilid I hal 92 ‘

    Bersabda Muhammad s.a.w,: ” Demi Allah, sungguh akan turun Isa anak Maryam menjadi HAKIM YANG ADIL !!!”

    • Jankirk,

      [[[Tuhan Maha Kuasa…. Ia mau Jadi Yesus..bisa..! Mau jadi Api bisa… hehe tapi gue Yakin TUhan gak mau Jadi LU. atau .KAMU…. Atau ENTE….yg sering menghina Isa/Yesus..!!!
      Tuhan ADALAH Hakim yang adil…!]]]

      Dimana tercatat dalam bible Tuhan menyebutkan diri menjadi Jesus??

      [[[dan hari Kiamat Tuhan akan turun sebagai Isa/ Yesus untuk mehakimi manusia….sebagaimana disebutkan dalamHadits Sahih Muslim jilid I hal 92 ]]]

      Coba anda kutipkan text Hadits Sahih Muslim jilid I hal 92, apakah tertulis disitu Isa datang dihari Kiamat??

      [[[Bersabda Muhammad s.a.w,: ” Demi Allah, sungguh akan turun Isa anak Maryam menjadi HAKIM YANG ADIL !!!”]]]

      Wajar seorang hakim berlaku adil, dan Isa anak Maryam, tidak disebut “Ahkamul Hakimiin”.

    • kalau nggak ngerti, ini saja supaya jelas :
      1. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah
      Al Masih putera Maryam.
      2. Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

      hakim yang adil maksudnya tdk peduli kalian menyembahku (yesus), karena kamu telah mengikuti paulus tarsus maka neraka tempatnya…

      jangan bangga anda menyembah yesus akan mendapat simpati dari yesus, tetapi anda akan digoreng karena tdk mengikuti ajaran yang benar yakni islam… disinilah akan menjadi hakim yang adil…

  3. Kaktus percaya bahwa Alkitab adalah merupakan tuntunan Allah kpd manusia utk menerima keselamatan dari Nya. juga utk menuntun manusia agar memahami dan mengenal Dia yaitu Tuhan yang menunjukkan Kasih setia, keadilan dan kebenaran (Yeremia 9:24).
    Alkitab bukan kitab yg memuat rahasia2 teknologi, ilmu pengetahuan, ilmu kesehatan dan sebagainya namun memperkenalkan hakekat Allah yang harus dipahami dan dikenal oleh manusia.

    Sekalipun berdasarkan realitas yg ada bahwa banyak teknologi yg ditemukan oleh orang2 kristen termasuk teknologi ruang angkasa tetapi bukan berarti penemuan tersebut bersumber pada alkitab, tapi hal ini semata mata krn Kemurahan Tuhan, memberi manusia akal budi dan daya cipta yg luar biasa.

    jadi sia sia utk menghitung umur bumi berdasarkan alkitab apapun data yg disajikan namun semua itu bukan utk tujuan ilmiah guna utk menghitung umur bumi.

    Salam damai

    • wahh kaktus udah mulai mirips gunturss…lari ke ngomong teknologi……jangan bilang kalo nanti kamu bakal nanya SIAFA YANG BIKIN PESAWATS TERBANGS (dari kertas) ya ??

      apapun teknologi saat ini, semua bermula dari aljabar dan algoritma….dimana dipakai angka 0,1,2,3 dst dan bukan I,II,III,IV dst….dipakai juga tangen, sinus dan cosinus dst……

      harap di catat ; seluruh teknologi yang ada saat ini adalah hasil dari pengaruh-mempengaruhi dari temuan yang ada sebelumnya dan tidak ada satupun yang berdiri sendiri/bermula sendiri…….jadi jangan anda bilang teknologi ruang angkasa adalah hasil temuan orang kristen kalo tidak ada temuan paling sederhana seperti kaca, besi, teknik navigasi, roket, karet, ilmu perbintangan dst dst……..

      • @Bro Love and Peace

        dan siapakah penemu algoritma dan aljabar, apakah orang kristen ?

        numpang ketawa maz bro . . . . :D

        @Kaktus

        jadi sia sia utk menghitung umur bumi berdasarkan alkitab apapun data yg disajikan namun semua itu bukan utk tujuan ilmiah guna utk menghitung umur bumi

        asfa menjawab : sebuah kitab suci memang tidak bisa menerangkan semua hal secara detail. tetapi adalah sesuatu KEKONYOLAN jika sebuah kitab suci gagal menerangkan keberadaan sesuatu yang teramat sangat VITAL dalam kehidupan manusia, karena apa , karena bumi adalah tempat manusia berada, tanpa bumi tidak akan pernah ada manusia dan tidak akan pernah ada agama.

        Jelas ALKITAB tak akan pernah bisa menjawabnya kecuali apologi buta orang orang yang mempercayainya sebagai kitab suci yang memilih menyangsikan semua perhitungan dan metode saintis demi membela kitab suci berisi “FIRMAN (KOSONG) TUHAN” itu …..

        • @Asfa
          sekali lagi Kaktus katakan Alkitab adalah Firman Tuhan yg menuntun manusia utk menerima keselamatan dari Allah.

          Kalau kaktus membaca Alkitab, hanya dg satu tujuan yaitu mengenal dan memahami Pencipta saya dan mengerti kehendak Nya. kaktus samasekali tdk berniat utk menyingkapkan rahasia melalui ayat2 alkitab tentang : ilmu matematika, rahasia ilmu pengetahuan dan teknologi, gejala alam spt hujan, petir ataupun rahasia kesehatan.

          Utk menyingkapkan semua pengetahuan itu, Allah telah memberikan manusia AKAL BUDI, DAYA CIPTA DAN KREASI, Talenta kpd manusia.

          Makanya orang dunia sepakat menyebut dg istilah KITAB SUCI: Kitab yg Menuntun manusia memiliki perilaku suci.

          Jika kita memaksakan bahwa di dlm kitab suci tersimpan rahasia2 pengetahuan dan teknologi, misalnya rahasia kecepatan cahaya maka hal yg terjadi adalah kita akan berusaha keras mencocok2kan segala sesuatu dg ayat2 kitab suci. Maka akan terjadi klaim yg ngawur, terlihat bodoh dan membodohi umat dg memakai ilmu COCOKMOLOGI. Pokoknya cocoklah.

          Kaktus tdk mau terlibat di dlm kebodohan yg terkonyol.

          Salam damai

  4. @Kaktus
    [[[Jika kita memaksakan bahwa di dlm kitab suci tersimpan rahasia2 pengetahuan dan teknologi, misalnya rahasia kecepatan cahaya maka hal yg terjadi adalah kita akan berusaha keras mencocok2kan segala sesuatu dg ayat2 kitab suci. Maka akan terjadi klaim yg ngawur, terlihat bodoh dan membodohi umat dg memakai ilmu COCOKMOLOGI. Pokoknya cocoklah.]]]

    Bagaimana jika pada kumpulan tulisan yang dianggap kitab suci itu ada kebodohan-kebodohan didalamnya?

      • @kaktus
        [[Karya salib Yesus juga dinilai oleh dunia sebagai kebodohan, namun Toh banyak yg mempercayai Nya.]]

        mereka percaya karena bodoh, mau dibodoh”in dengan JANJI MANIS, eh… sekali masuk ke dalamnya sama aja… harus begini begitu, gx boleh ini gx boleh itu… keliatan banget pembodohannya.

        kamu percaya karena apa? karena kamu mau dibodoh”in.

        eh… tus… adam dikasih 1 perintah aja oleh tuhan tapi gx bisa di sanggupinya, karena apa adam melanggar perintah tuhan? karena bujuk rayu iblis dengan JANJI MANIS. itulah iblis pengumbar JANJI MANIS. padahal jaring kesesatan.

        alkitab yang katanya adalah FIRMAN TUHAN kok bisa SALAH MENJELASKAN perhitungan umur bumi. gx sadar apa… masa TUHAN SALAH HITUNG, lupa kali ya tuhannya.

  5. @ Numpang lewat

    Kaktus berikan ayat2 alkitab dimana berdasarkan ayat2 ini om NL menyatakan Tuhan salah hitung. Tuhan tdk pernah berfirman bgmn cara menghitung umur ciptaan Nya. Inti dari pesan Nya adalah Bahwa Dia adalah Tuhan Allah yg menciptakan alam semesta ini beserta isinya. Sebab tdk semua orang percaya akan hal ini contoh orang atheis. kaktus yakin jika orang Atheis membuka alkitab dan membacanya maka yg dibaca pertama adalah : “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” dan kaktus yakin, mereka pasti akan melempar alkitab tsb krn tulisan firman ini.
    Manusia Adam ( bukan bayi Adam) diciptakan pada hari ke enam.(Baca kejadian 1:26)
    Berhentilah Allah pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yg telah dibuat Nya, lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya.( baca kejadian 2:2-3)
    Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman Eden, disebelah timur, disitulah ditempatkan nya manusia yg dibentuk Nya itu. (kejadian 2:8)
    Di taman eden Tuhan menumbuhkan berbagai pohon dari bumi, yg menarik .(Kejadian 2:9)
    Pohon Kehidupan ditengah2 taman itu serta pohon pengetahuan tentang yg baik dan yg jahat. (kejadian 2:8-9)
    Lalu Tuhan Allah memberi perintah kpd manusia(Adam): “Semua pohon dalam taman ini , boleh kau makan buahnya dg BEBAS. Tetapi POHON PENGETAHUAN tentang yg baik dan yg jahat , JANGANLAH KAU MAKAN BUAHNYA, sebab pada hari engkau memakannya , pastilah engkau MATI. (Kejadian 2:16-17)
    Adam boleh makan pohon kehidupanHidup kekal (waktu tdk berpengaruh)
    Dari rusuk Adam dibangunnyalah seorang perempuan ( Kejadian 2:22)
    Hawa dan Adam memakan buah pohon pengetahuan (Kejadian 3:6)
    Firman Tuhan kpd adam setelah adam jatuh dlm dosa : “Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, krn dr situlah engkau diambil….”—Adam menjadi makhluk fana(mengalami kematian).
    Berfirmanlah Tuhan Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari KITA, tahu tentang yg baik dan yg jahat; maka sekarang JANGAN SAMPAI IA MENGULURKAN TANGANNYA DAN MENGAMBIL PULA DARI BUAH POHON KEHIDUPAN itu dan memakannya, SEHINGGA IA HIDUP UNTUK SE-LAMA2NYA, Lalu Tuhan Allah MENGUSIR dia dari taman Eden.
    Semenjak Adam makan buah pohon pengetahuan, Allah melarang makan buah pohon kehidupan.
    Menurut Kaktus umur Adam dihitung sejak keluar dari firdaus (sejak menjadi makhluk fana) dan sdh ditetapkan akan kembali menjadi tanah..
    Mazmur 90:4
    Sebab di mata-Mu seribu tahun SAMA SEPERTI hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

    2 petrus 3:8 :
    Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun 1 dan seribu tahun sama seperti satu hari.
    Jangan om NL lupa bawa satu hari SAMA SEPERTI seribu tahun. Bukan berarti 1 hari=1000 th. Tapi disebutkan SAMA SEPERTI. Bahkan dikatakan 1000 th sama seperti 1 Hari. Artinya manusia tdk boleh menghitung harinya Tuhan dg menggunakan arti hurufiah, dg memakai matematika dunia.
    Kaktus kasi contoh ilmu matematika Allah :
    (2+5)/5000 = 12 bakul penuh. kalau dg kalimat matematika : 2 ikan dan 5 roti dibagikan kpd 5000 orang laki2 belum termasuk perempuan dan anak2, hasilnya adalah setiap orang makan sampai kenyang dan sisanya 2 bakul. Baca Matius 14:13-21).
    Bagaimana kita menghitung umur Adam saat ia hidup di taman Firdaus. Padahal ia hidup dlm kekekalan.
    Bagaiman kita bisa menghitung lamanya penciptaan, padahal firman Tuhan katakan 1 hari SAMA SEPERTI 1000 th dan 1000 th SAMA SEPERTI 1 hari.

    Salam Damai

  6. @kaktus
    [[Sebab tdk semua orang percaya akan hal ini contoh orang atheis. kaktus yakin jika orang Atheis membuka alkitab dan membacanya maka yg dibaca pertama adalah : “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” dan kaktus yakin, mereka pasti akan melempar alkitab tsb krn tulisan firman ini. Manusia Adam ( bukan bayi Adam) diciptakan pada hari ke enam.(Baca kejadian 1:26)]]

    1:2 Bumi belum berbentuk e dan kosong 2 ; f gelap gulita menutupi samudera raya, g dan Roh Allah h melayang-layang i di atas permukaan air. 1:3 Berfirmanlah j Allah: “Jadilah terang 3 .” Lalu terang k itu jadi. 1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, l lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. m 1:5 Dan Allah menamai n terang itu siang, dan gelap itu malam. o Jadilah petang dan jadilah pagi, p itulah hari pertama

    pada hari pertama Allah hanya menciptakan gelap dan terang, tidak ada kegiatan lain masih kosong, santai banget kan…. hari apakah yang paling santai dari hari lainnya?

    hari kedua malah lebih sibuk dari hari pertama, sangat sibuk sekali “menciptakan cakrawala” luas banget tuh. hari paling sibuk lah ini.

    1:6 Berfirmanlah q Allah: “Jadilah cakrawala r di tengah segala air s untuk memisahkan air dari air.” 1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala 5 dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. t Dan jadilah demikian. u 1:8 Lalu Allah menamai v cakrawala itu langit. w Jadilah petang dan jadilah pagi, x itulah hari kedua.

    pertanyaannya : hari pertama adalah hari minggu/senin, hari kedua adalah senin/selasa?

    =============================
    “Berfirmanlah Tuhan Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari KITA, tahu tentang yg baik dan yg jahat; maka sekarang JANGAN SAMPAI IA MENGULURKAN TANGANNYA DAN MENGAMBIL PULA DARI BUAH POHON KEHIDUPAN itu dan memakannya, SEHINGGA IA HIDUP UNTUK SE-LAMA2NYA, Lalu Tuhan Allah MENGUSIR dia dari taman Eden.”

    Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari KITA, tahu tentang yg baik dan yg jahat?
    apa yang baik? dan apa yang jahat itu? siapakah itu?
    apa maksud Tuhan mengatakan demikian?

    siapakah yang jahat itu?
    Yohanes 8:44 Iblislah w yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan x bapamu. “Ia adalah pembunuh manusia sejak semula” dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

    siapa yang baik?
    Yohanes 8:39 Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, n tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

    =============================
    [[Bagaiman kita bisa menghitung lamanya penciptaan, padahal firman Tuhan katakan 1 hari SAMA SEPERTI 1000 th dan 1000 th SAMA SEPERTI 1 hari.]]

    ok
    1 hari tuhan = 1000 tahun manusia
    1 tahun = 365 hari

    saya copas dari sini
    http://rudizalukhu.gkpetamburan.net/umur-bumi-berdasarkan-alkitab/

    menurut Tuhan (kristen) umur bumi sekitar 6.000 tahun – 12.000 tahun
    keliatan banget gx pastinya selisihnya aja sampai 6000 tahun. Tuhannya gx jelas nih

    anggap aja benar lah… saya hitung berdasarkan perhitungan manusia normal (waras).

    6.000 tahun Tuhan = 6.000 x 365 x 1000 = 2.190.000.000 tahun (2,2 milyar tahun)
    12.000 tahun Tuhan = 12.000 x 365 x 1000 = 4.380.000.000 tahun (4,4 milyar tahun)

    kalo liat selisihnya sudah pasti gx mungkin lebih dari 4,4 milyar tahun kan.
    2,2 milyar – 4,4 milyar dah jauh banget tuh selisihnya 2,2 MILYAR tahun.

    saya hanya membaca aja… judulnya “Umur Bumi Berdasarkan Alkitab”
    apa saya yang salah baca atau saya salah hitung tolong jelaskan.
    =================

    • @numpang lewat:
      om belum mengerti yg kaktus maksud:
      Alkitab katakan 1 hari SAMA SEPERTI 1000 tahun dan 1000 th SAMA SEPERTI 1 hari
      Jadi dimata Tuhan 1 hari SAMA SEPERTI 1000 tahun dan 1000 tahun sama seperti 1 hari.
      kalimat “SAMA SEPERTI”, tidak memiliki pengertian kalimat matematik, bahwa 1hr=1000th (1hari sama dengan 1000 tahun)

      Numpang lewat said:
      menurut Tuhan (kristen) umur bumi sekitar 6.000 tahun – 12.000 tahun.
      =================================
      Dimana ayatnya om, apa Tuhan berfirman kpd manusia: memberitahu caranya menghitung umur bumi?..
      Semua hanya reka2 manusia.

      salam damai

      • @kaktus
        ya… benar sekali saya memang tidak mengerti sama sekali dengan agama anda, karena saya masih waras, dan saya hanya menghitung berdasarkan apa yang saya pelajari dari SD dari guru matematika saya yang memang adalah manusia biasa dan berkomunikasi dengan bahasa manusia (bukan bahasa tuhan)

        Anda sebagai penganutnya tentu lebih paham dengan pernyataan tersebut. silahkan dijelaskan…

        dan 2 pertanyaan lainnya :
        [[hari pertama adalah hari minggu/senin, hari kedua adalah senin/selasa?]]
        [[apa yang baik? dan apa yang jahat itu? siapakah itu?]]
        silahkan di jawab

        [[Dimana ayatnya om, apa Tuhan berfirman kpd manusia: memberitahu caranya menghitung umur bumi?..
        Semua hanya reka2 manusia.]]
        tanyakan aja pada penulisnya, saya hanya membaca.

        • Numpang Lewat on April 22, 2013 at 4:56 am said:
          karena saya masih waras, dan saya hanya menghitung berdasarkan apa yang saya pelajari dari SD dari guru matematika saya yang memang adalah manusia biasa dan berkomunikasi dengan bahasa manusia (bukan bahasa tuhan)
          ==========================================
          Benar om, kita jangan menghitung umur bumi dari alkitab.
          Sejak SD, pelajaran sdh dibedakan: ada matematika, Geografi, Agama dll. Pelajaran Agama : Fokus utk mendidik Akhlak manusia spy bermoral, berbudi luhur dll.
          Kaktus percaya Tuhan tdk menyuruh manusia utk menyelidiki usia alam semesta ini dari firman Nya.

          Hari pertama adalah hari minggu ini kesepakatan manusia aja. Tidak ada dlm alkitab.

          Dalam proses penciptaan, hari ketujuh Tuhan Allah memberkati ciptaan Nya (Tuhan Allah berhenti bekerja). Jadi tdk ada hubungan dg nama2 hari.

          Kej. 3:22
          “Berfirmanlah Tuhan Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari KITA, tahu tentang yg baik dan yg jahat;
          Artinya Adam menempatkan dirinya sama spt Allah yaitu menentukan sendiri norma2: mana yg baik dan mana yg buruk. Tidak lagi mau bergantung pada Firman Tuhan utk mengetahui apa yg baik dan mana yg buruk. Padahal kecenderungan hati manusia, membuahkan kejahatan ( Kejadian 6:5).

          kaktus tanya :
          Dimana ayatnya om, apa Tuhan berfirman kpd manusia: memberitahu caranya menghitung umur bumi?..
          Semua hanya reka2 manusia.
          Numpang lewat jawab:
          tanyakan aja pada penulisnya, saya hanya membaca.
          =======================================
          Memang tdk ada dalam alkitab.
          Firman Tuhan tentang penciptaan bertujuan utk menyatakan bahwa Tuhan Allah lah yg menciptakan segala sesuatu dan manusia harus mengimani Nya.

          Salam damai om

  7. numpang lewat bro,….
    sadarlah wahai kawan bahwa kita sebagai ciptaanNYA,…jadi jangan sampai kita mengaagap sebagai ciptaan dapat dengan gamblang dapat mengerti segala rencana, maksud dan tujuan SANG PENCIPTA terhadap ciptaanNYA, ALLAH MAHA BESAR,apa yang ada pada ALLAH kita “TIDAK AKAN BISA MENCAPAINYA” kita sangat terbatas dan kecil sekali dihadapan DIA SANG PENCIPTA, jangan sekali2 berani membongkar “RAHASIA SANG PENCIPTA” itu sama dengan GUOBLOK PUOOLL,…kita cukup Mengamini lan mengimani apa yang kita yakini sesuai dengan yang telah diberikan oleh NYA kepada kita masing2,….bukan ikut pemikiran orang lain, siapun dia atau sebagai apapun dia, maaf ini sangat luas tak terhingga, sebagaimana ALLAH itu sendiri yang SANGAT MAHA gak bisa diukur, begitu juga Firman nya, tp semua sudah ada porsinya masing2 utk kita untuk kehidupan kita,…amin,…semoga bermanfaat bagi iman kita semua,….

  8. inilah korban-korban penipuan dari paulus tarsus… berkilah yang tdk masuk logika dan tidk bisa masuk ke dalam hati… dicocok-cocokin kiri kanan, comot-kiri-comot kanan alias digathuk-gathukkan… yang penting yakin… dogmatis…
    ikuti yesus… sembahlah Dia/Allah SWT karena Dia lebih dari aku… ini saja diputar-putar… periskoplah… pakai…
    udah jelas begitu dan nyata…

  9. @kaktus & yosya
    [[Benar om, kita jangan menghitung umur bumi dari alkitab.
    Sejak SD, pelajaran sdh dibedakan: ada matematika, Geografi, Agama dll. Pelajaran Agama : Fokus utk mendidik Akhlak manusia spy bermoral, berbudi luhur dll.
    Kaktus percaya Tuhan tdk menyuruh manusia utk menyelidiki usia alam semesta ini dari firman Nya.

    Dimana ayatnya om, apa Tuhan berfirman kpd manusia: memberitahu caranya menghitung umur bumi?..
    Semua hanya reka2 manusia.
    Numpang lewat jawab:
    tanyakan aja pada penulisnya, saya hanya membaca.
    =======================================
    Memang tdk ada dalam alkitab.
    Firman Tuhan tentang penciptaan bertujuan utk menyatakan bahwa Tuhan Allah lah yg menciptakan segala sesuatu dan manusia harus mengimani Nya.]]

    http://rudizalukhu.gkpetamburan.net/umur-bumi-berdasarkan-alkitab/
    @kaktus & yosya, lihat siapa penulisnya… apakah penulis disitu bukan kristen? apakah penulis disitu adalah orang bodoh atau seorang pembohong?

    apakah itu hanya reka” seorang dosen? atau kamulah yang lebih tau tus..?

  10. Terimakasih buat penjelasanya, menguatkan iman saya.
    I love kamu yg islam, kristen, hindu, budha, yahudi, atheis, kafir ato apa ajalah…
    You’re all always be my brother and sister, mmmmmuuuuaaahhh… ^_^

Tinggalkan Balasan