Sep 04

Mantan Ketua Dewan Gereja Metodis sekaligus Master Perbandingan Agama dari Havard University Akhirnya Pilih Islam

Jerald F Dirks , sebelumnya ialah seorang pendeta yang dinobatkan sebagai Ketua Dewan Gereja Metodis Kini peraih gelar Bachelor of Arts (BA) dan Master of Divinity (M Div) dari Universitas Harvard, serta pemegang gelar Master of Arts (MA) dan Doctor of Psychology (Psy D) dari Universtas Denver, Amerika Serikat, menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Dibesarkan di tengah lingkungan masyarakat penganut kepercayaan Kristen Metodis, membuat Jerald kecil terbiasa dengan suara dentingan lonceng yang kerap mengalun dari sebuah bangunan tua Gereja Kristen Metodis yang berjarak hanya dua blok dari rumahnya. Bunyi lonceng yang bergema setiap Minggu pagi ini menjadi tanda bagi seluruh anggota keluarganya agar segera menghadiri kebaktian yang diadakan di gereja.

Continue reading

Feb 29

Subhanallah.. Kepala Suku Asmat dan Keluarga Masuk Islam Dan Akan diikuti Kaumnya

Semua mata terpaku pada sosok lelaki berkulit hitam legam dan berperawakan tinggi besar. Dia adalah Kepala Suku Asmat Besar yang Ahad (19/2) kemarin mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Darussalam, Komplek Perumahan Tamansari Persada Raya, Jatibening, Jakarta Timur, pukul 09 pagi. Suasana haru biru jamaah yang hadir menyaksikan moment bersejarah itu, terlihat saat Kepala Suku beserta istri dan anaknya itu mengucapkan syahadat. Takbir pun bergema.

Dipimpin oleh Ketua DKM Darussalam H. Baharuddin Wahab pensyahadatan itu sekaligus diikuti dengan pengukuhan kembali pernikahan mereka secara syariat Islam. Dalam syahadat tersebut, disaksikan oleh Presiden AFKN (Al Faith Kaffah Nusantara) Ustadz Muhamad Zaaf Fadzlan Rabbani Al-Garamatan dan mantan Bupati Fakfak (Papua Barat) Wahidin Puarada.  AFKN adalah sebuah lembaga dakwah Islam yang aktif berkiprah di Nuu Waar (Papua) pimpinan Ustadz Fadlan Garamatan. Continue reading

Des 28

Akhirnya Pemuka gereja Ortodoks Rusia ini,Memilih jadi Muslim

Dr. Viacheslav Polosin adalah lulusan Universitas Moskow, Fakultas Filsafat, jurusan sosiologi, tahun 1978.

seorang pater yang masuk dalam jajaran pejabat tinggi di Gereja Ortodoks Rusia. Pria kelahiran Moskow, 26 Juni 1956 mulai bekerja untuk Gereja Ortodoks pada tahun 1980 sebaga seorang “Reader” (orang yang bertanggung jawab untuk membacakan kutipan-kutipan kitab suci dalam peribadatan).

Ia kemudian belajar teologi di sebuah seminari di Moskow. Setelah lulus dari seminari tahun 1983, Polosin ditunjuk sebagai diaken (mengerjakan tugas-tugas pelayananan gereja), lalu diangkat menjadi pater.

Polosin bertugas menjadi pater di sejumlah paroki di kawasan Asia Tengah sampai tahun 1985. Ia pernah menjadi kepala gereja di kota Dushanbe, tapi kemudian dideportasi dari wilayah itu oleh otorita pemerintahan Soviet atas tuduhan membangkang pemerintahan komunis Soviet. Polosin lalu bekerja sebagai penerjemah paruh waktu di departemen penerbitan Kantor Keuskupan di Moskow. Continue reading

Nov 07

Pengakuan Abdullah Drury :”Islam membantunya menjadi orang yang lebih baik”

Sebelum mengenal Islam, Abdullah Drury hidup di tengah keluarga dengan beragam agama. Ibunya menganut aliran Saksi Yehovah, ayahnya ia sebut sebagai “mantan Katolik”, seorang pamannya penganut apostolik dan beberapa anggota keluarganya memeluk agama Kristen Anglikan. Meski demikian, lelaki asal Selandia Baru itu, dibesarkan dengan atmosfir toleransi yang kental.

Minat Drury pada segala hal yang berkaitan dengan Islam mulai muncul saat ia kuliah di jurusan sejarah pada era 1990-an.

“Begitu kami mulai menyentuh apa saja yang ada kaitannya dengan Islam, atau agama Islam, atau sejarah Islam, apakah itu di Uni Soviet, Soviet Rusia atau atau dalam Religious Studies 101 (buku pengantar tentang agama-agama di dunia), kemana pun saya pergi, saya selalu menemukan Islam, dan saya makin tertarik dan tertarik dengan Islam,” ujar Drury. Continue reading

Sep 16

Bukanlah pilihan Emosional tapi Pilihan Logika dan Rasional menghantarkannya Kepada Islam

Ketika memutuskan memeluk Islam, ia tak mendapat dukungan dan panduan khusus dari Muslim lain. Namun tekadnya bulat untuk tetap belajar dan berkontribusi dalam dakwah demi bisa membantu mualaf lain menjalani transisinya dengan lebih mudah.

Itulah Abdallah, lelaki berdarah India yang lahir dan besar di Toronto. Kehidupan dia sebelum Muslim adalah campuran antara India, agama Hindu dan budaya barat ala Kanada. “Sehingga ketika saya besar, saya masih mengenal baik budaya, bahasa saya dan juga agama orang tua,” tuturnya.
Continue reading

Sep 10

Inilah Mereka yang Bersyahadat pasca tragedi 11 september

Masyarakat Amerika berbondong-bondong masuk Islam justru setelah peristiwa pemboman World Trade Center pada 11 September 2001 yang dikenal dengan 9/11 yang sangat memburukkan citra Islam itu. Pasca 9/11 adalah era pertumbuhan Islam paling cepat yang tidak pernah ada presedennya dalam sejarah Amerika. 8 juta orang Muslim yang kini ada di Amerika dan 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah pemboman itu. Pernyataan syahadat masuk Islam terus terjadi di kota-kota Amerika seperti New York, Los Angeles, California, Chicago, Dallas, Texas dan yang lainnya. Continue reading

Sep 06

Perjalanan Rohani Frankel,Profesor perbandingan Agama menuju Islam

James D. Frankel adalah seorang profesor bidang perbandingan agama dan sekarang mengajar di Universitas Hawai. Di universitas itu, Frankel juga mengajar mata kuliah tentang Islam dan ia sendiri adalah seorang mualaf.

Dari kediamannya di Honolulu, Hawai, Profesor Frankel berbagi cerita tentang perjalanannya menjadi seorang muslim. Continue reading