Sep 16

Ada yang “bermain’ dalam Konflik Ambon?

Pada Minggu, 11 September 2011, konflik pecah di tiga titik di Kota Ambon, di depan kampus PGSD Universitas Pattimura, Tugu Trikora, dan Waringin. Rusuh dipicu kematian seorang tukang ojek, Darfin Saimen.
Ricuh di Kota Ambon yang terjadi Minggu, 11 September 2011 menimbulkan keprihatinan banyak pihak.bahkan ada yang menduga ada by design dari orang orang yang tidak bertanggung jawab ,sebagaimana disampaikan salah satu anggota DPD dari maluku John Pieris yang menyatakan konflik di Ambon, Maluku, adalah by design oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Ia menilai selama ini masyarakat setempat sangat plural, namun mudah diprovokasi.saat dalam diskusi “Menjaga NKRI, Mencegah Perpecahan Daerah : Jangan Ulang Tragedi Ambon” di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (14/9).yang dilangsir oleh Metronews.com,

Continue reading

Apr 21

Aneh… Seorang DPO bisa masuk ke Mapolres dan bawa Bom

Bom bunuh diri yang mengguncang masjid yang berada di Kompleks Mapolresta Cirebon pada saat menjelang dilakukannya sholat Jumat 15/04 sangat mengejutkan banyak pihak.Bom diledakkan oleh seorang pria berjaket hitam ketika imam sholat sedang melafadzkan takbiratul ihram.

Pelaku pengeboman sendiri diduga bernama M.Syarif setelah diidentifikasi gambar wajahnya yang masih utuh. Berdasarkan informasi diterima sejumlah wartawan di Cirebon, Syarif nekat melakukan bom bunuh diri karena dirinya sakit hati atau dendam pribadi kepada polisi. Sebelumnya sempat beredar kabar motif teror itu adalah dendam pribadi. Dimana polres setempat telah menetapkan Syarif sebagai tersangka pengerusakan mini market dalam sebuah aksi sweeping minuman keras di Cirebon, 2010 lalu. Ia juga diduga terkait pembunuhan seorang prajurit TNI di kota yang sama. Continue reading

Apr 17

Siapa dan Apa Motivasi orang yang bermain Bom di Cirebon?

Di tengah-tengah menyurutnya perang melawan terorisme yang selama ini digalang oleh AS dan Sekutunya, dan bersamaan dengan perubahan politik yang luas di dunia Arab dan Afrika Utara, menuju ke arah sistem demokrasi dari rezim-rezim otokratis, di Indonesia justru berjalan menuju ke arah yang semakin meningkatnya kecenderungan kembali ke arah otoritarianisme.

Tidak pernah bisa dipahami, bagaimana seseorang meledakkan dirinya di sebuah masjid di kompleks kepolisian kota Cirebon, yang kemudian menimbulkan efek pemberitaan dan opoini yang sangat luas melalui jaringan media. Continue reading

Agu 22

Pengadilan Norwegia :Larangan polisi wanita mengenakan jilbab adalah ilegal

Sebuah pengadilan administratif Norwegia pada hari Jumat kemarin (20/8) mengatakan bahwa larangan polisi wanita mengenakan jilbab adalah ilegal, sebagai respons atas penolakan pemerintah tahun lalu untuk memungkinkan petugas polisi wanita muslim untuk mengenakan jilbab.

Pengadilan persamaan Norwegia mengatakan dalam sebuah opini yang tidak mengikat, menyatakan bahwa larangan itu berlawanan dengan kebebasan beragama dan undang-undang anti-diskriminasi dengan mencabut seluruh kategori perempuan dari akses terhadap profesi polisi. Continue reading

Mei 22

Terkait ‘Formasi Pedang-Salib’ di Masjid Al Barkah,Polisi Bidik Ketua penyelenggara Karnaval

Sudah dua pekan lebih berlalu, tapi perusuh agama yang berulah membuat Formasi ‘Pedang-Salib’ di Masjid Agung Al-Barkah Bekasi belum juga tertangkap. Polisi membidik Christofer, ketua panitia penyelenggara karnaval sebagai tersangka jika pelakunya tidak ketemu.

Hal itu disampaikan Kapolres Metro Bekasi AKBP Imam Sugianto dalam pertemuan Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad dengan Muspida Bekasi dan para pimpinan ormas Islam Bekasi, Senin pagi (17/5/2010).

Pertemuan di kantor Walikota Bekasi itu diadakan untuk merespon demo ribuan umat se-Bekasi, Jum’at (14/5/2010). Para pimpinan ormas Islam: Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bekasi, Forum Umat Islam (FUI) Bekasi, Gerakan Pemuda Islam (GPI) Bekasi, Garda Umat Islam (Gamis), dll. Dalam pertemuan selama 70 menit itu hadir pula Kajari Bekasi, Komandan Kodim Bekasi, Kapolres Bekasi, Kepala Pengadilan Bekasi dan Wakil Ketua DPRD Bekasi. Continue reading

Mei 16

Tindakan Densus 88 yang Main Tembak Dikecam Berbagai Pihak

Beberapa hari yang lalu berita yang paling Hangat di Media Massa adalah Penggrebekan orang orang yang diduga terkait dengan kelompok jaringan Teroris.

dan seperti penggrebekan penggrebekan sebelumnya dalam penggrebakan tersebut ada beberapa orang yang harus ditembak mati

Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, mengritik tindakan Densus 88 yang ringan tangan menembak hingga mati tersangka teroris. Tindakan brutal itu dinilai tak membuahkan solusi untuk mengentaskan terorisme.

”Penembakan terhadap mereka yang diduga teroris justru akan meniadakan info untuk membongkar jaringan teroris,” sesalnya Haris,Ahad (16/5).

Apalagi,imbuhnya, korban yang tertembak itu masih diduga sehingga belum terbukti lewat proses peradilan yang adil. Ia menilai, tindakan aparat keamanan yang semena-mena, justru hanya membuat Polri krisis profesionalisme dan kredibilitas. Continue reading

Mar 10

Benarkah Yang Tewas digerebek di Warnet Multiplus adalah Dulmatin?

Setelah sekian lama sempat tenggelam, nama Dulmatin, tersangka teroris Bom Bali 2002 kembali menjadi berita utama media-media di Indonesia, setelah terjadi penggerebekan di dua tempat di Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa (9/3/2010). Dulmatin yang bernama asli Joko Pitono tersebut diduga menjadi salah satu dari tiga orang yang ditembak mati oleh tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Mabes Polri.

Dulmatin diduga Kuat salah satu yang tewas digerebek di Pamulang

Dulmatin diduga kuat adalah seorang dari tiga orang yang tewas ditembak Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (9/3). Pengamat terorisme Dynno Chressbon termasuk yang menyakininya. Menurut Dynno, orang yang disebut polisi sebagai Yahya Ibrahim adalah Dulmatin. Keyakinan Dynno karena sosok Yahya Ibrahim yang disebuk polisi cocok dengan Dulmatin. Demikian dikatakan Dynno di Jakarta Continue reading