Kinerja Kepolisian RI dalam mengidentifikasi jenazah korban penggrebekan teroris di Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Solo, 16-17 September, dinilai lamban.
Tim kuasa hukum keluarga Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Endro Sudarsono, mengatakan hingga kini proses indentifikasi semua korban tewas dalam penggerebekan di Solo itu belum juga dipulangkan. Mereka adalah Noordin M Top, Urwah, Ario Sudarso alias Aji, dan Adib alias Susilo.
Bahkan, menurut dia, keluarga korban seperti keluarga Susilo dan Aji semakin berlarut. “Malahan kedua keluarga (Susilo dan Aji) sudah pulang kembali ke masing-masing kota asalnya,” kata Endro di Solo, Sabtu 26 September 2009.
Polri belum bisa memulangkan jasad korban dengan alasan proses identifikasi belum selesai, baik tes antemortem maupun postmortem.
“Padahal proses pengambilan sampel darah keluarga korban telah dilakukan sejak 9 hari lalu,” kata dia.
Biasanya, sambung Endro, proses tes DNA paling lama 3-5 hari, “Tetapi kenapa penanganan proses tes DNA jenazah ini membutuhkan waktu lama,” keluhnya.
Continue reading →