BABAK KEDUA
Pertama,Pdt Esra Alfred Soru menulis :
1. Anda mengatakan “banyak orang Kristen yang menentang keras….”. Itu kan orang Kristen versi anda. Bagi saya mereka yang tidak percaya Yesus adalah Tuhan / Allah bukan Kristen walaupun mereka mengaku Kristen.
2. Kata2 anda “banyak orang Kristen yang menentang keras….” Secara implisit menunjukkan bahwa kebenaran adalah soal jumlah. Apakah kalau 1000 orang tidak percaya bahwa 1+1= 2 maka 1+1 memang bukan 2? Anda harus sadar bahwa berapapun banyaknya orang yang tidak mempercayai sesuatu, tidak secara otomatis mereka benar. So premis anda yang menunjukan banyak/sebagian kristen tdk percaya Yesus itu Tuhan bukan premis yang tepat untuk membuat kesimpulan Yesus bukan Tuhan.
Respon Amor :
1. Kristen yang saya tunjukan bukan sekedar kristen versi amor semata, dalam hal ini amor sudah memberikan dasar yang jelas tentang definisi Krsten yang merujuk pada pengertian kata tersebut yang sudah diakui, dengan memberkan dasar argumentasi yang jelas yaitu berdasarkan Kamus.
dan untuk hal ni saya berikan tambahan dasar refensi,yaitu tentang DAFTAR DENOMINASI KRISTEN
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_denominasi_Kristen (berbahasa Indonesa)
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Christian_denominations (berbahasa Inggris)
jadi tudingan amor membuat definsi seenaknya sendri hanya tuduhan orang kalap.
2.Persoalannya bukan hanya jumlah semata, jika anda mengajukan contoh 1+1 = 2, adalah kesalahan analogi dalam kasus ini. karena tak ada satupun orang yang mengerti ilmu hitung /ilmu past menentang hal tersebut.
sedangkan kasus KETUHANAN YESUS AMOR MENUNJUKAN FAKTA bahwa keyaknan ini dtentang keras oleh mereka yang sangat meyakini akan kebenaran Alkitab,dan mereka memberikan dasar argumentas yang merujuk pada Al ktab
dan lebih dari itu,mereka menuding orang yang berkeyaknan Yesus adalah Allah adalah termasuk Krsten Bid’at
apa Pdt Esra sama sekali belum baca artikel yang amor referensikan? hingga buat Analogi ngawur semacam tu?
Kedua,Pdt Esra Alfred Soru menulis :
1. Materi diskusi ini yang memulainya adalah saya. Dan sayalah yang pertama kali menggunakan kata “Kristen” ini dalam kalimat pembukaan saya : “Mengapa orang Kristen percaya Yesus adalah Allah?”. Karena itu pengertian “Kristen” dalam kalimat itu adalah pengertian Kristen versi saya yang saya yakini sesuai dengan ajaran Alkitab dan karena itu saya mendefinisikan orang Kristen sebagai orang yang percaya pada sebuah sistem kepercayaan yang diantaranya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Dengan definisi saya seperti itu maka secara otomatis orang yang tidak menerima Yesus sebagai Allah, bukan orang Kristen, walaupun mereka menyebut diri Kristen.
Id Amor, kalau anda punya logika yang agak bagus, mestinya anda dahului tanggapan anda dengan menanyakan apa yang saya maksudkan dengan “Kristen” di sana dan bukannya anda mengangkat definisi Kristen menurut anda untuk menentang definisi Kristen yang saya maksudkan. Itu namanya strawman karena anda menyangka saya memakai defenisi kamus lalu menyerang dengan mengajukan fakta ada yang mengaku2 Kristen tapi tdk akui ketuhanan Yesus. Ingatlah bahwa anda sedang mendebat posisi saya lengkap dengan defenisi Kristen yang saya gunakan. Kalau anda menolak itu, sama saja diskusi tidak berlanjut, atau akan terjadi red herring.
Anda jelas menggunakan definisi Kristen sebagai orang yang mengaku diri Kristen tanpa melihat dogma sedangkan saya menggunakan Istilah Kristen dengan memperhatikan dogma. Karena itu saya tidak punya hubungan dengan orang Kristen ala anda. Kalau anda mau merasa bahwa orang2 tersebut adalah orang Kristen, silahkan saja. Tetapi jangan anggap bahwa anda sedang menentang pandangansaya. Itu yang namanya strawman. Jadi pada titik ini, tinggal mau melanjutkan diskusi atau tidak. Kesepahaman tentang istilah yang dipakai penting. Apakah anda berani mematahkan argumen saya dengan definisi istilah saya?
2. Juga, apakah anda sadar atau tidak bahwa ketika anda mengangkat definisi Kristen yang mengacu pada kamus itu, itu hanya akan benar kalau kamus itu benar. Persoalannya darimana anda tahu bahwa kamus itu benar ? Kalau saya anggap kamus itu salah, dan bertahan dengan definsi saya tentang Kristen yaitu orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan / Allah, anda berani tidak membantah kepercayaan Kristen versi saya itu yang saya dasarkan pada Yoh 1:1?
3. Kalaupun misalnya benar bahwa orang-orang Kristen termasuk orang-orang yang mengaku Kristen namun menolak Yesus sebagai Tuhan / Allah, maka kalau anda jujur secara intelektual, bukanlah sebuah tindakan yang fair untuk menganggap bahwa anda tidak perlu memperhatikan perdebatan ‘internal’ tentang keilahian Kristus berdasarkan ayat Alkitab. Maksud saya adalah bahwa ada pertentangan di antara orang-orang yang menyebut diri Kristen, tidak mengharuskan kita menyimpulkan bahwa posisi tertentu pasti salah. Itu argumen yang tidak valid. Kita harus memperhatikan argumen dari kedua belah pihak sebelum kita berani katakan bahwa salah satu posisi itu pasti salah. Kalau hanya karena ada perdebatan lantas kita berkesimpulan posisi tertentu salah, itu menunjukkan bahwa kita sebenarnya tidak jujur secara intelektual karena mempercayai sesuatu kesimpulan yang tidak diharuskan oleh fakta yang ada.
Respon Amor :
1.sepertinya anda lupa, atau sengaja melupakan,kalau pada saat menanggapi soal “kristen” amor sudah mengingatkan bahwa hal ini sudah amor sampaikan sebelumnya,yaitu komentar tanggal 8 Januari pukul 9:31
FAKTA sebelumnya anda sama sekali tidak pernah mengajukan keberatan tentang hal tersebut. jika anda serius dengan definisi versi anda,maka sejak awal anda mengajukan keberatan.
2.Sepertinya anda lupa, bahwa anda sedang berdiskusi menggunakan BAHASA INDONESIA,dan referensi kamus yang saya ajukan adalah yang bersumber dar WEB KRISTEN.
dalam hal ini anda hanya berngajak untuk soal kemungkinan tetapi sama sekal TIDAK Memberikan argumentasi yang jelas tentang kemungkinan kesalahan dari kamus tersebut, justru anda sedang menunjukan kalau tuduhan membuat definisi seenaknya sendiri justru lebih pantas buat anda sendiri.
dan soal Red herring,dalam hal ini justru menghindar memberikan bukti bahwa adanya ketidak sesuaian antara artikel yang amor referensikan dan definisi Kristen yang sudah diajukan , justru tuduhan tersebut lebih pantas buat anda sendiri
3.Kalau berbicara soal kejujuran Intelektual, sesungguhnya sangat memalukan ‘menawarkan sesuatu kepada pihak eksternal padahal ia tahu betul bahwa apa yang ditawarkan adalah HAL YANG SEDANG MENJADI SENGKETA pihak internal.
Kemarin jam 0:22 · Suka · 6
Pdt Esra Alfred Soru menulis:
1. Ketika saya mengajukan pertanyaan tentang kepercayaan akan status Muhammad, itu adalah pertanyaan hipotetis, bukan tentang ada tidaknya kelompok seperti itu. Pertanyaannya adalah seandainya ada orang yang mengaku Islam tetapi tidak mempercayai keberadaan / kenabian Muhammad, apakah itu termasuk islam? Di sini anda memperlihatkan ketidakmampuan memahami apa yang saya maksudkan. Dan karena itu tantangan anda supaya saya membuktikannya adalah sesat pikir Strawman lagi.
Tapi kalau anda memang mau contoh, bolehlah! Kelompok Ahmadiyyah mempercayai kenabian orang lain selain Muhammad dan mereka menyebut diri sebagai Islam. Kelompok ini menggunakan ayat Quram untuk mendukung ajarannya tersebut: (http://www.alislam.org/library/books/promisedmessiah/index.htm?page=37). Apakah dalam pemandangan anda Ahmadiyyah dari aliran Ahmadiyya Muslim Community yang mempercayai itu termasuk Islam atau tidak? Kalau anda mendasarkan definisi islam pada definisi kamus ini: http://dictionary.reference.com/browse/Islam, pasti Ahmadiyyah adalah Islam dan status kenabian Muhammad sebagai nabi terakhir harus dipertanyakan.
Ada lagi yang menolak hadits dengan argumen dariQuran, yaitu golongan Qurani. Lihat di sini : http://en.wikipedia.org/wiki/Quranism. Nah, apakah anda mau menyebut mereka Islam?
2. Anda berkata pada saya : justru sikap memperbandingkan semacam itu menunjukan indikasi kuat KETIDAK TAHUAN ANDA TERHADAP ISLAM
SYARAT UTAMA dan PERTAMA mereka bisa disebut ISLAM adalah mereka yang mengucapkan kalimat syahadat, dan isi syhahadat tersebut adalah persaksian bahan TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH dan MUHAMMAD adalah Rasulullah.
Nah, disitu persoalannya bukan? Kalau saya melakukan perbandingan demikian dan anda menganggapnya sebagai ketidaktahuan saya terhadap Islam, demikian juga perbandingan yang anda buat terhadap Kristen yang saya maksudkan sebagai orang2 yang percaya Yesus adlaah Tuhan / Allah dengan orang2 yang enolak ketuhanan / keallahanNya. Itu hanya menunjukkan indikasi kuat KETIDAK TAHUAN ANDA TERHADAP KRISTEN.
Anda bilang : SYARAT UTAMA dan PERTAMA mereka bisa disebut ISLAM adalah mereka yang mengucapkan kalimat syahadat, dan isi syhahadat tersebut adalah persaksian bahan TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH dan MUHAMMAD adalah Rasulullah.
Sama juga dengan yang saya katakan bahwa seorang Kristen adalah orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan / Allah. Kalau ada orang yang mengaku Islam tetapi tidak percaya kalimat syahadat di atas, apakah anda anggap dia sebagai islam? Tentu tidak bukan? Demikian juga dengan saya, terserah berapa banyak orang yang tidak percaya Yesus Tuhan /Allah, kalau mereka percaya demikian, saya anggap mereka bukan Kristen. Hehehe….
Respon Amor:
1. mengajukan dalih kalau apa yang disampaikan adalah sekedar hipotesis hanyalah upaya untuk menghindar mengajukan bukti sebagaimana ‘pengandaian yang ia ajukan sebelumnya’ dan mencari pembenaran untuk menuding saya melakukan strawman.
2. faktanya ketika coba mengajukan contoh yaitu soal Ahmadiyah dan kelompok ingkar Sunah , contoh yang anda ajukan SAMA SEKALI TIDAK SESUAI dengan kriteria yang anda ajukan sebelumnya,yaitu mereka menolak kenabian Muhammad Atau menganggap bahwa Muhammad tidak pernah ada?
3.Soal Pengakuan Muhammad adalah NABI dan Rasulullah adalah pengakuan semua umat Islam dari semua kelompok yang ada, termasuk 2 contoh yang anda ajukan juga mengakui hal tersebut.
jadi dalam hal ini ADA INDIKASI Pdt Esra Alfred Soru sedang MENIPU .
Kemarin jam 0:46 · Suka · 7 · Hapus Pratinjau
Id Amor
jadi kalau pengajuan soal tentang adanya kelompok yang menolak kenabian Muhammad Atau menganggap bahwa Muhammad tidak pernah untuk dijadikan dasar menuding balik amor tidak tahu tentang masalah Kekristen, jelas hal ini tidak bisa disamakan.
FAKTA Amor memberikan BUKTI YANG JELAS DAN SESUAI sebagaimana pernyataan sebelumnya tentang keberadaan ORANG KRISTEN YANG MENOLAK KETUHANAN KRISTEN bahkan MENGANGGAP kelompok orang kristen yang menuhankan Yesus adalah Kristen Bid’at
sangat berbeda dengan apa yang dilakukan Pdt Esra Alfred Soru yang TIDAK MAMPU MEMBERI BUKTI keberadaan kelompok Islam yang menolak kenabian Nabi Muhammad atau menolak keberadaannya bisa dikategorikan sebagai kelompok Islam, contoh yang diajukan masih sama MEREKA YANG MENGAKUI KENABIAN nabi MUHAMMAD dan MENGAKUI KEBERADAANNYA.
Kemarin jam 0:58 · Suka · 6
.Pdt Esra Alfred Soru menulis :
1. Orang2 yang mengaku Kristen yang menolak ketuhanan / keallahan Yesus juga memakai Alkitab, tapi persoalannya adalah apakah mereka memahami Alkitab / menafsirkan Alkitab secara benar atau tidak? Untuk itu perlu diuji, dan karena itu saya angkat Yoh 1:1 dan kalau anda mempunyai kepercayaan seperti orang2 yang mengaku Kristen itu, silahkan kita bahas ayatnya.
2. Alkitab adalah Kitab Suci orang Kristen dan dasar kepercayaan Kristen terletak pada itu. Mempersoalkan apa yang dipercayai oleh Kristen, maka logis untuk kembali melihat apakah Kitab Suci mengajarkan hal itu atau tidak? Tidak peduli dengan agama lain sekalipun, jikalau menolak apa yang dipercayai orang Kristen, silahkan mendebatnya dari apa yang dia percayai dari Kitab Sucinya.
3. Kalau anda memang mau diskusi “tidak hanya dari Alkitab” dan itu berarti bahwa Alkitab juga dipakai, bukankah saya sudah memakai ayat Alkitab? Kenapa anda menolak mendiskusikannya dengan alasan harusnya tidak hanya Alkitab? Saya yang memulai dan saya punya hak membatasi argumenatsi yang saya pakai. Seperti saya katakan bahwa ada banyak ayat yang secara eksplisit mengatakan Yesus adalah Tuhan / Allah, tetapi saya membatasinya dengan memberikan 1 saja yakni Yoh 1:1. Kalau anda memang tidak keberatan menggunakan Alkitab, ayo kita bahas Yoh 1:1.
4. Kalau anda mau menggunakan sumber di luar alkitab, bisakah anda sebutkan sumber macam apakah itu?
Respon Balik Amor:
1. Menurut mereka penafsiran mereka terhadap alkitab sudah dilakukan secara benar, dan berpandangan yang berkeyakinan Yesus = Alah adalah penafsiran yang salah.
ketika saya mengajukan pertanyaan tentang sumber dari yoh 1:1 sudah memberi bukti saya sudah memulai menanggapi ajakan anda membahas yoh 1
2.Anda berbicara soal logis , tetapi anda tidak memperhatikan konteks no 2 yang sedang anda tanggapi. No 2 tersebut adalah sedang mengingatkan bahwa POSISI ANDA adalah orang yang mengajukan “SESUATU” Kepada amor.
Posisi amor bukan dalam posisi yang sedang mempersoalkan tetapi posisi yang hanya sekedar menanggapi.
kalau diaperumpamakan :
Pdt Esra Alfred Soru adalah SEORANG PEDAGANG dari Timor ,dan sedang berusaha “MENAWARKAN DAGANGAN” kepada Amor yang berlatar belakang jawa.
maka jika dalam berkomunikas Pdt Esra Ngotot hanya mengacu menggunakan bahasa Timor dan tidak mau menggunakan bahasa lain, JELAS ITU PERILAKU PEDAGANG KONYOL.
karena ngotot berkomunikasi hanya berbahasa Timor lebih cocok kalau berkomunikasi dalam menawarkan dagangannya kepada sesama orang timor.
lebih konyol lagi mengajukan dalih “SAYA yang JUALAN jadi bahasa komunikasinya harus menurut kata gue dong…wkwkkwkwk
3.FAKTA Soal Yohanes 1:1 yang diajukan sudah ditanggapi oleh amor, dengan memulai pembahasan menanyakan sumber dari ayat tersebut, tetapi ORANG YANG NGAKU BERFIKIR LOGIS masih menuding amor tidak mau membahasnya?
tudingan berdasarkan fakta atau sekedar berasumsi?
4.Ketika membahas soal “kristen” amor sudah memulai dengan menggunakan definisi yang berdasaran KAMUS BAHASA INDONESIA
Jelas KAMUS BAHASA INDONESIA adalah diluar Alkitab. kalau sekiranya Pdt esra soru konsisten dengan alasannya harus berdasarkan ALKITAB maka menjelaskan definisi Kristen berdasarkan Alkitab.
kalau perlu tunjukan kesalahan kamus tersebut menurut Alkitab,bukan sekedar menurut pendapat pribadinya saja.
fakta sampai saat ini tidak dilakukan oleh pdt esra Soru,hanya menanggapi dengan soal kemungkinan benar atau salahnya kamus tersebut ,dan itupuan SAMA SEKALI TIDAK menunjukan adanya kesalahan definisi kamus tersebut.
kalau melanjutkan perumpamaan sebelumnya soal PEDAGANG TIMOR menawarakan barang kepada Oang Jawa , maka KOMUNIKASINYA TIDAK HANYA dengan menggunakan bahasa timor tetapi juga bahasa lain, lebih baik lagi menggunakan BAHASA PERSATUAN,yaitu bahasa Indonesia.
dan Defiisi Kristen yang berdasarkan kamus sebelumnya bisa dianalogi sebagai komunikasi menggunakan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia
Kemarin jam 9:30 · Telah disunting · Suka · 7
5 Pdt .Esra Alfred Soru menulis :
Jikalau definisinya seperti yang anda kemukakan di atas maka memang ayat2 itu adalah prolog Injil Yohanes. Tapi masalahnya apakah itu definisi yang diakui Kristen? Tidak! Kristen percaya bahwa seluruh Kitab Suci adalah Firman Allah tidak peduli itu adalah kata2 Allah langsung, kata2 Yesus atau prolog sebuah kitab.
Respon Amor
1. Anda sudah menyatakan jawabannya bahwa Yohanes 1;1 adalah Tulisan pembuka/ Prolog dari Pengarang Injil yang masuk Kategori opsi C.
2.jadi ketika anda mempermasalahkan definisi tersebut dengan menggunakan argumentasi doktrin “sebagian kelompok” kristen, justru menunjukan masalah lain dalam hal doktrin kristen (yang mempertuhankan Yesus) selain mempertuhankan manusia , mereka juga menempatkan yang sesungguhnya KARANGAN MANUSIA diposisikan sebagai firman Allah.
Dan terkait soal contoh spesifik Prolog pengarang injil saya sudah menunjukan BAHWA BUKU yang DIPERUNTUKAN untuk TEOFILUS , DINAIKAN PANGKAT BERKEDUDUKAN ISI SELURUHNYA sebagai firman Allah
1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
3.Jika hanya mengacu pada DOKTRIN, diskusi ini percuma sama saja,karena apapun penjelasan , bukti ataupun argumentasi amor Bahwa keyakinan yang disodorkan Pdt Esra Soru Yesus adalah Allah adalah sangat bermasalah akan menjadi percuma saja,karena akan ditolak dengan alasan tidak sesuai dengan pemahaman “kristen” ala Pdt Esra Esra Alfred Soru
12 jam yang lalu · Suka · 3
Pdt Esra Soru melanjutkan ==>
Mengapa Kristen percaya demikian?
1. Seluruh isi PL tidak hanya melulu kata2 langsung dari Allah. Ada juga kata2 manusia, cerita sejarah, dll tetapi ketika membicarakan kelebihan orang Yahudi dari bangsa2 lain, Paulus menyebutkan bahwa kepada mereka dipercayakan FIRMAN ALLAH. Sudah pasti yang dimaksudkan di sana adalah seluruh PL.
Rom 3:1-2 : (1) Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? (2) 3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
Respon Amor :
1.Saya tidak mengerti pola berfikir dari Pdt Esra soru yang menjadikan pernyataan Paulus di roma 3-1-2 tentang YAHUDI yang diberikan kepercayaan Allah bisa dijadikan dasar kesimpulan kalau yang dimaksud adaah seluruh PL
2. SARAN amor kepada Pdt Esra Alfred Soru jangan MAIN COMOT AYAT SEMBARANGAN untuk dijadikan pembenaran asumsi anda DENGAN MENGABAIKAN AYAT SELANJUTNYA, jika anda mengacu pesan Paulus tersebut PERHATIKAN PESAN SELANJUTNYA,yaitu :
rom 3:4-5, YANG JELAS MENYEBUT SEMUA MANUSIA PEMBOHONG
===
3:3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”==
jika SEMUA MANUSIA PEMBOHONG , berarti PENGARANG INJI YOHANES PEMBOHONG, Pengarang INJIL LUKAS PEMBOHONG, pengarang INJIL MATIUS PEMBOHONG dan pengarang INJIL MARKUS PEMBOHONG.
apa anda tidak berfikir soal itu Pdt Esra soru?
12 jam yang lalu · Suka · 7
Pdt Esra Alfred Soru menulis ==>
2. Kata-kata nabi / penulis Perjanjian Lama dianggap sebagai kata-kata Tuhan / Roh Kudus.
Yes 7:14 : Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Dari bunyi ayat ini jelas bahwa yang berkata2 bukan Tuhan tetapi nabi Yesaya. Tetapi ayat ini dikutip dalam PB demikian :
Mat 1:22-23 : (22) Hal itu terjadi supaya genaplah yang DIFIRMANKAN TUHAN OLEH NABI: (23) “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.
Jadi apa yang dikatakan nabi itu dianggap sebagai Firman Tuhan.
Respon Amor :
Kasus Yesaya 7:14 jangan disamakan dengan soal Yoh 1:1 ,karena:
1. jika membaca Kitab Yesaya pasal 7, terutama ayat ayat sebelumnya hal tersebut jelas berdasarkan apa yang tercatat di dalam Kitab Yesaya ,bahwa Apa yang disampaikan Yesaya kepada Ahas adalah atas perintah Tuhan , PERHATIKAN AYAT kitab Yesaya 7:3 ini
7:3 Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: “Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,
2.Yesaya adalah seorang Nabi (menurut pandangan Yahudi)
http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Yesaya
tetapi PENGARANG INJIL YOHANES BUKANLAH NABI ,jadi PERNYATAANNYA TIDAK BISA DIANGGAP sebagai Firman Allah
7 jam yang lalu · Suka · Hapus Pratinjau
Pdt Esra Alfred Soru melanjutkan ==>
Contoh lain :
Maz 95:7b-9 : (7b) Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! (8) Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, (9) pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.
Ibr 3:7-9 : (7) Sebab itu, SEPERTI YANG DIKATAKAN ROH KUDUS: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, (8) janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, (9) di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
Dari kata2 yang digunakan jelas bahwa kata2 ini tidak diucapkan langsung oleh Tuhan karena adanya kata pengganti “Dia” yang menunjuk pada Tuhan sebagai orang kedua tunggal. Tetapi dalam PB, ayat ini dikutip dan dikatakan demikian :
Respon Amor:
1.jika memperhatikan ayat tersebut secara seksama sesungguhnya cukup jelas bahwa ayat tersebut Penulis Kitab Mazmur sedang MENYAMPAIKAN FIRMAN TUHAN.
dan jangan sekedar meiihat kata ganti “DIA” tetapi perhatikan dipenghujung ayat 7,yaitu : “SEKIRANYA KAMU MENDENGAR SUARANYA”!
maka ayat 8,yang menggunakan kata ganti “AKU/KU” adalah mengungkap PERKATAAN TUHAN .
2.Kalau dicermati Kitab Ibrani 3:7-9 adalah mengutip dari ayat Mazmur 95:7-9
JADI HAL INI JUGA TIDAK BISA DIJADIKAN DASAR ARGUMENTASI untuk dijadikan dasar pembenaran bahwa seluruh Alkitab adalah Firman Allah, karena dengan menggunakan DEFINISI YANG SAYA SAMPAIKAN Kitab Mazmur 95:8 TERMASUK dalam kelompok OPSI A ,yaitu FIRMAN ALLAH
41 menit yang lalu · Telah disunting · Suka · 1
Pdt Esra Alfred Soru==>
Dari sini terlihat bahwa Kristen memahami “Firman Allah” tidak sebatas kata2 langsung dari Allah tetapi seluruh Kitab Suci dianggap sebagai Firman Allah. Mengapa bisa demikian? Karena Kristen percaya bahwa tulisan2 itu, biarpun ditulis oleh manusia tetapi diinspirasikan oleh Tuhan sendiri.
2 Tim 3:16 : SEGALA TULISAN YANG DIILHAMKAN ALLAH memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Karena diinspirasikan oleh Allah maka disebut sebagai Firman Allah.Dengan pengertian semacam ini maka sekalipun Yoh 1 adalah prolog Injil Yohanes, kami tetap menganggapnya sebagai Firman Allah. Dan karenanya kami percaya kebenarannya dan menjadikannya sebagai argumentasi untuk membuktikan Yesus sebagai Tuhan / Allah. Soal anda tak mau terima itu, itu urusan anda.
Respon Amor :
setelah dicermati dasar argumentasi dari pendeta Esra soru justru menunjukan fakta:
1.Kutipan Rom 3:1-2 adalah kutipan yang ASAL COMOT untuk dijadikan pembenaran asumsinya dengan tidak memperhatikan ayat selenjutnya yang JELAS MENGUNGKAP menurut Paulus, SEMUA MANUSIA PEMBOHONG,jadi dalam ini ayat ini juga bisa diterapkan pada pengarang Inji Yohanes.
2.Kutipan Yesaya 7:14 konteksnya juga jelas adalah PERINTAH TUHAN KEPADA YESAYA agar menyampaikan Firman Tuhan kepada Ahas
3.Kutipan Mazmur 95 :7-9, kalau diperhatikan secara seksama adalah kutipan yang menceritakan tentang Penulis Kitab Mazmur sedang menyampaikan tentang FIRMAN TUHAN
JADI jelas argumen yang diajukan Pdt Esra soru adalah argumentasi yang dipaksakan untuk mendukung asumsinya kalau seluruh isi Alkitab adalah firman Allah,lebih spesifik lagi adalah UPAYA PEMERKOSAAN beberapa AYAT ALKITAB untuk dijadian pembenaran asumsi bahwa prolog injil Yohanes bisa masuk kategori firman Allah.
apa anda tidak berfikir soal itu Pdt Esra Afred Soru?
Esra Alfred Soru
@Moderator : Saya melihat bahwa dalam beberapa kali tanggap menanggap ini, sebenarnya kita telah jauh meninggalkan inti persoalan yang mau didiskusikan/didebatkan yakni masalah ketuhanan / keallahan Yesus. Saya tidak tahu apakah ini terjadi secara tidak sengaja, atau memang sebuah kesengajaan yang dilakukan Id Amor untuk menghindari pembahasan / eksegese terhadap Yoh 1:1, tetapi saya juga heran bahwa anda tidak bisa melihat kalau apa yg didebatkan sudah bukan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Seharusnya adlaah tugas anda untuk mengarahkan itu. Itulah tugas moderator sehingga tidak terkesan bahwa moderator tugasnya hanya menghapus postingan teman2 lain saja yang tidak ikut berdebat. Jadi di sini saya tidak akan memberikan tanggapan lagi pada apa yang ditulis Id Amor (bukannya tidak bisa menjawab tetapi kalau saya menjawabnya, dan akan dibalas oleh Id Amor lagi, maka kita akan semakin jauh meninggalkan apa yg seharusnya menjadi topik utama pembahasan ini), saya hanya mau fokus pada pembahasan Yoh 1:1. Kalau mau dan berani, kita lanjutkan, jika tidak kita hentikan! Thax.
Respon Amor
Pdt Esra Alfred Soru kembali menyampaikan tuduhan kalau amor menghindari pembahasan terkait Yoh 1:1, tuduhan tersebut bukan berdasarkan fakta tetapi berdasarkan asumsinya.
khusus pembahasan Yoh 1:1 , sudah saya tanggapi sejak awal dengan mempertanyakan soal sumber, artinya pembahasan ini baru tahap awal, dan membahas hal yang sangat mendasar terkait Yoh 1:1 sekaligus hal yang sangat mendasar dalam pembahasan soal topik Ketuhanan Yesus.
Kalau sekiranya Pdt Esra Alfred Soru tidak memiliki kesanggupan untuk diskusi yang lebih mendalam terkait ketuhanan Yesus, lebih spesifiknya sebagai “SEORANG PENJUAL” tidak siap menghadapi Konsumen yang kritis, umkarena penjelasan penjelasan sebelumnya justru menjadi bumerang terhadap “produk yang ditawarkan ” tidak perlu menyalahkan orang lain, dalam hal ini moderator
laksana seorang yang tidak bisa menari tetapi yang disalahkah lantainya.
Kalau tidak sanggup melanjutkan, dan ingin berhenti dalam debat ini ,Amor juga tidak akan memaksa.
atau anda mau melanjutkan tetapi mengaku tidak sanggup membantah argumentasi amor sebelumnya, dan ingin membahas persoalan Yoh 1:1 tahap selanjutnya..Amor juga masih siap melayani
BERSIKAP GENTLEMAN itu lebih baik, dibandingkan mencari kambing hitan untuk menutupi ketidak mampuannya.
mohon maaf kalau ada pernyataan saya yang kuirang berkenan
PENTING DIINGAT soal “apa yang saya sampaikan di thread ini” semua sudah disinggung saat membahas ATURAN MAIN DISKUSI
terkait hal ini semua pembaca bisa melakukan pengecekan di thread ini :
https://www.facebook.com/Muslim.Menjawab.Tantangan/posts/400182963396983
dan juga sudah saya dokumentasikan di sini :
http://amor.muslim-menjawab.com/2013/02/menanggapi-undangan-debat-pendeta-esra.html
DAN FAKTA Pdt Esra Alfred Soru tidak pernah mengajukan keberatan. Jadi kalau sekarang mencoba coba mempersalahkan Moderator , justru ada indikasi kuat kalau itu hanya untuk menutupi ketidak mampuannya

setiap apapun yang dipandang manusia benar belum tentu menurut pandangan TUHAN semesta alam benar dan berlaku juga sebaliknya,
yang jelas TUHAN semesta alam tidak akan pernah membuat bingung kepada setiap hamba yang diciptakan Nya,
ada ayat-ayat atau perintah TUHAN semesta alam yang terkandung di dalam kitab suci yang memang pembedahannya dengan menggunakan akal / logika, namun ada juga ayat – ayat atau perintah TUHAN semesta alam yang pembedahannya dengan menggunakan keyakinan dan keimanan
namun hati – hati, jangan dibolak-balikan upaya pembedahan dari suatu ayat
jangan suatu ayat yang pembedahannya harus dengan logika malah dibedah nya dengan menggunakan keyakinan / keimanan atau bahkan sebaliknya untuk ayat yang pembedahannya harus dengan keyakinan / keimanan malah dibedahnya dengan menggunakan Logika.
——–0000———0000——— karena sesungguhnya TUHAN semesta alam akan senantiasa memberikan Rahmat Nya bagi orang – orang yang mau berfikir dan ber hati jernih didalam menyikapi suatu permasalahan dan bukan bagi orang-orang yang hanya mengedepankan nafsu amarah dan mengedepankan kebencian
Agama adalah Dusta yang tersembunyi yang di ciptakan oleh penciptanya, tidak ada agama yang tidak lahir dari keinginan manusia. Maka setiap orang yang berpegang kepada suatu agama adalah orang yang hidup paling sengsara.
Sebab apa yang agama ajarkan adalah suatu hukum-hukum yang dilahirkan seseorang dengan ancaman-ancaman yang menakutkan.
Pemeluk agama adalah manusia yang paling kacau hidupnya, karena merka hanya mempercaya komunitas mereka sendiri. Mereka mampu menyakiti sesama manusia demi untuk menyelarasakan orang lain dengan keyakinan.
Berhentilah untuk beragma, maka hidupmu akan merasa damai. tanpa beban !
AL-QUR’AN
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”
هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾
“Dia-lah Allah, Dia itu Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.”
Artinya tiada sesuatu pun di atas-Nya dan Dia tidak butuh kepada sesuatu pun. Bahkan selain-Nya butuh kepada-Nya. Semua makhluk perlu berlindung kepada-Nya di saat sulit dan krisis mendera. Maha Agung Allah dan penuh berkah semua nikmat-Nya.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾
“Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan”
Ini merupakan pensucian Allah dari mempunyai anak laki-laki, anak perempuan, ayah, atau ibu. Allah tidak mempunyai anak adalah bantahan terhadap orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat itu anak-anak perempuan Allah, terhadap orang-orang Nasrani dan Yahudi yang mengatakan ‘Uzair dan Isa anak Allah. Dia juga bukan anak sebagaimana orang-orang Nasrani mengatakan Al-Masih itu anak Allah lalu mereka menyembahnya sebagaimana menyembah ayahnya. Ketidakmungkinan Allah mempunyai anak karena seorang anak biasanya bagian yang terpisah dari ayahnya. Tentu ini menuntut adanya pembilangan dan munculnya sesuatu yang baru serta serupa dengan makhluk. Allah tidak membutuhkan anak karena Dialah yang menciptakan alam semesta, menciptakan langit dan bumi serta mewarisinya. Sedangkan ketidakmungkinan Allah sebagai anak, karena sebuah aksioma bahwa anak membutuhkan ayah dan ibu, membutuhkan susu dan yang menyusuinya. Maha Tinggi Allah dari semua itu setinggi-tingginya.
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”
Ya. Selama satu Dzat-Nya dan tidak berbilang, bukan ayah seseorang dan bukan anaknya, maka Dia tidak menyerupai makhluk-Nya. Tiada yang menyerupai-Nya atau sekutu-Nya. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
Meskipun ringkas, surat ini membantah orang-orang musyrik Arab, Nasrani, dan Yahudi. Menggagalkan pemahaman Manaisme (Al-Manawiyah) yang mempercayai tuhan cahaya dan kegelapan, juga terhadap Nasrani yang berpaham trinitas, terhadap agama Shabi’ah yang menyembah bintang-bintang dan galaksi, terhadap orang-orang musyrik Arab yang mengira selain-Nya dapat diandalkan di saat membutuhkan, atau bahwa Allah mempunyai sekutu. Maha Tinggi Allah dari semua itu.
Surat ini dinamakan Al-Ikhlas, karena ia mengukuhkan keesaan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia sendiri yang dituju untuk memenuhi semua kebutuhan, yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, tiada yang menyerupai dan tandingan-Nya. Konsekuensi dari semua itu adalah ikhlas beribadah kepada Allah dan ikhlas menghadap kepada-Nya saja.
@ alex :
[10:94] Maka jika kamu (Muhammad) BERADA DALAM KERAGU-RAGUAN tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, MAKA TANYAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA KITAB SEBELUM KAMU. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.
[21:91] Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya RUH DARI KAMI dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
@abu sufi
10:94] Maka jika kamu (Muhammad) BERADA DALAM KERAGU-RAGUAN tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, MAKA TANYAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA KITAB SEBELUM KAMU. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.
—————————————————————————————–
jawab: Baca ayat2 sebelumnya itu maksudnya jika nabi muhammad saw ragu akan cerita-cerita tentang nabi musa maka tanyakan pada ahli kitab apa ceritanya betul2 sama dengan yg ada di kitab sebelumnya,kalau sama maka aneh jika nabi muhammad yg tidak bisa baca tulis bisa tau tentang cerita nabi musa dan nabi2 lainnya padahal sebelumnya nabi muhammad saw tidak pernah belajar atau membaca kitab sebelumnya,makanya Allah swt menyuruh nanya apakah cerita2 nabi yg dialquran sama dengan yg ada di kitab2 sebelumnya…
[21:91] Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya RUH DARI KAMI dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
—————————————————————————————
jawab: memangnya ada apa pada ayat itu,apa maskdunya bahwa nabi isa adalah ruh dari Allah bukan berarti Allah sendiri karena Allah itu bukan Ruh tapi adalah Dzat yg maha besar yg tidak ada bandingannya Al-ikhlas ayat 1-4, nabi adam yg dianggap berdosa oleh umat kristen juga dari Ruh Allah :
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” (T-QS. Shaad’ 38:71-72)
Dan juga :
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (T-QS. Ali-Imran’ 3:59)
dan bagi umat kristen yg menganggap bahwa nabi isa adalah Tuhan menurut Alquran maka silahkan baca ini :
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maa’idah’ 5:72)
http://www.muslim-menjawab.com/2012/05/jawaban-untuk-misionaris-pencatut-qur.html
ada yg menarik pada bagian 5; kata2 : tidak peduli itu perkataan tuhan langsung,kata2 yesus atau prolog … dst = yakin benar,artinya meyakini kebenaran dengan ketidak pedulian … Wk wk wk