Jul 19

menjawab tantangan Duladi bag 7

Sdr Romadi :: tanggal 28 Mei 2007 22:50:19

1.Romadi menulis:

dan apakah persoalan bisa disederhanakan begitu saja bahwa ajaran Musa hanya menawarkan tentang “tanah Kanaan” saja?? = apakah memerangi orang Midian adalah karena janji itu saja?? = memerangi orang Midian adalah persoalan “pelanggaran adat saja yang dilakukan orang Midian”

Jawab duladi :

Tentang ini sudah saya jelaskan di esay saya. Maka dari itu, selesaikan dulu komentar Anda, baru akan saya postingkan di sini. Selama masih ada kata “BERSAMBUNG”, Duladi masih enggan untuk kirim komentar. Gitu kan harapan Dik Romadi?

***==****

romadi menjawab

benarkah selama postingan saya ada kata bersambung anda enggan kirim komentar??

keengganan anda tersebut sudah anda lakukan atau baru “angan-angan”???

kenyatannya banyak postingan saya yang sebenarnya belum selesai tetapi anda sudah menanggapi = termasuk postingan-postingan awal yang saya berharap bahwa orietasi debat ini adalam menjelaskan tentang keyakinannya dahulu sebelum membantah postingan orang lain! tetapi kenyataannya anda tetap saja berorientasi menyerang/membantah saja! tetapi sama sekali tidak menjawab/menjelaskan tentang pertanyaan saya!

karena melihat anda yang seperti “kegatelan untuk adu argumentasi dengan saya” maka saya layani juga….

jadi apakah pernyataan anda tersebut sebagai komitmen baru dari anda???
atau anda akan melanggar komitmen anda sendiri?

karena kenyataanya komitmen awal bahwa khusus thread ini tidak diperbolehkan menyerang pribadi dan akan diancam postingannya akan dihapus tetapi kenyataanya justru anda yang banyak melanggar!

dan berulangkali saya ingatkan tetapi kenyataannya tidak ada tindakan / tanggapan soal ini = pura-pura nggak baca???

kalau ini benar-benar komitmen baru dari anda maka semua akan lihat apakah anda berjiwa konsisten atau tetap seperti sebelumnya yang suka tidak konsisten dengan pernyataan sendiri!

2. Romadi menulis:

justru kalau ada anggapan kalau ada Hukum Musa yang usang maka pemahamannya bukan menggenapi tetapi merombak = apakah ini sesuai pesan yesus??

Jawab:

Hukum Musa, yaitu 10 Perintah dan penjabarannya sama sekali tidak boleh dianggap usang. Tetapi yang usang adalah TRADISI KEAGAMAAN yang sifatnya lahiriah. Kenapa usang? Karena zaman sudah berbeda. Kita tidak berkiblat pada Negeri Perjanjian yang lokasinya di dunia fana, tetapi Negeri Abadi yang sifatnya Rohani. Yesus pun cukup jelas dalam memberikan pengajaran-pengajarannya, bahwa bukan lagi hal duniawi yang ditekankan, tapi masalah rohani dan kesetiaan dalam pengharapan akan janji Tuhan. Ajaran-ajaran Perjanjian Baru cukup jelas, yaitu menentang keduniawian. Ini berkebalikan dari hal-hal yang ditekankan di zaman Abraham hingga pembuangan ke Babel. Sesudah masa itu, apa yang dikatakan Tuhan kepada umatNya?

Salah satu ayatNya demikian bunyinya:

Yeremia 6:19-20
Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.

Tahukah Dik Romadi apa maksud perkataan Tuhan ini? Bahwa semua tata cara peribadatan yang dahulu Ia ajarkan kepada umatNya, telah membuat Tuhan jijik dan tidak lagi menyukainya. Sebab apa? Hal itu telah menjadikan kemunafikan semata-mata. Ibadah lahir lebih diutamakan daripada perbuatan benar. Padahal, Tuhan lebih menyukai perbuatan benar daripada ibadat lahiriah itu.
***==*****

romadi menjawab

sekarang jawaban anda sudah pakai sepuluh perintah +(penjabaran) setelah argumentasi matius 5-7 saya pertanyakan???

apakah pernyataan-pernyataan anda sebelumnya adalah “masalah penjabaran”???
perhatikan postingan anda sebelumnya yang saya tanggapi

postingan Duladi tanggal 26 Mei 2007 00:58:35

“Tetapi dari Matius 15 ini, kita jadi tahu mana PERINTAH ALLAH & mana TRADISI YAHUDI. Yesus dengan sangat tegas menyatakan segala ketetapan di luar 10 Perintah adalah sekedar ADAT-ISTIADAT atau TATA CARA AGAMA YAHUDI semata, tak lebih dari itu. Sekalipun itu sumbernya juga dari Allah, tapi itu dimaksudkan untuk tata cara beribadah saja, bukan HUKUM PENGAJARAN MORAL, dan semata-mata untuk adat-istiadat umat Yahudi untuk membedakan mereka dengan bangsa-bangsa lain.”

anda menganggap diluar 10 perintah Allah sekedar adat istiadat tetapi kini anda sudah berubah 10 perintah + penjabaran karena penjelasan anda dipertanyakan dengan standar 10 perintah Allah!

sangat jelas sekali penambahan kata penjabaran adalah “menyadari bahwa pernyataan sebelumnya salah” maka kemudian berubah pikiran!

dan lagi-lagi semua ini menunjukan bahwa anda tidak konsisten dengan pernyataan sendiri!!

soal Yeremia 6:19-20 itu sangat jelas bahwa malapetaka datang karena mereka “membuat-buat/mengarang-ngarang persembahan yang tidak pernah diperintahkan
Allah!

jadi penolakan tentang “korban” tersebut karena ulah pelanggaran mereka sendiri = ayat tersebut bisa membatalkan tentang persembahan yang berdasar pada “perintah Allah”!

dan dalam Islam pun juga sama kalau ada yang beribadah yang dikarang-karang sendiri maka itu disebut “BID’AH” = ibadah yang terlarang!

maka soal ini memperjelas bahwa yang diserang oleh yesus adalah kemunafikan dan penyimpangan dalam beribadah tetapi apa yang diserang Yesus tidak membatalkan tentang Ibadah yang diperintahkan Allah sebelumnya kepada Musa(dan Nabi-Nabi lainnya)

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 28 Mei 2007 23:26:07

1. Romadi menulis:

anda mereferensikan soal perintah persembahan korban untuk Allah .Keluaran 15:1-30

Jawab:

Saya cuma ngetes Anda, apakah tulisan saya dibaca atau tidak. Ternyata Anda membaca, terima kasih.

Sebenarnya, ayat yang sesungguhnya adalah Keluaran 25:1-9. Kalau Keluaran 15 ya jelas nggak mungkin lha ya, masa ada perintah itu sebelum 10 Perintah Utama diberikan?

***====****

romadi menjawab

HA….HA…HA…HA…. untuk menutup kesalahan mengutip maka beralasan hanya mengetes???

tuduhan anda yang menganggap bahwa saya tidak suka membaca tulisan anda tersebut adalah tuduhan konyol = hanya berdasarkan fantasi untuk menutupi malu!

jangankan tulisan anda yang berbentuk postingan artikel-artikel dihalaman dalam saja banyak yang sudah saya baca!

justru karena sudah banyak baca maka sejak awal saya menyerukan agar dalam halaman dalam ada hal jawab,tetapi kenyataanya sampai saat ini anda tidak punya nyali membuka “hak jawab dihalaman dalam”

ini menujukkan apa?? bersikap gentleman atau sebaliknya???

3. Duladi menulis

Matius 15:4-6 BUKAN membicarakan HUKUM USANG & TIDAK USANG. Tetapi membahas mana HUKUM TAURAT MURNI & MANA TRADISI AGAMA.

Kalau kita berbicara tentang Usang dan Tidak Usang, kita bisa melihat apa saja yang diajarkan Yesus semasa Ia berda’wah. Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk melakukan ritual-ritual Yahudi, Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk memerangi orang kafir, Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk bersikap sok suci dengan berpantang makan daging haram atau tidak haram; tetapi yang Yesus ajarkan adalah 10 Perintah Allah dan penjarabannya (yaitu yg menyangkut ajaran moralitas, bukan tata cara agama/Tradisi Yahudi).

Justru dalil ini yang menguatkan pandangan umat Kristen tentang perbedaan HUKUM ALLAH & TRADISI YAHUDI. Di ayat 15:4-6 dikisahkan Yesus membedakan “Perintah Allah” dengan “Adat Istiadat Nenek Moyang”.

Matius 15:4 => Hormatilah ayah dan ibu sebagai PERINTAH ALLAH.
Matius 15:5-6 => Mempersembahkan korban sebagai TRADISI/ADAT ISTIADAT.

Kita semua tahu, bahwa mempersembahkan korban untuk Allah/Bait Allah adalah ketentuan yang diberikan Tuhan kepada Musa (Keluaran 15:1-30; Keluaran 30:11-16; dll

Jadi, konteks ayat di atas bukan membicarakan USANG atau TIDAK USANG, tapi mengenai mana HUKUM UTAMA & MANA TRADISI.

***==***

romadi menjawab

benarkah konteksnya bukan masalah usang dan tidak usang??

ha….ha…ha…rupanya anda ingin mempermalukan diri sendiri??
bagaimana postingan anda sebelumnya ini??

Postingan Duladi tanggal : 26 Mei 2007 00:58:35

“Dan karena zaman telah berubah, yaitu zaman sesudah Pembuangan ke Babel, yang puncaknya adalah zaman Kristus, Tuhan sudah tidak lagi menjanjikan NEGERI DUNIAWI, melainkan Negeri Surgawi, maka segala ketetapan Hukum Musa selain dari pada 10 Perintah dianggap telah usang.”

perhatikan baik-baik tulisan anda sendiri??? anda sendiri yang menganggap selain 10 perintah Allah adalah Usang tetapi kenapa anda menganggap argumentasi pandangan anda ini konteksnya bukan masalah usang dan tidak usang??

jadi seperti lagu nich…:

KAU…YANG MENULIS….SENDIRI.I…I….
KAU…SENDIRI YANG MENGINGKARI……..

DULADI…DULADI…… APAKAH ANDA MASIH AKAN BERDALIH BAHWA KONTEKSNYA BUKAN MASALAH USANG DAN TIDAK USANG????

DAN YANG LEBIH KONYOL LAGI ANDA SEBELUMNYA MENGAKU MENGETES ROMADI SOAL KELUARAN 15:1-30 TETAPI ANDA TIDAK MERALAT TETAPI JUSTRU MEMPOSTING ULANG KEMBALI……..

= ini menunjukkan apa??? boro-boro mau memperhatikan penjelasan orang lain,tulisan sendiri yang sudah salah dan diaku mengetes saja masih diposting ulang kembali= tidak memperhatikan tulisan sendiri!

jadi saran anda agar saya memperhatikan tulisan anda itu adalah saran yang lebih cocok kepada anda sendiri = kalau saya tidak memperhatikan tulisan anda bagaimana saya bisa tahu kerancuan argumentasi anda!!

4. Romadi menulis:

justru referensi ayat tersebut justru menguatkan argumantasi saya bahwa
TUHAN ADALAH PAHLAWAN PERANG,Tangan kanan-Nya akan menghancurkan musuh!
apakah anda masih berdalih bahwa di dalam Alkitab tidak ada “ajaran Perang”??
tetapi tunjukan ayat yang keberapa yang mendukung argumentasi anda sebelumnya!!

Jawab duladi:

Dik Romadi, zaman sudah berubah. Kalau orang masih memaksakan diri untuk kembali ke zaman Musa, berarti ia itu orang bodoh. Sebab sudah jelas-jelas kalau ini bukan lagi zaman Perjanjian Lama, tapi zaman Perjanjian Baru. Ketika itu Tuhan menjanjikan Negeri Duniawi kepada Abraham hingga kepada Yosua. Dan apa yang Tuhan janjikan itu sudah terwujud.

Sejak umatNya membangkang, kemudian dihukum dengan Pembuangan ke Babel, Tuhan memberikan janji lain kepada kita, yaitu janji Negeri Surgawi yang Kekal dan Abadi. Nah, kalau Dik Romadi ingin balik lagi ke masa Kerajaan Dunia, ya monggo. Duladi nggak maksa kok. Tapi ini berarti, Dik Romadi sedang mengamalkan ajaran nabi Arab, kan?

****++++***

romadi menjawab

apa dasarnya kalau yang jaman yang dijanjikan Syurga maka tak perlu lagi hukum Musa yang membahas soal keduniaan??? = adakah pesan yesus yang seperti itu?

justru jelas dalam pesan Yesus sebelumnya yang sudah saya sampaikan!

perhatikan baik-baik Matius 5:18

18. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum langit dan bumi lenyap, satu titik atau satu huruf terkecil pun dari Kitab Suci Taurat tidak akan ditiadakan sampai semuanya digenapi.

apakah jaman sekarang sudah melewati jaman langit dan bumi lenyap??

bagaimana soal perintah yesus untuk menyukil mata ,memenggal tangan kalau ia membuat / mengajak pada kesesatan??? = kenapa soal ini tidak anda jawab?

apakah menurut anda Musa dan Yesus Nabi dari Arab??? karena sesuai fakta yang ada didalam alkitab mereka mengajarkan yang demikian???

5. Romadi menulis:

sebenarnya kalau bagi “orang dewasa” tahu kalau tulisan yang di akhirnya tulisannya ditutup dengan bersambung maka postingan ini belum selesai = dan persoalan ini sering saya lakukan kalau saya sadar betul bahwa postingan saya belum selesai menjawab.
tetapi kenyataannya jawaban saya belum selesai tetapi sering dipotong ditengah jalan..akhirnya sering terjadi lanjutannya saya tunda saya meprioritaskan “intrupsinya”
karena sering juga intrupsinya agak memaksa = harus dijawab kalau tidak ditanggapi berfantasi beraneka ragam.
dan seperti yang sudah saya sampaikan bahwa saya banyak kesibukan tetapi saya berusaha menjawab sesuai kemampuan saya,dan waktu luang saya…jadi kalau orang “yang bersikap dewasa” maka dalam dirinya ada kesabaran…tetapi kalau bermental kekanak-kanakan yach……suka nggak sabaran!!

Jawab Duladi :

Ya wis, ya wis. Dik Romadi, maaf deh…. ! Sebenarnya sih dalam berdiskusi tidak boleh tergesa-gesa. Baca dulu sampai tuntas, baru kemudian kita menulis untuk menanggapi komentar lawan diskusi. Kalau tergesa-gesa hasilnya ya seperti ini, menanggapi sepenggal-sepenggal tidak tahu kalau di bagian bawah postingan lawan diskusinya ternyata sudah dibahas.

Karena Anda menganggap saya suka maksa, ya wis…..! Saya akan tunggu komentar-komentar Anda sampai habis, sampai tak ada kata-kata “bersambung” baru saya akan tanggapi.

Mungkin saja dalam 4-5 hari ini saya akan ke luar kota. Nah, ini kan kesempatan yg baik buat Dik Romadi buat mikir dan membaca sampai tuntas. Oke?

***===***

romadi menjawab

he….he..he… dan yang bersikap tergesa-gesa dalam diskusi siapa?

bukankah itu anda sendiri?? karena saya menutup postingan dengan tulisan bersambung saja anda protes!

dan siapa yang menanggapi sepenggal-sepenggal bukankah itu anda sendiri??? karena takut kalah?????

kalau saya santai saja…… karena nggak ada yang harus ditakuti ….he…he….he…..

kalau anda mau menunggu postingan saya sampai selesai monggo…karena banyak sekali yang akan saya sampaikan dan orientasi utamanya saya akan menjawab/ menjelaskan = akan saya periksa lagi dari awal..postingan-postingan mana yang belum saya tanggapi….

dan nanti akan terlihat apakah anda konsisten dengan pernyatan anda tersebut!!

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 31 Mei 2007 19:50:40

saya akan melanjutkan tanggapan saya…..

karena jauh sebelumnya saya sudah menulis:

Sdr Romadi :: tanggal 24 Mei 2007 01:09:42

sebelum melanjutkan postingan sebelumnya rasanya sangat perlu menanggapi postingan Duladi yang terakhir:

dalam hal ini jelas sekali bahwa tanggapan sebelumnya belum selesai tetapi terpaksa ditunda terlebih dahulu,jadi sangat aneh sekali kalau ada yang menuduh “saya sengaja melompati” / pura-pura tidak baca!

1. Duladi menulis

Hanya sekedar untuk tambahan saja untuk mengakhiri materi tentang ayat-ayat Perang dalam Alkitab:

o) Bilangan 31 adalah SEJARAH.

Apa ciri-ciri SEJARAH?

a. Ia tercatat atau tertulis.
b. Menceritakan suatu kejadian atau peristiwa di masa lampau (minimal 10 tahun ke belakang), dan kejadian itu memiliki dampak atau efek bagi kehidupan sesudahnya
c. Para pelakunya jelas.
d. Peristiwa yg diceritakan itu, sudah terjadi.
e. Karena peristiwa itu sudah terjadi, sudah pasti, memiliki kronologis.

Ad. a. Ia tercatat atau tertulis.
Sudah pasti, bahwa kisah peperangan antara orang Israel dg orang Midian/Moab tertulis secara jelas di dalam Kitab Musa, yaitu Bilangan 31.

Ad. b. Menceritakan suatu kejadian di masa lampau, dan kejadian itu berdampak bagi orang-orang yang hidup sesudahnya.
Ayat-ayat dalam Bilangan 31 menceritakan kisah peperangan orang Israel dengan orang Midian/Moab, dan dampak yg ditimbulkannya adalah hancurnya bangsa Midian/Moab yang tinggal di sekitar dataran Moab di tepi sungai Yordan tersebut. (Tetapi tidak punah sama sekali, sebab suku Midian/Moab hidup berpencar-pencar, sebagian kelompok mereka juga tinggal di dekat Horeb dan Teluk Akaba. Di zaman Hakim-hakim, mereka berperang kembali melawan orang Israel).

Ad.c. Para pelakunya jelas.
Siapa yang diperintahkan Tuhan untuk berperang, dan ditujukan kepada siapa perang tersebut, semua tertulis jelas dalam Bilangan 31 khususnya dan Alkitab pada umumnya.

Ad.d. Peristiwa yang diceritakan tersebut sudah terjadi.
Bahwa peperangan antara orang Israel dangan orang Midian telah terjadi dan telah tuntas di masa Musa.

Ad.e. Memiliki kronologis.
Kronologis dari kisah pertempuran itu, mulai dari asal mula/penyebab, jalannya pertempuran, hingga ending dari kisah itu semuanya dapat kita baca dari Kitab Bilangan.

Demikian, tidak ada alasan bagi siapa pun yang memaksakan pendapatnya bahwa perintah Perang dalam Alkitab itu sebagai perintah untuk dilaksanakan oleh Umat Kristen.

*****==***

romadi menjawab

dengan kriteria yang anda sampaikan tersebut maka akan disebut sejarah???

bagaimana dengan khotbah diatas bukit??

1. khotbah tersebut tercatat dan tertulis di Matius 5-7
2. peristiwa tersebut terjadi lebih dari 10 tahun (bahkan lebih jauh dari itu)
3. pelaku khotbah dan yang dikotbahi jelas
4. memiliki kronologis.

apakah anda akan menganggap itu hanya sejarah??? tidak bisa dijadikan alasan bahwa khotbah-khotbahnya “banyak” yang menjadikan acuan??

2. duladi menulis

Bahwa di dalam Alkitab ada AJARAN BERPERANG, kita harus melihat konteksnya, kepada siapa ajaran itu ditujukan dan pada zaman apa ia disampaikan. Sehingga, ajaran berperang tersebut menjadi bagian dalam SEJARAH BANI ISRAEL. Maka dengan demikian tepatlah pernyataan yang mengatakan bahwa TIDAK ADA SATU PUN KITAB SUCI DARI AGAMA MANAPUN SELAIN ISLAM, YANG MENGAJARKAN/MEMERINTAHKAN BERPERANG BAGI UMATNYA DI MASA SEKARANG. Suatu contoh, Kitab Mahabarata. Di dalam kitab itu juga ada kisah perang besar dalam dunia Hindu, tapi itu sebagai bagian dari sejarah/dongeng umat Hindu, bukan merupakan PERINTAH UNTUK DIAMALKAN DI MASA SEKARANG.

***==****

romadi menjawab

dengan logika berfikir anda tersebut,apakah anda juga melihat konteks pesan tersebut!

a. apakah anda memperhatikan betul pesan-pesan Yesus dalam khotbah diatas bukit sesuai dengan konteks??

b. dan khotbah di atas bukit tersebut disampaikan zaman apa??? = apakah sama dengan zaman sekarang???

maka dalam hal ini saya ingin tahu sejauh mana tingkat obyektifitas argumentasi anda tersebut,maka dalam menguji argumentasi anda saya ingin hadapkan teori anda dengan argumentasi di lain waktu!

disini kita bisa lihat apakah anda punya sikap konsisten atau plin-plan!

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 31 Mei 2007 20:19:43

lanjutan

dan sekarang kita perhatikan “kronologis” khotbah diatas bukit tersebut!

matius 5:1-2

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

kemudian banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan yesus! sampai pada Matius 7:27, dan akan kita lihat kronologis berikutnya,yaitu pada Matius 7:28-29

7:28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

dengan logikanya Duladi tersebut maka jelas :bahwa khotbah yesus tersebut memenuhi semua syarat yang disampaikan Duladi!

dan dalam hal ini yang bisa dilakukan “pendakwah/pengkhotbah” adalah dengan kata-kata sedangkan bagi “pemimpin” sebuah bangsa/pemerintahan, khotbah / pidato saja tidak cukup!

apakah mungkin seorang pemimpin menghadapi pemberontak / tindakan makar / musuh (dari luar) cukup hanya dengan berkhotbah dan pidato??

berbicara tentang konteks peristiwa tersebut persoalannya adalah : bukan masalah zaman / yang dijanjikan berbeda = tetapi perbedaanya jelas pada posisi “yesus dan Musa” dalam hal ini!

dan dalam hal ini Nabi Muhammad tidak meniru tindakan Musa tetapi karena posisinya yang sama dengan Musa (kalau kita melihat konteks peristiwa soal pembunuhan orang Midian dan bani Quraiza)

saya perlu mengaitkan persoalan ini karena ada artikel dihalaman dalam yang membahas soal ini!

dan untuk memahami soal Bilangan 31 ada baiknya adalah membaca dari pasal 1,kita akan lebih lihat secara jelas!

bahwa perintah pertama dalam “kitab ini” adalah untuk menghitung “laki-laki orang-orang Israel” dalam konteks ini sangat jelas adalah “pengkoordinasi/persiapan” sebelum mendapatkan perintah perang!

dan sebaiknya kita lihat isi Bilangan 1 pada ayat-ayat awalnya

1:1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:
1:2 “Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel
1:3 yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.
1:4 Dari tiap-tiap suku harus ada satu orang yang mendampingi kamu, yakni orang yang menjadi kepala dari suku yang diwakilinya itu.

yang perlu diperhatikan adalah bahwa perintah ini disampaikan setelah “mereka keluar dari mesir” = da’wah Musa tahap 2!

dalam hal ini Musa tidak lagi menghadapi “penguasa pemerintahan” tetapi kini ia menjadi “pemimpin pemerintahan”!

dan apakah soal perang adalah kejahatan?

sebagai lanturan sedikit kita bisa lihat bahwa hampir semua “pemerintahan yang berdaulat” punya angkatan bersenjata = angkatan perang!

kalau Perang sebagai tindakan kejahatan / sudah tidak berlaku lagi kenapa hal ini terjadi???

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 10:36:15

1. Romadi menulis

Romadi mengajarkan:

“Dan ada pesan penting buat orang Kristen Trinitas = yang menuhankan Yesus yaitu ada kata-kata : “ ALLAH BUKAN MANUSIA SEHINGGA IA BERDUSTA, BUKAN ANAK MANUSIA SEHINGGA IA MENYESAL”

Tanggapan Duladi:

Allah bukan manusia, sehingga Ia berdusta. Allah bukan manusia sehingga Ia menyesal. Tak ada yang salah dengan ayat ini. Kalau Anda menganggap Allah bukan Yesus, itu benar. Karena Allah dan Yesus memang berbeda. Tapi apakah Yesus itu Ilahi? Ya, sudah tentu. Yesus adalah Ilahi. Allah memang bukan manusia, tetapi itu bukan berarti Dia tidak sanggup untuk menjelma jadi manusia.

===***==

romadi menjawab

DUladi setuju kalau :Yesus bukan Allah,karena Allah dan Yesus berbeda,tetapi Yesus adalah Ilahi!

apakah menurut anda Allah dan ilahi tidak sama???

*************************

2. Duladi menulis

Tentang Bileam, tampaknya Anda begitu tertarik untuk membahas ini. Entah apa yang menjadi tujuan Anda, rupa-rupanya benar bahwa Anda hendak mengulur-ulur waktu saja karena ada keengganan keimanannya di otak-atik. Walaupun saya rasa ini sedikit kekanak-kanakan, membahas masalah yg sebenarnya tidak penting, berusaha mengaburkan tujuan akhir diskusi, mengaburkan materi, memperluas masalah, yang pada akhirnya ia hanya berniat mengulur-ulur waktu dan mencari-cari kesalahan semata. Okelah, karena sebelumnya saya tidak begitu tertarik akan masalah Bileam, kini saya harus mengikuti kemauannya

====***====

romadi menjawab

he…he….he…. anda benar-benar sangat aneh..bukankah sebelumnya anda menyampaikan tentang Bileam?? tetapi ketika ditanggapi soal tersebut kenapa anda seperti kebingungan?? dan anda membuat tuduhan-tuduhan yang sebenarnyaa tuduhan tersebut anda sendiri yang “melakukannya”?

bukankah soal ini perlu sekali untuk dibahas agar bisa “tahu betul pelajaran” apa yang bisa dipetik dalam bilangan 31, maka untuk memahami soal tersebut maka harus tahu konteks dan kronologisnya!

=====***=====

3. duladi menulis

1) Tentang kesalahan ketik, kata ‘dari’ menjadi ‘dengan’. Terima kasih Romadi sudah membantu mengoreksinya. Mestinya tertulis anak Beor dari Petor, tetapi di ketikan saya tertulis: anak Beor dengan Petor. Romadi sudah berbaik hati menjadi “ANAK SEKOLAH MINGGU” yang teliti dan mau mengoreksi “Guru Pendetanya”.

romadi menjawab

wow…..salah ketik atau keteledoran???

kalau salah ketik : dari menjadi dara,daro dll,tetapi bagaimana seharusnya menulis dari menjadi dengan???

tetapi sudah bagus anda mengakui bersalah dari pada soal “10 perintah Allah” anda salah tulis tetapi masih tidak mengakui kesalahan dan menganggap “mengetes” tetapi kalau orang menyembunyikan “kebusukan” maka akan terlihat juga ,karena anda kembali menyampaikan yang anda anggap “cuma mengetes” apakah Romadi memperhatikan argumentasi anda atau tidak!

dan yang lebih konyol anda menuduh Romadi menggurui orang Kristen tetapi tulisan ini sangat jelas bahwa anda sendirilah yang berperilaku seperti itu = sepertinya anda begitu hoby menuduh orang lain tetapi sebenarnya tuduhan itulah yang anda lakukan sendiri = “MALING TERIAK MALING”!!!

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 12:13:32

lanjutan

1. DUladi menulis

Argumentasi saya bukan kayalan, dan apa yang saya utarakan sejalan dengan kata-kata Rasul Paulus:

Roma 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

2 Timotius 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
****==****

romadi menjawab

dalam hal ini saya akan menanggapi yang belum saya tanggapi yaitu 2 Timotius 3:15-16!

tentang pemahaman Iman kepada yesus tidak hanya terbatas pada percaya tetapi harus mengikuti apa yang diperintahkan Bapa

Matius 7:21-24

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

fakta dari pesan Yesus yang tercatat (menurut Injil Kanonik) bahwa merasa sudah memuja namanya,bernubuat atas nama dll saja tidak cukup,tetapi yang penting adalah melakukan kehendak Bapa disurga!

sedangkan ayat selanjutnya adalah
kesimpulanya bahwa segala yang tertulis didalam alkitab adalah :

1. mengajar
2. menyatakan kesalahan
3. memperbaiki kelakuan = mendidik orang dalam kebenaran!

surat paulus yang anda sampaikan tersebut sama sekali tidak mampu membantah/melemahkan argumentasi/penjelasan Romadi tetapi justru membenarkan / menguatkan pendapat Romadi!

karena tak satupun kriteria yang disampaikan oleh Paulus yang menyatakan bahwa yang tertulis ” hanya sejarah masa lalu “

lalu sekarang soal Bilangan 31 termasuk kriteria yang mana??

apakah menganggap apa yang dilakukan Musa atas perintah Allah tersebut adalah kesalahan = menyalahkan Firman Allah?

apakah yang dilakukan Musa terhadap orang Midian harus diperbaiki = point no :1

sekarang terserah anda mau memasukan “apa yang dilakukan Musa” termasuk kriteria yang mana!

kalau anda memasukan bahwa tindakan Musa tersebut adalah sebuah tindakan kesalahan dan harus diperbaiki,tanpa didasari dengan “argumentasi-argumentasi apa yang tertulis didalam al-kitab” dan hanya membuktikan / menguatkan berdasarkan argumentasi dengan analisa logika dan analisa semata maka anda memposisikan sama dengan orang yang mencemooh Nuh yang diperintahkan membuat Perahu,karena dengan logika dan pengetahuan “yang sempit” hanya bisa menyalahkan dan mencemooh jauh dari sikap tunduk dan patuh kepada “perintah Allah semata”

maka pertanyaan yang penting adalah :

Apakah “Bapa di Surga ” yang disebut Yesus sama dengan Allah yang berfirman kepada Musa didalam Bilangan 31????

kalau anda menganggap sama bagaimana mungkin anda akan menyalahkan tindakan Musa karena ia mengikuti “kehendak Bapa di Surga”

tetapi kalau anda menganggap bahwa Allahnya Musa dan “Bapa yang disurga” itu lain, urusannya berbeda…………..

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 12:44:30

lanjutan tentang Bileam

Duladi menulis

2) Bileam adalah seorang juru tenung dan seorang penglihat wahyu yang kufur (bisa juga dibilang nabi, tapi bukan nabi yang baik). Apa yang saya tulis berdasarkan apa yang dikatakan Alkitab. Kalau Anda mengatakan Bileam bukan juru tenung, berarti Anda merasa diri lebih tahu daripada orang Israel. Kalau Anda mengatakan Bileam bukan penglihat wahyu yg kufur, berarti Anda seorang tukang bantah yang tak tahu diri. Anda harus tahu apa itu “Penglihat”. Penglihat adalah orang yang memiliki talenta untuk menanyakan dan menerima pesan-pesan ilahi. Hal ini setara dengan ahli nujum dalam dunia kafir, tapi sebutan penglihat lebih condong untuk nabi yang berhubungan dengan Tuhan. Entah karena sikapnya yang mendua, atau karena profesinya yang kerap dipakai oleh bangsa kafir untuk menyumpahi musuh-musuh, sehingga ia dijuluki sebagai juru tenung.

=====***====

romadi menjawab

anda mengklaim bahwa pendapat anda berdasarkan “apa yang tertulis” didalam alkitab” sedangkan bantahan sayapun juga berdasarkan alkitab pula!

jadi kalau saya punya pendapat berbeda dengan pendapat anda ,anda menuduh Romadi:
1. “tidak tahu diri”
2. “lebih tahu dari orang Israel”

maka siapa dalam hal ini yang “tidak Tahu diri”?

justru ungkapan anda ini membenarkan penilaian sdr Iman terhadap anda,yang anda menerapkan “dialog Arogan dan emosional”
karena kalau anda tidak menggunakan gaya seperti yang disebut sdr Iman,maka anda lebih berkosentrasi untuk membuktikan argumentasi anda itu lebih kuat bukan membuat tuduhan-tuduhan “sampah” yang anda awalnya alergi terhadap soal ini,bahkan mengancam soal seperti ini tetapi kenapa anda justru terlalu banyak membuat pelanggaran terhadap aturan yang anda buat sendiri??

dan apakah saya dalam hal ini menyatakan lebih tahu dari orang Israel??
saya membantah kesimpulan Duladi,dan bantahan saya berdasarkan Alkitab pula!

apakah Duladi orang Israel??? atau orang non Israel ,yang Yesus mengilustrasikan “sebagai ANJING”??

salahkan kalau anda saya sebut sebagai orang yang “hoby” MALING TERIAK MALING??

maka kalau anda tak suka dengan sebutan ini,berusahalah untuk tidak berbuat seperti itu!

postingan sebelumnya sangat jelas sekali,saya meminta anda untuk membuktikan kesimpulan anda soal Bileam tetapi kenapa tanggapan anda tidak menjelaskan pendapat anda tetapi hanya membuat “pernyataan sampah”???

akan saya copy kembali tulisan saya soal Bileam

5. duladi menerangkan soal bileam:

Bileam, adalah seorang anak dari Beor dengan Petor. Semula ia dipandang sebagai seorang penglihat wahyu yang kufur. Kemudian ia muncul dalam tradisi muda sebagai seorang nabi. Raja Balak dari Moab mengirimnya pergi untuk mengutuk Israel, tapi kenyataannya ia malah memberkati (Bil 22:5-24:25). Sebuah tradisi lain (Bil 31:8,16; Yos 13:22) memandang Bileam sebagai penghasut penyembahan berhala. Oleh sebab itu ia muncul dalam 2Petr 2:15-16. Di dalam Wahyu 2:14 ia sebagai contoh dari guru yang menyesatkan.

Di zamannya, Bileam dikenal sebagai seorang pengutuk yang bertuah, ucapan-ucapannya dikenal manjur (kalau zaman sekarang, dukun atau tukang tenung). Bila “Anak Sekolah Minggu” bertanya, “Dari mana Pak Guru tahu, kalau ucapan-ucapan Bileam dikenal manjur dan bertuah?”

****==****
romadi menjawab

he…he…he.,. dalam hal ini Duladi tidak lupa dalam menjelaskan diberi bumbu kesombongannya dan meremehkan orang lain,seakan-akan dalam hal ini seperti pendeta dan anak sekolah minggu!

Sekarang tinggal pembaca yang menilainya seperti apa kapasitas yang pantas antar Romadi dan Duladi!

Yang jelas “guru” ini menerangkan sesuatu tercampur aduk,tidak sistematis, dan nanti kita periksa satu-persatu kutipannya dan apakah kutipanna tepat!

dan akan saya ringkas penjelasannya agar lebih sistematis biar enak dibaca dan juga pembanding metode penjelasan Romadi dan Duladi dalam hal ini !

===***===

inilah ringkasan penjelasan Duladi tentang Bileam!

Kutipan berdasarkan Bilangan 22 :5-24 dan bilangan 25

1. Bileam, adalah seorang anak dari Beor dengan Petor.

2. Semula ia dipandang sebagai seorang penglihat wahyu yang kufur.

3. ia muncul dalam tradisi muda sebagai seorang nabi

4. raja balak mengirimnya untuk mengutuk orang Israel

5, kenyataannya ia tidak mengutuk tetapi orang yang memberkati

kutipan yang berdasarkan bilangan 31:8 & 16 ,Yosea 13:22

6. sebagai penghasut penyembah berhala

kutipan berdasarkan 2 Petrus 2:15-16 & wahyu 2:14

7. sebagai guru yang menyesatkan

sekarang kita periksa satu persatu kutipannya dan kesimpulan yang dibuat Duladi

point no 1 = benar bahwa Bileam adalah anak Beor sesuai yang tercatat didalam bilangan 22:5 (dan banyak ayat yang menyebut demikian) tetapi ada persoalan dalam kesimpulan Duladi tersebut yaitu anak Beor dengan Petor = terkesan bahwa Beor dan petor adalah suami istri??
Saya coba cek semua ayat yang direferensikan Duladi tidak ada satupun yang menjelaskan bahwa Bileam anak Beor dengan Petor,tetapi petor adalah keterangan nama tempat(bil 22:5)

Jadi kesimpulan duladi pada point 1 salah= bisa jadi nggak teliti dalam membaca akhirnya salah menyimpulkan = guru /pendeta telodor!!

Point no 2.= saya coba periksa ayat-ayat yang direferensikan oleh Duladi tetapi tak satupun menjelaskan bahwa ia semula / sejak awal sebagai penglihat wahyu yang kufur tetapi justru sebaliknya pada awalnya ia diberi kenikmatan = orang yang dekat dengan Tuhan!
Kita bisa baca pada Bilangan ayat : 8-20 ( ia menunggu petunjuk Tuhan dalam menentukan langkah, Dan Allah sering menemui dan bertanya kepada Bileam, dan ia ikut bersama-sama orang Moab juga atas perintah Tuhan tetapi dengan syarat harus tunduk dan patuh akan Firman Tuhan)

Tetapi ketika Bileam pergi Allah Murka, dan Malaikat Tuhan menghadang jalannya (ayat 21-22)
Dan sepertinya kisah ini awal dari pembangkangan bileam terhadap Tuhan

Kesimpulan yang dibuat Duladi tidak benar = tidak sesuai dengan apa yang tercatat didalam al-kitab

Point 3, point ke ini sangat rancu sekali pemahamannya kalau kita perhatikan dengan kesimpulan sebelumnya yang menganggap semula Bileam sebagai orang penglihat wahyu yang kufur, tetapi kemudian menganggap muncul sebagai tradisi muda seorang nabi???

Point no 4. point ini benar seperti yang ada dalam ayat 6
Point 5,, ia hanya menyampaikan soal tidak mengutuk tetapi justru memberkati. Ia sama sekali tutup mata bahwa pada “misi” pembujukan pertama gagal total,sehingga harus memberi “iming-iming” yang lebih banyak…. Dan perlu diingat bahwa pemberkatan orang Israel dalam kitab Bilangan tersebut :karena ditaruh perkataan Tuhan pada mulutnya (bil 23:5,16) = atas perintah Tuhan

Point 6
duladi menyebut beberapa ayat yaitu :

Bilangan 31: 8

“ Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang”

kenyataannya ayat yang ia referensikan sama sekali tidak ada kaitan dengan kesimpulannya yang menyatakan “penghasut penyembah berhala” tetapi ayat yang menjelaskan bahwa ia termasuk orang yang ikut terbunuh…..lagi-lagi membuktikan Duladi hanya guru sekolah minggu / pendeta yang teledor dalam mengutip ayat!!

Bilangan 31:16

16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN

Sekali lagi ayat ini menjelaskan soal perempuan-perempuan yang merubah sikap orang Israel yang dianggap atas nasehat Bileam = kenapa dibiarkan hidup = para wanita harus dibunuh!

Dan mungkin saja akan beralasan untuk memperhatikan ayat lain tentang bagaimana perempuan tersebut mempengaruhi orang Israel tetapi pembelaan diri tersebut tidak akan merubah keadaan bahwa Duladi lagi-lagi-lagi salah mengutip ayat… ….. konteksnya tidak tepat…

Yosea 13: 22

Juga Bileam bin Beor ,juru tenung itu telah dibunuh oleh oang-orang Israel dengan pedang beserta orang-orang yang telah mati tertikam oleh mereka.

Dalam ayat ini juga sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ia simpulkan tentang ayat ini…jadi kalau kekhilafan dalam mengutip ayat satu ,dua mungkin bisa dimaklum namanya saja manusia tetapi kalau terlalu banyak mengutip ayat yang tidak sesuai konteks sebenarnya maka jelas bahwa orang ini bermasalah!!!

Point 7,
Duladi mengutip beberapa ayat lagi
2 Petrus 2:15-16

15. oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar ,maka tersesatlah mereka,lalu mereka mengikuti jalan Beliam bin Beor yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat

16. tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya ,sebab keledai yang bisu berbicara dengan manusia dan mencegah kebebalan Nabi itu

Wahyu 2:14

Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau ;diantaramu ada yang menganut ajaran Bileam ,yang memberi nasehat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel ,supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah!

Dan kesimpulan dari Duladi adalah Bileam sebagai guru yang menyesatkan, sekarang kita perhatikan secara seksama , dalam 2 Petrus 2:15-16 sangat jelas bahwa banyak orang yang menyimpang sebagaimana / seperti jalan yang pernah ditempuh oleh Bileam bahwa pada awalnya ia berada dijalan kebenaran tetapi kemudian ia menyimpang dari jalan yang benar karena tertipu / oleh iming-iming “hadiah Dunia”

Jadi kesimpulan dan konteks ayat yang dikutipnya tidak tepat!! Karena dalam ayat tersebut Bileam sama sekali tidak diceritakan sebagai “guru” tetapi sebagai contoh yang buruk!!

Demikian juga pada Wahyu 2:14 ini juga secara subtansi hampir sejenis dengan kutipan ayat sebelumnya,
Dan kutipan dari Duladi tersebut sebenarnya kutipan dari kisah di kitab bilangan 22-25

Maka setelah memperhatikan satu persatu kutipan/referensi ayat dan kesimpulannya hasilnya sangat menyedihkan karena mayoritas kesimpulan atau kutipan tidak sesuai konteks bahkan ada yang sama sekali tidak berkaitan!!

Setidaknya semua ini bisa membuka mata,sejauh mana kemampuan dalam memahami sesuatu…….

====***====

dalam hal membantah saya tidak hanya berdasarkan logika semata tetapi menunjukan ayat-ayat yang bersangkutan,dan memberikan penjelasan !!!

bandingkan bantahan Duladi soal postingan ini… sama sekali tidak berani mengupas satu-persatu argumentasi dari Romadi tetapi seperti biasa hanya menuduh dan menuduh = melempar “sampah” saja

yang lebih menggelikan Duladi “memposisikan sebagai Guru” =

guru yang selalu harus di beri tahu kesalahan dan keteledorannya dari Muridnya???

apa ini nggak terbalik???

pantasnya orang yang sering ditegur dan diingatkan guru atau murid???

tetapi dalam hal ini saya tidak memposisikan sebagai Guru tetapi sebagai sesama manusia yang tugasnya untuk saling mengingatkan……. jadi memang sangat berbeda antara Romadi dan Duladi…………….

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 13:15:22

lanjutan

Duladi menyimpulkan Bileam sebagai tukang Tenun,Dukun dll karena Bileam kalau mengutuk akan terkutuklah bangsa itu!

sekarang kita perhatikan betul ayat yang berkaitan soal tersebut (sebenarnya persoalan ini sudah saya jawab =point no 2 secara ringkas tetapi jawaban yang ringkas tersebut tidak mampu ditangkapnya

22:6 Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk.”

dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa Bileam dikenal tidak hanya sekedar “mengutuk” tetapi juga “memberkati” maka jelas sekali berbeda sekali bahwa Bileam bukan “dukun” karena kalau dukun /tukang tenun ia meminta bantuan kepada Iblis!

tetapi bagaimana dengan Bileam?? apakah ia dalam mengutuk atapun memberi berkat berdasarkan bantuan Iblis/Setan/roh jahat atau meminta kepada Tuhan???

kita perhatikan ayat selanjutnya:

22:7 Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.
22:8 Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: “Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.” Maka tinggallah pemuka-pemuka Moab itu pada Bileam.
22:9 Kemudian datanglah Allah kepada Bileam serta berfirman: “Siapakah orang-orang yang bersama-sama dengan engkau itu?”
22:10 Dan berkatalah Bileam kepada Allah: “Balak bin Zipor, raja Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan:
22:11 Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan menghalau mereka.”
22:12 Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati.”
22:13 Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: “Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu.”
22:14 Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, berkatalah mereka: “Bileam menolak datang bersama-sama dengan kami.”

fakta yang tercatat adalah : bileam meminta petunjuk Allah bukan kepada yang lain!
fakta yang tercatat pula : bahwa Bileam pada awalnya adalah menolak permintaan raja Balak tersebut!

maka dalam hal ini termasuk menjawab pertanyaan Duladi yang ia tulis:

“Ha ha ha ha….
Romadi, Anda harus banyak belajar Alkitab, ya? Dari mana Anda bisa menyimpulkan Bileam tadinya adalah seorang yang berada di jalan KEBENARAN”

maka dalam hal ini siapa yang pantas untuk banyak belajar lagi soal alkitab biar tidak membuat kesimpulan menjadi kacau balau = tidak sesuai dengan konteks!

dan perlu diingat bahwa penjelasan pada ayat 6 adalah soal kemampuan memberkati terlebih dahulu,sebelum mengutuk!!

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 13:37:53

lanjutan

untuk menjawab pertanyaan Duladi sebelumnya,yaitu membuktikan bahwa pada awalnya Bileam dijalan kebenaran

sekarang kita perhatikan juga :

Bil. 23:25 Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: “Jika sekali-kali tidak mau engkau menyerapah mereka, janganlah sekali-kali memberkatinya.”
Bil. 23:26 Tetapi Bileam menjawab Balak: “Bukankah telah kukatakan kepadamu: Segala yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kulakukan.”

jelas dalam hal ini jawaban Bileam sangat tegas bahwa ia hanya melakukan segala apa yang difirmankan Tuhan!

apakah tukang tenung/Dukun punya prinsip seperti itu??? bahwa ia melakukan sesuatu hanya menurut petunjuk Allah??

atau orang yang berprinsip seperti itu menunjukan bahwa ia adalah termasuk orang yang berada dalam kebenaran!!!

apakah bukti-bukti yang saya sebutkan belum cukup untuk membuktikan bahwa Bileam pada awalnya adalah “orang yang berada pada kebenaran”??

kalau belum cukup maka akan saya sampaikan juga Bilangan 24

24:1 Ketika dilihat Bileam, bahwa baik di mata TUHAN untuk memberkati Israel, ia tidak mencarikan pertanda lagi seperti yang sudah-sudah, tetapi ia menghadapkan mukanya ke arah padang gurun.
24:2 Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.
24:3 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
24:4 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
24:5 Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!
24:6 Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.
24:7 Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.
24:8 Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis, dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya dan akan ditembaknya tembus dengan panah-panahnya.
24:9 Ia meniarap dan merebahkan diri sebagai singa jantan, dan sebagai singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!”
24:10 Lalu bangkitlah amarah Balak terhadap Bileam dan dengan meremas-remas jarinya berkatalah ia kepada Bileam: “Untuk menyerapah musuhku aku memanggil engkau, tetapi sebaliknya sampai tiga kali engkau memberkati mereka.
24:11 Oleh sebab itu, enyahlah engkau ke tempat kediamanmu; aku telah berkata kepadamu aku telah bermaksud memberi banyak upah kepadamu, tetapi TUHAN telah mencegah engkau memperolehnya.”
24:12 Tetapi berkatalah Bileam kepada Balak: “Bukankah telah kukatakan juga kepada utusan-utusan yang kaukirim kepadaku:
24:13 Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN dengan berbuat baik atau jahat atas kemauanku sendiri; apa yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan.
24:14 Dan sekarang, aku ini sudah hendak pergi kepada bangsaku; marilah kuberitahukan kepadamu apa yang akan dilakukan bangsa itu kepada bangsamu di kemudian hari.”
24:15 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
24:16 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
24:1

apakah Roh Allah juga menghinggapi Dukun??
apakah Dukun termasuk orang yang dibuka matanya oleh Allah atau justru sebaliknya??

sekarang sebagai lanturan sedikit:

apakah kemampuan mampu memberkati dan mengutuk adalah sebagai profesi??

bagaimana dengan Yesus??? apakah ia juga bisa disebut sebagai “tukang tenung”??
karena punya kemampuan seperti itu???(ingat Yesus yang mengutuk pohon Ara)

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 13:46:29

mungkin sampai disini dahulu jawaban / tanggapan dari saya, dan saya ingin minta konformasi saja terlebih dahulu,yaitu:

apakah argumentasi Duladi yang sangat mendasar yang saya lompati?(tidak saya perhatikan)

kalau ada sebaiknya sdr Duladi ataupun rekan lain (mungkin Agustinus atau siapapun) yang mau menyampaikan mana yang saya lompati/tidak saya perhatikan!

untuk rekan lain bisa disampaikan di thread kritik dan pesan(karena ada aturan orang lain tidak boleh mempostingkan di thread ini)

sedangkan Duladi ,kalau anda merasa postingan anda yang belum saya tanggapi (postingan yang sesuai konteks sebelumnya) anda bisa menyampaikan terlebih dahulu!

nanti akan saya tanggapi = jangan kuatir tidak diperhatikan apalagi tidak dibaca!

sementara saya cukupkan terlebih dahulu tanggapan saya,menunggu konfirmasi selanjutnya…..(karena kalau saya terus sampaikan tanggapan maka biasanya ada tuduhan baru……. dianggap mengulur-ulur waktu atau apalah….istilahnya)

saya tunggu konfirmasinya………..

Sdr Duladi :: tanggal 02 Juni 2007 18:08:33

o) Bilangan 31 adalah SEJARAH.

Apa ciri-ciri SEJARAH?

a. Ia tercatat atau tertulis.
b. Menceritakan suatu kejadian atau peristiwa di masa lampau (minimal 10 tahun ke belakang), dan kejadian itu memiliki dampak atau efek bagi kehidupan sesudahnya
c. Para pelakunya jelas.
d. Peristiwa yg diceritakan itu, sudah terjadi.
e. Karena peristiwa itu sudah terjadi, sudah pasti, memiliki kronologis.

Ad. a. Ia tercatat atau tertulis.
Sudah pasti, bahwa kisah peperangan antara orang Israel dg orang Midian/Moab tertulis secara jelas di dalam Kitab Musa, yaitu Bilangan 31.

Ad. b. Menceritakan suatu kejadian di masa lampau, dan kejadian itu berdampak bagi orang-orang yang hidup sesudahnya.
Ayat-ayat dalam Bilangan 31 menceritakan kisah peperangan orang Israel dengan orang Midian/Moab, dan dampak yg ditimbulkannya adalah hancurnya bangsa Midian/Moab yang tinggal di sekitar dataran Moab di tepi sungai Yordan tersebut. (Tetapi tidak punah sama sekali, sebab suku Midian/Moab hidup berpencar-pencar, sebagian kelompok mereka juga tinggal di dekat Horeb dan Teluk Akaba. Di zaman Hakim-hakim, mereka berperang kembali melawan orang Israel).

Ad.c. Para pelakunya jelas.
Siapa yang diperintahkan Tuhan untuk berperang, dan ditujukan kepada siapa perang tersebut, semua tertulis jelas dalam Bilangan 31 khususnya dan Alkitab pada umumnya.

Ad.d. Peristiwa yang diceritakan tersebut sudah terjadi.
Bahwa peperangan antara orang Israel dangan orang Midian telah terjadi dan telah tuntas di masa Musa.

Ad.e. Memiliki kronologis.
Kronologis dari kisah pertempuran itu, mulai dari asal mula/penyebab, jalannya pertempuran, hingga ending dari kisah itu semuanya dapat kita baca dari Kitab Bilangan.

Demikian, tidak ada alasan bagi siapa pun yang memaksakan pendapatnya bahwa perintah Perang dalam Alkitab itu sebagai perintah untuk dilaksanakan oleh Umat Kristen.

*****==***

romadi menjawab

dengan kriteria yang anda sampaikan tersebut maka akan disebut sejarah???

bagaimana dengan khotbah diatas bukit??

1. khotbah tersebut tercatat dan tertulis di Matius 5-7
2. peristiwa tersebut terjadi lebih dari 10 tahun (bahkan lebih jauh dari itu)
3. pelaku khotbah dan yang dikotbahi jelas
4. memiliki kronologis.

apakah anda akan menganggap itu hanya sejarah??? tidak bisa dijadikan alasan bahwa khotbah-khotbahnya “banyak” yang menjadikan acuan??

JAWAB:

Nah, itulah yg saya katakan bahwa ALKITAB adalah sebuah BUKU HISTORIS.

Sebagai Buku Historis, dia berisi pelajaran-pelajaran berharga untuk kita, sesuai dengan ucapan Rasul Paulus:

Roma 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

1 Korintus 14:6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?

1 Korintus 14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Galatia 6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

Efesus 4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Efesus 4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,

2 Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Dan perhatikan kata-kata Nabi Yesaya:

Yesaya 5:24 Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

Bisakah Anda membedakan kata pengajaran/pelajaran dengan perintah?

PELAJARAN/PENGAJARAN adalah HIKMAH atau sesuatu kisah yang mengandung hikmah untuk bahan pengalaman hidup kita di masa mendatang.

PERINTAH atau command, adalah suatu instruksi yang HARUS dikerjakan.

Dan manusia dikaruniai AKAL. Dia bisa membedakan mana PERINTAH untuk dirinya dan mana PERINTAH dalam kisah sejarah.

Dalam hal ini tentu banyak hal yang bisa kita jadikan titik tolak atau batasan-batasan dalam memahami suatu PERINTAH itu masih relevan atau tidak untuk dijalankan.

Di dalam bahasan ini, Anda membandingkan Kisah Sejarah Musa dengan Kisah Sejarah Kristus. Kita semua tahu dengan pasti bahwa umat Kristen adalah pengikut Kristus, bukan pengikut Musa. Sehingga apapun perintah dalam sejarah Musa tidak bisa dengan serta merta kita anggap sebagai perintah untuk kita tanpa kita menelaahnya terlebih dahulu. Sebaliknya, segala perintah Yesus adalah sebuah perintah yang HARUS tidak bisa tidak memang harus kita laksanakan, karena umat Kristen adalah Pengikut Yesus.

Selain itu, kita juga melihatnya dalam cakupan yang lebih luas lagi, yaitu perihal zaman. Zaman Musa adalah zaman di mana Allah memberi janji Tanah Kanaan, sebuah negeri duniawi. Tetapi zaman sesudah pembuangan dan puncaknya di masa Yesus, janji Allah tidak lagi kepada pemberian negeri duniawi. Maka, segala daya upaya yg mesti kita lakukan untuk mencapainya tidak lagi memakai cara-cara duniawi, seperti perang, pembantaian, pemaksaan kehendak, ataupun sikap-sikap duniawi lain seperti membenci atau mengutuk.

Dik Romadi begitu memaksakan diri untuk menjadikan kisah-kisah sejarah peperangan umat Israel sebagai suatu ajaran untuk dilaksanakan oleh umat Kristen, adalah dikarenakan Dik Romadi tidak ingin agamanya dianggap sebagai satu-satunya agama yang mengajarkan perang. Saya memaklumi sikap ini sebagai suatu usaha pembelaan diri.

Alquran pun sebenarnya juga cerita sejarah, sebab ayat-ayat itu diturunkan sesuai dengan situasi dan kondisi (asbabun nuzulnya). Dan di dalam kisah sejarah itu, terdapat perintah, dan perintah itu cukup jelas ditujukan untuk siapa dan untuk diterapkan kepada siapa.

RINGKASAN:

1) Memang benar, Khotbah Yesus di Bukit adalah kisah sejarah.
2) Hal ini membenarkan pandangan umat Kristen bahwa Bibel adalah sebuah Buku Historis.
3) Perbedaan Bibel dengan buku-buku sejarah yg umum adalah: Bibel berisi pelajaran tentang Allah, sedangkan buku-buku lain hanya berisi pelajaran duniawi/filsafat manusiawi belaka.
4) Di dalam PELAJARAN SEJARAH kerap terdapat PERINTAH-PERINTAH. Misal: Kisah Bilangan 31 ada Perintah Tuhan kepada Musa, dan dalam Matius 5 ada perintah Yesus untuk umat Kristen. Dengan melihat kepada siapa perintah itu diberikan dan dengan menilai zaman secara benar, kita bisa tentukan perintah mana yang masih relevan dan mana yang cukup dijadikan pelajaran saja.

Per bagian saja pembahasan kita, agar tidak ada yg terlewat.

Saya tunggu balasan Anda.

Bila Anda sudah puas dengan jawaban ini, saya akan teruskan ke pembahasan berikutnya.

Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 22:33:37

saya tidak akan langsung menanggapi postingannya yang terakhir,karena tujuan utama saya adalah memberikan kesempatan kepada Duladi untuk menjelaskan apakah postingan/argumentasinya sudah ditanggapi semua atau belum!

membaca tanggapan Duladi nampaknya ia tidak memberikan konfirmasi = menjelaskan bahwa postingannya tidak ada yang subtansial yang terlewati = semua sudah ditanggapi oleh Romadi!

apakah anda setuju hal ini???

kalau anda tidak setuju maka berikan postingan-postingan anda yang belum saya tanggapi tetapi kalau anda setuju baru akan tanggapi postingan anda selanjutnya!

saya tunggu dahulu soal jawaban ini terlebih dahulu……….

Sdr Duladi :: tanggal 02 Juni 2007 23:44:46

Adikku Romadi, menurut hemat saya semuanya sudah Anda ulas. Terima kasih. Tapi untuk ke depannya, tentu keinginan kita yang sebenarnya adalah agar di antara kita tidak ada yang melewati argumentasi bagus dari teman diskusi. Yang mesti kita prioritaskan, bukan menanggapi argumen-argumen lemah dan mengabaikan argumen yang kuat. Itu saja. Sekali lagi buat Adik Romadi, saya pikir seluruh ulasan Anda yang panjang itu sudah mencakupi semua tulisan saya.

Sdr Romadi :: tanggal 03 Juni 2007 00:57:54

Duladi menulis

Adikku Romadi, menurut hemat saya semuanya sudah Anda ulas. Terima kasih. Tapi untuk ke depannya, tentu keinginan kita yang sebenarnya adalah agar di antara kita tidak ada yang melewati argumentasi bagus dari teman diskusi. Yang mesti kita prioritaskan, bukan menanggapi argumen-argumen lemah dan mengabaikan argumen yang kuat. Itu saja. Sekali lagi buat Adik Romadi, saya pikir seluruh ulasan Anda yang panjang itu sudah mencakupi semua tulisan saya.
*****===*****

romadi menjawab

kesimpulannya bahwa semua argumentasi anda sudah saya tanggapi,maka dalam hal sebaliknya apakah anda sudah menanggapi semua argumentasi Romadi??

dengan kata lain kalau ada yang menuduh Romadi sengaja melompati/atau tidak memperhatikan argumentasi anda adalah “konyol”

kalau anda merasa belum menanggapi semuanya maka dalam hal ini saya memberi kesempatan kepada anda untuk menanggapi,menjawab pertanyaan dari saya yang belum sama sekali anda tanggapi!

kemudian kalau anda sudah merasa sudah menanggapi semuanya maka nanti saya akan mengoreksinya…….!

dan dalam hal ini juga merupakan pembuktian siapakah yang suka tidak memperhatikan postingan orang lain dan siapa yang memperhatikan!

tetapi sangat jelas sekali bahwa dalam hal ini dari pengakuan anda saya sudah menanggapi semua postingan anda = membuktikan Romadi memperhatikan argumentasi orang lain!

sekarang saatnya anda membuktikan!!!

Sdr Duladi :: tanggal 05 Juni 2007 10:55:32

TENTANG KETETAPAN PENTAHIRAN

Contoh sederhana:

Ada korban kecelakaan, lalu dia dibawa ke rumah sakit bagian Gawat Darurat. Di sana banyak pasien yang juga sedang menunggu. Sudah menjadi KETETAPAN, bahwa pasien yang terparah-lah yang harus mendapat pertolongan lebih dahulu. Ini ketetapan, dan ketetapan ini ada SEBAB-MUSABABNYA, yaitu karena ada kecelakaan, penyakit, dll.

Lalu apakah SEBAB-MUSABAB ini juga masuk dalam KETETAPAN? Apakah KECELAKAAN itu suatu KEHARUSAN UNTUK DILAKSANAKAN?

Apakah lantaran KETETAPAN TENTANG SIAPA DULU YANG HARUS DITANGANI disebabkan adanya KECELAKAAN, maka KECELAKAAN juga menjadi suatu KETETAPAN untuk DILAKSANAKAN?

Memang sebab-musabab haruslah ada, supaya ketetapan itu bisa dilaksanakan. Tetapi sebab-musabab itu sendiri bukanlah ketetapan. Jadi seandainya tidak ada sebab, maka ketetapan itu tidak perlu dilakukan.

Bisakah Dik Romadi membedakan MANA KETETAPAN & MANA SEBAB?

Ketetapan ada lantaran ada sebabnya, tapi sebab itu sendiri bukanlah ketetapan. Dik Romadi telah mencampuradukkan antara KETETAPAN dengan SEBAB.

Perang orang Israel dengan Midian sifatnya situasional, bukan suatu HUKUM TETAP.
Sebab sudah jelas kalau yang diperintahkan Tuhan untuk diperangi adalah BANGSA MIDIAN, bukan umat tertentu yang selalu ada sepanjang zaman.

Sebagai bahan pembanding, mari kita simak 2 ayat berikut:

QS 9:123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Bilangan 31:1-4
TUHAN berfirman kepada Musa:
“Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu.”
Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian.
Dari setiap suku di antara segala suku Israel haruslah kamu menyuruh seribu orang untuk berperang.”

ORANG NORMAL, tentu bisa langsung tahu, mana AJARAN & mana KISAH SEJARAH.

Tetapi karena Anda masih belum dewasa (tafsiran saya, Romadi masih remaja), saya akan jelaskan dengan sabar.

Di dalam QS 9:123 cukup jelas, perintah itu ditujukan kepada siapa, dan untuk memerangi siapa.
 Ditujukan untuk Muslim
 dan untuk memerangi Non-Muslim

Di dalam Bilangan 31 cukup jelas, perintah itu ditujukan kepada siapa dan untuk memerangi siapa.
 Ditujukan untuk bani Israel di masa Nabi Musa
 dan untuk memerangi orang-orang Midian/Moab
(Ini sesuai dengan ciri-ciri SEJARAH).

Penegasan Ulang:

Sekalipun di dalam Perjanjian Lama terdapat Perintah Perang, zaman telah berubah; zaman di mana sekarang kita hidup sudah berbeda dengan zaman pada Perjanjian Lama. Zaman sesudah Tanah Kanaan, yaitu zaman sesudah Pembuangan ke Babel, yang puncaknya adalah zaman Kristus, Tuhan sudah tidak lagi menjanjikan NEGERI DUNIAWI, melainkan Negeri Surgawi, maka segala ketetapan Hukum Musa selain dari pada 10 Perintah dianggap telah usang. Sebab kita tidak lagi berkiblat pada JANJI TANAH KANAAN, tetapi JANJI SURGA, sehingga inti pengajaran kita adalah berpedoman pada Yesus, tidak lagi pada Musa.

Adikku Romadi menulis:

“apakah anda menyimpulkan kalau 10 perintah Allah adalah dari Allah dan lainya “hanya penjabaran pribadi Musa”??”

Jawab:

Musa dalam hal ini sudah dikaruniai hikmat akal budi dari Allah, sebagian besar pengajaran moral yang Musa ajarkan kepada bani Israel adalah berasal dari Musa dengan ilham Ilahi.

Kita tahu, Musa kerap bertemu Tuhan (baik di Gunung Sinai maupun di Kemah Pertemuan), dan Tuhan hanya memberikan inti-inti pokok pengajaranNya saja, kemudian Musa dengan penuh hikmat menjabarkannya secara lugas dan dengan memakai kata-katanya sendiri kepada bani Israel.

Seperti salah satu contoh ucapan Musa ketika ia mengawali pengajarannya:

Ulangan 6:1-2
“Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.”

Di ayat itu Musa menerangkan kepada orang Israel bahwa dirinya mendapat perintah Tuhan untuk mengajarkan hal-hal itu kepada mereka.

Adik Romadi menulis:

kalau anda menganggap bahwa apa yang anda sebut bahwa “lainnya penjabaran tentang Hukum utama” maka kalau anda ingin menjelaskan sejelas-jelasnya adalah bahwa pesan ini adalah penjabaran dari perintah sekian dan sekian….

sebagai contoh :

sedekah kepada fakir miskin adalah penjabaran perintah Allah utama no sekian
merendahkan diri saat puasa adalah penjabaran perintah Allah no sekian…

Jawab:

Adik mengerti, bahwa 10 Perintah Allah itu sendiri merupakan hasil penjabaran dari 2 topik utama Hukum Tuhan, yaitu (1) Kasih kepada Allah dan (2) Kasih kepada manusia.

Hukum Tuhan adalah hukum moral, bukan tata cara/tradisi/upacara keagamaan.

Memberi sedekah kepada fakir miskin merupakan jabaran atas topik kedua dari Hukum Tuhan, yaitu kasih kepada manusia.

Sedangkan merendahkan diri dengan cara berpuasa adalah jabaran atas topik pertama dari Hukum Tuhan, yaitu kasih kepada Allah. Penjelasannya begini: Tuhan ibarat orang tua. Sewaktu kita berbuat salah kepada ortu, dan kita menyadari bahwa akibat perbuatan ini ortu menjadi sedih, maka demi kasih kita kepada mereka, kita berusaha membujuk ortu dengan berbagai cara dan upaya, salah satunya adalah dengan sikap merendahkan diri agar ortu luluh hatinya dan bersedia memaafkan kesalahan kita. Nah, kepada Tuhan kita di kala merasa telah berbuat dosa, kita merendahkan diri kita dengan cara berpuasa untuk meluluhkan hati Tuhan supaya Ia berkenan untuk mengampuni kita.

Adikku Romadi menulis:

justru anda hanya menganggap sebagai pengajaran Moral! tidak menjelaskan secara kongkrit bahwa itu adalah penjabaran dari 10 perintah Allah

Jawab:

Dik Romadi, apa Anda masih rancu dan masih tidak bisa membedakan apakah 10 Perintah Tuhan itu bukan pengajaran moral? Bisakah Anda membedakannya dengan tatacara/tradisi/upacara keagamaan?

Adikku Romadi menulis:

dan bagaimana soal “pertanyaan saya” yang benar-benar berkaitan dengan topik yang diperdebatkan ?
kenapa anda lompati begitu saja???
yaitu seperti yang saya tulis sebelumnya:
Matius
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
perhatikan ayat ini baik-baik !!
pesan Yesus ini adalah pesan 0(nol) toleransi terhadap penyebab pelanggaran Hukum Musa(yang utama menurut anda),sehingga pada diri sendiri harus tegas!
sehingga kalau mata,tangan menyebabkan kesesatan maka perlu dicukil/dipenggal dll

Jawab:
Ini suatu pengajaran yg luhur. Kenapa saya katakan luhur? Sebab ini bermaksud baik, berguna untuk mengekang diri sendiri supaya tidak berbuat dosa. Coba bandingkan dengan ajaran yg tema utamanya adalah menghakimi orang lain. Bukankah Adik Romadi setuju, kalau ajaran yg mendidik secara ke dalam itu lebih luhur ketimbang ajaran yg semata-mata ditujukan kepada pihak lain?

Ajaran yang sifatnya mengarah ke dalam, itu baik untuk kita supaya kita memiliki kesadaran diri dan berjuang untuk hidup secara benar.

Sebaliknya, ajaran yang sifatnya mengarah kepada orang lain, hanya akan menempa diri kita menjadi manusia munafik dan sok suci. Ujung-ujungnya, kita akan bertindak main hakim untuk menghukum orang lain yg kita anggap salah tanpa kita menyelidiki apakah diri kita sendiri sudah cukup bersih untuk bertindak sebagai “pembela kebenaran”.

Ayat di atas bisa dimaknai secara rohani maupun harfiah. Pada beberapa kasus di abad-abad awal para kudus, ada yg menerapkan itu secara harfiah. Tetapi secara bijak, semestinya kita memahaminya secara rohani. Makna rohaninya adalah bahwa Tuhan sangat benci terhadap dosa. Maka dari itu, kita sedapat mungkin menghindari perbuatan-perbuatan jahat itu agar kita tidak kehilangan salah satu organ tubuh kita di akhirat nanti.

Adik Romadi menafsirkan Yeremia 6:19-20:

Yeremia 6:19-20
Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.

soal Yeremia 6:19-20 itu sangat jelas bahwa malapetaka datang karena mereka “membuat-buat/mengarang-ngarang persembahan yang tidak pernah diperintahkan Allah!”

Jawab:

Dik, persembahan yang disebut di ayat itu bukan dibuat-buat atau karang-karangan. Itu memang perintah Tuhan sesuai dengan Keluaran 30:23 tentang pembuatan minyak urapan dari bahan-bahan terbaik salah satunya adalah tebu dan kemenyan, dan tentang korban bakaran ataupun korban sembelihan itu memang perintah Musa (Imamat 1 dst).

Adik melanjutkan:

jadi penolakan tentang “korban” tersebut karena ulah pelanggaran mereka sendiri = ayat tersebut bisa membatalkan tentang persembahan yang berdasar pada “perintah Allah”!

Jawab:

Jadi sudah jelas, ya Dik, bahwa pelanggaran mereka bukan masalah “jenis/bahan korban”, tetapi pelanggaran karena mereka tidak patuh pada pengajaran Tuhan. Tuhan mengajarkan: Jangan menyembah berhala, tapi umatNya malah berzinah dengan berhala. Hal ini bisa kita baca dari salah satu ayat sebelumnya:

Yeremia 16:1
“Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.”

Dan simak juga Yeremia 2:7-8
“Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian.
Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.”

Dan kita baca juga gambaran dari kebodohan umatNya yang tidak menyadari kalau mereka telah berbuat dosa:

Yeremia 2:21-23
“Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar!
Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Bagaimanakah engkau berani berkata: Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah mengikuti para Baal? Lihatlah tingkah langkahmu di dalam lembah, ketahuilah apa yang telah kaulakukan: hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian ke mari,”

Tahukah Adik Romadi, bahwa penyembahan kepada berhala di zaman dahulu berbeda dengan penyembahan berhala di masa sekarang? Kalau di masa dahulu, menyembah berhala berarti mereka juga melakukan pengorbanan anak-anak mereka untuk disembelih dan dipersembahkan kepada dewa-dewi.

Yeremia hidup pada zaman Raja Yosia, dan ini salah satu ayat yang mendeskripsikan pola kehidupan bangsa Israel ketika itu sampai akhirnya Raja Yosia menghancurkan bukit-bukit pengorbanan mereka:

2 Tawarikh 34:3
“Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.”

Nabi lain juga menceritakan bagaimana upacara penyembahan kepada berhala yg dilakukan orang-orang zaman dahulu:

Yesaya 57:5
“hai orang-orang yang terbakar oleh hawa nafsu dekat pohon-pohon keramat, di bawah setiap pohon yang rimbun, hai orang-orang yang menyembelih anak-anak di lembah-lembah, di dalam celah-celah bukit batu.”

Yehezkiel 23:39
“Dan sedang mereka menyembelih anak-anak mereka untuk berhala-berhalanya, mereka datang pada hari itu ke tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusannya. Sungguh, inilah yang dilakukan mereka di dalam rumah-Ku.”

Adik Romadi menulis:

maka soal ini memperjelas bahwa yang diserang oleh yesus adalah kemunafikan dan penyimpangan dalam beribadah tetapi apa yang diserang Yesus tidak membatalkan tentang Ibadah yang diperintahkan Allah sebelumnya kepada Musa (dan Nabi-Nabi lainnya)

Jawab:

YESUS secara tidak langsung telah membatalkan UPACARA-UPACARA AGAMA YAHUDI yang tidak berguna untuk keselamatan itu.

Salah satu contoh kasus, adalah tata cara menghormati hari Sabat. Yesus dengan tegas mencontohkan bahwa Dia dan murid-muridNya tidak perlu lagi mengikuti aturan-aturan itu (Matius 12; Markus 2:23; Lukas 6, dll)

Dan soal makanan haram dan tidak haram (ini sebagai tradisi agama Yahudi), juga dengan tegas YESUS BATALKAN demi cara hidup yg lebih cerdas, bijaksana dan bermanfaat (Markus 7).

Kami Umat Kristen dapat dengan baik menangkap pesan-pesan Yesus ini.

Sebaliknya umat kafir Muslim sulit untuk mengerti pesan-pesan Injil, sebab hati mereka telah dibutakan oleh virus rabiesnya Muhammad.

Tetapi Adik Romadi dalam hal ini adalah dalam taraf belajar, dan lambat laun Adik akan bisa menangkap intisari dari ajaran Yesus. Firman Allah tidak selalu tersurat, tetapi juga tersirat.

Adik Romadi menulis:

sekarang jawaban anda sudah pakai sepuluh perintah +(penjabaran) setelah argumentasi matius 5-7 saya pertanyakan???
apakah pernyataan-pernyataan anda sebelumnya adalah “masalah penjabaran”??? perhatikan postingan anda sebelumnya yang saya tanggapi

“Tetapi dari Matius 15 ini, kita jadi tahu mana PERINTAH ALLAH & mana TRADISI YAHUDI. Yesus dengan sangat tegas menyatakan segala ketetapan di luar 10 Perintah adalah sekedar ADAT-ISTIADAT atau TATA CARA AGAMA YAHUDI semata, tak lebih dari itu. Sekalipun itu sumbernya juga dari Allah, tapi itu dimaksudkan untuk tata cara beribadah saja, bukan HUKUM PENGAJARAN MORAL, dan semata-mata untuk adat-istiadat umat Yahudi untuk membedakan mereka dengan bangsa-bangsa lain.”

anda menganggap diluar 10 perintah Allah sekedar adat istiadat tetapi kini anda sudah berubah 10 perintah + penjabaran karena penjelasan anda dipertanyakan dengan standar 10 perintah Allah!

sangat jelas sekali penambahan kata penjabaran adalah “menyadari bahwa pernyataan sebelumnya salah” maka kemudian berubah pikiran!

dan lagi-lagi semua ini menunjukan bahwa anda tidak konsisten dengan pernyataan sendiri!!

Jawab:

Dik Romadi, penjelasan saya cukup konsisten. Saya semakin memperjelas ulasan saya karena Adik rupanya mengalami kesulitan dalam memahami.

Takutnya, kalau saya tidak mempertegas dengan tambahan kata “penjabaran”, Dik Romadi akan menyangka bahwa yg saya maksudkan dengan Hukum Taurat (10 Perintah) hanya Item-item yang tertulis dalam Keluaran 20:1-17 saja. Padahal, di luar itu banyak pengajaran moral yang Musa berikan yg merupakan penjabaran atas Hukum Allah yg 10 itu (atau 2 Topik Hukum Allah).

Supaya semakin memperjelas pemahaman Anda, maka saya tambahkan kata-kata ‘penjabaran’ agar Anda tidak salah mengerti.

Adik Romadi menulis:

benarkah konteksnya bukan masalah usang dan tidak usang??
ha….ha…ha…rupanya anda ingin mempermalukan diri sendiri??
bagaimana postingan anda sebelumnya ini??
Postingan Duladi tanggal : 26 Mei 2007 00:58:35
“…Dan karena zaman telah berubah, yaitu zaman sesudah Pembuangan ke Babel, yang puncaknya adalah zaman Kristus, Tuhan sudah tidak lagi menjanjikan NEGERI DUNIAWI, melainkan Negeri Surgawi, maka segala ketetapan Hukum Musa selain dari pada 10 Perintah dianggap telah usang….”
perhatikan baik-baik tulisan anda sendiri??? anda sendiri yang menganggap selain 10 perintah Allah adalah Usang tetapi kenapa anda menganggap argumentasi pandangan anda ini konteksnya bukan masalah usang dan tidak usang??

jadi seperti lagu nich…:

KAU…YANG MENULIS….SENDIRI.I…I….
KAU…SENDIRI YANG MENGINGKARI……..

DULADI…DULADI…… APAKAH ANDA MASIH AKAN BERDALIH BAHWA KONTEKSNYA BUKAN MASALAH USANG DAN TIDAK USANG????

= ini menunjukkan apa??? boro-boro mau memperhatikan penjelasan orang lain,tulisan sendiri yang sudah salah dan diaku mengetes saja masih diposting ulang kembali= tidak memperhatikan tulisan sendiri!

jadi saran anda agar saya memperhatikan tulisan anda itu adalah saran yang lebih cocok kepada anda sendiri = kalau saya tidak memperhatikan tulisan anda bagaimana saya bisa tahu kerancuan argumentasi anda!!

Jawab:

Dik, perhatikanlah baik-baik teksnya.

Matius 15:4-6 BUKAN membicarakan HUKUM USANG & TIDAK USANG. Tetapi membahas mana HUKUM TAURAT MURNI & MANA TRADISI AGAMA.

Masih belum jelas?

Kalau kita berbicara tentang Usang dan Tidak Usang, kita bisa melihat apa saja yang diajarkan Yesus semasa Ia berda’wah. Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk melakukan ritual-ritual Yahudi, Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk memerangi orang kafir, Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk bersikap sok suci dengan berpantang makan daging haram atau tidak haram; tetapi yang Yesus ajarkan adalah 10 Perintah Allah dan penjarabannya (yaitu yg menyangkut ajaran moralitas, bukan tata cara agama/Tradisi Yahudi).

Justru dalil ini yang menguatkan pandangan umat Kristen tentang perbedaan HUKUM ALLAH & TRADISI YAHUDI. Di ayat 15:4-6 dikisahkan Yesus membedakan “Perintah Allah” dengan “Adat Istiadat Nenek Moyang”.

Matius 15:4 => Hormatilah ayah dan ibu sebagai PERINTAH ALLAH.
Matius 15:5-6 => Mempersembahkan korban sebagai TRADISI/ADAT ISTIADAT.

Kita semua tahu, bahwa mempersembahkan korban untuk Allah/Bait Allah adalah ketentuan yang diberikan Tuhan kepada Musa (Keluaran 15:1-30; Keluaran 30:11-16; dll

Jadi, Matius 15:4-6 di atas bukan membicarakan USANG atau TIDAK USANG, tapi mengenai mana HUKUM UTAMA & MANA TRADISI.

Sedangkan untuk mengerti mana hukum usang dan yang tidak, kita bisa membaca setidaknya dari Matius 12, Markus 2:23, Lukas 6.

YESUS secara tidak langsung telah membatalkan UPACARA-UPACARA AGAMA YAHUDI yang tidak berguna untuk keselamatan itu.

Salah satu contoh kasus, adalah tata cara menghormati hari Sabat. Yesus dengan tegas mencontohkan bahwa Dia dan murid-muridNya tidak perlu lagi mengikuti aturan-aturan itu (Matius 12; Markus 2:23; Lukas 6, dll)

Dan soal makanan haram dan tidak haram (ini sebagai tradisi agama Yahudi), juga dengan tegas YESUS BATALKAN demi cara hidup yg lebih cerdas, bijaksana dan bermanfaat (Markus 7).

Inti pesan yang hendak disampaikan Yesus adalah bahwa TRADISI KEAGAMAAN YAHUDI sudah tidak layak lagi dijadikan acuan bagi selamat atau tidak selamatnya seseorang, sebab bukan itu yg Tuhan lihat, tetapi segenap hati dan perbuatan kitalah yg Tuhan perhatikan.

Kami Umat Kristen dapat dengan baik menangkap pesan-pesan Yesus ini.

Sebaliknya umat kafir Muslim sulit untuk mengerti pesan-pesan Injil, sebab hati mereka telah dibutakan oleh virus rabiesnya Muhammad.

Orang-orang bodoh dari dunia ini memang senang dengan segala tata cara peribadatan atau upacara-upacara keagamaan sebagaimana yg kerap dilakukan oleh suku-suku pedalaman. Ritual-ritual yg mereka lakukan dianggap setidaknya dapat menentramkan jiwa mereka. Mereka tak mengenal Tuhan, sehingga mereka berbuat itu untuk mencari ketentraman batin dengan cara-caranya sendiri.

Tuhan akan memberikan ketentraman batin bagi siapa yg hidupnya benar, bukan karena melakukan ritual-ritual bodoh itu. Secara manusiawi, kita katakan bahwa semua tata cara peribadatan itu adalah usang dan munafik.

Siapakah di antara kamu yang tidak merasa SUCI setelah melakukan ritual-ritual bodoh itu?

Ajaran Yesus adalah ajaran yg mencerdaskan pikiran kita, supaya kita mengerti bagaimana diri kita di mata Tuhan, bukan melandaskan segala sesuatu berdasarkan apa yang dilihat oleh manusia.

Tuhan melihat perilaku dan isi hati kita, bukan melihat apa-apa yang baru saja kita lakukan dalam rangka memenuhi aturan-aturan tata cara keagamaan yang bodoh. Manusia melihat kesucian itu sebagai sesuatu yang nampak, tetapi Tuhan melihat kesucian itu dari batin kita yang terdalam.

Adik menulis:

apa dasarnya kalau yang jaman yang dijanjikan Syurga maka tak perlu lagi hukum Musa yang membahas soal keduniaan??? = adakah pesan yesus yang seperti itu?

Jawab:

Cukup banyak.

Seperti ayat-ayat yang sudah saya tunjukkan sebelumnya, Matius 12, Markus 2:23, Lukas 6, Matius 6, Matius 13:36, Matius 13:36, Matius 13:44, Matius 16:24, Matius 20:20, dll.

Ayat-ayat yang saya tunjukkan di atas hanya ayat-ayat awalnya saja, Adik juga harus baca ayat-ayat sesudahnya.

Saya akan kutipkan di sini pesan-pesan Yesus yg paling utama:

Matius 6:19-21
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Sedangkan pada zaman Perjanjian Lama, nabi Musa berkata:

Keluaran 13:5
“Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Hewi dan orang Yebus, negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga.”

Ulangan 6:3
“Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.”

Ulangan 20:14
“Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan.”

Dengan perkataan sarkasme, kalau zaman Perjanjian Lama umatNya boleh memiliki sifat “kedunyan” tetapi kini Yesus malah memerintahkan kita agar hati kita senantiasa berkiblat kepada harta surgawi.

Sungguh tidak bijaksana, bila di zaman ketika Tuhan menjanjikan Surga, manusia masih melakukan hal-hal yg bersifat duniawi. Itulah sebabnya Yesus berpesan:

Lukas 16:13
“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

[Mamon = hal-hal yg bersifat kebendaan, atau DUNIA]

Tentang kekerasan kepada sesama, Yesus berpesan:

Matius 5:38-39
“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

Dahulu di zaman Perjanjian Lama, nabi Musa mengajarkan:

Imamat 24:19-20
“Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya: patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.”

Ulangan 19:21
“Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.”

Dengan demikian kita bisa simpulkan, bahwa YESUS telah mengubah AJARAN YG PENEKANANNYA PADA DUNIAWI kepada AJARAN YG PENEKANANNYA PADA KESUCIAN SURGAWI.

Tentang mengapa kita perlu melakukan KASIH kepada sesama walaupun ia telah menyakiti kita, penjelasan rincinya bacalah HUKUM KARMA di Halaman Dalam situs ini.

Adik menulis:

perhatikan baik-baik Matius 5:18
18. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum langit dan bumi lenyap, satu titik atau satu huruf terkecil pun dari Kitab Suci Taurat tidak akan ditiadakan sampai semuanya digenapi.
apakah jaman sekarang sudah melewati jaman langit dan bumi lenyap??

Jawab:

HAI ANAK SETAN! WAHAI ANAKKU ROMADI YG GOBLOK!
Kalau dalam debat-debat sebelumnya Anda dengan Sdr Robert sering mengungkit-ungkit masalah PEMALSUAN AYAT, maka kini KAMULAH ORANGNYA!

Hai BUDAK MUHAMMAD! Betapa kotor hatimu, dan tidak ada keinginan sedikit pun dari dirimu untuk mengerti kebenaran.

KELICIKANMU sama seperti Wahidin di Al-Islah.

Saya bisa menyimpulkan bahwa MEMANG SUDAH BEGITULAH WATAK PARA PENGIKUT ONTA ARAB! Penuh Kelicikan!

Tahukah kamu, Nak, di mana letak kesalahanmu?

Justru yang sedang kita perbincangkan di sini adalah permasalahan HUKUM TAURAT itu secara hakikat apa dan bagaimana.

Dan Adik Romadi malah berusaha membuat ayat palsu seolah Yesus berkata kalau satu titik pun dari “KITAB SUCI TAURAT” tidak akan ditiadakan!!!!!!!!!!

HAI ANAK IBLIS! Maukah kamu insyaf dan mengakui kesalahanmu?

Mengapa kamu menghakimi sobatku Robert, tapi kini kamu sendiri malah melakukannya?

Hai TIKUS TAK BERGUNA? Betapa pengecutnya dirimu dan betapa memalukannya dirimu!

Sudah berkali-kali saya jelaskan, bahwa KITAB TAURAT tidak sama dengan HUKUM TAURAT. Bagaimana dengan licik Anda malah mengarang ayat yang menuliskan “KITAB TAURAT”?

Siapa bilang Yesus mengatakan KITAB TAURAT tidak akan ditiadakan?

Kepada para pembaca, inilah ayat yang benar:

Matius 5:17-18
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan:
a) hukum Taurat
b) atau kitab para nabi.
Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

Hukum Taurat merupakan bagian dari KITAB MUSA (KITAB TAURAT). Tidak seluruh isi KITAB TAURAT merupakan HUKUM TAURAT. Akan berbeda maknanya kalau kita mengganti kata-kata Yesus yg semula HUKUM TAURAT dengan KITAB TAURAT.

Dan melalui penelaahan yang jujur, kita tahu mana HUKUM TAURAT dan mana TRADISI KEAGAMAAN. Kita bisa mengetahui ini dari mempelajari MATIUS 15:4-6. Yesus dengan sangat tegas membedakan MANA PERINTAH TUHAN dan MANA ADAT-ISTIADAT YAHUDI.

Kemudian, KITAB PARA NABI yang dimaksud Yesus di sini adalah KITAB-KITAB NABI seperti Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Yunus, Amos, Hagai sampai Maleakhi.

Kitab para nabi itu tidak sama dengan KITAB TAURAT. KITAB TAURAT adalah 5 Kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan).

Para Rasul dengan cukup jelas membedakan KITAB TAURAT dengan KITAB PARA NABI.

Kisah 28:23
“Lalu mereka menentukan suatu hari untuk Paulus. Pada hari yang ditentukan itu datanglah mereka dalam jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan dan memberi kesaksian kepada mereka tentang Kerajaan Allah; dan berdasarkan HUKUM MUSA dan KITAB PARA NABI ia berusaha meyakinkan mereka tentang Yesus. Hal itu berlangsung dari pagi sampai sore.

Roma 3:21
Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam KITAB TAURAT dan KITAB-KITAB PARA NABI,

Dengan demikian, jelas bahwa KITAB TAURAT dibedakan dari KITAB PARA NABI.

Hai, Ular, maukah kamu menginsyafinya untuk tidak mengulangi kembali kelicikan hatimu ini?

Dik, saya sebenarnya tidak mau bersikap keras kepadamu, mengingat usiamu yang masih dalam taraf belajar. Tapi kadang saya perlu bersikap keras agar kamu mau merubah tabiat-tabiat buruk ajaran nabimu. Kelicikan dan dusta adalah akar dari dosa.

Dik Romadi, zaman sudah berubah. Kalau orang masih memaksakan diri untuk kembali ke zaman Musa, berarti ia itu orang bodoh. Sebab sudah jelas-jelas kalau ini bukan lagi zaman Perjanjian Lama, tapi zaman Perjanjian Baru. Ketika itu Tuhan menjanjikan Negeri Duniawi kepada Abraham hingga kepada Yosua. Dan apa yang Tuhan janjikan itu sudah terwujud.

Sejak umatNya membangkang, kemudian dihukum dengan Pembuangan ke Babel, Tuhan memberikan janji lain kepada kita, yaitu janji Negeri Surgawi yang Kekal dan Abadi. Nah, kalau Dik Romadi ingin balik lagi ke masa Kerajaan Dunia, ini salah besar. Ini berarti, Dik Romadi sedang mengamalkan ajaran nabi Arab yg sesat.

Sdr Duladi :: tanggal 05 Juni 2007 11:02:58

Tentang Ayat Makiyah dan Ayat Madaniyah
———————————————-

Kita tahu bahwa Ayat-ayat Makiyah adalah ayat-ayat yang disampaikan Muhammad di kota Mekkah. Ketika itu pengikutnya tidak lebih dari 80 orang saja. Orang-orang Quraish tidak mempercayainya, dan bahkan kemudian mengusir Muhammad dari Mekkah. (Ketika Muhammad keluar dari Mekkah itu ia meninggalkan semua harta bendanya, sebagai gelandangan ia tiba di Madinah – 622M).

Di Madinah, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia merampoki dusun-dusun, membunuh para prianya dan menjadikan anak-anak dan wanitanya sebagai budak. Muhammad dapat tetap survive di Madinah dengan jalan demikian, dan para pengikutnya yang sebagian besar adalah para pemuda pengangguran makin lama bertambah banyak jumlahnya. Mereka inilah yang kelak dikenal sebagai tentara Ansor asal Madinah. Di kala Muhammad sudah cukup kuat dan memiliki kekayaan hasil dari merampok dan qaswa di perbatasan, ia mendirikan sebuah masjid di Madinah sebagai tempat tinggalnya dan sekaligus sebagai SARANG PENYAMUN bagi gerombolannya. Ia bahkan mengikrarkan dirinya sebagai RAJA KECIL di Madinah itu. Dengan demikian, masjid yang ia dirikan itu juga berfungsi seperti ISTANA RAJA. Muhammad melatih barisan tentaranya juga di tempat itu, ia bangun mess-mess untuk para pengikutnya yang setia, dan membuat ruang khusus untuk ruang pertemuan dan pengadilan.

Ayat-ayat Alquran yang Muhammad sampaikan di Madinah disebut ayat Madaniyah.

Kesimpulan: Ayat Makiyah disampaikan ketika Muhammad dalam keadaan lemah, dan ayat Madaniyah disampaikan di kala Muhammad mulai mapan dan berkuasa.

Romadi menjelaskan QS 3:20 (Surat Madaniyah):

 Qs Ali Imran (3) :20 termasuk ayat Madaniah = yang turun pada periode Madinah

3:20] Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Bila kita baca ayat di atas, sekilas tampaknya Muhammad seorang yang toleran dan baik hati. Ia tidak memaksakan kehendaknya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani (yg dalam ayat itu disebut sebagai “orang yang diberi ALKITAB”.

Sekarang, waktunya Romadi untuk memberi penjelasan untuk ayat berikut:

QS Ali Imran (3):28

3:28] Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Di ayat berikutnya, yaitu di ayat 28 seperti yang saya kutip di atas, Muhammad malah menunjukkan sikap yang berlawanan dari sikap sebelumnya. Dia mengajarkan umatnya agar tidak mengambil orang kafir menjadi teman atau menjadi penolong bagi orang kafir. Orang mukmin diperkenankan berteman hanya untuk siasat saja, untuk melindungi keselamatan diri mereka terhadap ancaman kafir. Luar biasa. Tahukah Anda apa maksudnya? Orang Muslim di kala mereka lemah, mereka diperbolehkan bersikap baik dan bersahabat dengan orang kafir. Tetapi bila mereka telah kuat, dan peperangan telah dikobarkan untuk memerangi/membunuhi para kafir, orang Muslim tidak boleh membantu atau menjadi penolong bagi orang kafir itu atau mereka diancam akan disiksa oleh Awloh.

Ayat berikutnya:

 Qs Al maidah 92 = termasuk ayat Madaniyah

5:92] Dan ta’atlah kamu kepada Allah dan ta’atlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Ada lagi, di surat yang sama:

5:2] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

5:3] Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Penjelasan:

Surat Al-Maidah diturunkan di Mekkah (tapi disebut surat Madaniyah karena diturunkan sesudah Muhammad hijrah). Ayat-ayat ini disampaikan Muhammad di kala Muhammad telah berhasil menaklukkan Mekkah. Ketika itu Muhammad telah membuat suatu perjanjian kepada orang Mekkah untuk tidak membinasakan penduduk Mekkah, karena tujuan Muhammad ini hanya untuk beribadah haji. Tetapi sesudah masa ini, Muhammad mengingkari sendiri perjanjiannya dengan orang-orang Mekkah, dan turunlah surat At-Taubah sebagai kelanjutan dari surat Al-Maidah, di mana Muhammad mengumumkan perang terhadap penduduk kafir Mekkah dan memberikan mereka waktu 4 bulan lamanya untuk berpikir: menyerah masuk Islam, atau diperangi! Astaghfirullah al-azim. Sungguh biadab Muhammad!

Kembali ke surat Al-Maidah.

Di awal-awal suratnya dan sebagian ayat lain di bagian akhir surat ini, tampaknya Muhammad menunjukkan sikap alim dan bijaksana terhadap penduduk Mekkah. Ia bahkan mengajarkan para pengikutnya agar tidak menyakiti orang Kristen Mekkah, selama bulan-bulan haji itu, mereka boleh berteman baik dan saling tolong-menolong. Mereka boleh menerima pemberian dari orang Kristen, boleh makan daging hasil buruan mereka, boleh mengawini wanita-wanita Kristen dan diwajibkan membayar mas kawin yang layak, dilarang berzinah, dan dilarang menjadikan mereka sebagai gundik-gundik (sesuai ayat 5).

Di surat Al-Maidah ini Muhammad banyak mengajarkan tentang tata cara Wudhu, Mandi dan Tayamum. Muhammad juga mengajarkan hal-hal yang baik kepada para pengikutnya.

Saya jadi tersenyum, ini adalah gejala dari orang yang sedang terbawa suasana hati. Mungkin Muhammad saking girangnya melihat orang-orang Mekkah menunjukkan sikap penerimaan. Ia berusaha menunjukkan citra baik di hadapan orang-orang Mekkah itu, bahkan banyak pula ia mencatut dari ajaran-ajaran Bibel (sebagai contoh lihat ayat 2-3, 8-11).

Tapi lihat, mulai ayat 12, Muhammad kembali menunjukkan sifat aslinya.

Muhammad melihat sikap dari beberapa orang Kristen dan Yahudi yang tidak simpatik terhadapnya. Muhammad sebelumnya telah berusaha untuk mempengaruhi orang-orang Yahudi dan Kristen Mekkah untuk mau menerima dirinya sebagai nabi secara halus dan baik-baik. Ini bisa kita ketahui dari ayat 9-10 berikut:

5:9] Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

5:10] Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.

Muhammad mulai panas hatinya ketika tahu bahwa meski sudah berusaha dipengaruhi secara halus, orang Yahudi dan Kristen tetap menolak kenabiannya. Ia sudah berusaha mati-matian meyakinkan mereka bahwa dirinya adalah nabi, dengan cara mengingatkan mereka bahwa Muhammad mengakui kitab Taurat dan kitab Injil sebagai kitab-kitab yang lebih dahulu diturunkan Awloh. Tetapi Muhammad tetap saja gagal mempengaruhi mereka untuk mau menjadi pengikutnya.

Sifat buruk Muhammad yang pendendam mulai tampak jelas di ayat 12-50, di mana ia mengundat-undat tentang riwayat bani Israel yang ia kutip dari Kitab Taurat dan mempersalahkan penyembahan umat Kristen terhadap Isa Almasih (walaupun penuh dengan rekayasa dan fitnah). Tidak tanggung-tanggung, Muhammad langsung menyerang 2 umat itu sekaligus (yaitu Yahudi dan Kristen).

Kau tahu gejala apa ini?

Muhammad sedang mencari-cari alasan untuk melegalkan niatnya memaksakan kehendaknya kepada penduduk Mekkah.

Muhammad secara mentalitas, hendak membangkit-bangkitkan sikap antipati terhadap Yahudi dan Kristen, baik itu kepada para pengikutnya maupun untuk dirinya sendiri sebagai pengobar semangat. Penolakan orang Yahudi terhadap dirinya, dipersamakan dengan kedegilan hati orang Yahudi di masa nabi-nabi.

Muhammad adalah makhluk sinting!

Biar para pembaca tidak bingung, saya akan kutipkan beberapa ayat mulai dari ayat 12 hingga ayat 50.

12] Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”.

13] (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

14] Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

15] Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

16] Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

17] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

18] Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

19] Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari`at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: “Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

33] Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

34] kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

35] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

36] Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.

Ayat-ayat berikut menunjukkan Muhammad sakit hati karena dibohongi oleh orang Yahudi dan Kristen:

41] Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

42] Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

44] Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

45] Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

46] Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan `Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

47] Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

49] dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

50] Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?

Nah, sebagai penutup, saya kutipkan ayat pamungkas dari Muhammad si nabi sinting yang sedang marah-marah ini:

51] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Agar tidak terlalu panjang postingan ini, saya tutup sampai sini dulu dan saya menunggu apa pendapat Romadi.

Wassalam.

Sdr Romadi :: tanggal 05 Juni 2007 23:31:15

membaca tanggapan dari Duladi sepertinya pura-pura tidak tahu dengan “subtansi” pertanyaan saya” atau memang “tidak mampu” menangkap pesan yang saya sampaikan sebelumnya?? = perhatikan baik-baik postingan Romadi tanggal 03 Juni 2007 00:57:54

bukankah subtansi postingan saya terakhir adalah menanyakan:

Apakah Duladi sudah menanggapi/memperhatikan argumentasi dari Romadi semua??

tetapi fakta tanggapannya tidak ada sepatah-katapun yang menjawab/menjelaskan soal ini , coba tanya kenapa???

postingan Duladi tanggal 05 Juni 2007 10:55:32

menanggapi sebagian apa yang sudah saya sampaikan dan banyak dari tanggapannya yang menggunakan argumentasi daur ulang= argumentasi yang sudah ditanggapi!

dan dalam penutupnya terkesan seperti tidak ada kelanjutan =
apakah ini mengisyaratkan anda sudah merasa menanggapi/memperhatikan /menjawab argumentasi,pertanyaan dari Romadi??

dan dalam postingan selanjutnya tanggal 05 Juni 2007 11:02:58

sama sekali bukan lanjutan “soal topik sebelumnya” tetapi lebih mengarah kepada tanggapan kepada postingan-postingan Romadi yang menjawab tuduhan-tuduhan dari Duladi sebelumnya!

yang dalam penjelasan Romadi sebelumnya belum selesai,karena harus di tunda sementara waktu karena “Duladi” tidak siap berdiskusi dengan mengutamakan orientasi untuk menjawab/menjelaskan terlebih dahulu, dan ia justru berorientasi untuk membantah postingan-postingan Romadi sebelumnya!

dan dari penjelasan-penjelasan sebelumnya sangat jelas bahwa Duladi ingin “berpindah topik/tema” = sebagaimana yang sudah diisyaratkan sebelumnya yaitu pada postingan Tanggal tanggal 02 Juni 2007 18:08:33

Duladi menulis:

“Bila Anda sudah puas dengan jawaban ini, saya akan teruskan ke pembahasan berikutnya.”

jelas kalau ia ingin membahas tema lain dengan “syarat yang dibuat sendiri” yaitu bahwa saya/Romadi sudah puas baru ketema lain!

tetapi faktanya saya sedang “mempertanyakan apakah Duladi sudah menanggapi semua postingan Romadi” = menunjukan bahwa Romadi belum puas,karena Duladi tidak bisa menjelaskan /menanggapi / membuktikan Bahwa Duladi sudah memberikan argumentasi yang lebih baik = tidak ada satupun argumentasi Romadi yang “sengaja dilompati”

jadi dalam hal ini tidak ada alasan untuk berganti kepembahasan soal lain terlebih dahulu!

tetapi selagi menunggu tanggapan berikutnya alangkah baiknya saya menanggapi salah satu “postingan Duladi” yang benar-benar baru yang akan saya tanggapi.

dan yang akan saya pilih adalah :SOAL TUDUHAN MEMBUAT AYAT PALSU KEPADA ROMADI.
*****

Romadi menulis

perhatikan baik-baik Matius 5:18
18. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum langit dan bumi lenyap, satu titik atau satu huruf terkecil pun dari Kitab Suci Taurat tidak akan ditiadakan sampai semuanya digenapi.
apakah jaman sekarang sudah melewati jaman langit dan bumi lenyap??

Jawab:

HAI ANAK SETAN! WAHAI ANAKKU ROMADI YG GOBLOK!
Kalau dalam debat-debat sebelumnya Anda dengan Sdr Robert sering mengungkit-ungkit masalah PEMALSUAN AYAT, maka kini KAMULAH ORANGNYA!

Hai BUDAK MUHAMMAD! Betapa kotor hatimu, dan tidak ada keinginan sedikit pun dari dirimu untuk mengerti kebenaran.

KELICIKANMU sama seperti Wahidin di Al-Islah.

Saya bisa menyimpulkan bahwa MEMANG SUDAH BEGITULAH WATAK PARA PENGIKUT ONTA ARAB! Penuh Kelicikan!

Tahukah kamu, Nak, di mana letak kesalahanmu?

Justru yang sedang kita perbincangkan di sini adalah permasalahan HUKUM TAURAT itu secara hakikat apa dan bagaimana.

Dan Adik Romadi malah berusaha membuat ayat palsu seolah Yesus berkata kalau satu titik pun dari “KITAB SUCI TAURAT” tidak akan ditiadakan!!!!!!!!!!

HAI ANAK IBLIS! Maukah kamu insyaf dan mengakui kesalahanmu?

Mengapa kamu menghakimi sobatku Robert, tapi kini kamu sendiri malah melakukannya?

Hai TIKUS TAK BERGUNA? Betapa pengecutnya dirimu dan betapa memalukannya dirimu!

Sudah berkali-kali saya jelaskan, bahwa KITAB TAURAT tidak sama dengan HUKUM TAURAT. Bagaimana dengan licik Anda malah mengarang ayat yang menuliskan “KITAB TAURAT”?

Siapa bilang Yesus mengatakan KITAB TAURAT tidak akan ditiadakan?

Kepada para pembaca, inilah ayat yang benar:

Matius 5:17-18
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan:
a) hukum Taurat
b) atau kitab para nabi.
Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

Hukum Taurat merupakan bagian dari KITAB MUSA (KITAB TAURAT). Tidak seluruh isi KITAB TAURAT merupakan HUKUM TAURAT. Akan berbeda maknanya kalau kita mengganti kata-kata Yesus yg semula HUKUM TAURAT dengan KITAB TAURAT.

Dan melalui penelaahan yang jujur, kita tahu mana HUKUM TAURAT dan mana TRADISI KEAGAMAAN. Kita bisa mengetahui ini dari mempelajari MATIUS 15:4-6. Yesus dengan sangat tegas membedakan MANA PERINTAH TUHAN dan MANA ADAT-ISTIADAT YAHUDI.

Kemudian, KITAB PARA NABI yang dimaksud Yesus di sini adalah KITAB-KITAB NABI seperti Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Yunus, Amos, Hagai sampai Maleakhi.

Kitab para nabi itu tidak sama dengan KITAB TAURAT. KITAB TAURAT adalah 5 Kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan).

Para Rasul dengan cukup jelas membedakan KITAB TAURAT dengan KITAB PARA NABI.

********

romadi menjawab

dalam hal ini Duladi menanggapi kutipan ayat yang saya sampaikan soal matius 5:18 penuh sumpah serapah,seakan-akan kutipan ayat tersebut adalah karangan Romadi,benarkah demikian??

sepertinya Duladi kembali sedang “MEMPERMALUKAN DIRI SENDIRI”

sebaiknya anda periksa ayat tersebut dalam “VERSI KITAB SUCI INJIL” atau yang sering disingkat dengan KSI

sama tidak dari apa yang saya sampaikan “huruf perhurufnya”???

adakah huruf-huruf yang sengaja ditambahkan/dirubah oleh Romadi???

dan semua bisa cek di alamat ini :
http://sabdaweb.sabda.org/passages/?o=0&version=ksi&p=matius+5%3A18&d=20&lang=indonesia&theme=clearsky

saya tidak perlu membalas umpatan Duladi,karena sesungguhnya dalam hal ini ia sedang menunjukan/memamerkan jatidirinya ” YANG BERINGAS,BRUTAL,DAN KEKANAK-KANAKAN”

karena tanpa cek n recek ia sudah menuduh yang bukan-bukan kepada Romadi!

kenyataannya ayat yang saya sampaikan ada copy-paste dari www.sabda.org!

apakah Duladi menganggap bahwa www.sabda.org menyampaikan versi terjemahan Injil versi “ANAK SETAN,BUDAK AGAMA DLL”

UMPATAN-UMPATAN YANG SEPERTI ANDA LAKUKAN TERSEBUT MENUNJUKAN ORANG YANG DEKAT KEPADA TUHAN ATAU ORANG YANG BERJIWA IBLIS???

kalau anda coba membanding-bandingkan apa yang dilakukan Robert dengan apa yang saya lakukan jelas sangat berbeda, dalam hal ini saya hanya copy-paste terjemahan alkitab apa adanya = bagaimana bisa dituduh sebagai orang yang memalsukan ayat??

kasus robert membuat ayat palsu sangat jelas karena tidak ada satupun versi terjemahan alkitab yang sama dengan apa yang ia kutip!

maka sampai saat ini = sering saya ungkit-ungkit soal tersebut robert tidak berkutik karena tidak bisa membuktikan bahwa apa yang ia sampaikan tidak karangannya /tidak palsu!

tetapi dalam hal ini begitu saya membaca tanggapan anda saya justru kasihan dengan anda ,karena tuduhan anda tersebut sama saja anda sedang mempermalukan diri sendiri!

KASIHAN DULADI…….. YANG HATINYA TERKUASAI OLEH IBLIS MEMBUAT IA GELAP MATA DALAM MEMBUAT TUDUHAN-TUDUHANNYA…………………..AKHIRNYA JUSTRU MEMPERMALUKAN DIRI SENDIRI

SETUJUKAH ANDA KALAU SAMPAI TAHAP INI ANDA SUDAH KALAH TOTAL?? (saya ingin tahu standar kalah menang,dari orang yang berobsesi soal itu)

Sdr Duladi :: tanggal 16 Juni 2007 15:48:44

Dik Romadi,

Kalau Anda merasa bukan “anak setan”, lalu kenapa memakai KSI?
Apa tujuanmu memakai terjemahan KSI?
Kenapa kamu tidak memakai terjemahan terbaru yang sudah disahkan oleh LAI?

Apa karena di dalam ayat itu ada kata-kata yang menguntungkanmu?

Coba kamu perhatikan, ya.

Dalam bahasa asli tidak tertulis “DARI KITAB SUCI TAURAT”, melainkan hanya tertulis sebagai “DARI HUKUM ITU”. Kata-kata “dari kitab suci Taurat” adalah tambahan dari penerjemah. Bahasa asli (Yunani) = NOMOS (nomou), bahasa Inggris = The Law.

Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain yang ada:

18 (ENDE) Sesungguhnja Aku bersabda kepadamu: Hingga langit dan bumi akan lenjap tak satu jota atau titikpun akan hilang dari taurat sebelum segalanja terlaksana.
18 (BIS) Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!
18 (TL) Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi.
18 (AV) For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled.
18 (BBE) Truly I say to you, Till heaven and earth come to an end, not the smallest letter or part of a letter will in any way be taken from the law, till all things are done.
18 (RSV) For truly, I say to you, till heaven and earth pass away, not an iota, not a dot, will pass from the law until all is accomplished.
18 (IGNT) amhn gar legw umin ewv an parelyh o ouranov kai h gh iwta en h mia keraia ou mh parelyh apo tou nomou ewv an panta genhtai
18 (VULGATE) amen quippe dico vobis donec transeat caelum et terra iota unum aut unus apex non praeteribit a lege donec omnia fiant
18 (WH) amhn gar legw umin ewv an parelyh o ouranov kai h gh iwta en h mia keraia ou mh parelyh apo tou nomou ewv an panta genhtai

Terlepas dari masalah copy paste Anda sahih atau tidak sahih, tapi perlu saya pertanyakan di sini kenapa Anda memakai terjemahan yang aneh dan tidak lumrah seperti yang kita sering memakainya sebagai bahan diskusi? Kenapa kamu pilih KSI?

Bukankah yang sarat dengan nuansa “ingin menang dengan segala cara” adalah dirimu?

Sdr Romadi :: tanggal 16 Juni 2007 21:50:41

duladi menulis

Dik Romadi,

Kalau Anda merasa bukan “anak setan”, lalu kenapa memakai KSI?
Apa tujuanmu memakai terjemahan KSI?
Kenapa kamu tidak memakai terjemahan terbaru yang sudah disahkan oleh LAI?

Apa karena di dalam ayat itu ada kata-kata yang menguntungkanmu?

Coba kamu perhatikan, ya.

Dalam bahasa asli tidak tertulis “DARI KITAB SUCI TAURAT”, melainkan hanya tertulis sebagai “DARI HUKUM ITU”. Kata-kata “dari kitab suci Taurat” adalah tambahan dari penerjemah. Bahasa asli (Yunani) = NOMOS (nomou), bahasa Inggris = The Law.

Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain yang ada:

18 (ENDE) Sesungguhnja Aku bersabda kepadamu: Hingga langit dan bumi akan lenjap tak satu jota atau titikpun akan hilang dari taurat sebelum segalanja terlaksana.
18 (BIS) Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!
18 (TL) Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi.
18 (AV) For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled.
18 (BBE) Truly I say to you, Till heaven and earth come to an end, not the smallest letter or part of a letter will in any way be taken from the law, till all things are done.
18 (RSV) For truly, I say to you, till heaven and earth pass away, not an iota, not a dot, will pass from the law until all is accomplished.
18 (IGNT) amhn gar legw umin ewv an parelyh o ouranov kai h gh iwta en h mia keraia ou mh parelyh apo tou nomou ewv an panta genhtai
18 (VULGATE) amen quippe dico vobis donec transeat caelum et terra iota unum aut unus apex non praeteribit a lege donec omnia fiant
18 (WH) amhn gar legw umin ewv an parelyh o ouranov kai h gh iwta en h mia keraia ou mh parelyh apo tou nomou ewv an panta genhtai

Terlepas dari masalah copy paste Anda sahih atau tidak sahih, tapi perlu saya pertanyakan di sini kenapa Anda memakai terjemahan yang aneh dan tidak lumrah seperti yang kita sering memakainya sebagai bahan diskusi? Kenapa kamu pilih KSI?

Bukankah yang sarat dengan nuansa “ingin menang dengan segala cara” adalah dirimu?

******===*****

romadi menjawab

apakah dengan pertanyaan anda tersebut akhirnya anda mengakui bahwa tuduhan anda sebelumnya adalah tuduhan “orang kalap”??

apa yang salah dengan Versi KSI??

apakah terjemahan versi KSI adalah terjemahan dari “ANAK SYETAN”???

dan situs semacam www.sabda.org memuat terjemahan versi ANAK SYETAN???

kenapa sebelumnya anda tidak cek dahulu apa yang saya sampaikan sebelum anda mengumbar tuduhan(hoby anda) sehingga akhirnya anda mempermalukan diri sendiri = menunjukan betapa minimnya pengetahuan anda tentang “kitab anda sendiri”??

kalau benar bahwa soal penyebutan “KITAB” sebagai tambahan dari penerjemah maka
sekarang anda justru menjelaskan bagaimana “sikap para penerjemah” yang suka menambah-nambah terjemahan sesuai seleranya sendiri???

sekali lagi anda tidak sedang memberla diri tentang “keyakinan anda” tetapi justru semakin jelas membongkar sendiri “kebobrobokan” lingkungan anda!!
yang suka menambah=nambah dan mengurangi isi alkitab???

semakin jauh soal ini dibahas justru anda semakin mempermalukan diri sendiri!!

benarkah Al-kitab versi terjemahan KSI tidak termasuk terjemahan yang dianggap resmi oleh LAI (lembaga alkitab Indonesia)??

sebaiknya anda baca link disini yang menjelaskan tentang terjemahan versi KSI

http://www.sabda.org/sejarah/sejarah/ver_kitab_suci_injil.htm

dan akan saya copy paste bagian yang terpenting soal penjelasan terjemahan KSI

***
Dari: Prakata Kitab Suci Injil

Walaupun Kitab Suci Injil telah diterjemahkan ke dalam ribuan bahasa, naskah aslinya yang tertulis dalam bahasa Yunani tidak pernah berubah. Kitab Suci Injil terjemahan 1912 edisi kedua ini merupakan hasil pembaharuan dari edisi pertamanya, dan telah melewati proses pemeriksaan berulang kali oleh sebuah tim ahli bahasa Yunani dan bahasa Indonesia. Maksudnya ialah supaya setiap kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia tidak melenceng dari arti dan maksud yang terdapat dalam bahasa aslinya. Karena Kitab Suci adalah sempurna dalam bahasa aslinya, teks bahasa Yunani sengaja disertakan dalam Kitab Suci edisi kedua ini, supaya Kitab Injil ini dapat dibaca dan dipelajari pula dalam bahasa aslinya.

[ Team LAI, 2000 ]

Referensi:

Team LAI. 2000. Kitab Suci Injil. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta.
****

apakah penjelasan seperti itu belum cukup bahwa terjemahan versi KSI bukan “terjemahan LIAR”

bagaimana pengetahuan anda soal “intern agama anda” yang begitu minim!
anda lebih mengedepankan “emosional dan beringas” dalam menyikapi sesuatu persoalan!

apakah anda coba-coba membandingkan dengan kata “YUNANI” tersebut anda sedang menunjukan bahwa anda lebih pintar dari “penerjemah versi tersebut”?

sederhana saja apakah anda menguasai betul bahasa Yunani??

sedangkan penerjemah versi KSI tersebut jelas-jelas disebut oleh Team dari LAI adalah orang-orang yang ahli dalam bahasa Yunani!

bagaimana dengan anda???

maka dalam hal ini siapa yang pantas disebut ANAK SYETAN????
bukankah makian anda tersebut sangat cocok sekali buat anda yang lebih mengedepankan hawa nafsu/emosi yang merupakan “ciri-ciri” sebagai ANAK SETAN = pengikut IBLIS/SYETAN??

bagaimana dengan pertanyaan konfirmasi dari saya untuk anda sebelumnya???
kenapa anda tidak menjawab???

justru anda begitu terlihat “PANIK” dengan argumentasi yang sudah saya sampaikan sehingga anda “tak mampu mengontrol diri anda” sehingga bersikap kalap??

lagi-lagi dalam hal ini jelas bahwa ini merupakan bukti “KEKALAHAN ANDA”……

Sdr Romadi :: tanggal 17 Juni 2007 11:40:52

dari tanggapan Duladi lagi-lagi ia tidak mau menjawab pertanyaan dari saya….

apakah Duladi sudah menanggapi / memperhatikan argumentasi Romadi semua??
apakah Duladi setuju kalau sampai tahap ini sebenarnya ia sudah kalah total??(kriteria kalah dan menang)

lagi-lagi ia menjawab/menanggapi dengan tanggapan asal asalan sebagaimana tanggapan yang terakhir ini!

1. sebelumnya saya (ROMADI)menulis

kalau benar bahwa soal penyebutan “KITAB” sebagai tambahan dari penerjemah maka
sekarang anda justru menjelaskan bagaimana “sikap para penerjemah” yang suka menambah-nambah terjemahan sesuai seleranya sendiri???

sekali lagi anda tidak sedang memberla diri tentang “keyakinan anda” tetapi justru semakin jelas membongkar sendiri “kebobrobokan” lingkungan anda!!
yang suka menambah=nambah dan mengurangi isi alkitab???

Jawab:

Ah, itu biasalah…. sama kok dengan lingkungan Anda juga.
Apakah Anda menyangkal kalau para penerjemah kitab Anda tidak suka menambah-nambah sendiri kata-kata mereka? Apakah terjemahan Quran anda tidak ada kata-kata tambahan?

Bahasa asli kadangkala begitu minim kata, sehingga bila diterjemahkan ke dalam bahasa kita sendiri terkesan kurang afdol. Itulah sebabnya para penerjemah bahasa kadang-kadang menambahkan kata-katanya sendiri untuk maksud baik, agar supaya pembaca lebih mudah memahaminya. Tapi, kadangkala tambahan kata-kata itu bisa saja tidak tepat dan malah bisa disalahartikan oleh orang-orang yang tidak mengerti firman, contohnya Anda.
****==***

ROMADI MENJAWAB

ha…ha….ha… jelas sangat berbeda antara penerjemahan Kristen dan Islam!
dalam penerjemahan Al-Qur’an jelas sekali kata-kata seperti apa yang diterjemahkannya bagaimana dengan penerjemahan Al-Kitab?

teks versi yang mana yang diterjemahkan??

dan lebih konyol adalah anda menyimpulkan /menuduh bahasa asli dalam Al-Qur’an minim??

menunjukan betapa “TOLOLNYA” anda dalam hal persoalan bahasa Arab,karena soal perbendaharaan bahasa,bahasa Arab sangat kaya justru bahasa lain tersebutlah yang “minim” sehingga sering menerjemahkan bahasa tersebut perlu sekali dengan penjelasan, dan yang lebih penting karena tak mungkin bahasa satu ditranslite kebahasa lain!

dalam hal ini anda memaksakan diri untuk mengomentari soal terjemahan KSI tetapi kenapa anda tidak menjawab pertanyaan saya,apakah anda ahli dalam bahasa Yunani??

kalau anda tak ahli dalam hal tersebut bukan anda bersikap konyol???

sebelumnya anda “menuduh saya membuat ayat palsu tetapi setelah saya sampaikan secara konkrit bahwa apa yang saya sampaikan adalah ayat-ayat yang tercatat dari terjemahan dari LAI yang terbit paling terbaru!

dan kini anda menuduh penerjemah yang menambah-nambah?? rupanya minimnya pengetahuan anda tersebut anda jadi hoby menuduh ya??

hoby anda tersebut semakin mempermalukan diri sendiri saja!!

dan siapa dalam hal ini yang suka salah memahami teks alkitab??

bukankah anda sendiri yang begitu konyol karena minimnya pengetahuan sehingga menuduh orang lain membuat ayat palsu??

2. duladi menulis

Dan kini, terjemahan terbaru LAI sudah lebih disempurnakan sehingga mendekati makna bahasa aslinya:

Matius 5:18
Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!

Karena bahasa aslinya (Yunani) hanya menyebut kata “nomos (nomou)”, yang artinya “THE LAW” atau “hukum itu”, sama sekali tidak ada penyebutan kata “KITAB”.

Kitab cakupannya lebih luas, sedangkan “hukum” adalah bagian dari isi kitab.

KSI adalah merupakan edisi revisi dari kitab Shellabear yg diterbitkan tahun 1912, dan bisa jadi penerjemahannya disesuaikan dengan pemahaman orang-orang pada waktu itu dan tampaknya kitab ini ditujukan kepada orang-orang non-Kristen. Dengan menonjolkan kata “KITAB”, rupanya ini diadopsi dari ajaran kaum Muhammadisme, dan kepada kaum inilah kitab ini sengaja diterbitkan.

Dan perilaku Anda yang memakai terjemahan di luar kebiasaan adalah sebagai bentuk kelicikan Anda untuk membenarkan diri sendiri.

Saya baru tahu kalau Anda menggunakan KSI setelah Anda mengaku. Padahal selama kita berdiskusi terjemahan yang kita pakai adalah Terjemahan Baru dan BIS.

Saya tidak keberatan Anda pakai terjemahan apapun, tapi yang terpenting kita harus tetap berpegang pada bahasa asli.
****==****

romadi menjawab

ha…ha…ha… anda beralasan yang terbaru???
perhatikan betul keterangan yang sudah saya sampaikan!!
kenapa anda hanya melihat “versi KSI adalah merupakan edisi revisi dari kitab Shellabear yg diterbitkan tahun 1912″

mengapa anda hanya memperhatikan itu saja??

kenapa anda tidak memperhatikan edisi revisi tersebut terbit tahun berapa??

apakah menurut anda terjemahan baru dan versi BIS yang paling baru??

apakah anda “membutakan diri” terhadap penjelasan dari saya (yang saya ambil dari www.sabda.org)

sekali lagi perhatikan keterangan ini!!

1977 – Perjanjian Baru BIS edisi pertama diterbitkan dan diberi judul “Kabar Baik Untuk Masa Kini”.
1978 – Edisi kedua dari Perjanjian Baru BIS atau Kabar Baik Untuk Masa Kini ini dikeluarkan.
1985 – Alkitab Kabar Baik Untuk Masa Kini diterbitkan.
1986 – Kabar Baik Untuk Anak-anak: Perjanjian Baru diterbitkan.
1997 – LAI menerbitkan revisi Perjanjian Baru dari Terjemahan Baru.

terjemahan versi BIS maupun terbit tahun 1977-1997!

sedangkan versi KSI terbit pada tahun 2000

apakah menurut anda tahun 2000 lebih awal dari terbitnya versi terjemahan yang anda inginkan terjemahan baru dan BIS??

sekali lagi anda memamerkan “KETOLOLAN”

soal harus mengacu kepada teks Yunani apakah anda tidak memperhatikan keterangan yang sudah saya sampaikan sebelumnya???

sekali perhatikan keterangan ini!!!
***
Kitab Suci Injil terjemahan 1912 edisi kedua ini merupakan hasil pembaharuan dari edisi pertamanya, dan telah melewati proses pemeriksaan berulang kali oleh sebuah tim ahli bahasa Yunani dan bahasa Indonesia. Maksudnya ialah supaya setiap kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia tidak melenceng dari arti dan maksud yang terdapat dalam bahasa aslinya.
***

apa anda menutup mata keterangan ini?? karena hati anda sudah dikuasai oleh hawa Nafsu(perasaan takut kalah) dan lebih memilih membutakan diri pada keterangan orang lain???

3. duladi menulis

Dan perilaku Anda yang memakai terjemahan di luar kebiasaan adalah sebagai bentuk kelicikan Anda untuk membenarkan diri sendiri.

Saya baru tahu kalau Anda menggunakan KSI setelah Anda mengaku. Padahal selama kita berdiskusi terjemahan yang kita pakai adalah Terjemahan Baru dan BIS.

Saya tidak keberatan Anda pakai terjemahan apapun, tapi yang terpenting kita harus tetap berpegang pada bahasa asli.

Saya tidak keberatan juga untuk minta maaf kepada Anda karena telah menyebut “Anak Setan” (walau memang demikian kenyataannya). Lain waktu, Anda harus dengan jujur menampilkan sumbernya agar para pembaca tahu dari kitab apa Anda mengutip.

Semoga Dik Romadi juga bisa menerima dengan lapang dada, karena adanya kata-kata tambahan dari penerjemah itu bisa jadi karena mereka meniru perilaku para ulama Islam yang menerjemahkan Alquran.

*****==*****

romadi menjawab

ha…ha…ha…. diluar kebiasaan siapa?? bukankah anda selama ini hanya tahu soal versi terjemahan hanya itu saja?? dan beralasan dengan kebiasaan semua orang??

yang akhirnya anda menunjukan ketololan anda karena begitu mudahnya menuduh orang lain membuat ayat palsu?? karena persoalan kebodohan anda yang tidak mengetahui versi terjemahan lain??

soal terjemahan saja anda dua kali anda membuat kebodohan yang nyata!

1 menuduh Romadi membuat ayat palsu
2 menuduh versi KSI bukan terjemahan resmi LAI

kenyataanya semua tuduhan anda tidak sesuai dengan kenyataan!

apakah postingan saya sebelumnya mengexpos betul kata “Kitab” didalam argumentasi yang saya sampaikan??

kenyataanya gara-gara soal tersebut justru anda sendiri yang mengexpose mempermasalahkan soal “Kitab” dalam versi KSI!

jadi… dengan sikap keberatan soal tersebut anda sedang mengakui kalah?

persoalan utama saya ingin tahu apakah anda “bersikap minta maaf akan kesalahan” subtansinya adalah soal tuduhan membuat ayat palsu!!

sedangkan soal tuduhan “ANAK SYETAN” saya tidak terlalu penting karena soal tuduhan tersebut(sudah sering anda lakukan) yang sebenarnya anda sedang “menunjukan jati diri anda” yang seperti tuduhan anda,bahwa anda sendirilah yang “ANAK SETAN/PENGIKUT IBLIS”!!!

dan sekali lagi pembelaan diri anda “soal suka menambah dan mengurangi” meniru ulama Islam adalah tuduhan Konyol!!]

karena dalam terjemahan Al-QUr’an yang beredar dijelaskan tentang siapa-siapa (pribadi-pribadi)penerjemah dan teks bahasa aslinya!

= penerjemah Al-Qur’an siap dikoreksi oleh siapapun ,barangkali ada yang lebih ahli dalam bidang bahasa!

bagaimana dengan versi terjemahan AL-kitab?? apakah ada kejelasan soal tersebut??

jadi tuduhan anda adalah tuduhan orang “KALAP” saja !!

Sdr Duladi :: tanggal 17 Juni 2007 13:03:27

Ya ampun Dik, Anda rupanya sangat terobsesi sekali ingin disebut “PEMENANG” dalam debat ini. Sebenarnya yang kamu tuju itu apa? Mencari kesalahan agama atau mencari kesalahan saya?

Tujuan saya mengadakan debat denganmu ini adalah untuk menunjukkan ketololan agama kamu, bukan orangnya. Tapi motif kamu berbeda, justru yang kamu tuju adalah lawan debat, bukan agamanya.

Ketika saya memakai kata vulgar “Dukun” untuk Bileam, kamu terus mencecar mencari-cari cela untuk menyalahkan saya perihal istilah itu. Nah, apakah kamu pikir kalau Bileam bukan “juru tenung” alias “dukun” berarti Kristen salah? Apa hubungan istilah tersebut dengan kebenaran Kristen? Bukankah tujuan kamu hanya untuk mengulur-ulur waktu dan mencari-cari kesalahan saya secara pribadi bukan agamanya? Pikiran kamu perlu dilatih untuk bisa fokus kepada hal yang lebih penting daripada membahas hal yg kekanak-kanakan.

Kalau tujuan kamu cuma mencari-cari kesalahan lawan debat, sebenarnya sudah lama sekali kamu “KALAH”.

Ingat sewaktu kamu membahas tentang “Yesus menyangkal dituduh anak haram”?
Kamu keliru dalam menafsirkan ayat Yoh 8:41, tapi saya tidak mempermalukanmu sebab tujuan saya bukan itu. Saya memang berniat membuat kamu KALAH dalam debat ini, tapi KALAH dalam arti agamanya yang “salah”. Lawan debat bisa saja karena keterbatasannya melakukan kesalahan, tetapi agama tidak boleh salah. Itulah sebabnya saya tidak memperpanjang persoalan kebodohan kamu di topik tsb. Toh sesudah itu kamu sudah tidak mengungkit-ungkit lagi masalah tsb.

Ketika berdialog dengan Sdr Yusak pun, kamu mengutip (copy-paste) dari orang tanpa mengecek dahulu kebenarannya. Tapi sesudah link Yahudi yg kamu tunjukkan dicek oleh Sdr Yusak, ternyata link tersebut tidak membahas masalah yang kamu tuduhkan. Justru itu malah menunjukkan kebodohan dari si penulis artikel yang kamu kutip, dan kebodohannya itu menular juga padamu yang percaya begitu saja tanpa mengeceknya sendiri. Tapi apakah Sdr Yusak mempermalukan dirimu? Tidak. Sebab tujuan debat ini bukan untuk mencari kesalahan orang per orang, tapi membahas agamanya.

Tentang Terjemahan KSI yg menurut kamu terbaru
————————————————

Anggap saja terjemahan KSI memang terbaru dalam terbitan, tapi itu merupakan edisi revisi dari terjemahan kuno (1912) yang mana kitab tersebut diperuntukkan untuk kaum Anda. Sekalipun itu terbaru, tapi bila terjemahannya tidak sesuai dengan bahasa asli, tentu kita tetap harus merujuk pada terjemahan terbaru lain yang lebih sesuai.

Sekalipun KSI terbaru, tapi itu bukan terjemahan standar yang kami pakai dalam beribadah. KSI diterbitkan untuk kalangan Muslim, itulah sebabnya ditambahkan kata-kata bernuansa Muhammadis, seperti kata “KITAB”. KSI = Kitab Suci Injil. Dalam bahasa aslinya tidak ada kata kitab. Sebenarnya saya tidak setuju dengan cara ini, tapi bisa jadi pihak LAI melakukan itu agar Kristianitas bisa diterima di kalangan Muslim tanpa perasaan alergi. Kitab-kitab lain yang juga diterbitkan untuk kalangan Islam adalah Kitab Zabur (Mazmur Daud). Terlepas dari cara-cara yang dipakai mereka, tetap kita tidak bisa menganggap sahih begitu saja terbitan terbaru bila ternyata isinya tidak sesuai dengan bahasa asli. Di mata saya, terbitan terbaru yang paling pas adalah BIS.

Kalau Anda menghina saya dengan mengatakan “apakah kamu seorang pakar bahasa Yunani?” Pertanyaan saya juga tertuju padamu apakah kamu pakar bahasa Ibrani sehingga bisa menafsirkan kata “almah” dengan “pelacur”? Terjemahan dari mana lagi ini?
Kalau kamu bisanya cuma copy-paste, betapa dungunya pikiranmu karena hanya bisa diperalat oleh antek-antek Arab tanpa melakukan cross-check & penyelidikan sendiri.

Saya memang bukan pakar bahasa asing. Saya merujuk pd software Sabda versi 2.0. Di situ ada tersedia kamus leksikon untuk bahasa Ibrani dan Yunani lengkap dengan penjelasannya. Setiap ayat akan ditampilkan nomor-nomor strong untuk menuju pada keterangan lengkapnya dalam kamus.

Kemudian kamu menulis:
1 menuduh Romadi membuat ayat palsu

Memang benar, kamu secara tidak langsung telah membuat ayat palsu.
Sebab kata-kata “kitab” tidak ada dalam bahasa aslinya.
Dan saya perlu bertanya kepada kamu: “Kenapa kamu pakai terjemahan KSI dan bukan terjemahan yang umum kita pakai di sini?”
Bukankah masalah Hukum Taurat dan Kitab Taurat sudah kita perbincangkan di sini, bahwa kedua hal itu tidak bisa dianggap sama, tetapi Anda malah dengan sengaja mengambil bahan-bahan yg dirasa menguntungkan Anda untuk menjatuhkan saya.
Apakah hanya karena itu terbitan LAI maka ide-ide kamu otomatis menjadi benar?
Ide-ide kamu adalah ide-ide dangkal yang sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan kebenaran Injil. Kamu masih perlu banyak belajar. Di setiap forum, Anda selalu berlagak seperti seorang PAKAR AGAMA KRISTEN, padahal pengetahuanmu hanya berasal dari copy-paste Saksi Jehova dan kristen-kristen bidah. Itulah sumber-sumbermu, dan itulah kekonyolanmu.

2 menuduh versi KSI bukan terjemahan resmi LAI

Sekalipun KSI secara harfiah terjemahan resmi LAI, tapi di mata saya kitab itu hanya sebagai kamuflase agar bisa diterima pihak Muslim saja. Ada beberapa istilah tambahan yang tidak lazim dalam dunia Kristen, termasuk kata-kata tambahan “KITAB SUCI TAURAT” dalam Matius 5:18 yang kamu idolakan itu.

Kemudian, kamu membela penerjemah Quranmu yang kamu katakan tidak ada kata-kata tambahan. Benarkah? Bahasa aslinya sendiri tidaklah jelas sehingga perlu mendapat kata-kata tambahan dari penerjemah.

Dan lagi, kamu mengatakah bahasa Arab adalah bahasa yang kaya makna. Bukankah ini konyol?

Dengan alasan seperti ini maka apapun bisa menjadi benar karena dibikin benar seolah-olah itu juga terjemahan kata yang kaya makna? Kalau sebuah kata memiliki jutaan makna, maka dipandang dari sudut keilmuan, ini sangat rentan terhadap kesalahan tafsir dan memungkinkan untuk mudah dimanipulasi. Kalau begitu, Bahasa Arab adalah bahasa paling buruk di dunia karena tidak ada kejelasan makna. Bahasa Arab adalah bahasa yang penuh tipu muslihat. Bisa saja kelihatannya A tapi maknanya B. Ini sangat buruk sekali.

Dalam hal science, tak ada seorang pun pakar yang memakai istilah Arabic. Mereka lebih suka menggunakan kata Latin atau Yunani, sebab bila menggunakan bahasa Arab, takutnya bisa bias makna dan di kemudian dapat menimbulkan kerancuan.

Tentang KALAH & MENANG

Topik yang sebenarnya belum kamu bahas, tapi kamu dengan membusungkan dada berkata, “Saya menang, Duladi telah berhasil aku kalahkan!”

Kalah-menang dalam debat ini bukan tentang ‘kesalahan bicara’ lawan debat, tapi bagaimana kita bisa membuktikan ketidakbenaran agama yg kita bahas. Dalam hal ini yang kita bahas adalah ISLAM, bukan Kristen.

Bila yang dijadikan tolok ukur adalah kekeliruan-kekeliruan pribadi, maka sebenarnya kamu sudah lama KALAH dalam setiap diskusi. Dahulu ketika di Al-Islah, kamu menyebut 5 kitab Musa saja keliru, dan kini keliru pula dalam menafsirkan ayat Yoh 8:41. Ketika berdiskusi dengan Sdr Yusak pun kamu dengan sangat memalukan memberikan referensi situs yang justru menyangkal ide-idemu sendiri. Tapi kenapa semua hal itu tidak kami ekspos besar-besaran untuk mempermalukan kamu di forum ini, atau memaksa kamu mengakui bahwa kamu TELAH KALAH karena telah melakukan kesalahan pribadi? Tidak. Karena tujuan kita bukan membahas kesalahan pribadi, tapi membahas ajaran agamanya.

Semoga Dik Romadi lebih dewasa dalam berpikir. Tirulah Sdr Daud Ibrahim dan Sdr Abdann, bagaimana pola dan gaya berpikir mereka.

Syalom.

Sdr Romadi :: tanggal 17 Juni 2007 14:29:19

1. duladi menulis

Ya ampun Dik, Anda rupanya sangat terobsesi sekali ingin disebut “PEMENANG” dalam debat ini. Sebenarnya yang kamu tuju itu apa? Mencari kesalahan agama atau mencari kesalahan saya?

Tujuan saya mengadakan debat denganmu ini adalah untuk menunjukkan ketololan agama kamu, bukan orangnya. Tapi motif kamu berbeda, justru yang kamu tuju adalah lawan debat, bukan agamanya.
*****

romadi menjawab

ha…ha….ha,…. apakah anda lupa dengan tulisan anda sendiri sebelumnya??
sebagai pembuka debat ini?? bahwa tuduhan pertama anda adalah kepada saya,soal kemampuan?? dan saya membalikan tuduhan anda tersebut bahwa sesungguhnya tuduhan tersebut lebih cocok kepada anda sendiri???

kemudian anda membuat ruang khusus ini???

jadi kalau anda terobsesi menunjukkan kesalahan agama saya bukankah itu sama saja anda membuktikan bahwa andalah yang hanya mampu mencari-cari kesalahan agama orang lain tetapi tidak mampu menjelaskan agama sendiri benar???

dan anda berlagak sok tidak menyerang pribadi/lawan debat?? berapa kali saya harus mengingatkan anda bahwa anda melanggar aturan yang anda buat sendiri,yang tidak memperbolehkan menyerang pribadi???

kenapa anda begitu terbongkar ketololan anda anda “ingat aturan”?
dan siapa yang mengawali dengan memaki “pribadi”???

apakah sebelum forum ini “tidak bisa dibuka” saya menyerang pribadi anda??

apakah forum ini dibuka kembali harus ditekan sedemikian dahulu??? = tidak berdasarkan kesadaran sendiri perlunya forum ini?? = mau menutupi malu??

apakah sampai saat ini ada penjelasan di forum ini ,kenapa harus “ditutup sementara”??

apakah penjelasan harus dituntut dahulu baru dijelaskan??

2. Ketika saya memakai kata vulgar “Dukun” untuk Bileam, kamu terus mencecar mencari-cari cela untuk menyalahkan saya perihal istilah itu. Nah, apakah kamu pikir kalau Bileam bukan “juru tenung” alias “dukun” berarti Kristen salah? Apa hubungan istilah tersebut dengan kebenaran Kristen? Bukankah tujuan kamu hanya untuk mengulur-ulur waktu dan mencari-cari kesalahan saya secara pribadi bukan agamanya? Pikiran kamu perlu dilatih untuk bisa fokus kepada hal yang lebih penting daripada membahas hal yg kekanak-kanakan.

Kalau tujuan kamu cuma mencari-cari kesalahan lawan debat, sebenarnya sudah lama sekali kamu “KALAH”.

Ingat sewaktu kamu membahas tentang “Yesus menyangkal dituduh anak haram”?
Kamu keliru dalam menafsirkan ayat Yoh 8:41, tapi saya tidak mempermalukanmu sebab tujuan saya bukan itu. Saya memang berniat membuat kamu KALAH dalam debat ini, tapi KALAH dalam arti agamanya yang “salah”. Lawan debat bisa saja karena keterbatasannya melakukan kesalahan, tetapi agama tidak boleh salah. Itulah sebabnya saya tidak memperpanjang persoalan kebodohan kamu di topik tsb. Toh sesudah itu kamu sudah tidak mengungkit-ungkit lagi masalah tsb.

*****==***

romadi menjawab

persoalan utamanya adalah mengungkap kedangkalan analisa anda saja yang memahami bahwa persoalan jauh dari konteks yang sebenarnya!

jadi dalam memahami yang sederhana saja (kitabnya sendiri) payah pemahamannya bagaimana ia layak menilai “agama orang lain”!

jadi dalam hal ini saya justru menggali lebih jauh setiap tema /persoalan agar jelas!
jadi kalau anda menganggap bahwa kupasan lebih jauh adalah kekanak-kanakan maka sama saja anda memberi bukti bagaimana kemampuan anda yang payah dalam memahami sesuatu!!

dan sepertinya anda tidak menanggapi pertanyaan saya tetapi justru semakin “kalap” hingga harus cari-cari alasan ingin menunjukan anda tidak kalah,sehingga soal anda menyeret-nyeret persoalan lain??

soal Yesus anak Haram siapa yang lari soal diskusi tersebut???

bukankah anda sendiri yang lari karena anda tak mampu melanjutkan maka kemudian sdr Yusak yang melanjutkan??

bagaimana anda bisa menyimpulkan saya keliru?? bukankah yang saya sampaikan adalah artikel dari Sabda.org??

dan dalam hal ini seakan-akan diskusi tersebut antara Romadi dan Duladi,sedangkan kalau kita baca dithread bersangkutan diskusi tersebut,yang membantah soal Yohanes 8:41 adalah sdr Yusak bukan Duladi!

apakah dengan tulisan anda tersebut anda sedang membongkar kedok sendiri bahwa DULADI = YUSAK???

kalau anda merasa punya argumentasi lain kenapa soal tersebut justru anda yang tidak mau melanjutkan???

maka sekali lagi tuduhan anda tersebut membuktikan bahwa anda hoby :MALING TERIAK MALING!

JADI KALAU ANDA MENGANGGAP SUDAH MENGALAHKAN SAYA MUNGKIN DALAM DUNIA MIMPI DAN KHAYALAN ANDA SEDANGKAN DUNIA NYATA SANGAT BERBEDA!

BERAPA TEMA ANDA YANG HARUS LARI DARI DEBAT SAMA SAYA??(sehinggap soal melanjutkan diskusi ini saja harus dipaksa untuk mengaktifkan forum kembali)

bersambung

Sdr Duladi :: tanggal 17 Juni 2007 14:40:19

Kamu menulis:

apakah sebelum forum ini “tidak bisa dibuka” saya menyerang pribadi anda??

apakah forum ini dibuka kembali harus ditekan sedemikian dahulu??? = tidak berdasarkan kesadaran sendiri perlunya forum ini?? = mau menutupi malu??

apakah sampai saat ini ada penjelasan di forum ini ,kenapa harus “ditutup sementara”??

apakah penjelasan harus dituntut dahulu baru dijelaskan??

Jawab:

Apa kamu sudah buka link yg saya tunjukkan ke kamu lewat email?

Sdr Duladi :: tanggal 17 Juni 2007 14:51:19

Kamu menulis:

soal Yesus anak Haram siapa yang lari soal diskusi tersebut???

Jawab:

Baik. Jawab dulu.
Kamu salah atau benar bila mengatakan dalam Yoh 8:41 Yesus telah menyangkal tuduhan orang Yahudi kepadanya sebagai anak Haram?

Jangan melempar tanggung jawab kepada Sabda.org.
Anda yang mengutip, haruslah Anda yang bertanggung jawab.

Apakah bila kamu diperintah bunuh, setelah kamu membunuh, kamu lepas dari tanggung jawab?

Yang perlu juga saya pertanyakan:
Kenapa kamu gemar copy-paste tanpa mengecek dulu kebenarannya?

Kemudian, apakah karena Sdr Yusak yg menjawab, berarti Anda lepas dari tanggung jawab kekeliruan tuduhan Anda itu?

Bila saya atau Sdr Yusak mengikuti metodemu, kamu sudah kalah!
Tapi lihat, dia sama sekali tidak mengungkit-ungkit hal itu, karena dia tahu, masalah yang dibahas bukan masalah pribadi.

Saya sebenarnya tidak ingin memperpanjang masalah ini, kalau kamu tidak memulainya lebih dulu.

Sdr Romadi :: tanggal 17 Juni 2007 23:10:18

sebenarnya saya ingin melanjutkan postingan saya sebelumnya yang belum selesai tetapi seperti biasa Duladi suka “memotong penjelasan orang lain”

sebelumnya romadi menulis:

apakah sebelum forum ini “tidak bisa dibuka” saya menyerang pribadi anda??

apakah forum ini dibuka kembali harus ditekan sedemikian dahulu??? = tidak berdasarkan kesadaran sendiri perlunya forum ini?? = mau menutupi malu??

apakah sampai saat ini ada penjelasan di forum ini ,kenapa harus “ditutup sementara”??

apakah penjelasan harus dituntut dahulu baru dijelaskan??

Jawab:

Apa kamu sudah buka link yg saya tunjukkan ke kamu lewat email?

*****===****

romadi menjawab

apakah saat anda menunjukan alamat link tersebut,setelah ditekan atau kesadaran sendiri menjelaskan lewat halaman depan situs ini?? = informasi tersebut buat semua pembaca?

atau anda menjawab lewat email setelah ditekan dan dikejar sampai forum lain(einjil) baru menjelaskan???

sudahkah anda menjelaskan persoalannya diforum ini??
apakah saat saya kejar di forum einjil anda menjawab persoalan tidak aktifnya forum ini?
kenapa anda hanya menjawab lewat email? bukankah yang aktif diforum ini bukan saya pribadi saja??

soal pertanyaan anda sudahkah saya membuka link yang anda referensikan? saya sudah membukanya tetapi tak ada penjelasan secara spesifik forum ini “tidak aktif”,

dalam hal ini saja anda kembali “melanggar” apa yang pernah anda katakan sendiri(itu kebiasaan/hoby anda)

apa yang anda langgar dengan pernyataan anda sendiri??

perhatikan tulisan anda sendiri sebelumnya!
***
Ya wis, ya wis. Dik Romadi, maaf deh…. ! Sebenarnya sih dalam berdiskusi tidak boleh tergesa-gesa. Baca dulu sampai tuntas, baru kemudian kita menulis untuk menanggapi komentar lawan diskusi. Kalau tergesa-gesa hasilnya ya seperti ini, menanggapi sepenggal-sepenggal tidak tahu kalau di bagian bawah postingan lawan diskusinya ternyata sudah dibahas.

Karena Anda menganggap saya suka maksa, ya wis…..! Saya akan tunggu komentar-komentar Anda sampai habis, sampai tak ada kata-kata “bersambung” baru saya akan tanggapi.

Mungkin saja dalam 4-5 hari ini saya akan ke luar kota. Nah, ini kan kesempatan yg baik buat Dik Romadi buat mikir dan membaca sampai tuntas. Oke?
*****
apakah dalam hal ini “mata anda” tak mampu membaca postingan saya sebelumnya yang tertulis “BERSAMBUNG” atau anda tahu kalau ada tulisan bersambung tetapi anda lupa dengan apa yang anda tulis sebelumnya??

dan benarkah setelah anda mempostingkan tulisan anda diatas anda “keluar kota” = tidak aktif diforum ini??

dan kenyataannya semua argumentasi anda sebelum postingan tersebut sudah saya tanggapi /perhatikan semua !!

BAGAIMANA DENGAN ANDA?? APAKAH ANDA SUDAH MEMPERHATIKAN/ MENANGGAPI POSTINGAN ROMADI SEMUA??? (kenapa pertanyaan yang sederhana ini anda tidak menjawab)

jadi semakin membuktikan bahwa anda adalah orang yang tidak konsisten dengan pernyataan anda sendiri!

tetapi subtansi utama yang saya sampaikan (yang anda kutip) adalah bahwa andalah yang begitu hoby menyerang pribadi tetapi begitu diserang balik maka kemudian bersikap kalap!
menganggap orang lain menyerang pribadinya bukan pada persoalan!
karena kalau anda orang yang berkosentrasi pada argumentasi maka tidak perlu anda “ngamuk-ngamuk mengumbar tuduhan bahwa ayat yang saya sampaikan palsu” kenyataannya bahwa ayat yang saya sampaikan benar-benar ada/ bukan buatan Romadi,tetapi terbitan LAI!

jadi dalam diskusi saya bisa bersikap “baik” tetapi kenyataanya anda sendirilah yang tidak bisa berdiskusi dengan baik!

maka saya coba kembali bersikap “GALAK” kepada anda,dan seperti biasa setelah saya bersikap galak anda ingat dengan penyakit alergi anda,yaitu tidak mau diserang tentang pribadi anda!

jadi lagi-lagi “coba galak” berhasil membuka bagaimana tidak konsistenan anda!!

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 17 Juni 2007 23:19:38

Romadi menulis

menulis:

soal Yesus anak Haram siapa yang lari soal diskusi tersebut???

Jawab:

Baik. Jawab dulu.
Kamu salah atau benar bila mengatakan dalam Yoh 8:41 Yesus telah menyangkal tuduhan orang Yahudi kepadanya sebagai anak Haram?

Jangan melempar tanggung jawab kepada Sabda.org.
Anda yang mengutip, haruslah Anda yang bertanggung jawab.

Apakah bila kamu diperintah bunuh, setelah kamu membunuh, kamu lepas dari tanggung jawab?

Yang perlu juga saya pertanyakan:
Kenapa kamu gemar copy-paste tanpa mengecek dulu kebenarannya?

Kemudian, apakah karena Sdr Yusak yg menjawab, berarti Anda lepas dari tanggung jawab kekeliruan tuduhan Anda itu?

Bila saya atau Sdr Yusak mengikuti metodemu, kamu sudah kalah!
Tapi lihat, dia sama sekali tidak mengungkit-ungkit hal itu, karena dia tahu, masalah yang dibahas bukan masalah pribadi.

Saya sebenarnya tidak ingin memperpanjang masalah ini, kalau kamu tidak memulainya lebih dulu.

*****==****

romadi menjawab

ha…ha…ha…. bukankah soal Yesus anak Haram ada ruang khusus?
kenapa anda masukan diruang ini?? ingin mengalihkan perhatian karena anda tidak mau menjawab soal APAKAH ANDA SUDAH MENANGGAPI / MEMPERHATIKAN ARGUMENTASI ROMADI???

ATAU ANDA TAKUT KARENA KALAU DIMASUKAN DITHREAD YANG BERSANGKUTAN ANDA KETAHUAN “KEDOKNYA” BAHWA ANDALAH YANG LARI????

YANG SANGAT ANEH ANDA MENGATAKAN BAHWA SAYA YANG MEMULAI DULU (mengungkit-ungkit soal itu)

bagaimana anda bisa mengatakan itu kenyataannya anda sendiri yang mengungkit-ungkit soal tersebut ketika di tanyakan apakah duladi setuju kalau ia kalah??

dan anda mengungkit-ungkit persoalan lama(yang niatnya ingin mempermalukan/menyerang pribadi romadi tetapi kenyataanya anda mempermalukan diri sendiri)

sekali lagi kalau anda mau mendiskusikan soal tersebut dithread yang bersangkutan!

dithread ini kewajiban anda adalah menjelaskan/menjawab terlebih dahulu apakah anda sudah menanggapi / memperhatikan semua argumentasi romadi atau belum!

bersambung

Sdr Romadi :: tanggal 18 Juni 2007 00:36:52

DULADI MENULIS

Tentang Terjemahan KSI yg menurut kamu terbaru
————————————————

Anggap saja terjemahan KSI memang terbaru dalam terbitan, tapi itu merupakan edisi revisi dari terjemahan kuno (1912) yang mana kitab tersebut diperuntukkan untuk kaum Anda. Sekalipun itu terbaru, tapi bila terjemahannya tidak sesuai dengan bahasa asli, tentu kita tetap harus merujuk pada terjemahan terbaru lain yang lebih sesuai.

Sekalipun KSI terbaru, tapi itu bukan terjemahan standar yang kami pakai dalam beribadah. KSI diterbitkan untuk kalangan Muslim, itulah sebabnya ditambahkan kata-kata bernuansa Muhammadis, seperti kata “KITAB”. KSI = Kitab Suci Injil. Dalam bahasa aslinya tidak ada kata kitab. Sebenarnya saya tidak setuju dengan cara ini, tapi bisa jadi pihak LAI melakukan itu agar Kristianitas bisa diterima di kalangan Muslim tanpa perasaan alergi. Kitab-kitab lain yang juga diterbitkan untuk kalangan Islam adalah Kitab Zabur (Mazmur Daud). Terlepas dari cara-cara yang dipakai mereka, tetap kita tidak bisa menganggap sahih begitu saja terbitan terbaru bila ternyata isinya tidak sesuai dengan bahasa asli. Di mata saya, terbitan terbaru yang paling pas adalah BIS.
*****==****

ROMADI MENJAWAB

apakah karena persoalan ada kata Kitab anda tidak mau terima terjemahan versi KSI?

dan anda menganggap bahwa versi KSI ditujukan untuk kalangan Muslim.

apakah kesimpulan anda tersebut berdasarkan ada penjelasan seperti itu dari LAI(sebagai penerbit) atau hanya asumsi pribadi anda saja??

anda menganggap bahwa terbitan yang terbaru adalah BIS? benarkah?

bagaimana soal 2 tawarikh 34:14 (yang sebelumnya anda jadikan argumentasi dithread lain)

versi terjemahan BIS

Pada waktu uang sumbangan itu dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, Hilkia menemukan buku Hukum TUHAN, yaitu hukum-hukum yang diberikan Allah kepada Musa.

dalam versi BIS sangat jelas bahwa buku/kitab Tuhan = HUKUM-HUKUM yang diberikan kepada Musa!

apakah anda akan menyangkal ayat ini???

soal tuduhan romadi membuat ayat palsu, anda beralasan

duladi menulis

Memang benar, kamu secara tidak langsung telah membuat ayat palsu.
Sebab kata-kata “kitab” tidak ada dalam bahasa aslinya.
Dan saya perlu bertanya kepada kamu: “Kenapa kamu pakai terjemahan KSI dan bukan terjemahan yang umum kita pakai di sini?”
*****==****

apakah yang menyertakan versi terjemahan lain sama saja dengan membuat ayat palsu??

bagaimana postingan anda sebelumnya?

Sdr Duladi :: tanggal 16 Juni 2007 15:48:44

Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain yang ada:

18 (ENDE) Sesungguhnja Aku bersabda kepadamu: Hingga langit dan bumi akan lenjap tak satu jota atau titikpun akan hilang dari taurat sebelum segalanja terlaksana.
18 (BIS) Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!
18 (TL) Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi.
****

apakah anda dalam hal ini hanya menyampaikan terjemaham versi terjemahan baru dan BIS saja???

kenyataannya anda mempostingkan versi lain juga !

apakah anda juga secara tidak langsung membuat ayat palsu??

bersambung

Sdr Duladi :: tanggal 18 Juni 2007 13:23:45

Kamu menulis:

apakah saat anda menunjukan alamat link tersebut,setelah ditekan atau kesadaran sendiri menjelaskan lewat halaman depan situs ini?? = informasi tersebut buat semua pembaca?
atau anda menjawab lewat email setelah ditekan dan dikejar sampai forum lain(einjil) baru menjelaskan???

Jawab:

Kamu tidak usah sok menggurui saya. Tak usahlah kamu mendikte saya.
Toh masalah down-nya server sudah kerap terjadi.

Saya sudah kasih link ke forum server tapi tampaknya kamu nggak ngerti bahasa Inggris. Itu urusan kamu, tapi jangan mengumbar fitnah ke mana-mana.

Sekali lagi kamu coba-coba membuat kata-kata yang berlagak mendikte saya akan minta Admin menghapus tulisan kamu.

Kamu menulis:

ha…ha…ha…. bukankah soal Yesus anak Haram ada ruang khusus?
kenapa anda masukan diruang ini?? ingin mengalihkan perhatian karena anda tidak mau menjawab soal APAKAH ANDA SUDAH MENANGGAPI / MEMPERHATIKAN ARGUMENTASI ROMADI???

JAWAB:

Jangan kayak anak kecil!
Apakah menjawab pertanyaanmu itu lebih penting daripada urusan agama yang kita bahas?

Ini bukan tentang membahas siapa yang lari atau siapa yang menjawab.
Tapi jawab dulu:
Kamu salah atau benar bila mengatakan dalam Yoh 8:41 Yesus telah menyangkal tuduhan orang Yahudi kepadanya sebagai anak Haram?

Jangan mengelak!!!

Kalau bicaramu masih plintat-plintut diskusi akan saya akhiri saja. Sebab tampaknya diskusi dengan kamu sangat sia-sia dan buang-buang waktu saja.

Saya keliru telah memilih kamu, karena saya sedang berdiskusi dengan ANAK KECIL.

Kamu menulis:

versi terjemahan BIS
2 tawarikh 34:14
Pada waktu uang sumbangan itu dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, Hilkia menemukan buku Hukum TUHAN, yaitu hukum-hukum yang diberikan Allah kepada Musa.
dalam versi BIS sangat jelas bahwa buku/kitab Tuhan = HUKUM-HUKUM yang diberikan kepada Musa!

JAWAB:

Jangan mengalihkan perhatian kepada kitab Perjanjian Lama. Yang kamu bahas adalah Matius 5:18. Zaman sudah berubah!

Kamu menulis:

apakah anda dalam hal ini hanya menyampaikan terjemaham versi terjemahan baru dan BIS saja???
kenyataannya anda mempostingkan versi lain juga !
apakah anda juga secara tidak langsung membuat ayat palsu??

JAWAB:

Kamu tidak mengerti juga, Nak!
Masalah pokok bukan pada pemakaian terjemahan lain!
Tapi kelicikanmu yang memakai terjemahan tak lazim itu tanpa menyertakan sumbernya.
Dan yg lebih penting lagi, kita harus berpegang pada bahasa aslinya.
KSI & Kitab Zabur memang diperuntukkan untuk kalangan Muslim. Jadi wajar-wajar saja bila dalam terjemahannya ada tambahan kata-kata yang sebenarnya tak ada dalam bahasa aslinya, yang apabila dimaknai lebih mendalam hal itu malah menimbulkan salah pengertian. Sikap kamu yang seperti tikus korap yang tidak berani memakai terjemahan yang umum tapi malah menggunakan terjemahan itu yang perlu dipertanyakan!

Jangan karena itu terbitan LAI terus kamu sangka kamu menjadi benar.
Yang kita pegang adalah bahasa aslinya, bukan terjemahannya, apalagi bila terjemahan itu memang diperuntukkan untuk manusia-manusia berotak dangkal sekelas Muslim, perlu dicermati lebih mendalam.

Sdr Admin :: tanggal 18 Juni 2007 13:33:09

Kepada kedua netter: Romadi dan Duladi,

Diskusi ROMADI vs DULADI kami hentikan karena tampaknya sudah mulai melenceng dari harapan semula.

DULADI penuh emosi, sementara lawan debatnya tampaknya masih anak-anak.

Karena diskusi ini tidak sehat, diskusi kami tutup.

Semua postingan yang masuk ke ruang ini akan dihapus tanpa melalui Tong Sampah.

Demikian pemberitahuan dari Admin.

Sdr Romadi :: tanggal 18 Juni 2007 21:04:27

admin /Duladi menulis

(1) “DULADI penuh emosi, sementara lawan debatnya tampaknya masih anak-anak.”

*)Ini menunjukkan Admin mulai menghina pribadi netter. Sangat bertolak belakang dengan anjuran agar jangan menghina/menyerang pribadi netter.

(2) “Karena diskusi ini tidak sehat, diskusi kami tutup.”

sdr Daud Ibrahim menanggapi

*)Tunjukkan tulisan yang tidak sehat itu? Ataukah ini langkah Admin untuk menolong Duladi yang mulai kesulitan dalam memberikan jawaban? Seharusnya Admin memberikan WARNING kepada kedua netter jika melenceng dari arah diskusi yang benar. Bukan malah mau menutup seluruh postingan dalam topik tersebut.

Saran: Perdebatan Romadi Versus Duladi perlu dilanjutkan. namun jika perdebatan sebelumnya memang dianggap sudah tidak sesuai harapan, perlu dibikin topik baru yang saya harapkan bisa lebih terarah.

Salam
***+++***
romadi komentar

buat admin … kenapa anda menghentikan ruang tersebut dengan alasan yang dicari-cari?

kalau anda sejak awal menjadi wasit,kenapa sejak awal sering saya sampaikan bahwa Duladi/ anda sendiri sering melanggar aturan yang dibuat??

dan sama sekali apa yang saya sampaikan tidak ada tanggapan sama sekali??

yang sebelumnya saya berusaha untuk bersikap “argumentatif”

tetapi setelah forum ini ditutup sementara,dan saya coba-coba kembali “Galak” kenapa anda langsung menutup debat tersebut???

disaat saya ingin tahu jawaban dari Duladi ,apakah ia sudah memperhatikan semua argumentasi dari Romadi kenapa harus ditutup??

semalam saya ingin menyelesaikan postingan saya,tetapi forum ini langsung “tidak bisa aktif “??

dan setelah sekaarang saya lihat aktif ; ada pengumuman bahwa debat tersebut ditutup??

apakah ini sebuat pernyataan menyerah???

pernyataan dari Duladi yang kesekian kalinya!

di forum al-islah duladi mengaku tidak mau lagi debat dengan romadi!
setelah buat situs membuat undangan / tantangan debat secara fair (katanya) yang akan di sebarkan di 4 forum yang berbeda (kalau romadi tidak mau melayani/masuk di forum ini)

tetapi kenapa saat ditanggapi tantangannya “hanya dengan waktu 2 hari” duladi mengaku tidak mau debat lagi dengan Romadi!

dan kemudian hanya waktu sekitar satu minggu kemudian, forum ini tidak aktif = semua postingan Romadi selama hampir 1 minggu hilang semua!

dan kemudia forum ini aktif kembali… dan Duladi membuat tantang baru!
debat satu lawan satu!

tetapi hanya sekitar satu bulan lebih sedikit forum ini kembali tidak aktif!

dan harus dikejar ke forum einjil dan ke emailnya untu berani membuka forum kembali tanpa ada postingan yang hilang!

kalau Duladi tidak mau membuka forum kembali maka itu merupakan “pengakuan menyerah”!

setelah dipaksa demikian ,forum ini aktif kembali!

tetapi kenapa saat-saat penting forum ini kemudian ditutup???

dan menuduh Romadi kekanak-kanakan???

dengan alasan apa tuduhan tersebut??

apa karena mempertanyakan soal kalah menang???
bukankah soal kalah menang adalah motivasi Duladi (seperti penjelasan-penjelasan sebelumnya saat menantang debat pakai taruahan)???

dan saya anggap keinginan tersebut adalah keinginan kekanak-kanakan??
kalau saya ingin tahu soal kalah menang sekali lagi saya ingin tahu pendapat dari orang yang terobsesi “kalah menang” dengan bukti-bukti kongkrit perdebatan yang sudah berjalan!
tetapi disaat saya “meminta penjelasan” kenapa ditanggapi dengan ditutup debat tersebut??
siapa yang kekanak-kanakan dan emosional??

apakah ditutupnya forum semalam,disaat saya sedang online bukan sikap kekanak-kanakan dan emosional???

apakah anda akan beralasan bahwa terputusnya dari “pusat”??? bukan dari keinginan pribadi anda untuk menghalang-halangi saya menyelesaikan tanggapan???

apakah dengan kritikan-kritikan seperti ini anda akan kembali menutup forum ini??

dan dalam hal ini siapa sebenarnya yang “PENGECUT”??? sebagaimana anda menuduh romadi sebelumnya ??

sangat benar sekali apa yang disampaikan sdr Daud Ibrahim bahwa ditutupnya debat tersebut untuk menyelamatkan muka sendiri(Duladi) karena kalau dilanjutkan ia benar-benar akan meyaksikan mukanya yang babak belur!!

sikap penyelamatan tersebut apakah sikap gentleman atau PENGECUT????

semua pilihan tersebut terserah anda,apakah anda ingin menjadi orang yang gentleman atau pengecut!!

kalau gentleman buka kembali perdebatan Romadi dan Duladi hingga tuntas!
kalau anda sebelumnya membuat aturan,tegakkanlah aturan yang anda buat terutama untuk diri sendiri dahulu(untuk memberi contoh sebagai orang yang patuh pada aturan yang dibuat sendiri)

sebelumnya saya bisa membuktikan bahwa saya mampu jadi netter yang taat aturan,tetapi setelah tuduhan membuat ayat palsu( sebenarnya saat itu masih bisa menahan diri) tetapi setelah memberi bukti-bukti bahwa saya jauh sekali dari tuduhan tersebut tidak begitu lama forum ini tidak bisa diakses!!

jadi dalam hal ini tak ada alasan yang bisa dibenarkan menutup perdebatan ROMADI VS DULADI, tetapi itu kalau menginginkan forum ini forum yang fair!

forum yang dikelola orang gentleman yang bukan PENGECUT!!!

wassalam

romadi

——————————————————————————–

Tanggal 19 Juni 2007 19:40:58
di topik : Ruang Khusus untuk Saran, Kritik dan Pemberitahuan
Admin menulis

Buat Romadi,

Berdiskusilah secara benar, tidak bertele-tele dan fokuslah pada topik.
Bila Anda tidak bisa mengubah gaya postingan Anda, Anda akan kami cekal.

Semoga saran kami diperhatikan dengan baik.

Salam.

****==****

romadi menjawab

sebaiknya saran anda perlu diperjelas untuk dijadikan aturan baku buat siapapun netter di forum ini!

bagaimana definisi diskusi yang benar?? sehingga akan sangat jelas siapa yang melanggar dan siapa yang tidak melanggar!

dan seperti apa postingan yang bertele-tele?? itu juga harus jelas kriteriannya

bukan hanya saran tersebut untuk saya pribadi yang sebenarnya juga merupakan ekses dari sikap Duladi yang melampaui batas dan anda juga turut andil dalam hal ini,yaitu ketidak tegasan anda dalam menjadi wasit !

perhatikan betul saat sebelum forum ini tidak aktif, siapa sebenarnya yang tidak mampu berdiskusi dengan baik??

jadi alangkah konyolnya kalau Duladi menulis seperti ini!

ini postingan Duladi

Anda salah kalau menyangka saya bertengkar dengan anak ini. Sebenarnya saya hanya mengikuti tabiatnya saja. Anda bisa mengunjungi situs Al-Islah dan melihat bagaimana gaya berdiskusi bocah ini, baik kepada saya maupun terhadap rekan-rekan Kristen lain. Saya bisa memakluminya karena dia berjiwa muda. Tapi akibat dari debat khusus di sini saya tertular oleh jiwa mudanya. Di Al-Islah dia pernah mengatakan kepada kafir harus bersikap “tegas”, nah saya pun kadang perlu bersikap “tegas”. Tegas di sini bukan berarti bertengkar, lho, jangan disalahartikan.
***==****

apakah postingan semacam ini tidak termasuk memangcing pertengkaran??
dan anda biarkan saja??

sedangkan postingan saya semalam langsung anda hapus karena menanggapi postingan-postingan Duladi yang tidak proposional?

apakah dalam hal ini anda memperhatikan saran dari sdr Robert??

jadi kalau anda berharap agar diskusi ini berjalan dengan benar maka dalam hal ini perlu perubahan tidak hanya pada Romadi saja tetapi kepada Wasit dan juga kepada pemain tuan rumah!

apakah saran dan kritikan saya ini akan anda hapus juga??? sebagaimana postingan saya semalam???

maka kalau anda hapus juga anda sudah melanggar sendiri dari apa yang anda sampaikan saat membuka thread ini,yang katanya bebas menyampaikan apapun juga!

——————————————————————————

Tanggal 19 Juni 2007 20:34:29
di topik : Ruang Khusus untuk Saran, Kritik dan Pemberitahuan
- PERINGATAN ADMIN -

Kalau Anda masih tidak bisa mengubah tabiat Anda, Admin tidak segan-segan menghapus semua postingan Anda.

Sdr Daud Ibrahim memberikan saran, dan Admin berhak menentukan kebijakan lebih lanjut.
Dia menghendaki WARNING, dan Admin sudah bersepakat untuk langsung melakukan penghapusan terhadap postingan-postingan tak berguna sebagai WARNING. Ini adalah hak Admin yg tidak bisa diganggu gugat. Bila Anda keberatan, silahkan tinggalkan situs ini.

Harap diperhatikan.

—————————————————————–

buat robert

anda menulis

Saya sebagai pemerhati diskusi Romadi Vs Duladi tampaknya tidak ada masalah yang serius yang akhirnya harus mengakhiri diskusi yang cukup menarik dan bagi saya sebagai sarana pembelajaran dalam mengenal secara mendalam bagaimana menyikapi segala segi ” Keimanan ” baik Islam maupun kristen dari segala aspek yang mereka diskusikan.

Justru diskusi yang mereka telah lakukan berada dalam tingkat ‘Kejenuhan ” yang disebabkan tidak berkembangnya pola diskusi dan seringnya pengulangan akan pertanyaan, pernyataan serta jawaban yang diberikan.

Coba berusahalah untuk fokus dalam satu topik yang sedang dibahas …misalnya tentang bagaimana Alkitab yang dituduh telah banyak di’obok-obok ‘ dalam hal arti dan terjemahannya sehingga Umat islam merasa ragu akan keilahiannya…..!!! atau sebaliknya bagaimana membuktikan Al’quran itu berisi kata-kata yang sama persis seperti yang Muhammad telah berikan pada pengikutnya pertama kali …..!!!! ( Sekedar contoh tentang topik ” Keaslian kitab suci dalam hal terjemahan dan penulisannya ).
Diskusi yang berfokus pada satu tema maka para pemerhati ( Termasuk saya ) akan mudah mempelajari, mengikuti alur pembahasan dan akhirnya menarik kesimpulan dari semua diskusi ini …..tentu bukan untuk ” menang atau Kalah “.

Selamat melanjutkan diskusi yang menarik ini…………..semoga sdr Admin dapat menjadi moderator yang adil dan baik.

Wasalam
Robert

****===***

terima kasih atas kesedian anda yang masih menjadi “pemerhati” perdebatan antara saya dan Duladi!

dan khusus dalam hal ini saya sengat setuju sekali apa yang anda sampaikan, tetapi dalam hal ini saya akan memberi kejelasan tentang “apa yang terjadi”

anda menganggap ada kejenuhan!

sebenarnya setelah berjalan satu bulan, dan ketika ada tuduhan dari salah satu “pemerhati” yaitu sdr Agustinus,bahwa saya melompati argumentasi duladi, maka saya coba menjelaskan kalau sebenarnya apa yang saya sampaikan belum selesai!

dan akhirnya setelah ada waktu yang cukup maka saya selesaikan semua saya memperhatikan argumentasi Duladi semua dan saya tanggapi satu persatu!

menurut anggapan saya sudah semua saya tanggapi tetapi saya perlu konfirmasi kepada Duladi,apakah postingannya sudah saya tanggapi semua…

dan kenyataanya Duladi mengakui bahwa postingannya sudah saya tanggapi semua, maka kemudian saya menanyakan balik apakah Duladi sudah menanggapi postingan/argumentasi Romadi??

kenyataanya bukan konfirmasi dan penjelasan tetapi justru sumpah serapah dan mengangkat persoalan-persoalan lain yang tidak ada hubungannya dengan topik yang dibahas sebelumnya!

dan sumpah serapah tersebut tidak saya tanggapi secara emosional tetapi saya jelaskan ‘salah satu” yang ada hubungannya dengan “topik yang diperdebatkan” bahwa apa yang saya sampaikan benar-benar bukan “ayat buatan” tetapi benar-benar berdasarkan apa yang tercatat didalam alkitab!

tetapi tanggapannya adalah “tidak aktifnya” forum ini lebih dari satu minggu!

dan setelah menunggu beberapa hari tidak ada penjelasan “apa yang terjadi dengan forum ini” dan dengan sangat terpaksa saya “kejar: di forum lain!

dan itupun tidak ada resposn beberapa hari!

setelah menunggu lama…baru ada respon.melalui email..itupun masih tidak mengakui kesalahannya “soal tuduhan yang dilontarkan”

dan setelah forum ini aktif kembali maka “saya coba” untuk membalikkan segala tuduhan dan makian kepadanya (saya ingin tahu responnya kalau makian tersebut diarahkan kepadanya) dan kini semua tahu bagaimana responnya!

soal kalah menang!

saya sangat setuju sekali dengan pendapat anda bahwa diskusi untuk mencari kalah dan menang adalah diskusinya anak kecil!

persoalan tersebut sudah pernah saya sampaikan saat menanggapi keinginan Duladi untuk “taruhan” tetapi kenyataanya ia menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk kalah dan menang!

maka pertanyaan-pertanyaan terakhir tersebut soal setujukah kalau Duladi sudah kalah?

saya ingin tahu orang yang terobsesi kalah dan menang,menjelaskan standar jelas soal ukuran kalah dan menang tentu saja yang sesuai dengan pernyatan-pernyataannya sebelumnya!
= saya juga ingin tahu apakah Duladi akan berani sikap gentleman kalau “ia benar-benar kalah” (berdasarkan ukuran yang ia buat sendiri)

tetapi lagi-lagi pertanyaan ini ditanggapi tidak semestinya,justru ia balik menuduh soal tabiat “kekanak-kanakan”

demikianlah penjelasan dari saya tentang “apa yang saya rasakan” dan penjelasan ini tidak hanya untuk anda saja.tetapi juga pemerhati perdebatan saya dan Duladi!

apakah soal ini saja akan dihapus Admin????

kalau anda akan menghapus…. terserah.. tetapi semua postingan saya sudah saya simpan!

dan akan saya sampaikan ke forum lain kalau “Admin” bertindak semena-mena kepada saya yang sebelumnya di undang datang ke forum ini!!

wassalam
—————————————————————————

PERINGATAN ADMIN -
Kalau Anda masih tidak bisa mengubah tabiat Anda, Admin tidak segan-segan menghapus semua postingan Anda.
Sdr Daud Ibrahim memberikan saran, dan Admin berhak menentukan kebijakan lebih lanjut.
Dia menghendaki WARNING, dan Admin sudah bersepakat untuk langsung melakukan penghapusan terhadap postingan-postingan tak berguna sebagai WARNING. Ini adalah hak Admin yg tidak bisa diganggu gugat. Bila Anda keberatan, silahkan tinggalkan situs ini.
Harap diperhatikan.
********====****
romadi menjawab
Tabiat apa yang harus dirubah??? tabiat mengkritisi dan menegur kesalahan??
apakah menurut anda kritikan “yang mempertanyakan” karena melihat “pencatutan” nama orang lain sebagai pembenar itu salah??
sebaiknya anda renungkan “slogan” dari ayat alkitab yang anda “tekankan diforum ini”??
Amsal Nabi Sulaiman 12:1
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan;
tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.
kalau anda memang merasa “bahwa teguran itu benar” kenapa harus langsung menghilangkannya?? dan mengganti peringatan??
kalau anda memang berada pada kebenaran maka berani menampilkan postingan saya dan boleh saja anda memberi peringatan “kata-kata yang mana” yang membuat anda tidak berkenan???
tetapi kenapa harus anda hapus???
apa ini bukan “pembunuhan karakter”???
anda mengatakan Admin sudah sepakat,sepakat dengan siapa dalam hal ini?
sepakat dengan pendapat Duladi yang tak lain anda sendiri??
apakah dalam postingan yang anda hapus saya sedang menggugat wewenang anda?
bukankah saya mempertanyakan “sikap pencatutan” pandangan sdr Daud Ibrahim??
tetapi kenapa dalam hal ini anda menanggapi dengan sikap “emosional dan kekanak-kanakan”??
apakah karena sikap kritis tersebut anda akan mengusir saya di forum ini???
kalau itu benar lagi-lagi anda tidak mendapatkan keuntungan apa-apa,tetapi justru sebaliknya dalam hal ini saya menanggapi artikel-artikel di forum ini langsung di di forum ini juga!
tetapi kalau anda akan mengapus seluruh postingan dan mengusir saya maka akan saya sampaikan “tanggapan-tanggapan saya” di luar forum ini! di terutama di forum-forum yang situs ini “dipromosikan”.
saya bisa memahami kebijakan Admin Einjil dan Al-islah yang selektif / menayangkan postingan,karena sangat jelas “misinya” yaitu untuk internal = kalangan sendiri!
dan kedua Admin (al-islah dan einjil) tidak mengobral janji kemana-mana bahwa di forumnya bebas / tanpa sensor!
sekarang bandingkan dengan situs ini
situs ini jelas sasarannya untuk external, dan Adminnya obral janji kemana-mana bahwa situsnya “bebas sensor” tetapi kenyataannya tidak sama sekali, bandingkan dengan obral janji “Admin= DUladi” sebelumnya!
jadi kalau anda melaksanakan ancamannya maka sama sekali anda tidak sedang menunjukan kekuatannya tetapi justru menunjukan kelemahannya……..

kalau anda berharap saya tidak aktif lagi diforum ini dan postingan maupun artikel saya harus dihapus maka ,lanjutkan saja “soal Romadi vs Duladi” tanpa pakai embel-embel lain!
sesuai janji anda (Duladi) ,kalau anda kalah tak mampu menjelaskan bahwa keyakinan anda benar tidak hanya menyerang dan mempermasalahkan agama lain,maka situs ini dihapus secara permanen sesuai janji anda tetapi kalau saya tidak mampu menjelaskan bahwa Keyakinan saya benar maka boleh anda hapus seluruh postingan dan artikel Romadi!
apakah anda punya nyali??? untuk menghapus postingan orang lain tidak dengan kekuasaan (yang menunjukan kelemahan dalam beradu argumentasi)
saya ingin tahu apakah anda seorang “gentleman” yang berani beradu argumentasi atau hanya “pecundang yang berlagak jagoan ” yang suka menantang-nantang debat orang kesana kemari!
Admin /Duladi mengganti postingan saya dengan peringatan!
— PERINGATAN ADMIN —
Kalau Anda tidak bisa berdiskusi secara benar, hanya dengan maksud mengajak bertengkar (terbaca dari hampir semua postingan Anda kepada Duladi), maka Anda akan kami cekal.
Semoga peringatan ini diperhatikan.
- ADMIN -
******==****
romadi menjawab
apa yang tidak benar dari postingan saya sehingga anda mengganti dan menyalahkan?
benarkah postingan saya mayoritas untuk Duladi untuk bertengkar?
bukan Duladi/ anda yang memancing pertengkaran??
bukankah soal di thread ini Duladi menuduh Romadi lari dari diskusi soal ini??
dan saat saya menyampaikan persoalan” yang sesuai topik: justru dituduh tidak bisa diskusi dengan benar??
selain itu ketika akan dipostingkan diruang Saran dan kritik ternyata kotak komentar diganti jalan menuju :kehalaman dalam”
tetapi kenapa sekarang justru dituduh tidak bisa diskusi dengan benar?? apa ini bukan pembunuhan karakter (karena hanya itu kemampuannya) dan ancaman (yang bisa dilakukan) hanya menghapus postingan Romadi!
justru kalau ancaman tersebut dilakukan maka anda harus bersiap-siap menghadapi Romadi yang anda tidak punya kekuasaan menjadi Wasit sekaligus pemain (itu kalau anda punya nyali)
saya sengaja tidak langsung menyampaikan postingan-postingan yang sudah dihapus karena saya memberi kesempatan kepada anda untuk punya nyali menayangkan postingan-postingan yang sengaja anda hapus dan tidak perlu membuat ruang khusus!
karena ruang khusus tersebut tidak ada bedanya “yang dibuka dengan obral janji tidak disensor” tetapi kalau sudah terdesak nggak sanggup melanjutkan “ingat jurus kalap” dengan mengumbar tuduhan!!
maka dalam hal ini apakah anda(Duladi) sudah mampu menjadi “pemain dan wasit” yang baik???
atau seperti biasa tuduhan-tuduhan lebih cocok kepada penuduh sendiri……

wassalam

romadi

Jul 18

MENJAWAB SOAL KISAH iBRAHIM AS bag :3

kisah ini sangat menarik sekali untuk di kaji secara mendalam, ada apa penulis Alkitab “terkesan menyisipkan / meletakan sebuah kisah tidak pada tempatnya”?

maka persoalan kejanggalan tidak adanya sikap secara jelas bahwa Sara sudah “Tua”,tetapi dalam kisah Abraham bertemu dengan Abimelekh tersebut ada kisah lain yang sangat mirip.

dan itu tidak hanya satu kisah saja, tetapi 2 kisah yang berbeda = 3 kisah yang isinya hampir sama

kisah tersebut adalah :

Dua kisah tersebut yaitu :
1. Abraham dengan Raja Mesir atau Fir’aun Di dalam kitab Kejadian 12:10-20.
2.kisah “ Ishaq dan Abimelekh” Di dalam kitab kejadian 26:1-33
kesamaan 3 kisah tersebut adalah :

I. kesamaan bertemu dengan seorang raja

Abraham tinggal di Mesir bertemu Fir’aun(raja mesir) : kejadian 12:10-16

12:10
Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
12:11
Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
12:12
Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
12:13
Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”
12:14
Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik,
12:15
dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.
12:16
Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.

Abraham tinggal di Gerar bertemu Abimelekh (raja Gerar): kejadian 20:1-2

20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.20:2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

Ishaq tinggal di Gerar bertemu dengan Abimelekh (raja palestin/gerar: kejadian 26:1

1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. —Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.

II. memberi pesan / menyatakan yang sama bahwa istrinya adalah “saudaranya”

Abraham berpesan kepada Istrinya setelah bertemu Fir’aun raja Mesir :
kejadian 12:11-13

12:11
Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
12:12
Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
12:13
Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”

Abraham berpesan kepada istrinya setelah bertemu Abimelekh :
kejadian 20:2

20:2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

Ishaq juga mengatakan istrinya ,dikatakan sebagai saudara.

26:7 Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: “Dia saudaraku,” sebab ia takut mengatakan: “Ia isteriku,” karena pikirnya: “Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya.”

III. kesamaan ditegur oleh raja dengan kesalahan yang sama

Abraham di tegur Fir’aun : kejadian 12:18-19

12:18 Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?

12:19
Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!”

Abraham ditegur Abimelekh : kejadian 20: 9-11

Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: “Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku.” Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: “Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?” Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.

Ishaq ditegur Abimelekh : kejadian 26:9-10

Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: “Sesungguhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudaraku?” Jawab Ishak kepadanya: “Karena pikirku: Jangan-jangan aku mati karena dia.” Tetapi Abimelekh berkata: “Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami.”

III . sama-sama diberi hadiah setelah ditegur oleh raja

Abraham diberi hadiah olehFira’un

12:16
Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.

20:14
Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya.

IV . punya sengketa yang sama soal Sumur dan kemudian mengadakan perjanjian dengan orang yang mempunyai nama yang sama.

Abraham dan Abimelekh

kejadian 21:23-37

leh sebab itu, bersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang asing.” Lalu kata Abraham: “Aku bersumpah!” Tetapi Abraham menyesali Abimelekh tentang sebuah sumur yang telah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh. Jawab Abimelekh: “Aku tidak tahu, siapa yang melakukan hal itu; lagi tidak kauberitahukan kepadaku, dan sampai hari ini belum pula kudengar.” Lalu Abraham mengambil domba dan lembu dan memberikan semuanya itu kepada Abimelekh, kemudian kedua orang itu mengadakan perjanjian.

Ishaq dan Abimelekh

Kejadian 26:28-29

Jawab mereka: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN.”

V. saksi perjanjian yang sama,yaitu Pikhol panglima tentara raja tersebut

Abraham Kejadian 21:22

Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: “Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan

kejadian Kejadian 26:26

Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.

VI Menyangkut sejarah asal usul nama kota yang sama (Bersyeba)

Abraham Kejadian 21:29-32

Lalu kata Abimelekh kepada Abraham: “Untuk apakah ketujuh anak domba yang kaupisahkan ini?” Jawabnya: “Ketujuh anak domba ini harus kauterima dari tanganku untuk menjadi tanda bukti bagiku, bahwa akulah yang menggali sumur ini.” Sebab itu orang menyebutkan tempat itu Bersyeba, karena kedua orang itu telah bersumpah di sana.
Setelah mereka mengadakan perjanjian di Bersyeba, pulanglah Abimelekh beserta Pikhol, panglima tentaranya, ke negeri orang Filistin.

kejadian 26:26-33

26:26 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.
26:27
Tetapi kata Ishak kepada mereka: “Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?”
26:28
Jawab mereka: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau,
26:29
bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN.”
26:30
Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum.
26:31
Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai.
26:32
Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: “Kami telah mendapat air.”
26:33
lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba, sampai sekarang.



ANALISA Komprehensif

siapapun pasti sepakat bahwa nama yang sama Abraham yang bertemu dengan Abimelekh dab Fir’aun adalah orang yang sama.

tetapi yang perlu kita perhatikan adalah ada nama yang sama yang di temui Abraham dan Ishaq,Yaitu Abimelekh dan Pikhol.

ada apologi pembelaan dari kalangan Kristian bahwa Abimelekh adalah gelar = bukan nama pribadi,jadi bisa saja gelarnya sama tetapi orangnya berbeda!

dengan berdasarkan bahwa Abimelekh artinya ayahku seorang Raja

Abimelech or Avimelech (אֲבִימֶלֶךְ / אֲבִימָלֶךְ “father/leader of a king; my father/leader, a king”, Standard Hebrew Aviméleḫ / Avimáleḫ, Tiberian Hebrew ʼĂḇîméleḵ / ʼĂḇîmāleḵ was a common name of the Philistine kings, much as “Pharaoh” was of the Egyptian kings.

tetapi apologi ini masih belum kuat karena masih ada persoalan lain soal kesamaan yaitu ,Soal saksi yang sama ,yaitu Pikhol

apakah Pikhol juga merupakan gelar seorang Panglima/pemimpin pasukan?

sekarang kita lihat saja

melalui nomor Strong Concordance.
Shoftware Alkitab SABDA versi 3.00No. Strong: 06369Kata : Piykol1) chief captain of the army of king Abimelech of the Philistines of Gerar in the days of Abraham and Isaac

jadi sangat jelas sekali bahwa yang bertemu dengan Abraham dan Ishaq adalah orang yang sama.

adakah persoalan kalau orang itu sama?

persoalannya adalah jarak umur dari Abraham dan Ishaq adalah 100 tahun

kejadian antara pertemuan Abraham bertemu dengan Abimelekh dan Ishaq bertemu dengan Abimelekh setidaknya berjarak 80 tahun.

bagaimana kita bisa menghitung jarak waktu tersebut?

Ishaq lahir umur abraham 100tahun :kej 21:5,

21:5
Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya

Araham meninggal umur 175 tahun :kej 25:7
25:7
Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun,
25:8
lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

Pertemuan abraham dan abimelekh sebelum ishaq lahir,pertemuan ishaq dan abimelekh jauh setelah abraham meninggal,

setelah yakub dan esau sudah besar/dewasa ,umur ishaq saat yakub dan esau lahir umur 60tahun..

kejadian
25:26
Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.



jadi pertemuan Abraham dan Abimelekh , Abimelekh berumur berapa?

seorang Misionaris bisa saja berargumentasi bahwa umur orang terdahulu berbeda dengan umur orang sekarang,
dengan memberi bukti ayat-ayat di dalam alkitab orang-orang terdahulu berumur ratusan tahun!

dengan memberikan bantahan seperti ini

Kisah manusia pertama (Dalam buku Kejadian ) umumnya tidak bisa dibandingkan dengan kisah kehidupan manusia sekarang……karena ada hal-hal yang seakan tidak masuk akal ditulis tetapi secara Alkitabiah dapat dibuktikan kebenarannya , Contoh mudah saja Misalnya :Usia manusia pada masa itu…….rata-rata sampai ratusan tahun…..(Apakah masuk akal menurut anda…?)Mis : Lamekh berumur 771 thn ( Kej 5:31)Metusalah berumur 969 thn ( Kej 5 : 27 )dan banyak kisah umur manusia yang sangat Lama……Apakah ini mungkin untuk pemikiran kita sekarang ( Bagaimana menurut anda….?)Jika anda menanyakan kenapa usia manusia begitu lama…..berarti Alkitab berbohong atau mengarang-ngarang cerita karena usia manusia sekarang hanya 70-80 tahun saja…..?

apologi semacam ini juga semakin memperjelas kerancuan isi alkitab!

kenapa?
karena tertulis didalam alkitab firman Tuhan jauh sebelum kejadian tersebut Umur Manusia dibatasi hanya sampai 125 tahun

Kejadian: 6:3 Berfirman Tuhan: ? Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal didalamManusia,karena manusia adalah DAGING, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja?

jadi soal “pembelaan soal Umur orang terdahulu (jamannya Abimelekh berbeda) sama sekali ,gugur dengan sendirinya….

karena yang terjadi kalau memaksakan diri bahwa umur Abimelekh ratusan Tahun. perlu merubah ayat tersebut?

kemudian tidak ada penjelasan sama sekali saat pertemuan Abimelekh dan Ishaq, Abimelekh orang yang berumur ratusan Tahun , justru yang ada Abimelekh tertarik dengan “istri Ishaq”

dan persoalan tersebut masih ada persoalan yang bisa dikritisi,yaitu rentang kejadian tersebut,
yaitu kita perhatikan rentang waktu mulai Sara mendapat Kabar akan mendapatkan anda sampai Ishaq lahir banyak peristiwa yang dilalui Abraham dan Sara

Sekarang perhatikan rentang waktu saat peerintah sunat:
Araham berumur 99ahun
kejadian
17:1
Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

sampai Saat ishaq lahir abraham berumur 100 tahun

21:5
Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.

jarak waktu satu tahun dan waktu tersebut masih dikurangi dengan kehamilan Sara, kalau di hitung dengan usia kehamilan yang 9 bulan
,
jadi hanya tinggal waktu kurang lebih tiga bulanMungkin nggak dalam 3 bulan:

1. Abraham ke lembah yordan(kej 19:28)(jangan bayangkan sekarang bisa pergi pakai pesawat atau mobil,bayangkan berapa lama waktu perjalan saat itu,dengantransportasi anda)

2. Kedua anak loth memberi minum anggur ayahanya hingga kedunya mengandung

3. Abraham pergi ke Gerar menjadi orang asing bertemu abimelekh

4. Perempuan di istana abimelekh kandunganya di tutup karena sara

5. Abraham mendoakan mereka kemudian mereka hamil sampai melahirkan

20:17
Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak.
20:18
Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.

jadi apakah masih ada bahwa kisah yang terdapat didalam alkitab benar-benar pernah terjadi?
bukan kisah “fiksi” untuk mengecoh pembaca tentang peristiwa sebenarnya yang terjadi =

tokoh utama yaitu kisah “Ismail”?

bersambung

Jul 17

MENJAWAB SOAL KISAH iBRAHIM AS bag :2

marilah kita perhatikan secara seksama penempatan kisah tersebut dengan memperhatikan kisah sebelum dan sesudah kisah kaum loth dan kaum sodom tersebut!

dan untuk lebih jelas sangat penting sekali untuk disampaikan ayat-ayat tersebut secara utuh.

18:1
Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
18:2
Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
18:3
serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
18:4
Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
18:5
biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini.” Jawab mereka: “Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu.”
18:6
Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: “Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!”
18:7
Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.
18:8
Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.
18:9
Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.”
18:10
Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
18:11
Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
18:12
Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”
18:13
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
18:14
Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”
18:15
Lalu Sara menyangkal, katanya: “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: “Tidak, memang engkau tertawa!”
18:16
Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka.
18:17
Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?
18:18
Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?
18:19
Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.”
18:20
Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
18:21
Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”
18:22
Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.
18:23
Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?
18:24
Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
18:25
Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?”
18:26
TUHAN berfirman: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.”
18:27
Abraham menyahut: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.
18:28
Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?” Firman-Nya: “Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.”
18:29
Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: “Sekiranya empat puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu.”
18:30
Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana.”
18:31
Katanya: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu.”
18:32
Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”
18:33
Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

19:1
Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
19:2
serta berkata: “Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya.” Jawab mereka: “Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.”
19:3
Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.
19:4
Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu.
19:5
Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.”
19:6
Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya,
19:7
dan ia berkata: “Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.
19:8
Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.”
19:9
Tetapi mereka berkata: “Enyahlah!” Lagi kata mereka: “Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya engkau lebih dari pada kedua orang itu!” Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu.
19:10
Tetapi kedua orang itu mengulurkan tangannya, menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu.
19:11
Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu.
19:12
Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: “Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini,
19:13
sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya.”
19:14
Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: “Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.” Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.
19:15
Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.”
19:16
Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
19:17
Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.”
19:18
Kata Lot kepada mereka: “Janganlah kiranya demikian, tuanku.
19:19
Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.
19:20
Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara.”
19:21
Sahut malaikat itu kepadanya: “Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
19:22
Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
19:23
Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
19:24
Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
19:25
dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
19:26
Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
19:27
Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu,
19:28
dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan.
19:29
Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.
19:30
Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
19:31
Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
19:32
Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
19:33
Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:34
Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
19:35
Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:36
Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
19:37
Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
19:38
Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

20:1
Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
20:2
Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
20:3
Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami.”
20:4
Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: “Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?
20:5
Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”
20:6
Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
20:7
Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”
20:8
Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu.
20:9
Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: “Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku.”
20:10
Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: “Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?”
20:11
Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.
20:12
Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
20:13
Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku.”
20:14
Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya.
20:15
Dan Abimelekh berkata: “Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka.”
20:16
Lalu katanya kepada Sara: “Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan.”
20:17
Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak.
20:18
Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.

1. keadaan Abraham dan Sara sudah Tua bahkan Sara sudah mati Haid

2. reaksi Sara tertawa didalam hatinya karena mendengar akan mempunyai anak = seakan tidak percaya dengan logikanya yang melihat keaadaannya yang sudah mati Haid bagaimana mungkin bisa mempunyai anak.
Kemudian perlu kita perhatikan kisah Abraham dan Abimelekh tapi kita perhatikan terlebih dahulu kisah Sara yang diambil oleh Abimelekh (mau di peristri oleh Abimelekh),yaitu pada kejadian 20:1-7
20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.20:2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.20:3 Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami.”20:4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: “Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?20:5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”20:6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
20:7 Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”






setelah kita perhatikan secara jelas susunan kisah tersebut maka sangat jelas sekali (sengaja kisah soal luth dan kaum sodom saya beri warna abu-abu agar lebih jelas.

1. kisah do’a Abraham untuk Kaum Sodom ( Kejadian 18:16 sampai Kejadian 19:38 )
kalau kita perhatikan secara seksama kisah tersebut diantara kisah Sara di beri kabar akan mempunyai anak (kejadian 18:11-15) dan kisah Abraham dan Abimelekh (kejadian 20:1 – 20:18)

Apa yang penting atau sangat janggal sekali dalam kisah tersebut?

ayat-ayat sebelum kisah Sodom dan Luth menegaskan bahwa Sara seperti tidak percaya ketika mendapatkan kabar akan mendapatkan anak.

ketidakpercayaan tersebut sangat jelas dengan “tertawanya” di tambah dengan penjelasan bahwa ia sudah “layu dan tidak haid lagi”

tetapi bagaimana kisah Sara dan Abraham setelah “kisah kaum loth dan Kaum sodom”? yaitu pertemuannya dengan Abimelekh yang menyukai Sara?

Pada kisah selanjutnya kalau kita perhatikan tidak ada tanda atau keterangan sedikitpun bahwa Sara sudah Tua/mati haid, sebagaimana penjelasan kisah sebelumnya!

Kalau sebelumnya mendengar Kabar kalau akan mendapatkan anak saja Sara tertawa geli tapi saat di ambil oleh Abimelekh, persoalannya(reaksi Abraham) adalah menutup-nutupi/ tidak di aku sebagai Istrinya tapi lebih memilih di aku sebagai saudaranya.Maka Karena kalau kisah Abraham dan Abimelekh terjadi pada saat Abraham dan Sara sudah Tua maka yang ada adalah tertawa geli, tapi dalam kisah tersebut Sara juga mengatakan bahwa Abraham di aku sebagai saudara! Sama sekali soal usia Tua dan mati Haid tidak disinggung.Maka kesimpulan pertama :Bahwa kisah kaum Sodom adalah sebagai sisipan (penempatannya )bahwa kisah Abraham dan abimelekh tidak tampak kerancuannya= bukan kisah palsu = kisah tambahan= kisah yang tak pernah ada

untuk lebih jelas baca selanjutnya kerancuan kisah Abraham dan Abimelekh.

bersambung

Jul 16

Al kitab salah menyebut tempat ?

Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.
Yang memberikan kekuatan,petunjuk,serta kemudahan untuk mendapatkan bukti-bukti yang nyata.membuktikan yang Haq itu Haq( Kitab yang benar-benar firman Allah) dan yang Batil itu Batil(Kitab yang sudah tercampur tangan manusia/tidak murni firman Allah), semuanya jadi jelas.

Sebagaimana bukti-bukti yang sudah disampaikan,bahwa bukti-bukti itu sangat valid dan tak terbantahkan(bantahan sdr Robert semua sudah mentah/dimentahkan karena bantahannya asal-asalan)

Kesimpulan bukti bukti awal:
I. bahwa kisah loth dan kaum Sodom dalam kejadian 18:16-19:38 adalah kisah sisipan untuk mengecoh pembaca bahwa kisah Abraham dan Abimelekh adalah kisah palsu(menyembunyikan kalau Sara sudah sangat tua(sudah berhenti masa haidnya) dan dalam kisah Abraham dan Abimelekh tidak ada ayat yang menunjukan bahwa Abraham dan Sara sudah Tua.
II. Kisah Abraham dan Abimelekh adalah palsu karena hasil dari jiplakan kisah Abraham dan raja Mesir dan kisah Ishaq dan Abimelekh
III. Kisah pengusiran Hagar dan Ismail salah penempatannya,karena antara umur yang berdasarkan Al-kitab dengan keadaan Ismail dalam Al-kitab ( kej21:8-19)
Menunjukkan keadaan Ismail masih kecil(balita)
Jadi penempatannya salah,seharusnya kisah ini diletakkan sebelum(jauh) peristiwa
Perjanjian Allah dengan Abraham tentang SUNAT.
Maka dengan bukti-bukti ini saja ,menunjukan bahwa Al-kitab benar-benar
BUKAN MURNI FIRMAN ALLAH TAPI HANYA MANUSIA… yang punya hawa nafsu…. menyampaikan “pembenaran” demi kepentingan “pribadi atau kelompok” bukan “kebenaran”
tetapi juga tidak berarti apa yang disampaikan salah semua…(jelek semua) karena memang manusia tidak bisa dinilai secara hitam putih… demikian juga karyanya…=

ada persoalan yang aneh dalam penyebutan nama tersebut (kalau tempat di hagar dan ismail tersebut adalah daerah yang sama dengan di kota bersyeba yang ada sekarang )tersebut bukan berdasarkan AKAL SAYA PRIBADI,
TETAPI BERDASARKAN AL-KITAB JUGA.

Tentang kesalahan menyebutkan tempat ini terdapat pada kisah terusirnya Hagar dan Ismail
Didalam kejadian 21:14

21:14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilahh Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

yang menarik untuk diamati adalah penyebutan nama :bersyeba sebagaimana apa yang sudah dibicarakan tentang asal usul Bersyeba=tujuh sumur adalah tentang kisah Abraham dan Abimelekh(walaupun kisah ini benar-benar terjadi,walau kenyataannya adalah kisah palsu) dan kisah Ishak dan Abimelekh,
yang terjadi sesudah peristiwa Pengusiran Hagar dan Ismail.

jadi seharusnya nama ini belum ada(dan juga bertentangan dengan penjelasan sebelumnya:PADANG GURUN? DENGAN TUJUH SUMUR. Kejadian 21:22-31

21:22 Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: “Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.
21:23 Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang asing.”
21:24 Lalu kata Abraham: “Aku bersumpah!”
21:25 Tetapi Abraham menyesali Abimelekh tentang sebuah sumur yang telah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh.
21:26 Jawab Abimelekh: “Aku tidak tahu, siapa yang melakukan hal itu; lagi tidak kauberitahukan kepadaku, dan sampai hari ini belum pula kudengar.”
21:27 Lalu Abraham mengambil domba dan lembu dan memberikan semuanya itu kepada Abimelekh, kemudian kedua orang itu mengadakan perjanjian.
21:28 Tetapi Abraham memisahkan tujuh anak domba betina dari domba-domba itu.
21:29 Lalu kata Abimelekh kepada Abraham: “Untuk apakah ketujuh anak domba yang kaupisahkan ini?”
21:30 Jawabnya: “Ketujuh anak domba ini harus kauterima dari tanganku untuk menjadi tanda bukti bagiku, bahwa akulah yang menggali sumur ini.”
21:31 SEBAB ITU ORANG MENYEBUTKAN TEMPAT ITU BERSYEBA, karena kedua orang itu telah bersumpah di sana.

Sangat kotradiktif.dan kasus ini sama dengan kasus kej 22:2
ANAKMU YANG TUNGGAL,YANG ENGKAU KASIHI dengan YAITU ISHAQ

maka menambah bukti bahwa Al-kitab ini hanya tulisan manusia,bukan murni firman Allah.
Dan tentu saja tidak layak dijadian petunjuk/acuan hidup,karena banyaknya kesalahan-kesalahan yang fatal.

Tentang sumur Zam-zam dan Ka?bah,sebagaimana tulisan Panji alias Robert yang ditulis panjang lebar-lebar semata-mata bukan untuk membantah keberadaannya sejak dahulu saja,tetapi tulisan tersebut adalah pembelaan terhadap kitabnya yang terbukti salah menurut
Al-Kitab juga, dan juga pembelaan kalau seandainya peristiwa pembuangan tersebut di padang pasir(jazirah Arab),dengan bukti sumur Zam-zamnya yang sampai sekarang masih ada,semakin menambah keropos kebenaran Al-Kitab.

Maka untuk membantah tulisan sdr Panji alias Robert alias Bekatul,saya tak perlu menggunakan bukti-bukti arkeolog(karena bukti ini , karena tak dapat dijamin kebenarannya
Karena bersifat temporer kebenarannya,karena nanti akan bisa patah kalau ada penemuan baru lagi),dan subyektif pendapatnya karena tergantung siapa dan bagaimana arkeolog tersebut,dan pengetahuannya akan mempengaruhi pendapatnya. Maka bukti yang paling valid untuk diskusi tentang agama adalah dengan argumentasi kitabnya.
Bukti yang akan saya sampaikan dari Al-Kitab juga,bahwa sumur zam-zam dan Ka?bah benar benar pernah ada sejak dahului.

Mari kita baca Mazmur 84:3-8
3 Bahwa hatiku ingin asyik dan rindu akan halaman Tuhan;Badan dan Jiwaku bersorak
kepada Allah yang hidup.
4 sesungguhnya burung pipit mendapat rumah dan burung laying-layangpun satu
sarang akan dirinya,akan ditaruh anak-anaknya pada mezbah-mezbah-Mu,
Ya Tuhan semesta Alam,Ya Rajaku dan Allahku
5 berbahagialah orang-orang yang diam di rumahmu,yang terus memuji-muji Engkau.
6 Berbahagialah orang yang kuatnya adalah Engkau,dan hatinya pada jalan raya ke
?KAABAH-MU? *)
7 apabila melintasi lembah ?BAKA?**) mereka membuatnya menjadi tempat yang
?BERMATA AIR,BAHKAN SEPERTI KELIMPAHAN HUJAN ,awal menudungi mereka.
8 demikianlah mereka itu berjalan juga,kuatnya makin bertambah-tambah sampai
mereka itu menghadap Allah di Zion

*)al-kitab cet:tahun 1960,kalau cetakan tahun 1996 sudah berubah jadi
?yang berhasrat mengadakan ziarah. Cetakan tahun 2005 sudah berubah lagi/ditambahi ket gunung Zion

saya menyampaikan perbedaan isi dari cetakan dari tahun ketahun,untuk membuktikan
bahwa kecurangan bukan monopoli penulis saja,tetapi kecurangan diwarisi oleh mereka-mereka yang ingin menutupi kebenaran.

**) BAKA adalah nama lain dari mekah jaman dahulu.

Sebagai penambah bukti kuat(termasuk nama BAKA) akan saya perbandingkan ayat ini dengan Ayat Al Qur?an
Ali Imran 96-97
96 sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia
,ialah Baitullah di BAKA(mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua
manusia.
97 padanya terdapat tanda tanda yang nyata(diantaranya) maqam(tempat berdiri)
Ibrahim ;barang siapa memasuki (baitullah itu) menjadi amanlah dia;mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah,yaitu(orang) yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah;barang siapa mengingkari (kewajiban haji),maka sesungguhnya Allah Maha Kaya(tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Sekarang perhatikan seksama Mazmur 84:3-8 dengan Al Qur?an ali Imran 96-97
Maka kita akan mendapatkan hubungan yang erat,walaupun sekarang mereka berusaha
Menutupi kebenaran tersebut,maka kita baca(direnungkan buat mr Robert alias Panji dkk)
ayat selanjutnya : Ali Imran 98-100

98 Katakanlah : ?hai Ahli Kitab ,mengapa kamu ingkari Ayat-Ayat Allah,padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan??.
99 Katakanlah : ?Hai Ahli Kitab,mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah
Orang yang telah beriman ,kamu menghendaki jadi bengkok,padahal kamu menyaksikan??. Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan .
100 Hai orang-orang beriman ,jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi
Al Kitab,niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah
beriman.

++++
pada waktu itu robert memberikan bantahannya:

dan langsung saya tanggapi

romadi — asal : jakarta tanggal : 04/06/2006
Buat Robert
Saya sudah memberi kesempatan / waktu untuk membenahi bantahan anda(tentang sumur Zam-Zam dan BAKA/BAKKAH ,tetapi rupanya anda sudah merasa bantahannya sudah lebih dari cukup.
Anda menulis
Jadi keterangan anda tentang kota Mekkah yang disamakan dengan Baka dalam kitab Mazmur adalah argumentasi mengada-ada anda saja dan tanpa bukti-bukti yang otentik baik dari Al’quran dan Alkitab ( Kebetulan memiliki nama yang sama lantas dicocok-cocokkan??.wah?nggak boleh begitu ?.)
Semoga penjelasan ini menyadari anda untuk lebih mempelajari dan meneliti kembali Kitab suci Al?quran anda dengan sebenar-benarnya ( Jangan karena dasar Fanatisme anda kepada Kitab Al?quran sehingga anda menutup mata akan kebenaran dan bukti-bukti yang sebenarnya
**********************************
saya sudah mengingatkan jangan tergesa gesa menyimpulkan sesuatu,dan mudah menuduh seperti itu,justru anda sendiri dalam postingan lain anda mengklaim
kesamaan nama?AL_KITAB? anda ambil ayat sepotong-sepotong kemudian anda tafsirkan sesuai selera anda.
disini saya akan membuktikan bahwa saya tidak seperti anda dengan menyampaikan ayat sepotong-sepotong,TAPI UTUH SATU TEMA,SEMUA AYAT DISAMPAIKAN.
Bahwa kesamaan antara Mazmur 84:2-8 dengan Al Qur?an surat 3:96-97 bukan terletak pada nama BAKA dan BAKKAH(MAKKAH) saja,
Sekarang mari kita perhatikan secara seksama :
Mazmur 84:2-8
2 Betapa disenangi tempat kediaman-Mu ,Tuhan semesta Alam
3 Bahwa hatiku ingin asyik dan rindu akan halaman Tuhan;Badan dan Jiwaku bersorak
kepada Allah yang hidup.
4 sesungguhnya burung pipit mendapat rumah dan burung laying-layangpun satu
sarang akan dirinya,akan ditaruh anak-anaknya pada mezbah-mezbah-Mu,
Ya Tuhan semesta Alam,Ya Rajaku dan Allahku
5 berbahagialah orang-orang yang diam di rumahmu,yang terus memuji-muji Engkau.
6 Berbahagialah orang yang kuatnya adalah Engkau,dan hatinya pada jalan raya ke
?KAABAH-MU? *)
7 apabila melintasi lembah ?BAKA? mereka membuatnya menjadi tempat yang
?BERMATA AIR,BAHKAN SEPERTI KELIMPAHAN HUJAN ,awal menudungi mereka.
8 demikianlah mereka itu berjalan juga,kuatnya makin bertambah-tambah sampai
mereka itu menghadap Allah di Zion

*)al-kitab cet:tahun 1960,kalau cetakan tahun 1996 sudah berubah jadi
yang berhasrat mengadakan ziarah. Cetakan tahun 2005 sudah berubah lagi/ditambahi ket gunung Zion

Al Qur?an surat Ali Imran 96-97
96 sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia
,ialah Baitullah di BAKA(mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua
manusia.
97 padanya terdapat tanda tanda yang nyata(diantaranya) maqam(tempat berdiri)
Ibrahim ;barang siapa memasuki (baitullah itu) menjadi amanlah dia;mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah,yaitu(orang) yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah;barang siapa mengingkari (kewajiban haji),maka sesungguhnya Allah Maha Kaya(tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
Kalau kita perhatikan akan ada banyak persamaan:

1 BAITU(RUMAH)LLAH = TEMPAT KEDIAMAN-MU

2 BARANG SIAPA MEMASUKI(BAITULLAH) MENJADI AMANLAH DIA=
4 .sesungguhnyaburung pipit mendapat rumah dan burung layang-layangpun satu sarang akan
dirinya,akan ditaruh anak-anaknya pada mezbah-mezbah-Mu,Ya Tuhan semesta
Alam,Ya Rajaku dan Allahku

3 PERINTAH HAJI =5 berbahagialah orang-orang yang diam di rumahmu,yang terus
memuji-muji Engkau.
6 Berbahagialah orang yang kuatnya adalah Engkau,dan hatinya pada jalan raya
ke KAABAH-MU *)

4 PADANYA TERDAPAT TANDA TANDA YANG NYATA (SUMUR ZAM-ZAM)=melintasi lembah ?BAKA?mereka membuatnya menjadi tempat yang?BERMATA AIR,BAHKAN SEPERTI KELIMPAHAN HUJAN ,awal menudungi mereka.

Jadi setidaknya ada empat kesamaan selain kesamaan

(mazmur 84:6) tentang perubahan dipenghujung ayatnya tersebut ,dari Al-KITAB yang dicetak oleh lembaga yang sama yaitu LAI(lembaga Al-kitab Indonesia,ini artinya apa????bahwa alkitab bisa dirubah-rubah setiap saat,menurut selera/penilaian penerjemah/lembaga yang bersangkutan,dan yang lebih rancu ,tidak disebutkan sama sekali siapa-siapa saja yang menerjemahkan Al-Kitab tersebut,INI SANGAT ANEH SEKALI(sudah sangat +sekali=luar biasa),
Sedangkan buku-buku biasa yang hasil terjemahan dari bahasa asing semua dijelaskan dengan jelas sekali,siapa penerjemahnya,dari buku apa ia diterjemakan+cetakan dari mana semua jelas.
Ini sebuah kitab yang dijadikansebuah petunjuk sebagian manusia(begitu penting) semua serba gelap/tidak jelas),segala sesuatu yang tidak jelas pasti ada yang ditutupi jangan sampai semua pembacanya tahu apa yang disembunyikannya.

Tentang kenapa bahasa aslinya tidak dicantumkan ,anda sudah menerangkan kepada sdr imelti dipostingan lain,akan saya sampaikan disini
Anda menulis
Mengapa Teks asli Injil tidak disertakan didalam Kitab Injil yang sekarang, seperti kita ketahui pada kitab tripitaka dan kitab suci umumnya menampilkan kalimat asli
——————–
Diskusi :
Saya pernah membaca ada Alkitab yang seperti itu…..tetapi saya lupa (Kalau nggak salah diMusium yang ada di Aleksandria atau Yerusalem ) dimana Alkitab Ibrani /Taurat yang disertakan dengan bahasa Yunaninya…..tapi untuk ke bahasa lain (Mis Inggris dan Indonesia ) tidak dilakukan dengan Alasan bahwa tulisan atau kata-kata yang ada dalam kitab tsb adalah Tulisan Kuno/Purba yang sudah tidak dipergunakan lagi dalam berbahasa sehari-hari dan hanya orang-orang tertentu saja yang memahami (Para Ahli Bahasa iIbrani dan Saptuaginta ). Jadi akan percuma saja jika disertakan dalam Alkitab kita karena kita sendiri tidak akan faham akan maksudnya hanya sebagai pajangan karena kita mengalami kesulitan untuk memahaminya (Perlu belajar bahasa Kitab itu lagi )…..sehingga Alkitab langsung saja ditulis dalam terjemahan bahasa umum manusia didunia agar mereka memahami dan mengerti apa yang titulis dalam Alkitab dan menarik manfaat dari tulisan itu.
***********************************
ALASAN BAHWA TULISAN ATAU KATA-KATA YANG ADA DALAM TULISAN KUNO/PURBA YANG SUDAH DITERJEMAHKAN SUDAH TIDAK DIPERGUNAKAN LAGI DALAM SEHARI-HARI DAN HANYA ORANG TERTENTU SAJA YANG MEMAHAMI (PERLU BELAJAR BAHASA KITAB ITU LAGI), dengan penjelasan anda yang seperti itu ada pertanyaan yang mengganjal bagi orang yang merindukan sebuah?kebenaran sejati?
Dari al-kitab apa kitab sekarang yang dibaca orang indonesi diterjemahkan???
Dan bagaimana cara menguji bahwa terjemahan Al-Kitab Indonesia sudah sesuai dengan Al Kitab yang paling kuno(ASLINYA)???
Dengan bukti perbedaan perbedaan terjemah yang sangat krusial tersebut,yang hanya dalam waktu 45tahun sudah semakin beda perbedaanya apalagi diteliti dalam kurun waktu yang ribuan tahun,maka terbuka lebar kata ?BAKA? SUDAH MENGALAMI PERUBAHAN,karena hanya berselisih satu huruf(karena huruf ibrani tidak ada huruf vocal,semua huruf konsunan)

nama BAKKAH dalam Al Qur?an disebutkan hanya sekali saja,dan yang paling unik ayat ini dilanjutkan tentang kecurangan /tabiat buruk Ahli Kitab :

98 Katakanlah : ?hai Ahli Kitab ,mengapa kamu ingkari Ayat-Ayat Allah,padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan??.
99 Katakanlah : ?Hai Ahli Kitab,mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah
Orang yang telah beriman ,kamu menghendaki jadi bengkok,padahal kamu menyaksikan??. Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan .
100 Hai orang-orang beriman ,jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi
Al Kitab,niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah
beriman.

Maka bagi kami ,ini semakin menguatkan bahwa hal tersebut tentang BAKA, sudah ada perubahan.
Dan saya akan memberi tambahan bahwa ?MAZMUR? yang dianggap ditulis oleh DAUD,tetapi menurut banyak ahli sejarah ,sebenarnya ditulis jauh sesudah DAUD meninggal,yaitu sekitar 550 tahun-770 tahun
?berdasarkan analisis stuktural#) atas Mazmur jelas sekali menolak kepengarangan atas kiab itu,lebih lanjut ,terdapat 550-570 tahun tenggang waktu antara kematian Daud dan kompilasi awal kitab tersebut*)
*)dalam terjemahan buku: THE CROSS & THE CRESCENT karangan :Jerald f dirks
master perbandiangan agama lulusan havard university
#)suatu saat memang sangat perlu sekali untuk disampaikan sejarah penyusunan al-kitab secara gamblang(sebenarnya ini tantang buat anda untuk menjelaskan secara jujur)

=======

robert menulis : tentang BAKA
PERTAMA :
Yang berpendapat adalah Lembah Beka di Lebanon.
Lembah Beka disebut juga Biqa atau Beqaa berada di Lebanon.
Dikutip dari :
Encyclopaedia Britannica
Edisi 2003
Sub Topik : Al-Biqa
KEDUA :
Arti ? baca? atau ? Baka? dalam bahasa Ibrani adalah ?pohon param (balsam tree)?.
Kita bisa menemukan referensi dari Alkitab tentang lembah POHON PARAM ini.
2 Sam 5 : 22 : 23 :
Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, maka bertanyalah Daud kepada YAHWE dan Ia menjawab, engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon param (balsam tree)
Lembah Refaim sendiri terletak sekitar 6 km sebelah barat daya Yerusalem. Berarti lembah Baka sendiri pasti terletak tidak jauh dari lembah Refaim.
****************************
maka saya akan ada pertanyaan untuk anda kalau BAKA: berada di Lebanon/barat daya Yerusalem.

Di Lebanon/barat daya adakah sebuah BAITULLAH/KEDIAMAN-Mu(Allah)
Yang dirindukan banyak orang???
Kalau di MAKKAH/ BAKKAH ada Baitullah yang dirindukan milyaran manusia yang ingin datang kesana!
Di Lebanon /barat daya Yerusalem tempat yang aman,kalau orang masuk disana !
Kalau MAKKAh / di BAKKAH adalah tempat yang paling aman,orang masuk kesana
Di Lebanon / barat daya Yerusalem adakah Mata Air yang melimpah ruah???
Kalau di Makkah / Bakkah ada mata air yang melimpah ruah samapi sekarang yaitu SUMUR ZAM-ZAM.
Di Lebanon/ barat daya Yerusalem jauh atau tidak dari Yerusalem(ZION)=
Mazmur 84:8 8 demikianlah mereka itu berjalan jugA, KUATNYA MAKIN BERTAMBAH-TAMBAH sampai mereka itu menghadap Allah di Zion
Ayat ini menjelaskan bahwa ?BAKA?/tempat itu jauh sekali(perhatikan tulisan yang saya tulis dengan huruf besar)
Kalau di Makkah atau BAKKAH ,jelas sangat jauh sekali

Anda menulis
Tidak ada yang salah tentang nama kota Mekkah umat islam sekarang yang dahulu disebut Baka tetapi keterangan Mazmur disini bukan menunjukkan kota Mekkah di Arab Saudi sana yang baru muncul pada abad ke 2 M saja. Hanya kebetulan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki kesamaan kata yaitu ? BAKKA
*********************
kesimpulan anda tentang MAKKAH yang baru muncul pada abad 2M adalah kesimpulan yang sangat ?PREMATUR? kalau hanya dari alasan pengetahuan para Arkeolog (seperti yang sudah ditulis Panji),(saya juga meragukan,karena seperti biasanya bukan arkeolog/yang jadi batu pijakan yang salah tetapi kesimpulan yang dipaksakan.contoh: katanya banyak ayat Al Qur?an atau Hadist yang membenarkan ketuhanan Yesus,tetapi setelah dicek ayat maupun Hadistnya ternyata memanipulasi
isinya/memotong-motong/menghilangkan sebagian)
karena kebanaran Arkeolog bersifat Temporer,kalau nanti ada penemuan baru akan berubah lagi pendapatnya.(saya punya bukti ada sebuah pendapat arkeolog terhadap sebuah sejarah,kemudian di anulir karena ada penemuan baru yang membantah/mematahkan pendapat yang pertama.

Nb: postingan tersebut merupakan bagian dari menjawab tantangan Misionaris tentang kisah Ismail dan Ishaq. dan di pertengahan diskusi ada netter Kristen yang menggunakan nama “PANJI” copy paste dari answering-islam tetang tuduhan kebohongan sejarah Makkah.

maka postingan ini merupakan jawaban dari penulis

Jul 16

siapa anak sulung Ibrahim?

banyak sekali tantangan dan sikap dari para misionaris yang sering memandang rendah kepada Ismail dan keturunannya. yang mereka menelan secara mentah-mentah informasi-informasi dari yang tercatat dari kitab “TANAKH” yang merupakan kitabnya orang Yahudi yang sering merasa superior sebagai “bangsa pilihan Tuhan” dan memandang rendah bangsa lain terutama kepada hagar,Ismail dan keturunannya.

apakah yang tercatat didalam kitab “TANAKH” atau kitab perjanjian lama tersebut sesuai fakta yang sebenarnya?

mungkin uraian sdr Jones (forum.swaramuslim.net) bisa membantu untuk memahami persoalan tersebut.

Genesis 16:3 Vatikach Sarai eshet Avram et-Hagar haMitzrit shifchatah miketz eser shanim leshevet Avram be’eretz Kena’an vatiten otah le-Avram ishah lo le’ishah.
Sarai, the wife of Avram took Hagar the Egyptian, her handmaid, at the end of ten years that Avram had lived in the Land of Kenaan and gave her to Avram her husband to be his wife
16:3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.

Jelas disebutkan Hagar dijadikan istri bukan gundik, anaknya dinamai Ishmael (Hebrew: יִשְׁמָעֵאל, “God hears or obeys”) was Abraham’s eldest son http://en.wikipedia.org/wiki/Ismael

Hak kesulungan ada padanya menurut kitab Ulangan 21:15 “Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai,
21:16 maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung.
21:17 Tetapi ia harus mengakui anak yang sulung, anak dari isteri yang tidak dicintai itu, dengan memberikan kepadanya dua bagian dari segala kepunyaannya, sebab dialah kegagahannya yang pertama-tama: dialah yang empunya hak kesulungan.”

Hak kesulungan Jahudi
Primogeniture of Inheritance.
The primogeniture of inheritance refers to the first-born son on the side of the father by any of his wives (if he lived in polygamy).
http://www.jewishencyclopedia.com/view.jsp?artid=527&letter=P

Genesis 16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Gen 17 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun (Ismail berusia 13 tahun),Tuhan mengadakan perjanjian dengannya.
Akan dijadikan sangat banyak.”
Ditetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Beranak cucu sangat banyak;
Menjadi bangsa-bangsa, dan dari padanya akan berasal raja-raja.
Perjanjian antara Abraham serta keturunannya turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal,agar Allah menjadi Allah keturunannya.
Seluruh tanah Kanaan akan menjadi miliknya untuk selama-lamanya.
Dst.

Saat perjanjian ini dibuat Isaac belum lahir, dan kenyataan sampai kini keturunan siapakah yang tinggal di tanah Kanaan selama-lamanya?

17:19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Apakah Gen 17:19 tidak bertentangan dengan Deut 21:15-17?

Genesis
21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
21:8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
21:9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sxxxg main dengan Ishak, anaknya sendiri

Bila Isaac disapih umur 2-5 tahun maka umur Ismail 16-21 tahun dan Abraham berumur 102-105 tahun.

21:14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka perxxxh Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Abraham yang saat itu berumur 102-105 tahun mengangkat air dan Ismail kebahu Hagar dan Hagar menggendong anak berumur 16 tahun dan air diatas bahunya????
Apakah Abraham cukup bertenaga untuk itu? Apakah Hagar sangat kuat hingga mampu memikul beban anak umur 16 tahun seberat 40-60 kg + kirbat air (5kg?) pada bahunya, apalagi mengembara di padang gurun?

21:15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,

Membuang seorang anak berumur 16 tahun (teenager) kebawah semak??
Apakah anak itu disable?

Genesis
22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”
22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, perxxxh ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Dijanjikan banyak keturunan dari “anakmu yang tunggal”, tapi Abraham diperintahkan agar Ishak “anakmu yang tunggal” yang belum punya keturunan dijadikan korban bakaran?

Berapakah umur Isaac saat itu? Bible tidak menyebutkannya, assumsi umur Isaac bervariasi dari teenager sampai 37-an (ada yang berpendapat sama dengan umur Jesus ketika disalib),

1. The evidence that he was a young man not a young child:
The word in Hebrew translated “boy” (NIV) or “lad”(KJV) is “na’an”. Na’an means “servant”, “young man”, “boy”, “lad”. The context determines the meaning. In verse 3 it is translated “servants”
The chronological sequence of events from Chapter 21 to 23 indicates Isaac could have been any age up to 35. Gen.17:17 (Sarah was 10 years younger than Abraham); Gen. 21:1-5; 21:34; 22:1, 23:1 (Abraham was 137 when she died: Isaac, 35)
Isaac carried the wood for the burnt sacrifice up the mountain. Weight of wood required for burning is approx. 50- 60kgs.
http://www.stcs.org.nz/study/060312Isaac.pdf

Many years passed in the young life of Isaac. In Bullinger’s Companion Bible, Appendix 50, he estimates that Isaac was 33 when his father was going to have to offer him as a sacrifice. Other commentators speculate a different, but still at a fairly young age.
http://www.cgi.org/history/PDF/BibleHist5.pdf

Jadi bila bila umur Isaac 12-37 tahun umur Abraham 112-137 tahun??
Katakanlah Isaac saat itu berusia 20 tahun, Abraham berusia 120 tahun??

Genesis
22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya

Pada umur 120 tahun Abraham masih mampu membelah kayu bakar untuk kurban bakaran (50 kg)? Harap di check berapa banyak keperluan kayu bakar untuk memanggang daging seberat 40-60 kg ke perusahaan catering yang mensupply kambing guling.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh

Perjalanan dengan menunggang keledai selama paling tidak selama 3 hari diumur 120 tahun?

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

Bagaimana Abraham dapat mengatakan bahwa kami (ia dan Isaac) akan kembali kepada kedua bujangnya, padahal kepergiannya adalah untuk mengorbankan Isaac (Isaac akan menjadi daging bakar)?
Apakah Abraham berbohong atau ia telah mengetahui tentang cobaan dari Allah?

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sxxxg di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama

Apakah pada umur 120 tahun Abraham masih mampu mengangkat kayu bakar ( 50 kg?) untuk dipikulkan kebahu Ishak dan berjalan jauh serta menanjak sampai keatas gunung ?

Genesis
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

Isaac dapat menganalisa situasi tapi ia tidak mengetahui bahwa dirinya akan disembelih dan dibakar, umur berapakah dia sebenarnya ?.

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Apakah Abraham berbohong kepada Isaac atau “mendapat bocoran ujian” hingga ia mengetahui adanya anak domba untuk korban bakaran?
Atau pengarang Genesis memberitahu Abraham karena sang pengarang dapat membaca Pikiran Tuhan seperti yang ditulisnya pada genesis 18:17 Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api

Apakah pada umur 120 tahun setelah membelah dan mengangkat kayu bakar, mengendarai keledai selama 3 hari, berjalan jauh mendaki gunung, Abraham masih mampu mendirikan mezbah (altar dari batu, tempat untuk menyembelih kurban)?
Apakah Isaac diikat sebagaimana layaknya hewan kurban agar tidak kabur atau tidak meronta ketika disembelih?
Disini ada kontradiksi, mengapa Isaac tidak melawan dan meronta, padahal kini ia mengetahui bahwa dirinya akan disembelih?
Adalah mudah baginya untuk menang melawan seorang yang berumur 120 tahun.
Bila Isaac mengetahui ini adalah perintah Tuhan yang harus dilaksanakan dan ia menaatinya, mengapa ia mesti diikat?

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba

Isaac ada dimana?

Pengenalan Doktrin
Hak anak pertama untuk mewarisi kepemimpinan keluarga, membawa hak-hak kepemilikan tertentu dan biasanya untuk gelar-gelar tertentu seperti kependetaan tinggi atau kerajaan.
Naskah-naskah Hebrew menganggap pengakuan doktrin kesulungan sudah sejak sediakala. Dalam silsilah kuno tertua tercermin perbedaan diantara anak sulung dengan anak-anak lainnya (Gen 10:15; 22:21; 25:13; 35:23; 36:15). Pada pelimpahan berkat orangtua di masa patriarch yang sangat dipentingkan dikaitkan pada kecenderungan akan hal kesulungan (Gen 25:31; 27:29; 48:13; 49:3).
http://net.bible.org/dictionary.php?word=Primogeniture
sebelum Abraham primogeniture sudah diceritakan pada Genesis 4
Jaman Adam
4:6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya

Bekhar/bekhor (kesulungan}
Dan hak primogeniture yang diistilahkan dengan bekhor/bechor

10:15 UChena’an yalad et-Tzidon bechoro ve’et-Chet.
Kenaan produced his first-born, Tzidon, and Chet.
10:15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het,

Dimasa Abraham
21 Et-Utz bechoro ve’et-Buz achiv ve’et-Kemu’el avi Aram.
Utz, his first born, Buz his brother, and Kemuel, the father of Aram.
22:21 Us, anak sulung, dan Bus, adiknya, dan Kemuel, ayah Aram,

Apakah berlakunya kesulungan bagi anak-anak Abraham seperti itu juga?

Dimasa Ismael dan Ishak
25:13 Ve’eleh shemot benei Yishma’el bishmotam letoldotam bechor Yishma’el Nevayot veKedar ve’Adbe’el uMivsam.
These are the names of Yishmael’s sons, by their names according to their birth. Nevayot was Yishmael’s first born, [he also had] Kedar, Adbe’el and Mivsam,
25:13 Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam,

Bahkan masalah antara Esau dan Yakub
25:31 Vayomer Ya’akov michrah chayom et-bechoratecha li.
Yaakov said, “As of this day, sell your birthright to me.”
25:31 Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
32 Vayomer Esav hineh anochi holekh lamut velamah-zeh li bechorah.
‘Esav said, “Here I am about to die, what [good] is this birthright to me.”

25:32 Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
33 Vayomer Ya’akov hishave’ah li kayom vayishava lo vayimkor et-bechorato le-Ya’akov.
Yaakov said, “Swear to me as of this day.” He swore to him, and sold his birthright to Yaakov.
25:33 Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya

34 VeYa’akov natan le-Esav lechem unezid adashim vayochal vayesht vayakom vayelach vayivez Esav et-habechorah.
Yaakov then gave ‘Esav bread and a pottage of lentils. He ['Esav] ate and drank, got up and left. [Thus] ‘Esav scorned the birthright.
25:34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

bagaimana Ishak yang tertipu berkata pada Yakub yang disangkanya Esau, anak sulungnya

27:29 Ya’avducha amim veyishtachavu lecha le’umim heveh gevir le’achecha veyishtachavu lecha benei imecha orereycha arur umevarachecha baruch.
Peoples will serve you and nations bow to you. Be master over your brothers, and your mother’s sons will bow to you. Those who curse you are cursed, and those who bless you are blessed.”
27:29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.”

32 Vayomer lo Yitzchak aviv mi-atah vayomer ani bincha bechorecha ‘Esav.
Yitzchak, his father, said to him, “Who are you?” He said, “I am your son, your firstborn, ‘Esav.”
27:32 Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: “Siapakah engkau ini?” Sahutnya: “Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau.”

36 Vayomer hachi kara shmo Ya’akov vayakveni zeh fa’amayim et-bechorati lakach vehineh atah lakach birchati vayomar halo-atzalta li berachah.
['Esav] said, “Is he not rightly called Yaakov? He has deceived me twice; he took my birthright, and now he has taken my blessing.” He said, “Have you not saved a blessing for me?”
27:36 Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?”

Gen 27 menunjukkan betapa pentingnya primogeniture (hak kesulungan)

Esau dan Yakub
35:23 Bnei Leah bekhor Ya’akov Re’uven veShim’on veLevi viYehudah veYissakhar uZ’vulun.
The sons of Leah [were]: Reuven, Yaakov’s firstborn, Shimon, Levi, Yehudah, Yissachar and Zevulun.
35:23 Anak-anak Lea ialah Ruben, anak sulung Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon.

36:15 Eleh alufei vnei-’Esav benei Elifaz bechor ‘Esav aluf Teman aluf Omar aluf Tzefo aluf K’naz.
These are the chiefs of the sons of ‘Esav: the sons of Elifaz, ‘Esav’s first born: Chief Teman, Chief Omar, Chief Tzefo, Shief Kanaz36:15 Inilah kepala-kepala kaum bani Esau: keturunan Elifas anak sulung Esau, ialah kepala kaum Teman, kepala kaum Omar, kepala kaum Zefo, kepala kaum Kenas,

dst

Kesulungan ini terus berlanjut terus menerus sampai jaman Moses dan bagi bani Israel hukum ini dituliskan pada kitab Deuteronomy.

Sekarang kita diskusikan masalah primogeniture pada anak-anak Abraham
Bila anda katakan adanya perjanjian istimewa Allah dengan Ishak, apa yang mendasari perjanjian yang bertentangan dengan ayat-ayat diatas dan mengapa hukum kesulungan terus berlaku pada keturunan Ismael dan Ishak ?

Mari kita diskusikan satu persatu
Janji Tuhan kepada Abraham Gen 15 tidak menyebut secara spesifik nama anak yang akan menjadi pewaris Abraham.

15:5 TUHAN membawa Abram ke luar lalu berkata kepadanya, “Pandanglah langit, dan cobalah menghitung bintang-bintang; engkau akan mempunyai keturunan sebanyak bintang-bintang itu.”
Dijanjikan pada Hagar yang sxxxg mengandung ( Ishak tidak disebut)
16:10 Lalu kata malaikat itu lagi, “Aku akan memberikan kepadamu begitu banyak anak cucu, sehingga tidak seorang pun dapat menghitung mereka.(arti kiasan atau bukan?)

Kelahiran Ismael dan Ishak
Kelahiran anak pertama sangat diharapkan oleh Abraham, tercermin pada doa permohonannya gen 15:2
Anak itu dinamai Ismael Ishmael (Hebrew: יִשְׁמָעֵאל; Arabic: إسماعيل, Ismā’īl; translates as “he will hear/obey God”) was Abraham’s eldest son, born by his wife’s handmaiden Haga Tuhan Mendengarkan (sebagaimana umumnya disebutkan pada waktu berdoa bila merasa doanya dikabulkan)
Sxxxgkan kelahiran Ishak adalah surprise, bayi dilahirkan seorang wanita berumur 90 tahun dianggap lucu hingga membuat orang menjadi tertawa geli termasuk Sarai dan Abraham sendiri, anak itu dinamai Ishak Isaac or Yitzchak (Hebrew: יִצְחָק, Standard Yiẓḥaq Tiberian Yiṣḥāq ; Arabic: إسحاق, yang artinya “he will laugh”)

http://www.keyway.ca/htm2002/isaac.htm

Gen 17
Menceritakan janji Tuhan pada Abram tentang keturunannya dan tidak disebutkan keturunan anak yang mana (saat itu Abram beranak tunggal dan Ismail dinyatakan sebagai keturunannya), tiba-tiba pada ayat 17:15 dst bertentangan dengan ayat-ayat sebelumnya.

17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”

Apakah Ismael saat itu sudah tidak ‘diperkenankan hidup’ atau akan tidak ‘diperkenankan hidup’(karena akan dikorbankan)sehingga yang akan menjadi keturunannya dari anak yang baru lahir?
Yang pasti Abraham sangat menyayangi anak sulungnya, tercermin dari penyesalannya pada ayat 18

21:10 Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.”

21:11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.??
TB
21:11 Abraham sama sekali tidak senang dengan usul itu, karena Ismael adalah anaknya juga.BIS

Terjemahan BIS lebih cocok.

Abraham tidak senang karena Sarai melanggar hukum kesulungan.

21:12 Tetapi Allah berkata kepada Abraham, “Janganlah engkau khawatir mengenai hambamu Hagar dan anaknya itu. Turutilah kemauan Sara, karena melalui Ishaklah engkau akan mendapat keturunan yang Kujanjikan ????

Allah menuruti kemauan Sarai?? Apa Allah tidak menyebutkan ketentuanNya pada ayat sebelumnya, bukankah pada ayat sebelumnya Ismael dinyatakan sebagai keturunan Abraham dan memenuhi perjanjian berkhitan dll?

lagi pula apakah ‘perjanjian istimewa’ itu ditepati?
Genesis
13:14-15……….berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

15:5-6 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran

15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka

21:12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, perxxxh ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

bahwa keturunan Abraham hanya dari Ishak gen 21:12 dan bahwa perjanjian itu berlaku selama-lamanya 17:7

maka
bahwa tanah Kanaan menjadi milik keturunan Ishak selama-lamanya 17:8, wilayah sungai Nil (Mesir) hingga sungai Efrat (Iraq) menjadi milik keturunan Ishak 15:18

kenyataan menunjukkan bahwa keturunan Ishak tidak selama-lamanya pernah mendiami Kanaan apalagi wilayah dua sungai tersebut,
Berdasarkan fakta sejarah 587 BCE Penghancuran oleh Babylon.
Kaum Jahudi diusir dari negerinya dan diasingkan ke Babylonia,
63 BCE-313 CE Penghancuran oleh Roma, Kaum Jahudi terpencar keluar dari negerinya (diaspora)
Saya sarankan anda membaca sejarah Israel

http://www.science.co.il/Israel-history.asp

Berdasarkan sensus oleh rabbi Binyamin Tudela (1170) penduduk yahudi diwilayah Syria – Palestina hanya 15,190 orang (hanya ada 200 orang Jahudi tinggal di Jerusalem, sebagian besar dari penduduk Jahudi diwilayah itu tinggal di Damascus dan Aleppo) alias 1.6% dari total populasi Jahudi seluruh dunia saat itu 975,621 orang, http://itis.volta.alessandria.it/episteme/ep2sped.htm

gen 15:18 juga tidak sesuai dengan kenyataan karena keturunan Ishak tidak mendiami wilayah seluas antara S. Nil dan S.Efrat selama-lamanya

Fakta justru menunjukkan bahwa keturunan Ismael sejak Abraham hingga kini mendiami wilayah diantara S.Nil dan S.Efrat, dan tidak pernah diusir keluar dari wilayah itu, jadi perjanjian Tuhan itu sebenarnya untuk siapa ?

bahwa keturunan Abraham sebanyak bintang dilangit atau pasir dipantai gen 22:17
Apakah jumlah keturunan Nabi Ibrahim yang hidup sejak kira-kira 4000 tahun yang lalu hingga kini mencapai jumlah itu? Apalagi bila yang diakui hanya keturunan Ibrahim dari Ishak?
Jumlah manusia yang ada sekarang katakanlah 10 power 10 (10,000,000,000), dan katakan tiap tahun manusia bertambah sejumlah itu dan manusia sudah exist 10 power 7 (10,000,000 tahun, menurut bible 6000 tahun) yang lalu maka total manusia yang pernah hidup baru mencapai 10 power 17 (100,000,000,000,000,000), sxxxgkan jumlah bintang adalah 10 power 21 http://imagine.gsfc.nasa.gov/docs/ask_astro/answers/970115.html maka jumlah seluruh manusia baru ada 1 per 10000 jumlah bintang. ???????.

“Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” apakah itu arti kiasan atau janji palsu ????
http://www.daviddarling.info/encyclopedia/S/starsnumbers.html

We believe that there are on the order of 10 power 21 stars in our Universe. If you write that number out, it looks like this: 1,000,000,000,000,000,000,000. This is a lot of stars!
http://imagine.gsfc.nasa.gov/docs/ask_astro/answers/970115.html

Bila itu arti kias, sekarang siapakah yang lebih mendekati jumlah bintang dilangit keturunan Ismail atau keturunan Ishak?

Jumlah keturunan Ismael 300,000,000 orang
http://en.wikipedia.org/wiki/Arab#Who_is_an_Arab.3F
http://en.wikipedia.org/wiki/Arab_World

Jumlah keturunan Ishak 14,000,000 orang http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Judaism/jewpop.html


Jul 16

MENJAWAB SOAL KISAH iBRAHIM AS bag :1

Segala puji Bagi Allah SWT,Tuhan Semesta Alam,Yang telah menurunkan Al Qur?an
Sebagai petunjuk manusia dan pembeda(Al Furqon),yang membedakan mana yang Haq
(benar) dan mana yang Batil(salah),dengan ayat-ayatnya akan mampu membedakan kwalitas manusia-manusia tersebut.

Siapa yang dikorban Abraham ,Ismail atau Ishaq menurut Al Qur’an?
untuk memahami / mengambil pelajaran ayat-ayat tentang kisah-kisah dalam Al Qur’an .

1 adalah dengan AKAL

هُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاء الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاء تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الألْبَابِ

[3:7] Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat183, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat184. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

Qs 12 Yusuf:111

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثاً يُفْتَرَى وَلَـكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

[111] Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

akal saja tidak cukup,karena banyak orang membahas ayat yang sama dan berusaha menggunakan akalnya tetapi tentu saja akal saja tih saja belum mengerti / bingung.maka ada syarat lagi yang harus dipenuhi yaitu; suci / lahir dan hatinya


2 .Suci

Qs Al Waqi’ah :79

لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Tidak menyentuh Al Qur’an kecuali hamba-hamba yang disucikan

suci disini bukan berarti manusia yang tidak punya dosa/kesalahan,karena semua manusia mempunyai kesalahan /dosa.tapi seperti pesan Nabi:

Sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah orag yang mau “TAUBAT”
maka Suci disini yaitu: membersihkan hatinya dari pikiran-pikiran yang membelenggu akal dan jiwanya,menghindari penyakit-penyakit hati: iri,dengki,sombong,serta ta’asub(fanatisme),dan para ulama-ulama besar

dalam menyampaikan pemahamannya terhadap Al Qur’an menggunakan
istilah: “Menafsirkan”

menggunakan kata ini bukan berarti ragu-ragu atau tidak yakin,tetapi berusaha
menghindari penyakit-penyakit hati seperti yang disebut diatas.

Maka dalam upaya membuktikan tentang peristiwa :Siapa Yang Dikorbankan
Kisah ini sangat fenomenal sekali,karena menjadi sebuah sengketa/perbedaan
Pendapat yang sangat tajam diantara manusia:

Tetapi setidaknya mereka terbagi 3 kelompok:

1 Orang Yahudi dan Kristen berkeyakinan yang dikorbankan adalah Ishaq
2 Orang Islam berkeyakinan yang dikorbankan adalah Ismail
3 Orang yang bingung mau pilih yang mana(karena menurut mereka semua agama sama,kalau pilih salah satu dianggap sudah keluar dari keyakinan mereka,dan juga berdalih karena dalam Al Qur?an dalam surat 37:100-113

tidak disebutkan sama sekali namanya.
Maka inilah usaha saya yang semaksimal mungkin untuk menguak peristiwa tersebut,tentu saja dengan argumentasi Al Qur’an

sekarang kita perhatikan bersama tentang Qs 37:100-113

[100] “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

[101] Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

[102] Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

[103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

[104] Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,

[105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

[106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

[107] Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

[108] Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

[109] (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.

[110] Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

[111] Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

[112] Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishak, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

[113] Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishak. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang lalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

Inilah penafsiran penulis tentang ayat-ayat tersebut tersebut:

Al Qur’an surat Ash Shafat :100-113
Pertama : kenapa tidak tertulis nama secara jelas,siapa yang dikorbankan dalam ayat 102?
Jawabannya: ayat 106:

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاء الْمُبِينُ

SESUNGGUHNYA INI BENAR-BENAR SUATU UJIAN YANG NYATA?

perhatikan ayat ini ,diawali penekanan kata (inna) yang menunjukkan betapa pentingnya soal ini,dan juga diakhiri penekanan bahwa soal ini benar-benar serius(mu’bin)

jadi ujian ini tidak hanya untuk Ibrahim dan keluarganya saja,tetapi ujian buat manusia-manusia sesudahnya sampai hari kiamat.

dan yang lebih menarik lagi bahwa kata الْبَلَاء الْمُبِينُ = sesungguhnya ini ujian yang nyata” hanya terdapat pada ayat ini saja.

Mungkin akan ada pertanyaan,kenapa manusia harus di uji dengan masalah ini?
Ujian ini menguji manusia apakah mereka benar-benar memperhatikan Ayat-ayat Allah atau tidak. (apakah mereka beriman,mengikari/kafir,atau jadi ragu).

Maka sekarang kita buktikan siapa yang dikorbankan menurut Al Qur?an;
Perhatikan ayat 102:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

102.maka tatkala anak itu sampai (pada umur yang sanggup) berusaha bersama-sama
dengan Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesunggunya aku melihat dalam
mimpi bahwa aku menyembelihmu,maka fikirkanlah apa pendapatmu!?
Ia menjawab:?hai bapakku,kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu;
INSYA ALLAHKAMU AKAN MENDAPATIKU TERMASUK ORANG-ORANGYANG SABAR? (MINASH SHOBIRIN).

Perhatikan apa yang saya tulis dengan huruf besar; ini adalah petunjuk /ciri-ciri siapa yang dikorbankan: Ishaq atau Ismail.

Maka untuk membuktikan siapa yang kita korbankan kita harus mencari dan mengumpulkan kata “MINASH SHOBIRIN”, tetapi untuk menjangkau lebih banyak maka yang akan saya kumpulkan adalah kata “SHOBIRIN”,

Dari surat pertama(al-fatihah ) surat yang terakhir(an nas)
Maka kata SHOBIRIN disebutkan dalam Al Qur’an sebanyak 15X
Ke 15X itu sebagai berikut:

AL BAQARAH : 153,155,177,249
ALI IMRAN : 17,142,146
AL ANFAL : 46,46
AN NAHL : 126
AL ANBIYA : 85
AL HAJJ :35
AL AHZAB :35
ASH SHAFAT :102
MUHAMMAD :31

Kemudian kita kelompokkan ayat-ayat tersebut (dengan kata sebelumnya yang sama)

1. Ma’ash shobirin =beserta orang-orang yang sabar: Qs 2:153,249 ;8:46,66

2. Wa basyirish shobirin =dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar
Qs 2:177; 33:35 ;47:31

3.Ash shobiri =orang-orang yang sabar:3:17

Wa ya’lamash shobirin=dan belum nyata orang-orang yang sabar: 3:142

Yukhibush shobirin=menyukai orang-orang yang sabar:3:146

Khoirulish shobirin=lebih baik bagi orang yang sabar:16:126

Minash shobirin=termasuk orang-orang yang sabar:21:85; 37:102

Maka setelah saya uraikan seperti diatas ayat yang menyebutkan kata

Minash shobirin hanya 2 ayat:
1 surat ash shofat :102

2 surat al anbiya : 85
bagaimana isi ayat tersebut:
وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِّنَ الصَّابِرِينَ

Dan Ismail,idris dan dzulkifli.semua termasuk orang-orang yang sabar?
(MINASH SHOBIRIN)

Jadi melihat uraian diatas sangat jelas sekali bahwa anak tersebut adalah
ISMAIL.

tapi saya ingin mempertajam uraian ini dengan mengiventaris juga nama Ismail dan Ishaq
dalam Al Qur’an
ISHAQ namanya disebutkan dalam Al Qur’an sebanyak 17 X
dan ayat-ayat tersebut sebagai berikut:

AL BAQARAH : 133,136,140
ALI IMRAN : 84
AN NISA : 163
AL AN?AM :84
HUUD : 71(2X)
YUSUF : 6,38
IBRAHIM : 39
MARYAM : 49
AL ANBIYA : 72
AL ANKABUT : 27
ASH SHAFAT : 112,113
SHAAD : 45

Dari sekian ayat tak ada satupun yang menunjukkan Ishaq punya cirri-ciri seperti anak yang terdapat dalam Qs ash shafat:102,
tetapi disebut sama dengan ayat yang ke 113
Yaitu Qs Al ankabut 27: minash sholikhin:termasuk orang orang yang sholeh
Dan disebut dengan kata sejenis (ja’alnaa sholikhin): kami jadikan orang-orang yang saleh.

Sekarang bagaimana dengan nama Ismail dalam Al Qur’an,
Nama Ismail dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 12X
Ke 12 x tersebut sebagai berikut:

AL BAQARAH : 125,127,133,136,140,177
ALI IMRAN :84
AN NISA :163(2X)
AL AN’AM :86
IBRAHIM : 39
MARYAM : 54
SHAAD ; 48

Dalam ayat-ayat yang ada nama Ismail tak ada satupun gelar / predikat yang sama dengan
Yang diberikan kepada Ishaq,

Jadi disini saya membuktikan (dan siapapun boleh mengecek ayat-ayat yang sudah saya sampaikan) bahwa predikat mereka tidak pernah tertukar.

Ini adalah bukti yang nyata bahwa yang dikorbankan Ibrahim menurut
Al Qur’an adalah :ISMAIL,tidak ada keraguan sedikitpun,keyakinan umat islam tentang siapa yang dikorbankan,bukan keyakinan yang mengada ada tetapi keyakinan yang bersumber pada Kitabnya sendiri.

bukan berdasarkan /cari cari dasar dari kitab orang lain,
Justru setelah diteliti secara seksama kitab orang lain tersebut,dalam kisah ini penuh kerancuan dan kecurangan untuk menutupi kebenaran dengan kebohongan-kebohongan,
Menunjukkan bahwa Allah memerintahkan umat yang sudah tersesat tersebut untuk merenungkan ,apakah masih pantas kitab tersebut masih dianggap murni Firman Allah??
Dan dijadikan pedoman hidup???

apa yang saya tulis merupakan tantangan yang pertama yang saya dapat dari seorang Misionaris yang mengaku bernama “Robert” di www.al-islahonline.com

dan dalam perdebatan soal ini memakan waktu yang sangat panjang, dan dalam perdebatan tersebut saya tidak langsung menjawab tantangannya tetapi membahas terlebih dahulu kisah tersebut didalam alkitab.

dan tidak sekedar membahas kisah tersebut tetapi membahas lebih dalam lagi kerancuan dan kecurangan penulis alkitab yang tidak hanya menyisipkan soal nama “Ishaq” saja tetapi banyak sisipan kisah palsu dan kisah yang janggal lainnya.

kesempatan selanjutnya akan saya sampaikan masalah tersebut.

wassalam

id Amor