Jun 06

Terhambatnya Armada Kebebasan dan Rachel Corrie,Tidak menyurutkan langkah untuk mendobrak Blokade Israel

Terhambatnya kapal misi kemanusiaan “Armada Kebebasan” dan “Kapal Rachel Corrie tidak menyurutkan semangat para aktivis dan berbagai pihak mendobrak blokade Israel.

Berbagai kalangan bahkan berjanji untuk kembali mencoba menembus blokade Israel terhadap Gaza.

Dari Iran, Sekjen Komite Pertahanan Intifadah Palestina, Hossein Syeikh Al-Islam menyatakan bahwa Iran akan mengirimkan kapal pengangkut bantuan kemanusiaan ke Gaza dengan tujuan menjebol blokade terhadap kawasan ini.

Hari Kamis (3/6), Syeikh Al-Islam dalam wawancaranya dengan Televisi Al-Alam mengatakan, “Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran akan mengirimkan kapal bantuan kemanusiaan ke Gaza saat dunia mengecam serangan brutal atas kapal Freedon Flotilla.”

Menurut Syeikh Al-Islam, pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah satu-satunya jalan untuk menjebol blokade Gaza. Ia mengatakan, “Bangsa-bangsa di dunia harus terus melanjutkan aksi demo anti-Zionis Israel dan menekan rezim ini, serta berupaya menjebol blokade terhadap Jalur Gaza.”

Seraya menyinggung politik busuk AS yang terus mendukung rezim penjajah Israel, Syeik Al-Islam mengatakan, “Kebijakan Washington yang mendukung tanpa syarat arogansi Zionis Israel dan aksi menghalangi resolusi anti-Israel karena kebejatan rezim ini, telah terkuak di hadapan seluruh penghuni dunia.”

Syeikh Al-Islam juga mengatakan, “Langkah terakhir AS adalah membela serangan brutal Israel atas konvoi kapal pengangkut bantuan kemanusiaan ke Gaza. Karena veto AS di PBB, tidak ada kecaman keras atas brutalitas terbaru Israel.”

Pimpinan Hizbullah serukan pembentukan “Armada Kapal Pembebasan II”

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menyerukan pembentukan “Armada Kapal Pembebasan II” dan memuji sikap keras Turki atas serangan mematikan Israel terhadap konvoi bantuan menuju Gaza. “Ada kesempatan nyata sekarang ini untuk mencapai apa yang Armada Kapal Pembebasan ingin lakukan … dan itu adalah untuk memecahkan pengepungan atas saudara-saudara laki-laki dan perempuan kita di Gaza,” kata Nasrallah dalam pidato pada unjuk rasa Jumat di ibukota Libanon, Beirut.

Nasrallah minta pada rakyat Libanon, termasuk umat Kristiani dan Muslim, untuk berpartisipasi secara massal dalam “Freedom Flotilla II” dan berupaya lagi menembus blokade laut Jalur Gaza.

“Setiap warga Libanon yang berada di armada kapal itu akan pulang dengan selamat dan sehat,” katanya pada unjuk rasa di pinggiran selatan Beirut, kubu pertahanan Hizbullah, yang sebagian besar warganya Muslim Syiah.

“Seperti Israel mengingat bendera merah Turki, demikian juga mereka akan mengingat bendera kuning Hizbullah,” kata Nasrallah, yang memberikan penghormatan pada empat aktivis Libanon yang naik armada kapal yang telah pulang pekan ini.

Sembilan orang tewas ketika pasukan khusus Israel menyerang konvoi kapal yang dijuluki “Freedom Flotilla” yang membawa bantuan menuju Gaza, yang telah diblokade sejak 2006.

Semua sembilan korban itu adalah warga Turki, termasuk satu orang yang memegang paspor AS.

Konfrontasi itu telah memicu badai diplomatik antara Turki dan Israel, dua kekuatan di kawasan itu. Ankara menarik duta besarnya dari Israel dan mengatakan negara itu ingin mengurangi hubungan ekonomi dan pertahanan dengan Israel tapi tak akan membekukan semua kerjasama bilateral.

Dalam pidatonya yang dipancarakan ke unjuk rasa itu melalui hubungan video, Nasrallah memuji sikap keras Turki terhadap negara Yahudi itu, melukiskannya sebagai “gempa bagi Israel”.

“Saya tidak akan mengatakan bahwa Israel telah kehilangan Turki sebagai sekutu, tapi negara itu mulai kehilangan Turki dan bahwa hal itu merupakan peralihan strategis penting di kawasan ini,” kata Nasrallah.

Tapi pemimpin kelompok milisi garis keras Libanon, yang jarang tampil di depan umum itu menahan keinginannya untuk memicu putaran konflik baru. “Saya tidak ingin menciptakan masalah baru,” katanya. “Tapi kita perlu menjadi bagian dari perjuangan kemanusiaan itu, dan tidak meninggalkannya pada mereka yang merintangi di laut untuk mencapai sini.”

Hizbullah telah melakukan perang yang menghancurkan sebulan lamanya dengan Israel pada musim panas 2006. Lebih dari 1.200 orang Libanon, sebagian besar dari mereka warga sipil, dan 160 orang Israel, kebanyakan tentara, tewas dalam konflik 34 hari yang menghancurkan banyak infrastruktur besar Libanon.[Republika/Hidayatullah]

Feb 20

Innalillahi wa inna Ilaihi rojiun.. Menara Masjid Runtuh, Puluhan Meninggal

Menara sebuah masjid berusia empat abad runtuh di Maroko, Jumat, waktu setempat, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai lebih dari 30 jemaah. International Herald Tribune dan New York Times mencatat bahwa korban meninggal mencapai 38 orang. Menara yang runtuh itu adalah menara Masjid Lalla Khenata di lingkungan permukiman tua Bab el Bardiyine di Meknes, sekitar 140 Km di barat daya Rabat.

“Saya menghitung sendiri 13 orang yang tewas. Jenazah mereka telah ditarik dari puing oleh para penolong. Beberapa teman saya dan pejabat di rumah sakit mengatakan pada saya ada tiga orang lagi yang tewas di sana,” kata anggota parlemen Abdallah Bouanou, yang juga seorang dokter, menjelaskan pada Reuters dari tempat kejadian.

Continue reading

Jan 06

Mengungkap Kepentingan Mesir Dibalik Pembangunan Tembok Baja

Republik Arab Mesir yang merupakan negara tetangga satu-satunya bagi Gaza ternyata tak banyak memberikan harapan. Di penghujung tahun 2009 kemarin, negeri pimpinan Husni Mubarok yang diharapkan menunjukkan solidaritasnya sebagai sesama bangsa Arab, ternyata justru berbalik menjadi musuh dengan mendukung Zionis Israel dan Amerika. Mesir pun berdalih, pembangunan tembok baja yang telah mereka langsungkan, memiliki tujuan menjaga stabilitas kemanan nasional dan mencegah terjadinya penyelundupan senjata.

Continue reading

Jul 29

Sejumlah Kejanggalan di Bom Ritz-Marriott

Sejumlah kejanggalan dari peristiwa meledaknya bom pada 17 Juli lalu di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott dibahas beberapa pengamat Islam. Di antara mereka ada Jose Rizal Jurnalis dari Mer-C, Fadhli Zon dari tim sukses Mega Prabowo, dan Muhammad Al-Khaththath dari Forum Umat Islam atau FUI. Diskusi diselenggarakan di Wisma Dharmala Sakti Jakarta, siang tadi.

Menurut Al-Khaththath, sehari setelah peristiwa bom itu, sejumlah ormas Islam bertemu di PP Muhammadiyah. Dari situ mereka dapat informasi bahwa pada saat terjadi peledakan, ada 130 anggota CIA yang bermalam di Hotel Marriott. “Saya yakin, ini bukan hal kebetulan!” ujar sekjen FUI ini.

Continue reading

Jul 25

Hukuman untuk pengubur hidup-hidup muslim bosnia,apa sudah pantas?

Dua saudara sepupu Serbia Bosnia, Milan Lukic dan Sredoje Lukic, dihukum oleh pengadilan kejahatan perang Yugoslavia Senin karena mengubur puluhan Muslim Bosnia hidup-hidup dalam perang 1992-1995.manusia biadab

Milan Lukic, 41, yang disebut para penuntut sebagai pemimpin sebuah kelompok paramiliter Serbia “Garuda Putih” atau “Penuntut Balas”, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan di Den Haag itu karena pembunuhan sedikitnya 119 orang Bosnia dalam dua insiden pada Juni 1992.

Sredoje Lukic, 48, yang didakwa sebagai anggota unit itu, diganjar 30 tahun penjara. Pengadilan itu memutuskan, mereka belum membuktikan bahwa ia hadir pada salah satu serangan tersebut.

Kedua pria itu mengaku tidak bersalah terhadap semua tuduhan dan mengatakan, mereka tidak hadir di kota Visegrad di Bosnia timur pada waktu kejahatan tersebut dilakukan. Pengacara mereka telah minta pembebasan mereka.

“Tindakan kejahatan oleh Milan Lukic dan Sredoje Lukic dalam kasus ini digolongkan dengan sikap tak peduli pada kehidupan manusia dengan tak berperasaan dan keji,” hakim Patrick Robinson mengatakan. Continue reading

Jul 08

Polisi Bunuh 400 Muslim Uighur

BEIJING — Polisi telah membunuh 400 warga suku Uighur di ibukota wilayah Xinjiang, China, selama kerusuhan etnis di daerah itu, kata pemimpin suku Uighur di pengasingan, Rebiya Kadeer, dalam tulisannya di Wall Street Journal Asia Rabu.

Korban berjatuhan di berbagai penjuru kotaKorban berjatuhan di berbagai penjuru kota
Foto foto para korban kerusuhan SARA di CinaFoto foto para korban kerusuhan SARA di Cina

Continue reading