Sep 06

Perjalanan Rohani Frankel,Profesor perbandingan Agama menuju Islam

James D. Frankel adalah seorang profesor bidang perbandingan agama dan sekarang mengajar di Universitas Hawai. Di universitas itu, Frankel juga mengajar mata kuliah tentang Islam dan ia sendiri adalah seorang mualaf.

Dari kediamannya di Honolulu, Hawai, Profesor Frankel berbagi cerita tentang perjalanannya menjadi seorang muslim. Continue reading

Mei 25

Karena Pesona Islam,Mengantarku Menjadi Seorang Muslim

Hidayah, merupakan hak mutlak milik Allah semata. Siapapun ia, baik itu dari golongan manusia, malaikan, dan jin, tidak akan pernah mampu memberikannya kepada siapa yang ia kehendakai, tak terkecuali terhadap familinya sendiri. Begitulah yang terjadi pada diri Nabi Nuh. Meskipun beliau sebagai Nabi –bahkan termasuk ulul ‘azmi– tetapi tetap beliau tidak mampu menghembuskan hidayah ke sanubari anaknya. Maka, matilah anaknya dalam kekafiran.

Kisah yang hampir sama, juga dialami oleh baginda Rosulullah Solallahu ‘alai wasallam. Betapa besar harapan beliau, agar pamannya, Abu Tholib, dengan lapang dada mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah (sebagai syarat keislaman seseorang), selagi nyawa masih dikandung badan. Takdir berkata lain, hingga ajal mejemput, kalimat yang akan menyelamatkannya dari siksa api nereka, juga tidak terucap. Continue reading

Apr 30

Maryam Jameela, Masuk Islam Usai Diterpa Propaganda Yahudi

Ilustrasi

Dunia mengenal tokoh yang satu ini sebagai seorang intelektual serta penulis ternama di bidang agama, filsafat, maupun sejarah. Maryam Jameela, demikian nama muslimnya. Ia telah menghasilkan sejumlah karya yang cukup penting dalam khazanah pemikiran Islam, antara lain Islam and Western Society: A Refutation of the Modern Way of Life, Islam and Orientalis,  Islam in Theory and Practice, dan ‘Islam and the Muslim Woman Today’.

Salah satu hal yang patut dicatat dari tulisan-tulisan serta pemikiran Maryam Jameela, adalah keyakinannya terhadap agama Islam yang dinilainya sebagai agama terbaik. Islam merupakan agama dengan keunggulan paripurna, sehingga merupakan satu-satunya jalan untuk menuju kehidupan lebih baik, baik di dunia maupun akhirat. Continue reading

Feb 06

Kisah Rohani Sang Diplomat Inggris yang akhirnya memilih menjadi Muslim

Ia mengenal kata ‘Tuhan’ untuk pertama kalinya dari pengasuh anak yang bekerja di rumahnya.

Charles Le Gai Eaton hanyalah sebagian kecil dari jajaran diplomat Kerajaan Inggris yang memilih Islam sebagai jalan hidup. Ia memutuskan memeluk Islam pada 1951, setelah menempuh pencarian yang panjang. Sejak saat itu dia menyandang nama baru Hassan Abdul Hakeem. Namun, dalam berbagai kesempatan ia kerap menggunakan nama Hassan Le Gai Eaton.

Ia lahir di Swiss pada 1921, saat perjanjian damai untuk mengakhiri Perang Dunia pertama ditandatangani. Meski lahir di Swiss, namun ia bukan orang Swiss. Kedua orang tuanya berkebangsaan Inggris. Ayah Eaton adalah seorang tentara Inggris yang dikirim ke Swiss. Mereka adalah pemeluk Kristen. Kendati demikian, Eaton tumbuh dan dibesarkan sebagai seorang agnostik oleh orang tuanya. Continue reading

Jan 30

Jacob van de Blom, Potret Muallaf Belanda

Mata Jacob van de Blom berkaca-kaca ketika dia mengucapkan kalimat syahadat. Jacob, bermata biru dan berjenggot merah, lahir dan besar di Rotterdam. Ia dibesarkan dengan Agama Kristen.  Namun demikian, ia selalu punya pendapat sendiri tentang Tuhan dan agama. Sebelas tahun lalu dia masuk Islam. Bagi Jacob ajaran Islam tentang Tuhan sesuai dengan keyakinannya. Continue reading

Jan 19

Bruno Metsu Terpesona Pada Komunitas Islam Afrika

Bagi para penggemar sepak bola, tentu masih ingat pada aksi menawan el-Hadji Diouf dkk, pemain Timnas Senegal, saat menaklukkan Juara Dunia Prancis 1998 dan Juara Eropa 2000, pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan. Ketika itu, Senegal unggul 1-0 atas Zinedine Zidane dkk.

Tak ada yang menduga sebelumnya, bila Senegal mampu menaklukkan Ayam Jantan–julukan Timnas Prancis–di kejuaraan dunia itu. Alih-alih menang, bisa berpartisipasi saja dalam kejuaraan itu, sudah membuat bangga publik Senegal.

Namun, dengan semangat membara, putra-putra dari daratan Afrika itu mampu menunjukkan ‘tajinya’ hingga berhasil menggagalkan Prancis lolos dari grup A yang dihuni Denmark, Senegal, Uruguay, dan Prancis.

Continue reading

Nov 18

Hidayah bagi Sang Diplomat Jerman

Islam adalah agama yang rasional dan universal. Ia bisa diterima dan sesuai dengan akal sehat. Agama Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Sebab, kendati diturunkan di Jazirah Arabia, agama Islam bukan hanya untuk orang Arab, tetapi juga bisa diterima oleh orang yang bukan Arab (Ajam).

Bahkan, ilmu-ilmu dan ajaran yang terkandung dalam Alquran, sesuai dengan pandangan hidup umat manusia. Karena itu, tak heran, bila agama yang dibawa oleh Muhammad SAW ini, dengan mudah diterima oleh orang-orang yang senantiasa menggunakan akal pikirannya. Itulah yang dialami Dr Murad Wilfried Hofmann, mantan Diplomat Jerman. Ia menerima agama Islam, disaat kariernya berada di puncak.

Continue reading