Mar 06

Alhamdulillah.. Telah Hadir Web “Study Al Qur’an Online”

www.study-quranAlhamdulillah.. di Tahun 2012 beberapa keinginan sudah terwujud yaitu :

1.Berdirinya Media yang  yang kontennya adalah untuk mengarsipkan berbagai jawaban dari umat islam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. dan keinginan tersebut atas pertolongan ,yang menggerakan hamba-hambaNya yang akhirnya mereka membantu dengan segala potensi yang mereka miliki hingga keinginan tersebut menjadi terpenuhi, dan web tersebut menggunakan domain sendiri.

Penggunaan Domain sendiri (berbayar) menunjukan keseriusan kami dalam membuat pengarsipan jawaban jawaban yang disampaikan umat islam terkait tantangan yang dihadapi. Continue reading

Jan 03

Inilah Fakta,Usaha para Musuh Islam yang ingin memusnahkan Islam itu sia sia!

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Allah  Subhanallahu wa ta’alaberfirman :

 

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَيَأْبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ

9:32 Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
Dari masa ke masa,Para musuh Islam berusaha melenyapkan dari muka bumi dengan berbagai cara,tak terkecuali pada Abad 21 ini.

Pada Abad 21 mereka juga‘bermimpi’ akan melenyapkan Islam dengan menggunakan Teknologi informasi terutama media Internet. Continue reading

Nov 29

Mengenal Komunitas Muslim Aborigin

SAAT menyaksikan ANZAC parade pada tanggal 25 April 2011 di depan War Memorial, Canberra, saya mendapati demonstrasi yang dilakukan oleh puluhan kaum Aborigin. Mengusung tema “healing spirit” mereka memprotes penindasan oleh bangsa Eropa yang terjadi dimasa lampau, dengan membentangkan tulisan-tulisan protes serta membagi-bagikan stiker bergambar benua Australia bercorak bendera Aborigin. Di antara puluhan demonstran, baik Aborigin maupun orang Eropa pendukungnya, tiba-tiba seorang demonstran seperti blasteran Aborigin-Eropa tersenyum dan menunjukkan kafiyeh di lehernya kepada istri saya (berjilbab), seolah ingin memberikan sebuah isyarat.

Dengan kalung kafiyeh itu ia cukup menonjol di antara para pemrotes tersebut. Saya tidak bisa memastikan apakah ia seorang Muslim atau bukan. Yang pasti senyumannya itu ingin menunjukkan rasa kesedihan yang dialami oleh orang-orang Palestina. Continue reading

Sep 23

Kenza Drider seorang Muslimah Bercadar yang siap Mencalonkan sebagai Presiden

Seorang muslimah Prancis yang memakai cadar selama 13 tahun – meskipun adanya larangan secara nasional – menyatakan bahwa dirinya ingin mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu Prancis tahun depan.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, Kenza Drider mengatakan ia ingin membela hak-hak semua wanita Perancis.

“Saya memiliki tekad hari ini untuk melayani semua perempuan yang menjadi obyek stigmatisasi atau diskriminasi sosial, ekonomi atau politik,” katanya. “Sangat penting bahwa kita menunjukkan bahwa kita di sini, kami adalah warga Prancis dan bahwa kita, juga, dapat membawa solusi untuk warga Perancis.” Continue reading

Sep 23

Ada Apa dengan Muslim Norwegia?

Di Eropa, nama Anders Behring Breivik (32-tahun) menjadi yang paling dibenci. Namun, banyak yang meyakini, penembakan terhadap sekitar 70 orang bukannya tanpa ekses. Breivik tampaknya orang yang resah akan kemajuan Islam di Norwegia. Bagaimana sebenarnya gerakan Islam di negara itu? Islam adalah agama minoritas terbesar di Norwegia, yang terdiri antara 2,0% dan 3,4% dari populasi seluruhnya. Pada tahun 2007, statistik pemerintah mencatat sekitar 79.068 orang Islam di Norwegia, sekitar 10% lebih banyak dari tahun 2006. 56% tinggal di kabupaten Oslo dan Akershus. Continue reading

Sep 07

Dampak Negatif dan Positif Pasca Tragedi WTC 9/11

Islam Di Amerika Serikat - wtc 9/11Pasca tragedi 11 September 2001 bukanlah wajah yang ramah, terutama bagi kaum Muslim. Bukan hanya bagi warga dari negara-negara Islam, bahkan terhadap warga negaranya yang Muslim pun, AS memasang wajah ‘garang”. Data menunjukkan ada peningkatan luar biasa dalam kasus diskriminasi yang dialami umat Islam di AS pasca tragedi 9 September lalu. Tercatat 14 ribu sampai 15 ribu kasus yang ditangani CAIR (Council on American-Islamic Relations). Padahal sebelumnya hanya 300-400 kasus saja yang ditangani CAIR. Apakah yang sebenarnya terjadi?

Seorang mahasiswi berwajah Timur Tengah tampak asyik bercakap-cakap dengan rekan-rekannya di sebuah lorong Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat (AS). Sang mahasiswi jelas ia seorang muslimah karena tampil dengan kerudung terlihat serius seperti rekannya. Jika di Indonesia, pemandangan serupa bukan hal yang aneh. Namun sang muslimah berjilbab ini terlihat di sebuah universitas swasta salah satu yang terbaik dan termahal di AS dan terjadi sekitar empat bulan setelah serangan 11 September 2001 di Pentagon dan menara kembar World Trade Center (WTC). Continue reading