Jul 11

Data terbaru,176 orang sejak januari bersyahadat di masjid Sunda kelapa

Memasuki pertengahan tahun 2011, jumlah individu yang memutuskan memeluk Islam di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), terus bertambah. Kondisi itu menandakan syiar Islam sudah berjalan sebagaimana mestinya.

Data terbaru (MASK) menyebutkan selama rentang bulan Januari-Juli 2011, individu yang memutuskan masuk Islam mencapai 176 orang. Jadi, secara keseluruhan semenjak tahun 1993, individu yang memutuskan masuk Islam di MASK. mencapai 16.178 orang. “Bulan Juni lalu saja mencapai 32 orang,” papar Kepala Bidang Pembinaan Mualaf, MASK, Anwar Sujana kepada Republika.co.id, Jum’at (8/7).

Dikatakan Anwar, pada tahun lalu, tepatnya Januari-Juli 2010, individu yang memutuskan masuk Islam di MASK mencapai 264 orang.”Ya, dalam berdakwah tidak mengenal naik turun, namun, Alhamdulillah, syiar Islam terus berjalan, “kata dia. Continue reading

Apr 13

Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM

Jakarta – Selama ini, media massa hanya memberitakan insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara hukum?

Itulah sebabnya, Senin (11 April 2011) lalu, Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI SU) bersama perwakilan dari warga Kampung Melayu, Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan didampingi oleh PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, guna melaporkan pengaduan masyarakat terkait pelanggaran HAM. Continue reading

Apr 04

Iwan Fals: Cintailah Masjid & Qur’an, Semua Persoalan di Sana Jawabannya

Musisi dan penyanyi Iwan Fals mengajak penggemarnya yang tergabung di Orang Indonesia (OI) untuk mencintai masjid dan Al-Qur’an. Di masjid bisa mengadu kepada Allah, di dalam Al-Qur’an ada jawaban atas semua persoalan hidup.

“Masjid adalah tempat kita mengadu kepada Allah,” kata Iwan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sukamelang Subang Jawa Barat, Ahad petang (3/4/2011), dalam rangkaian tur ke 99 pesantren bersama kelompok Ki Kanjeng Ganjur pimpinan Al-Zastrow.

Suatu ketika, para pentolan OI bercerita kepadanya bahwa selama ini banyak orang bertanya tentang apa saja kepadanya, bisa dijawab dan mendapatkan solusi terbaik. “Nah, giliran dia punya masalah bingung harus bertanya pada siapa,” ujar Iwan.

Maka, ketika persoalan tersebut disampaikan kepada Iwan, dengan spontan dia menjawabnya, “Datanglah ke masjid. Sebab, di sana kita bisa mengadu kepada Allah.” Continue reading

Des 10

Pemerintah Komunis Cina berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri.

BEIJING–Berita menggembirakan datang dari Cina. Pemerintah Komunis Cina berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, kata mereka, sebagai wujud nyata memenuhi tuntutan  20 juta warga Muslim.

Menurut seorang pejabat senior State Administration for Religious Affairs (SARA), sebelumnya warga Muslim Cina terkonsentrasi di daerah tertentu. Namun seiring kemajuan ekonomi dan kebutuhan mencari pekerjaan dan mata pencaharian, mereka menyebar ke seantero Cina.

Sejumlah besar Muslim bermigrasi ke kota-kota sejak tahun 1978 yang mengarah ke permintaan untuk sarana ibadah, terutama masjid. “Mereka juga membutuhkan tanah pemakaman khusus,” kata Wakil Direktur Departemen Islam SARA, Ma Jin, seperti dikutip China Daily milik pemerintah.

Pada tahun 2008, sekitar tiga juta Muslim, atau lebih dari 10 persen dari total populasi Muslim negara itu, telah bermigrasi. Menurut Laporan Tahunan Religions China  tahun 2009, mereka berpindah dari daerah pedesaan di provinsi tradisional Muslim di bagian barat ke kota-kota pesisir. Lebih dari 75 persen dari migran Muslim meninggalkan kampung halaman mereka dengan harapan memperoleh penghidupan yang lebih baik.

Cina memiliki populasi sekitar 20 juta Muslim yang sebagian besar berada di dua wilayah, Xinjiang dan Gansu. Komunitas Hui Muslim yang populasinya berjumlah 10 juta orang ada di kota Linxia, Gansu, dan 10 juta lainnya yang merupakan Muslim Uighur asal Turki berada di propinsi Xinjiang.

Beberapa provinsi pesisir, khususnya tiga besar dari segi populasi Muslim migran, Guangdong, Zhejiang dan Fujian, tidak siap untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan sarana ibadah. Guangzhou, ibukota provinsi Guangdong, hanya memiliki empat masjid untuk melayani sekitar 9.800 warga Muslim permanen dan lain 25 ribu hingga 40 ribu warga Muslim pendatang. Continue reading

Nov 02

Subhanallah..! Masjid Tak Tersentuh Tsunami Mentawai, 50 Orang Selamat

Pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, langit Sikakap tampak mendung. Di luar rumah tanah tampak lanyah. Pepohonan dan rerumputan masih basah setelah diguyur hujan deras sepanjang malam. Sebentar lagi, sepertinya hujan deras bakal turun. Ya, membasuh duka Bumi Sikerei.

Di luar rumah, bau mayat menyengat. Aroma tak sedap menebar ditiup angin. Memang, hingga Jumat (29/10), mayat masih bergelimpangan di pinggir jalan. Pikiran saya langsung terbayang ratusan warga Pagai Selatan yang bertahan di perbukitan, dalam kondisi hujan badai. Selain menahan lapar, dinginnya malam, mereka harus melawan penyakit yang kini menyerang.

Ternyata benar. Hujan deras mengguyur Sikakap. Tak hanya hujan, tapi juga badai. Di posko utama, para jurnalis dan relawan telah berkumpul. Seperti biasa, setiap pagi kami siap-siap menyisir desa terpencil yang belum terjamah bantuan. Pagi itu, tim relawan dan jurnalis hendak menuju Dusun Pasa Puat di Pagai Utara. Dusun itu, semua rumah hancur. Mujur, tidak ada korban jiwa. Continue reading

Okt 31

Muslim Kanada Bangun Masjid Pertama di Kutub Utara

Muslim Kanada telah mendirikan menara masjid pertama di Arktik, di atas sebuah mesjid kuning kecil yang berfungsi sebagai rumah ibadah untuk masyarakat Muslim di daerah itu.

Masjid rakitan tersebut tiba di Inuvik bulan lalu untuk melayani populasi Muslim yang meningkat di utara jauh Kanada, setelah perjalanan 4.000 kilometer melewati jalan darat dan sungai.

Menara tersebut – dibangun secara lokal dan dirakit minggu ini – memiliki empat tingkat dan berdiri 30 meter dari tanah.

“Menara ini benar-benar indah ketika kita menyalakan lampu dalam gelap,” kata Amier Suliman, seorang anggota komite masjid, kepada AFP, Rabu (25/10).

Hanya tinggal sentuhan akhir- melapisi cat kedua di dalam, dan mengaitkan pipa kamar mandi – sebelum pembukaan masjid agung tersebut minggu depan. Continue reading

Sep 01

Dari Sisi Sejarah ternyata Islam sudah hadir 100 tahun yang lalu di Ground Zero

Penolakan terhadap rencana pembangunan Islamic Center di dekat lokasi runtuhnya menara kembar WTC di jantung Manhattan, di New York terlihat tidak lazim. Upaya sekelompok kecil masyarakat yang menentang rencana itu seakan menafikkan sejarah keberadaan umat Islam di kota metropolitan itu.

Faktanya, umat Islam ternyata sudah ada di New York sejak lebih dari seratus tahun lalu. Mereka tinggal di jantung Manhattan, di dekat lokasi ground zero. Salah satu daerah kantong Arab-Amerika yang pertama di New York terletak di Jalan Washington, tepat di jantung Manhattan, daerah yang kemudian dibangun menara kembar WTC. Daerah kantong atau enclaves itu dibangun oleh orang-orang Arab Kristen dan Muslim dari wilayah Kekaisaran Ottoman seperti Suriah, Lebanon, dan Turki, pada tahun 1880-an sehingga daerah itu kemudian disebut ‘Little Syria’ (Suriah kecil) Continue reading