Sekarang kita mencoba mengajukan pertanyaan terhadap umat Kristen dengan memakai gaya missionaris ketika mereka bertanya soal ajaran Islam.
Sering umat Islam yang melakukan debat mempermasalahkan ajaran Paulus ini ketika melakukan serangan balik kepada lawannya : “Apakah Paulus mengajarkan bahwa berdusta demi kemuliaan Tuhan dibenarkan dalam Kristen..?”, lalu mengajukan ayatnya :
Roma 3 (7) Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
Kristen biasanya menimpali serangan ini dengan mengajukan pertanyaan balik :”Kalau mau memahami ayat alkitab jangan memotong-motong ayatnya, baca yang utuh perikopnya, lihat ayat selanjutnya..”, mereka menyodorkan ayat tersebut :
Roma 3 (8) Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.
Ayat ini memunculkan kesan bahwa ajaran tentang ‘berdusta demi kemuliaan’ merupakan fitnahan orang, Paulus menyatakan dia tidak pernah menyampaikan ajaran seperti itu tapi merupakan kesalahan orang dalam menafsirkan perkataan pada ayat sebelumnya, bahkan Paulus mengecam balik orang yang berprasangka demikian dengan mengatakan mereka selayaknya mendapat hukuman.





