Des 19

Mengungkap Asal Usul Penetapan 25 Desember Sebagai Hari Natal

Oleh : Ioanes rahmat (Mantan Pendeta GKI dan Mantan Dosen Sekolah Tinggi Theologi Jakarta)

Sesungguhnya, tidak seorang pun tahu kapan persisnya Yesus dnatalari Nazaret dilahirkan ke dalam dunia ini. Tidak ada suatu Akta Kelahiran zaman kuno yang menyatakan dan membuktikan kapan dia dilahirkan. Tidak ada seorang saksi hidup yang bisa ditanyai.

Berlainan dari tuturan kisah-kisah kelahiran Yesus yang dapat dibaca dalam pasal-pasal permulaan Injil Matius dan Injil Lukas, sebetulnya pada waktu Yesus dilahirkan, bukan di Betlehem, tetapi di Nazaret, tidak banyak orang menaruh perhatian pada peristiwa ini. Paling banyak, ya selain ayah dan ibunya, beberapa tetangganya juga ikut sedikit disibukkan oleh kelahirannya ini, di sebuah kampung kecil di provinsi Galilea, kampung Nazaret yang tidak penting.

Continue reading

Agu 05

Alhamdulillah..Telah Hadir Ebook Menjawab FaithFreedom Indonesia

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Segala Puji bagi Allah ,Tuhan Semesta Alam yang telah banyak memberikan kenikmatan-kenikmatan yang tidak terhingga kepada seluruh Umat manusia, dan diantara nikmat yang paling tidak ternilai harganya adalah Nikmat Iman dan Nikmat Islam yang diberikan kepada hamba hambaNya yang memperoleh Petunjuk dan BimbinganNya.

Sholawat serta Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Junjungan Kita, Suri tauladan Umat Manusia yaitu Nabi Muhammad SaW Continue reading

Jul 18

Menjawab Tuduhan Dr Robert Morey, Allah = Dewa Bulan?

Tradisi Kristen yang telah kita kenal rupanya ingin diimbaskan kepada ajaran Islam dengan mengembalikan ajaran Islam pada paganisme Arab dan menghilangkan fakta sejarah bahwa paganisme Arab tersebut adalah paham yang diperangi habis-habisan oleh Rasulullah dan pengikutnya. Oleh sebab itu maka Dr. Morey menyudutkan Islam dengan mengemukakan poin-poin hujatan berikut:

1. Bahwa Umat Islam menyembah dewa bulan.

2. Tentang Allah dalam Islam dan Tuhan dalam Bibel.

Pada hujatan pertama, Dr. Robert Morey ingin mengelabuhi masyarakat bahwa umat muslim adalah masyarakat pagan, sehingga negaranya mendapatkan pembenaran atas segala apa yang mereka perbuat terhadap negara-negara Islam yang ia nyatakan pagan. Sedang dalam poin kedua ia ingin memisahkan antara kepercayaan Kristen dengan Islam. Jika yang dimaksud adalah Kristen

Jun 11

Bantahan logis tentang umur Aisyah ketika menikah dengan Rasulullah..

Oleh :Arda Chandra

Peristiwa ini selalu menjadi topik yang ‘hangat’ dalam perdebatan lintas agama, bahkan termasuk juga di kalangan internal umat Islam sendiri. Bedanya mungkin kalau dalam konteks debat lintas agama, tujuannya tidak lain untuk menyampaikan penghinaan dan hujatan kepada pribadi Rasulullah. Sekalipun hal ini sudah dijawab berulang-ulang oleh umat Islam, namun tetap saja dipermasalahkan oleh pihak non-Muslim. Continue reading

Feb 21

Perbedaan Informasi Al Quran dan Alkitab tentang Haman

Persoalan perbedaan tentang terdapatnya seorang tokoh yang bernama Haman antara Al-Qur’an dan alkitab bisa kita temukan dalam ayat-ayat ini :

Al-Qur’an :

Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”. ‪(Al-Qasas: 38)

Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, ‪(Ghaafir: 36)

Alkitab :

Ester 3:1  Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

Perbedaan yang sangat bertentangan tentang tokoh ini adalah, kalau Al-Qur’an menyatakan Haman merupakan salah seorang pejabat penting di istana Fir’aun, maka Alkitab menyebut tokoh ini merupakan pejabat penting di kerajaan Persia. Perbedaan ini pada mulanya dijadikan ‘bahan ejekan’ oleh pihak Kristen dengan menyatakan Al-Qur’an sudah salah mencatat fakta sejarah karena berbeda dengan alkitab, dengan suatu alasan bahwa alkitab sudah ditulis jauh lebih awal dibandingkan Al-Qur’an, maka yang ditulis belakangan jelas mengandung cacat sejarah dan telah mengalami penyimpangan.

Continue reading

Feb 14

Distorsi Sejarah Hari Valentine

oleh Sofyan Ahmad

Antara Festival Lupercalia dan Saint Valentine

Lupercalia adalah sebuah festival yang diselenggarakan di zaman Roma kuno setiap tanggal 15 Februari. Festival ini untuk menghormati dewa Faunus (Pan bagi bangsa Yunani), Lupercus (Dewa Kesuburan), dan Romulus. Meski pada mulanya Lupercalia adalah ritual agama pagan untuk kesuburan pertanian, dari waktu ke waktu, festival itu menjadi ajang suka-suka dan pesta seks (sexual horseplay).

Lupercalia diselenggarakan untuk menghilangkan seluruh penyakit dan penderitaan sebelum musim semi datang. Berdasarkan kalendar kuno bangsa Roma, musim dingin berakhir pada pertengahan Februari, saat Lupercalia, dan musim semi sebagai pertanda awal baru, telah tiba. Para petani berdoa untuk keberhasilan panen dan kesehatan ternak-ternak yang baru lahir agar tidak diganggu serigala. Continue reading

Feb 03

Kolonialisme Dan Misi Kristen Dalam Sejarah Indonesia (4)

Oleh: Muhammad Isa Anshory(Peneliti Pusat Studi dan Peradaban Islam)

Kristenisasi Meningkat

Pengaruh politik etis terhadap peningkatan kegiatan misi Kristen sangat besar. Pidato Ratu Wihelmina pada 1901 lebih merupakan penegasan sikap terhadap kebijakan mendukung Kristenisasi yang telah berjalan sebelumnya, namun dilaksanakan secara kurang jelas atau pun secara lebih berhati-hati. Arus Kristenisasi terus berkembang dan mencapai puncaknya ketika Abraham Kuyper, pemimpin Partai Kristen Anti-Revolusioner, menduduki kursi Perdana Menteri Belanda pada 1901. Selama masa itu, banyak anggota Parlemen Belanda menuntut agar pemerintah membatasi pengaruh Islam di Indonesia. Van Baylant, misalnya, sambil memperingatkan pemerintah akan seriusnya bahaya penyebaran Islam, serta merta menuntut ditingkatkannya kegiatan misi Kristen. Sementara itu, W.H. Bogat meluncurkan kampanye anti-Islam yang keras dan menuduh agama ini sebagai penyebab “kurang bermoralnya masyarakat”. [66] Continue reading