Agu 02

Ketika Bilal tak Sanggup Menyebut Nama Rasulullah dalam Adzannya

Ilustrasi

Nama lengkapnya Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ia berpostur tubuh tinggi, kurus, warna kulitnya hitam, pelipisnya tipis, dan rambutnya lebat.

Ibunya adalah hamba sahaya (budak) milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mereka, hingga akhirnya ia mendengar tentang Islam. Dihadapan Rasulullah SAW, dia mengikrarkan diri masuk Islam. Hingga akhirnya, Abu Bakar memerdekakan  dirinya.

Saat Rasulullah melakukan hijrah ke Madinah, Bilal turut serta. Ketika Masjid Nabawi selesai dibangun, Rasulullah mensyariatkan adzan. Rasulullah kemudian menunjuk Bilal untuk mengumandangkan adzan, karena ia memiliki suara yang merdu. Lalu Bilal mengumandangkan adzan, dan menjadi muadzin pertama dalam sejarah Islam. Continue reading

Mei 26

Inilah Penguasa Muslim yang Sukses Berantas Korupsi

Penguasa Anti-Korupsi Zaman Islam

Oleh: Nurhadi*

UMAR bin Abdul Aziz adalah sosok pemimpin dambaan umat. Sifatnya yang adil, jujur, sederhana, dan bijaksana, merupakan khas kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Tak salah bila sejarah Islam menempatkannya sebagai ”khalifah kelima” yang bergelar “Amirul Mukminin”, setelah Khulafa ar Rasyidin.

Jika dirunut, Umar bin Abdul Aziz masih mempunyai garis keturunan Umat bin khatab. Khalifah ar Rasyidin yang kedua setelah khalifah Abu Bakar as Sidiq. Dari sini, Rasulullah  pernah bersabda agar dimasukan dua nama Umar sebagai penegak kejayaan Islam, yakni Umar Bin al Khatab dan yang satunya Umar bin Abdul Aziz. Continue reading

Feb 26

Ibnu Al-Shatir, Sang Penemu Jam Astrolab

Peradaban Barat kerap mengklaim Nicolaus Copernicus (1473 – 1543 M)  sebagai tokoh pencetus teori heliosentrisme Tata Surya.  Sejarawan astronomi menemukan fakta,  ide matematika antara buku Copernicus yang berjudul “De Revolutionibus” memiliki kesamaan dengan sebuah buku yang pernah ditulis seratus tahun sebelumnya oleh ilmuwan Muslim Arab, Ibnu Al-Shatir (1304-1375 M).

Kitab yang menjadi rujukan Copernicus itu  bertajuk  “Kitab Nihayat Al-Sul Fi Tashih al-Usul”. Itu berarti, pemikiran  al-Shatir telah mempengaruhi Copernicus. Siapakah al-Shatir sebenarnya?  Ilmuwan Muslim itu bernama  Ala Al-Din Abu’l-Hasan Ali ibnu Ibrahim ibnu al-Shatir. Ia merupakan seorang astronomer Muslim Arab, ahli matematika, ahli mesin teknik dan penemu. Continue reading

Feb 24

Tarik Ibn Ziyad, Pembuka Gerbang Kejayaan Islam di Eropa

Sejarah mencatat namanya sebagai panglima perang tangguh dan ahli strategi. Namanya pula yang kini diabadikan sebagai nama tempat yang cukup terkenal, Giblartar, di Spanyol. Di tempat inilah ia pertama kali menetap untuk melawan Raja Roderic dari Kerajaan Visigothic, Spanyol, yang dzalim.
Sejarah awal penaklukan Andalusia tidak bisa lepas dari keberhasilan pasukan bangsa Berber dari Afrika Utara yang dipimpin oleh Tarik Ibn Ziyad ini. Ia berhasil mengalahkan pasukan Raja Roderic dalam sebuah pertempuran efektif selama 8 (delapan) hari, waktu yang sangat singkat untuk menaklukkan sebuah wilayah. Apalagi, jumlah pasukan musuh delapan kali lebih banyak.
Pertempuran itulah yang telah membawa kemenangan gemilang dan membuka pintu gerbang kejayaan Islam untuk masa waktu delapan abad lamanya.
Continue reading

Feb 21

Mus’ab bin Umair, Syahid Mempertahankan Panji Islam

Mus’ab bin Umair lahir dan besar dalam keluarga kaya raya. Ia dimanjakan dengan kemewahan, kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya. Ia senantiasa menggunakan pakaian termahal dan sepatu paling modis yang hanya bisa dipenuhi oleh keluarga kaya dan paling berpengaruh.
Sebagai pemuda, ia sangat dibanggakan oleh bangsa Quraisy. Bukan hanya karena ketampanan dan gayanya, melainkan juga karena kecerdasannya. Continue reading

Feb 19

Ibn Haitham,Peletak Dasar Ilmu Optik

Islam sering kali mendapat stigma sebagai agama yang terbelakang. Padahal, kontribusi ilmuwan Islam bagi dunia ilmu pengetahuan tidak lah sedikit. Ibn Haitham contohnya. Sejarah optik mencatat, dialah bapak ilmu optik yang mengurai bagaimana kerja mata ‘mencerna’ penampakan suatu obyek. Nama lengkap ilmuwan ini Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham.

Feb 07

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Perpecahan Arab Penyebab Israel Serang Gaza

Syeikh Qaradhawi memuji sikap PM Turki Recep Tayep Erdogan di forum Davos. Tokoh lain harus menirunya, ujar beliau

Ulama Islam terkemuka yang juga ketua persatuan ulama Muslim internasional (al-ittihad al-’alami li ‘ulama al-muslimin), Syeikh Dr. Yusuf al-Qaradhawi memuji sikap tegas PM Turki Recep Tayep Erdogan di forum Davos (29/1) kemarin.

Di forum ekonomi internasional tersebut, Erdogan melakukan aksi walkout sebagai bentuk protes terhadap forum yang “memotong” jatah waktu bicaranya. Erdogan juga mengkritik keras pernyataan Presiden Israel Shimon Peres yang juga hadir dalam forum tersebut dan mengemukakan pledoi atas serangan Israel ke Gaza.

Sikap Erdogan tersebut tak pelak mengundang banyak simpati dari para pecinta kemanusiaan di berbagai penjuru dunia, utamanya dari kalangan umat Muslim. Syeikh Yusuf al-Qaradhawi mengatakan sikap Erdogan sebagai “sikap lelaki sejati”.

Continue reading