Pada Minggu, 11 September 2011, konflik pecah di tiga titik di Kota Ambon, di depan kampus PGSD Universitas Pattimura, Tugu Trikora, dan Waringin. Rusuh dipicu kematian seorang tukang ojek, Darfin Saimen.
Ricuh di Kota Ambon yang terjadi Minggu, 11 September 2011 menimbulkan keprihatinan banyak pihak.bahkan ada yang menduga ada by design dari orang orang yang tidak bertanggung jawab ,sebagaimana disampaikan salah satu anggota DPD dari maluku John Pieris yang menyatakan konflik di Ambon, Maluku, adalah by design oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Ia menilai selama ini masyarakat setempat sangat plural, namun mudah diprovokasi.saat dalam diskusi “Menjaga NKRI, Mencegah Perpecahan Daerah : Jangan Ulang Tragedi Ambon” di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (14/9).yang dilangsir oleh Metronews.com,
Di tengah-tengah menyurutnya perang melawan terorisme yang selama ini digalang oleh AS dan Sekutunya, dan bersamaan dengan perubahan politik yang luas di dunia Arab dan Afrika Utara, menuju ke arah sistem demokrasi dari rezim-rezim otokratis, di Indonesia justru berjalan menuju ke arah yang semakin meningkatnya kecenderungan kembali ke arah otoritarianisme.
Beberapa hari yang lalu berita yang paling Hangat di Media Massa adalah Penggrebekan orang orang yang diduga terkait dengan kelompok jaringan Teroris.
Setelah sekian lama sempat tenggelam, nama Dulmatin, tersangka teroris Bom Bali 2002 kembali menjadi berita utama media-media di Indonesia, setelah terjadi penggerebekan di dua tempat di Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa (9/3/2010). Dulmatin yang bernama asli Joko Pitono tersebut diduga menjadi salah satu dari tiga orang yang ditembak mati oleh tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Mabes Polri.