Des 28

Akhirnya Pemuka gereja Ortodoks Rusia ini,Memilih jadi Muslim

Dr. Viacheslav Polosin adalah lulusan Universitas Moskow, Fakultas Filsafat, jurusan sosiologi, tahun 1978.

seorang pater yang masuk dalam jajaran pejabat tinggi di Gereja Ortodoks Rusia. Pria kelahiran Moskow, 26 Juni 1956 mulai bekerja untuk Gereja Ortodoks pada tahun 1980 sebaga seorang “Reader” (orang yang bertanggung jawab untuk membacakan kutipan-kutipan kitab suci dalam peribadatan).

Ia kemudian belajar teologi di sebuah seminari di Moskow. Setelah lulus dari seminari tahun 1983, Polosin ditunjuk sebagai diaken (mengerjakan tugas-tugas pelayananan gereja), lalu diangkat menjadi pater.

Polosin bertugas menjadi pater di sejumlah paroki di kawasan Asia Tengah sampai tahun 1985. Ia pernah menjadi kepala gereja di kota Dushanbe, tapi kemudian dideportasi dari wilayah itu oleh otorita pemerintahan Soviet atas tuduhan membangkang pemerintahan komunis Soviet. Polosin lalu bekerja sebagai penerjemah paruh waktu di departemen penerbitan Kantor Keuskupan di Moskow. Continue reading

Nov 07

Pengakuan Abdullah Drury :”Islam membantunya menjadi orang yang lebih baik”

Sebelum mengenal Islam, Abdullah Drury hidup di tengah keluarga dengan beragam agama. Ibunya menganut aliran Saksi Yehovah, ayahnya ia sebut sebagai “mantan Katolik”, seorang pamannya penganut apostolik dan beberapa anggota keluarganya memeluk agama Kristen Anglikan. Meski demikian, lelaki asal Selandia Baru itu, dibesarkan dengan atmosfir toleransi yang kental.

Minat Drury pada segala hal yang berkaitan dengan Islam mulai muncul saat ia kuliah di jurusan sejarah pada era 1990-an.

“Begitu kami mulai menyentuh apa saja yang ada kaitannya dengan Islam, atau agama Islam, atau sejarah Islam, apakah itu di Uni Soviet, Soviet Rusia atau atau dalam Religious Studies 101 (buku pengantar tentang agama-agama di dunia), kemana pun saya pergi, saya selalu menemukan Islam, dan saya makin tertarik dan tertarik dengan Islam,” ujar Drury. Continue reading

Agu 13

Walaupun pernah diajarkan membenci Islam,tapi Allah menuntunku kepada cahaya kebenaran

Oleh :Tina Stylianidou

Perjalanan saya ke Islam adalah sangat sensitif sejak keluarga Yunani Ortodoks saya tinggal di Turki untuk sebagian besar hidup mereka. Meskipun saya lahir di Athena, Yunani, ayah saya, yang lahir dan dibesarkan di Istanbul untuk keluarga kaya dan berpendidikan, seperti orang lain yang tinggal di negara Muslim – dia memegang erat-erat identitas agama.

Waktu datang ketika pemerintah Turki memutuskan untuk menendang mayoritas warga negara Yunani keluar dari Turki dan menyita kekayaan mereka, rumah-rumah dan bisnis. Jadi keluarga ayah saya harus kembali ke Yunani, tangan kosong dan pada dasarnya miskin. Ini adalah apa yang mereka, Turki – ‘Muslim’ – lakukan untuk mereka dan ini divalidasi (menurut mereka) kebencian mereka terhadap Islam. Continue reading

Agu 11

Perubahan Jason Perez membuat 55 orang terdekatnya ikut masuk Islam

Jason perez in The New Muslim CoolTayangan The New Muslim Cool sangat menyentuh publik Amerika Serikat. Di dalamnya berisi tentang pengalaman rohani salah satu rapper negeri itu, Jason Perez – namanya menjadi Hamza Perez setelah masuk Islam dan pandangannya tentang agama.

Ada satu kutipan satir tapi membuat publik terhenyak tentang betapa SARA di AS mulai memprihatinkan adalah, “Anda seorang ayah tunggal, sekarang Anda menikah lagi, jadi Anda seorang pria yang sudah menikah, Anda muslim, Anda orang Amerika, Anda Puerto Rika, kau dari the hood, Anda seorang seniman, Anda rapper … terdengar seperti mimpi terburuk Amerika!” Continue reading

Agu 04

Hannah Snider: Kebencian kepada Islam disebabkan kurangnya pengetahuan

Pada 27 Mei 2011, Hannah Snider bersyahadat, mendeklarasi imannya dalam Islam. Namun, wanita Asal Los Angeles, Amerika Serikat ini, mengaku tidak menjadi seorang Muslim pada hari itu. “Saya selalu Muslim, tapi tidak menyadarinya. Saya selalu percaya pada satu Tuhan. Hati saya telah Muslim,” katanya.

Pemikiran ini, katanya, tak hanya merupakan salah satu pilar yang paling dasar, namun yang paling penting dari sebuah agama.

Tumbuh dalam lingkungan yang tak pernah bersinggungan dengan Muslim, Hannah tak pernah tahu tentang Islam. “Alasan saya tidak pernah tahu tentang agama agung ini karena tidak ada yang pernah mengatakan kepada saya. Aku punya teman sekamar Muslim, telah bertemu dengan orang Muslim, tapi tak seorang pun memberitahu saya apa yang umat Islam yakini,” katanya. Continue reading

Jul 11

Data terbaru,176 orang sejak januari bersyahadat di masjid Sunda kelapa

Memasuki pertengahan tahun 2011, jumlah individu yang memutuskan memeluk Islam di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), terus bertambah. Kondisi itu menandakan syiar Islam sudah berjalan sebagaimana mestinya.

Data terbaru (MASK) menyebutkan selama rentang bulan Januari-Juli 2011, individu yang memutuskan masuk Islam mencapai 176 orang. Jadi, secara keseluruhan semenjak tahun 1993, individu yang memutuskan masuk Islam di MASK. mencapai 16.178 orang. “Bulan Juni lalu saja mencapai 32 orang,” papar Kepala Bidang Pembinaan Mualaf, MASK, Anwar Sujana kepada Republika.co.id, Jum’at (8/7).

Dikatakan Anwar, pada tahun lalu, tepatnya Januari-Juli 2010, individu yang memutuskan masuk Islam di MASK mencapai 264 orang.”Ya, dalam berdakwah tidak mengenal naik turun, namun, Alhamdulillah, syiar Islam terus berjalan, “kata dia. Continue reading

Jan 27

Subhanallah,Aisha Bhutta yang Mualaf yang Berhasil Mengislamkan Keluarga dan 30 Temannya

Aisha Bhutta, yang juga dikenal sebagai Debbie Rogers, duduk dengan tenang di sofa di ruang depan rumah petak besarnya di Cowcaddens, Glasgow Skotlandia. Dinding rumahnya digantung dengan kutipan dari ayat Alquran, sebuah jam khusus untuk mengingatkan keluarganya waktu shalat dan poster Kota Suci Mekkah.

Mata biru Aisha penuh dengan keceriaan, dia tersenyum dengan cahaya keimanan yang ia miliki. Wajahnya yang merupakan wajah gadis Skotlandia yang kuat – ia masih tetap memiliki cita rasa humor – meskipun wajahnya tetap ditutupi dengan jilbab. Continue reading